DAL - Pelajaran 06

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Doktrin Alkitab
Nama Pelajaran : Transmisi dan Iluminasi Alkitab
Kode Pelajaran : DAL-P06

Pelajaran 06 - TRANSMISI DAN ILUMINASI ALKITAB

Daftar Isi

  1. Transmisi Alkitab
    1. Bahasa Alkitab
      1. Bahasa Tulisan
      2. Pengertian Transmisi Alkitab
        1. Kebutuhan Penerjemahan Alkitab
        2. Sejarah Singkat Penerjemahan Alkitab
        3. Masalah Transmisi Alkitab
    2. Iluminasi Alkitab
      1. Pengertian/Definisi
      2. Pentingnya Iluminasi
      3. Hubungan Inspirasi dan Iluminasi
      4. Peranan Roh Kudus dalam Iluminasi

    Doa

    TRANSMISI DAN ILUMINASI ALKITAB

    Pelajaran terakhir yang akan kita pelajari dalam Doktrin Alkitab adalah Transmisi dan Iluminasi Alkitab. Kedua hal ini sangat penting untuk dimengerti dengan benar, tetapi sayang sekali banyak gereja yang kurang jelas dalam memberikan pengajaran tentang kedua pelajaran ini.

    1. Transmisi Alkitab

      Yang dimaksud dengan Transmisi Naskah Alkitab adalah hubungan antara Penyataan yang diinspirasikan Allah, dalam naskah aslinya, dengan naskah Alkitab modern sekarang, yang diterjemahkan ke dalam banyak bahasa lain. Namun sebelum membahas lebih dalam tentang transmisi Alkitab, mari kita pelajari lebih dahulu tentang bahasa asal yang dipakai Alkitab.

      1. Bahasa Alkitab

        Dalam berkomunikasi dan menyampaikan penyataan-Nya Allah menggunakan bahasa manusia supaya dapat dimengerti oleh manusia. Namun demikian, perlu kita sadari bahwa bahasa manusia sangat terbatas, dan tidak mungkin dapat mengungkapkan segala pikiran Allah yang tidak terbatas. Di tengah kelemahan manusia tersebut Allah rela membatasi Diri-Nya untuk kepentingan manusia dan memakai bahasa manusia untuk menyampaikan penyataan Diri-Nya, yang dalam hal ini Allah memilih menggunakan bahasa tulisan.

        1. Bahasa Tulisan

          Allah bukan hanya berkomunikasi langsung, tetapi Ia juga memerintahkan supaya apa yang difirmankan-Nya itu juga dituliskan. Jika dipikirkan tujuannya secara logika, maka memakai bahasa tulisan memiliki banyak keuntungan.

          • Untuk tujuan efisiensi

            Allah menginginkan Penyataan-Nya ditulis dalam Alkitab. Dengan ditulis maka Allah tidak perlu mengungkapkan Penyataan-Nya berkali-kali. Manusia pada setiap jaman dapat membacanya terus menerus.

          • Untuk tujuan ketepatan dan kejelasan.

            Bahasa tulisan memberikan ketepatan dan sekaligus kejelasan dalam mengekspresikan pemikiran maupun perasaan. Dengan ditulis maka Penyataan Allah tersebut dapat dipertanggungjawabkan; bisa dicek atau diteliti lebih lanjut.

          • Untuk tujuan kelanggengan

            Allah memberikan penyataan-Nya bukan hanya untuk sekelompok orang tertentu, pada jaman tertentu, tetapi untuk semua orang, di sepanjang sejarah manusia. Dengan ditulis, maka Penyataan Allah tersebut dapat diberitakan kepada manusia pada jaman kapanpun, dengan tidak merubah isinya, dan akan terus berlaku selamanya.

          • Untuk tujuan kemudahan

            Dengan ditulis akan memudahkan manusia mengingat dan meresapinya.

        2. Bahasa Ibrani dan bahasa Yunani

          Allah berdaulat memilih bahasa tulis apa saja yang Ia kehendaki, tetapi bukan merupakan kebetulan kalau Allah memilih bahasa Ibrani (Perjanjian Lama) dan bahasa Yunani (Perjanjian Baru) karena keistimewaan yang dimilikinya. Mari kita lihat beberapa keistimewaan kedua bahasa yang dipilih Allah ini.

          1. Bahasa Ibrani untuk Penyataan Perjanjian Lama

            Bahasa Ibrani adalah bahasa ilustrasi/grafik/gambar yang kaya dengan kiasan, mudah mendramatisir. Oleh karena itu sangat cocok karena PL banyak berisi kisah/hikayat yang menceritakan tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar.

            Bahasa Ibrani adalah bahasa "personal" (pribadi), lebih ditujukan kepada hati/emosi manusia daripada pikiran (rasio manusia). Tidak bagus untuk menggambarkan hal-hal abstrak, tapi cocok untuk menceritakan fakta pengalaman. Dalam PL Allah ingin dikenal secara pribadi oleh umat pilihan-Nya, bangsa Israel.

            Cat: Bahasa Ibrani disebut juga dengan Bahasa Yehuda, Bahasa Yahudi, atau Bahasa Kanaan. (Yes 36:11; Neh 13:24; Yes 19:18; Wah 9:11; 16:16)

          2. Bahasa Yunani untuk Penyataan Perjanjian Baru

            Bahasa Yunani adalah bahasa intelektual, pendidikan dan budaya, dan jelas sekali sebagai bahasa pikiran/logika.

            Bahasa Yunani memiliki keistimewaan dalam menyampaikan ketepatan teknis dan keakurasian arti, sangat tepat untuk mengungkapkan konsep-konsep yang abstrak dan sarat dengan arti.

            Bahasa Yunani adalah bahasa universal/internasional, bahasa internasional yang dipakai saat itu. Dalam PL Allah ingin dikenal oleh bangsa pilihan-Nya, tetapi dalam PB Allah ingin dikenal oleh seluruh umat manusia. Dengan demikian bahasa Yunani juga sangat cocok untuk tujuan misi dan penginjilan karena sifatnya yang mendunia (luas).

      2. Pengertian Transmisi Alkitab

        Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Transmisi Alkitab adalah hubungan antara Penyataan yang diinspirasikan Allah dalam (naskah aslinya dalam bahasa Ibrani dan Yunani), dengan naskah Alkitab modern sekarang (dalam banyak bahasa). Berikut adalah diagram yang menunjukkan bagaimana urutan keberadaan Alkitab asli sampai kepada Alkitab yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain:

        Naskah Asli Alkitab ==> Naskah salinan yang terkuno yang ada --> Naskah salinan kuno lainnya --> Versi kuno --> Versi Inggris --> versi terjemahan Alkitab dalam berbagai bahasa.

        1. Kebutuhan Penerjemahan Alkitab

          Mengapa Alkitab perlu diterjemahkan? Hal ini tak lain dan tak bukan adalah untuk memenuhi kebutuhan pembacanya. Dengan tersebarnya berita Injil (Kabar Baik) ke seluruh penjuru dunia, maka para petobat baru sangat membutuhkan makanan rohani untuk mereka bisa hidup menuruti teladan Kristus dan ajaran-Nya. Alkitab adalah makanan rohani bagi mereka supaya mereka semakin mengenal Allah dan hidup seturut dengan kehendak Allah. Tidak semua petobat baru tersebut bisa dan mampu menguasai bahasa asli Alkitab, yaitu bahasa Ibrani dan Yunani, karena itu Alkitab harus diterjemahkan supaya mereka dapat membaca dan mempelajari Alkitab dalam bahasa yang mereka mengerti.

          Saat ini, Alkitab bukan saja diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, tetapi juga dalam banyak versi/jenis terjemahan; literal/harafiah dan dinamis/fungsional. Dengan adanya berbagai jenis terjemahan Alkitab, pembaca masa kini mendapat bantuan yang sangat berharga karena mereka dapat melihat berbagai cara lain dalam mengungkapkan kata-kata/istilah-istilah yang ada dalam Alkitab, terutama untuk istilah-istilah yang sulit dimengerti.

        2. Sejarah Singkat Penerjemahan Alkitab

          Penerjemahan Alkitab sudah dimulai sejak gereja purba. Secara singkat sejarah penerjemaahan Alkitab dapat dibagi menjadi 4 periode:

          1. Periode pertama.

            Penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa lain selain Yunani, yang dilakukan oleh umat Kristen mula-mula (Siria, Koptik, Etiopia, Armenia, dan Latin).

          2. Periode kedua.

            Berlangsung pada masa Reformasi dan sesudahnya. Terjemahan penting yang dikenal dari zaman ini adalah terjemahan Martin Luther dalam bahasa Jerman. Selain itu tercatat karya William Tyndale (Inggris), de Reina (Spanyol), d'Almeida (Portugis), dll.

          3. Periode ketiga.

            Berlangsung pada zaman gerakan misioner yang ditandai dengan kedatangan para penginjil Eropa ke benua Asia dan Afrika. Masa ini melahirkan terjemahan-terjemahan karya William Carey (Bengali, India), Henry Martyn (Parsi), Robert Morrison (Mandarin), dll.

          4. Periode keempat.

            Mulai sekitar tahun 1960-an ketika penerjemahan Alkitab dilakukan bukan lagi oleh para misionaris Barat, tetapi oleh penduduk pribumi sendiri. Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa daerah di Asia, Afrika, Amerika oleh penutur asli. Peranan orang Barat hanya sebatas konsultan atau fasilitator saja.

            (Catatan: Alkitab Bahasa Indonesia juga mmiliki sejarahnya sendiri yang cukup panjang).

        3. Masalah Transmisi Alkitab

          Karena Alkitab tidak lagi hanya dibaca dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Ibrani dan Yunani, maka persoalan yang sering timbul ketika membicarakan tentang Transmisi Alkitab adalah, bagaimana kita bisa mengakui bahwa Alkitab yang kita miliki sekarang (setelah melalui banyak penyalinan dan terjemahan), tetap dapat dipercaya keaslian isinya.

          Betul bahwa Alkitab terjemahan berbeda dengan Alkitab asli, yaitu Alkitab yang pertama kali ditulis oleh para penulis Alkitab. Alkitab yang ditulis oleh para penulis awal Alkitab dapat dijamin bahwa pasti tidak mengandung kesalahan dalam arti yang sebenar-benarnya. Tetapi tidak demikian dengan Alkitab terjemahan. Tidak ada terjemahan Alkitab yang sempurna, namun demikian bukan berarti tidak dapat dipercaya. Setiap proses penerjemahan Alkitab juga disertai Roh Kudus, tetapi tidak dalam pengawasan total sebagaimana para penulis Alkitab. Oleh karena itu, setiap terjemahan Alkitab masih bisa direvisi dan disempurnakan. Masih tersedia cukup ruangan untuk Roh Kudus memakai jemaat Tuhan (komunitas orang percaya) untuk terus menerus mengawasi pekerjaan penerjemahan Alkitab dan mengoreksinya. Roh Kudus telah dan akan ikut bekerja menuntun para penerjemah Alkitab supaya mereka menghasilkan terjemahan Alkitab yang mendekati sempurna.

    2. Iluminasi Alkitab

      Pengajaran tentang Iluminasi Alkitab harus diperhatikan dengan saksama oleh orang Kristen, supaya tidak menghasilkan pengajaran yang salah atau menyesatkan.

      1. Pengertian/Definisi

        Pertama, kita akan mempelajari terlebih dahulu apa arti Ilumniasi Alkitab. Kata "iluminasi" berasal dari bahasa Yunani "photizo", artinya "menerangi, memberi penerangan batin" (Yoh 1:9; Luk 11:36; 1Kor 4:5; Efe 1:18). Berdasarkan pengertian etimologis tersebut kita bisa mengambil definisi dari Iluminasi adalah sebagai berikut: Pekerjaan Roh Kudus yang membantu membukakan pikiran dan hati orang percaya supaya mereka dapat mengerti (menafsirkan) Alkitab dengan benar dan mengaplikasikan kebenaran itu dengan sunguh-sungguh dalam kehidupan mereka (1Kor 2:14).

      2. Pentingnya Iluminasi

        Mengapa untuk mengerti Alkitab kita membutuhkan bantuan Roh Kudus?

        1. Karena pikiran dan hati manusia ada dalam kegelapan (1Kor 2:14; Efe 4:17, 18). Roh Kudus berfungsi sebagai penerang sehingga pikiran dan hati manusia dapat melihat kebenaran dengan benar.
        2. Karena sifat hati manusia yang bebal (Yes 6:9-10; Kis 28:26). Walaupun Alkitab menyatakan kebenaran, manusia tidak mau melihat kebenaran karena manusia hanya tertarik kepada diri sendiri dan bukan kepada hal-hal yang Allah kehendaki.

        3. Karena melawan pekerjaan Setan (2Kor 4:3-4). Setan tidak ingin manusia mengetahui kebenaran dan manusia tidak mungkin mampu melawan setan yang penuh tipu muslihat, kecuali Roh Kudus yang menolong.

        4. Karena manusia sangat dipengaruhi oleh kuasa kedagingan (1Kor 3:1-2; Ibr 5:12-14). Apa yang disukai Allah, yaitu kebenaran, tidak disukai manusia. Tanpa campur tangan Roh Kudus manusia tidak mungkin mau mengikuti kebenaran, karena ia telah dikuasai oleh roh kedagingan yang mencintai diri sendiri.

    3. Hubungan Inspirasi dan Iluminasi

      Dalam Inspirasi, Roh Kudus memberikan ilham kepada para penulis Alkitab, sehingga mereka dapat menuliskan Penyataan Tuhan dengan benar dan tepat sesuai dengan yang Allah kehendaki.

      Dalam Iluminasi, Roh Kudus memberikan penerangan kepada para pembaca Alkitab agar mereka dapat mengerti dan menerima apa yang dimaksudkan oleh Penyataan Tuhan yang tertulis itu dengan benar dan tepat.

      Hal yang membedakan antara Inspirasi dan Iluminasi adalah bahwa pekerjaan Roh Kudus dalam penginspirasian Alkitab sudah selesai. Tidak akan ada lagi inspirasi (wahyu) baru di luar Alkitab, karena Alkitab yang kita miliki sekarang sudah lengkap dan sempurna. Tetapi pekerjaan Roh Kudus dalam memberikan iluminasi-iluminasi baru kepada orang-orang percaya masih berlaku hingga saat ini. Roh Kudus memberikan iluminasi tetapi tidak untuk menambah dari apa yang sudah ada dalam Alkitab. Dan Roh Kudus bekerja dengan Firman dan melalui Firman, tetapi tidak melawan Firman. Itu sebabnya, Alkitab harus menjadi tolok ukur untuk kita mengkonfirmasikan segala sesuatu yang kita percaya, pelajari, dan yang kita lakukan (Maz 119:105).

      Jadi, dengan kata lain, pekerjaan Roh Kudus dalam memberikan inspirasi kepada para penulis Alkitab sudah selesai sejak dari jaman rasul-rasul, tetapi Roh Kudus terus bekerja hingga saat ini untuk memelihara Alkitab yang diinspirasikan itu, dan menolong/membimbing orang percaya untuk mengerti maksud isi Alkitab tersebut ketika mereka mempelajarinya.

    4. Peranan Roh Kudus dalam Iluminasi

      Roh Kudus adalah Oknum kedua Allah Tritunggal, yang memiliki tugas untuk menerangi (mengiluminasi) pikiran dan hati manusia, sehingga manusia yang sedang mempelajari Alkitab itu dapat mengertinya dengan benar sesuai dengan apa yang dimaksud oleh Allah. Roh Kudus tahu persis isi hati dan pikiran Allah, karena Dialah yang ada di belakang proses penulisan Alkitab. Jika tujuan Allah memberikan Alkitab adalah supaya Ia dikenal oleh manusia, maka tujuan akhir iluminasi adalah supaya manusia mengenal Allah dengan benar melalui Penyataan-Nya (Alkitab), sehingga manusia mengerti akan kehendak Tuhan dan melakukan apa yang berkenan kepada Allah. Dengan demikian hasil akhir yang diharapkan adalah hanya Allah saja yang ditinggikan dan dimuliakan.

      Sebagai kesimpulan, Roh Kudus mempunyai peran bukan hanya sebagai Penulis Alkitab, tetapi juga sebagai Penerang (iluminasi) dan Penafsir Alkitab, bahkan sekaligus Pengajar Alkitab. Karena Roh Kudus lah yang memimpin maka dijamin bahwa apa yang ditulis, dinyatakan dan dipelajari manusia tidak akan salah, karena semuanya dikerjakan oleh Oknum Ketiga dari Allah Tritunggal yang sama, yaitu Roh Kudus (Efe 3:4, 5, 1Kor 2:12, 13, Yoh 14:26, Yoh 16:13-15, 2Pet 1:21).



Akhir Pelajaran (DAL-P06)

Doa

"Tuhan, kami bersyukur bahwa Roh Kudus bekerja bukan hanya pada saat para penulis Alkitab masih hidup, tapi juga hingga sekarang, sehingga dapat menuntun kami untuk mengerti kebenaran Firman-Mu. Ajarkan kami untuk memiliki hati yang haus untuk belajar Firman-Mu dan rindu menjalankan-Nya supaya kami boleh hidup memuliakan nama-Mu. Amin."

Taxonomy upgrade extras: