DAL - Pelajaran 03

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Doktrin Alkitab
Nama Pelajaran : Inspirasi Alkitab
Kode Pelajaran : DAL-P03

Pelajaran 03 - INSPIRASI ALKITAB

Daftar Isi

  1. Pengertian
    1. Arti dan Definisi "Inspirasi"
    2. Hubungan antara "Penyataan" dan "Inspirasi"
    3. Pentingnya Doktrin Inspirasi
  2. Bukti-bukti Inspirasi
  3. Bukti dari Dalam
  4. Bukti Dari Luar
  5. Teori-teori Penulisan Alkitab dan Pandangan yang Salah tentang Inspirasi

Doa

INSPIRASI ALKITAB

  1. Pengertian

    1. Arti dan Definisi "Inspirasi"

      1. Arti Etimologi

        Istilah "inspirasi" berasal dari bahasa Latin "inspirare". Sedangkan kata yang dipakai dalam bahasa Yunani untuk inspirasi diambil dari 2 Timotius 3:16, adalah "theopneustos". Kata "theopneustos" adalah kata majemuk (pneo + theos) yang berarti "dihembuskan (oleh) Allah." Dalam kata ini jelas terlihat adanya penekanan pada faktor Allah dalam pekerjaan penulisan tersebut. Jadi, seluruh Alkitab diinspirasikan oleh Allah, dihembuskan dari dalam diri Allah. Keseluruhan isi Alkitab merupakan isi hati Allah, sehingga tentunya setara dalam derajatnya. Tidak ada bagian yang lebih bernilai atau kurang bernilai. Semuanya setara dalam nilainya sebab semuanya merupakan isi hati Allah, untuk menyatakan tentang Diri-Nya dan rencana utama keselamatannya bagi manusia melalui Kristus dan pekerjaan Roh Kudus.

      2. Definisi

        Inspirasi didefinisikan sebagai pekerjaan Allah melalui Roh-Nya, untuk menguasai dan memimpin orang-orang yang telah dipilih-Nya untuk menuliskan perkataan-perkataan yang dikehendaki-Nya dalam Alkitab (PL dan PB), tanpa salah dalam bahasa aslinya.

        Namun, bukan berarti para penulis berperan seperti juru tulis yang pasif sehingga kepribadian mereka dihilangkan sama sekali, melainkan Allah memakai seluruh keberadaan penulis; pengalaman, pikiran, perasaan, karakter, penyelidikan, gaya penulisan, dan kepribadian para penulis. Sebagai contoh Musa, di mana Allah telah mempersiapkannya sebelum kelahirannya, masa bayinya, pendidikannya, dan kepemimpinannya di padang belantara. Sehingga pada akhirnya terdapat kerja sama yang erat antara Allah dan Musa, dalam menuliskan kitab-kitab Pentatuk, sehingga apa yang dituliskan Musa tersebut sekaligus juga adalah firman Allah.

        Semua tulisan dalam Alkitab adalah bersifat ilahi-insani, diilhamkan oleh Allah, dan ditulis oleh manusia. Karena Alkitab adalah inspirasi dari Allah maka Alkitab memiliki otoritas penuh sebagai Firman Allah.

    2. Hubungan antara "Penyataan" dan "Inspirasi"

      Dalam "Penyataan", Allah mengomunikasikan kebenaran-kebenaran-Nya kepada manusia yang dipilih-Nya (vertikal). Dalam "Inspirasi", Allah menuntun orang-orang yang dipilih-Nya itu untuk menuliskan "Penyataan" Allah dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia yang lain--(horisontal).

      Roh Kudus, memampukan para rasul dan para nabi untuk mencatat Penyataan Allah sebagaimana Allah kehendaki. Dengan pimpinan Roh Kudus inilah maka tulisan-tulisan mereka diyakini sebagai wahyu Allah tanpa kesalahan, tidak lebih dan tidak kurang. (2 Petrus 1:20, 21).

    3. Pentingnya Doktrin Inspirasi

      Doktrin Inspirasi membicarakan tentang bagaimana "Penyataan" Allah dituliskan menjadi Alkitab. Kegiatan penulisan "Penyataan" Allah ini menjadi sangat penting artinya karena berhubungan langsung dengan masalah keotentikkan dan ketidakbersalahan isinya. Dengan memercayai bahwa Allah sendirilah yang memilih dan memimpin orang-orang tertentu untuk menuliskan "Penyataan" Allah itu menjadi Alkitab, maka akan terjamin bahwa isinya tidak mungkin salah. Dengan demikian, tidak sulit bagi orang Kristen untuk menerima otoritas Alkitab sebagai kitab yang berperan mutlak untuk memberikan pedoman iman dan kehidupan bagi manusia.

      Dengan memercayai bahwa Allah-lah yang menginspirasikan seluruh isi Alkitab, maka akan terjamin pula keabsahan dan kesatuan kanonisasi Alkitab, karena hal itu memberikan arti bahwa seluruh tulisan di dalam Alkitab berasal dari satu sumber, yaitu Allah. Namun demikian, sejarah gereja membuktikan bahwa ada banyak pendapat yang menolak doktrin Inspirasi. Akibat langsung dari penolakan doktrin ini adalah penolakan terhadap keabsahan Alkitab sebagai firman Tuhan dan penolakan terhadap otoritasnya yang mutlak.

      Berbicara mengenai inspirasi, kita harus berhati-hati dalam menghindari lubang perangkap di mana beberapa orang jatuh ke dalamnya. Fakta mengenai wahyu yang dihembuskan Allah tidak berarti bahwa para penulis Alkitab hanya menjadi boneka (didikte) seperti seorang sekretaris yang menulis dengan cepat. Pandangan yang tepat mengenai inspirasi sering disebut sebagai "organis" yaitu para penulis digerakkan oleh Roh Kudus melalui suatu cara yang organis, sesuai dengan kepribadian, karakter, temperamen, karunia, dan talenta mereka sendiri. Roh Allah memberikan kepada manusia jangkauan yang bebas untuk menulis -- tetapi setiap kata dan sintaksis berasal dari Allah Yang Mahakuasa.

      Fakta-fakta ini seharusnya membuat umat Tuhan semakin memaknai dan menghargai Alkitab, sebab Alkitab merupakan ungkapan isi hati Allah yang di dalamnya kita menemukan kehendak-Nya bagi kita. Alkitab memang adalah karya manusia, sehingga dalam taraf tertentu harus diperlakukan dengan asas-asas yang logis. Akan tetapi di saat yang sama, Alkitab adalah juga karya Allah, sehingga seseorang harus menyadari keterbatasannya dalam menjelaskan keunikan dan isi Alkitab.

  2. Bukti-bukti Inspirasi

    1. Bukti-Bukti dari Luar

      1. Adanya penyataan-penyataan yang di luar kemampuan berpikir manusia. Misalnya tentang dosa, manusia, keselamatan, Allah Tritunggal, dll..

      2. Adanya penyataan-penyataan yang bersifat nubuatan, di mana saat ini sebagian darinya sudah digenapi, yang tidak mungkin muncul dari pikiran manusia.

      3. Adanya penyataan-penyataan yang bersifat sejarah yang jauh di luar pengetahuan manusia, misalnya tentang proses penciptaan alam semesta.

      4. Adanya penyataan-penyataan yang mempunyai kuasa untuk mengubahkan hidup manusia dari zaman ke zaman.

      5. Adanya penyataan-penyataan yang berisi ajaran moral yang sangat tinggi, yang juga diakui oleh agama-agama lain.

      6. Adanya kesatuan tema dan isi dalam seluruh Alkitab, meskipun ditulis oleh beberapa penulis yang mempunyai latar belakang berbeda dan hidup pada zaman yang sangat berbeda.

      7. Bukti kelanggengan Alkitab, meskipun sudah dilakukan usaha berkali-kali untuk memusnahkannya.

    2. Bukti-bukti dari Dalam

      Doktrin Inspirasi tidak hanya didukung oleh bukti-bukti di luar Alkitab, tetapi juga dari dalam Alkitab sendiri.

      1. Bukti Perjanjian Lama

        1. Allah sendirilah yang memberikan perintah untuk menuliskannya. Keluaran 17:14; 34:27; Bilangan 33:2; Yesaya 8:1; 30:8; Yeremia 25:13; Yehezkiel 24:1; Daniel 12:4; Habakuk 2:2

        2. Para penulis secara sadar memberikan otoritas terhadap tulisannya sebagai firman Tuhan. "Demikian Firman Tuhan" Yeremia 36:27, 32; Yehezkiel 26:1-21; 27:1-36; 31:1-18; 32:1-32; 39:1-29

        3. Perjanjian Baru mengakui inspirasi Kitab Perjanjian Lama

          • Yesus Kristus: Matius 4:11; Matius 5:17-20; Yohanes 10:33-36
          • Rasul Paulus: 2 Timotius 3:14-16
          • Rasul Petrus: 2 Petrus 1:19-21
          • Penulis Kitab: Ibrani 1:5; 3:7; 4:3; 5:6; 7:21
      2. Bukti Perjanjian Baru

        1. Pengakuan dari penulis bahwa mereka menerima firman dari Tuhan -- 1 Korintus 2:13; 2 Korintus 13:3; 1 Tesolonika 2:13

        2. Perjanjian baru mengakui Inspirasi Alkitab Perjanjian Baru -- Matius 10:19-20; Yohanes 16:7,13; Kisah Para Rasul 4:31
      3. Data Alkitab

        Penyataan-penyataan Allah yang diinspirasikan kepada para penulis Alkitab berasal dari bermacam-macam bahan, antara lain:

        1. Bahan yang langsung dari Allah yaitu kedua loh batu sebagai hukum Allah yang diberikan melalui Musa untuk mengatur kehidupan bangsa Israel, dibagi ke dalam tiga golongan: hukum moral, hukum perdata, hukum upacara. (Ulangan 9:10)

        2. Bahan hasil penyelidikan penulis dalam menyusun buku berita yang asli dari Allah kepada manusia dan satu-satunya kesaksian melalui:

          konsultasi dengan saksi mata
          memakai saksi mata
          menyelidiki
          menyusun ke dalam buku
          dipimpin Roh

        3. Bahan nubuatan. Seperempat dari isi Alkitab adalah nubuatan, dan sebagian darinya sudah digenapi. Allah memberitahukan kepada umat-Nya melalui nubuat dengan menyatakan lebih dahulu peristiwa-peristiwa yang akan terjadi.

        4. Bahan Sejarah. Dicatat dengan teliti -- pengalaman yang dicatat penulis. Dan hal ini bukan hanya ketika Alkitab membicarakan keselamatan, nilai-nilai etika dan moralitas, tetapi juga tentang segala sesuatu yang dikatakannya, termasuk sejarah dan alam semesta.

        5. Bahan Lain. Teliti, termasuk hal-hal yang tidak benar/kebohongan dan tentang setan. Alkitab dengan jelas dan gamblang mencatat setiap peristiwa tanpa menyembunyikan hal-hal yang bersifat dosa.

  3. Teori-teori Penulisan Alkitab dan Pandangan yang Salah tentang Inspirasi

    Manusia adalah satu-satunya makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan pikiran dan rasio. Ketika manusia mulai membaca dan mempelajari Alkitab, mereka pasti akan mulai berpikir dan bertanya-tanya, bahkan memiliki keraguan, tentang dari mana asal Alkitab, bagaimana Alkitab ditulis, dan mengapa mereka harus memercayainya.

    1. Teori-teori Penulisan Alkitab

      Di bawah ini adalah beberapa teori yang muncul dari pikiran manusia tentang bagaimana kira-kira Alkitab itu ditulis:

      1. Teori Dikte (Inspirasi Mekanis)

        Ini adalah salah satu teori yang ekstrem, yang mengatakan bahwa para penulis Alkitab hanyalah seperti mesin atau alat rekam. Mereka mendengar "Penyataan" dari Allah kemudian langsung menuliskannya kata demi kata, sama persis seperti apa yang Tuhan katakan, sehingga sama sekali tidak melibatkan kepribadian maupun pikiran para penulis itu. Teori ini beranggapan bahwa para penulis berfungsi sebagai alat atau juru tulis yang menuliskan apa yang dikatakan Allah.

      2. Teori Penyesuaian (Inspirasi Dinamis)

        Allah menyesuaikan diri dengan keterbatasan para penulis. Itulah sebabnya ada ditemukan beberapa kekhilafan/kesalahan di dalam Alkitab.

      3. Teori Pengawasan (Inspirasi Organis)

        Allah berdaulat mengawasi dan mengatur latar belakang, riwayat keturunan, dan keadaan sekitar dari masing-masing penulis Alkitab. Sehingga pada saat menuliskan Alkitab, mereka menyadari bahwa mereka menggunakan kata-kata mereka sendiri, namun juga menyadari bahwa itu merupakan firman Allah karena mereka telah diperbarui rohnya dan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah. Jadi, meskipun para penulis adalah orang-orang berdosa, hal itu tidak menjadi penghalang karena mereka dipimpin oleh Allah. Hal itu menjamin bahwa tulisan-tulisan itu tidak mungkin salah dalam bahasa aslinya. Itulah sebabnya setiap kitab yang ditulis oleh masing-masing penulis mempunyai gaya bahasa yang berbeda, perbendaharaan kata tertentu, dan penekanan berita yang tertentu juga.

      4. Langkah-langkah Roh Kudus dalam menggerakkan penulis untuk menulis Alkitab:

        1. Allah telah memilih dan mempersiapkan para penulis jauh sebelum Dia menggerakkan para penulis itu untuk menulis Alkitab.

          • Allah memilih para penulis sebelum mereka dilahirkan.

          • Allah menempatkan mereka pada situasi yang sesuai dengan kedaulatan-Nya.
          • Allah kadang memilih orang yang memunyai pengalaman langsung.
          • Allah juga menggerakkan penulis untuk terlebih dulu menyelidiki fakta-fakta.
        2. Menunggu Waktu Allah.

          • Allah menggerakkan para penulis untuk berkhotbah terlebih dulu, baru kemudian menuliskannya.
          • Roh Kudus dicurahkan kepada para penulis untuk menyatakan firman-Nya secara langsung untuk dituliskan.
          • Roh Kudus dicurahkan kepada penulis untuk menulis hal-hal yang sudah diketahuinya.
          • Roh Kudus menggerakkan penulis untuk menulis apa yang dikehendaki-Nya.
    2. Pandangan-pandangan yang Salah tentang Inspirasi

      Doktrin Inspirasi adalah salah satu doktrin yang banyak menimbulkan perdebatan karena perbedaan-perbedaan praanggapan dan penafsiran. Berikut ini adalah beberapa pandangan yang tidak sesuai dengan Alkitab mengenai inspirasi:

      1. Inspirasi Alamiah

        Para penulis Alkitab adalah orang-orang yang genius secara alami. Mereka menuliskannya tanpa memerlukan campur tangan Allah atau kuasa adikodrati. Teori ini menitikberatkan pada pandangan bahwa Alkitab dianggap sebagai buku biasa seperti buku lain pada umumnya, yang ditulis oleh para jenius tanpa bimbingan ilahi.

      2. Inspirasi Dinamis atau Mistis

        Para penulis Alkitab dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus, sama seperti penulis kesusastraan Kristen lainnya.

      3. Inspirasi Bertingkat.

        Para penulis Alkitab mendapat inspirasi dari Roh Kudus sehingga mereka dapat menuliskan tulisan-tulisan itu. Akan tetapi, tingkat inspirasi mereka tidak sama derajatnya. Oleh sebab itu, ada sebagian tulisan yang lebih berbobot daripada yang lain. Teori ini mengajarkan bahwa seluruh Alkitab memang diilhamkan Allah, namun tidak seluruhnya setara dalam derajatnya.

      4. Inspirasi Sebagian

        Para penulis Alkitab mendapat inspirasi, tetapi tidak semuanya. Ada kitab-kitab yang sama sekali tidak memerlukan inspirasi karena berupa dokumen sejarah. Bagian-bagian yang secara khusus diilhami (diinspirasikan) adalah yang mengajarkan tentang keselamatan dan ini tidak mungkin salah, tetapi yang lain bisa saja salah karena tidak diinspirasikan oleh Allah.

      5. Inspirasi Konsep

        Pandangan ini percaya pada doktrin inspirasi, tetapi bukan inspirasi harfiah kata per kata. Allah hanya menginspirasikan secara konsepnya saja. Oleh karena itu, kata-katanya bisa saja salah, namun secara konsep tidak. Teori ini bertentangan dengan Keluaran 20:1; Yohanes 6:63; 17:8; 1 Korintus 2:13; Wahyu 22:18-19.

      6. Inspirasi Barthian

        Pusat penyataan adalah Yesus Kristus, Alkitab hanya merupakan "saksi" dari penyataan Allah. Sedangkan Alkitab sendiri adalah kata-kata manusia yang bisa saja keliru, tapi apabila ditangkap dengan telinga iman, maka kata-kata itu akan menjadi firman Allah. Jadi, Allah bisa berbicara melalui Alkitab, tetapi bagian Alkitab itu dapat menjadi firman Allah hanya oleh anugerah-Nya saja.



Akhir Pelajaran (DAL-P03)

DOA

"Tuhan, kami kagum akan pekerjaan-Mu dalam menginspirasikan setiap penulis untuk menyatakan kebenaran-Mu. Biarlah melalui semua tulisan dalam Alkitab Engkah mengajar kami dan menyatakan kesalahan kasih sehingga kebenaran-Mulah yang menguasai kami. Ajar kami untuk selalu taat dan memiliki penundukan hati agar kami mau selalu melakukan segala perintah-Mu dalam Alkitab." Amin.

Taxonomy upgrade extras: