DRK - Pelajaran 05

Nama Kelas : Doktrin Roh Kudus
Nama Pelajaran : Karunia-Karunia Roh Kudus
Kode Pelajaran : DRK-P05

Pelajaran 05 -- Karunia-Karunia Roh Kudus

Daftar Isi

  1. Karunia Roh Kudus
    1. Dasar Alkitab
    2. Sifat dan Tujuan Karunia Roh Kudus
      1. Pemberian Allah
      2. Tujuan Karunia Allah
  2. Macam-Macam Karunia Roh Kudus
    1. Karunia Berkata-Kata dengan Hikmat
    2. Karunia Berkata-Kata dengan Pengetahuan
    3. Karunia Iman
    4. Karunia Kesembuhan
    5. Karunia Kuasa Mukjizat
    6. Karunia Bernubuat
    7. Karunia Membedakan Bermacam-Macam Roh
    8. Karunia Bahasa Lidah
    9. Karunia Menafsirkan Bahasa Lidah
  3. Karunia Roh Kudus bagi Orang Percaya
    1. Berdoa dan Belajar Firman Tuhan
    2. Bertanya dan Mencoba

Doa

Pelajaran 05: Karunia-Karunia Roh Kudus

Pada pelajaran terakhir ini, kita akan belajar tentang karunia-karunia rohani yang diberikan Roh Kudus bagi orang percaya, terkhusus dalam konteks kehidupan gereja (tubuh Kristus). Tidak dapat disangkal, setiap gereja memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang karunia Roh Kudus. Namun, marilah kita kembali kepada Alkitab supaya kita memiliki pemahaman yang benar tentang karunia Roh Kudus.

  1. Karunia Roh Kudus
  2. Karunia Roh Kudus adalah kemampuan rohani yang dianugerahkan Tuhan setelah kita lahir baru agar kita dapat melayani Tuhan dengan baik. Karunia Roh Kudus berbeda dengan bakat atau kepandaian yang dimiliki seseorang sejak lahir. Bakat dan kepandaian adalah anugerah umum yang diberikan Tuhan kepada semua orang, baik orang percaya maupun bukan. Karunia Roh Kudus adalah anugerah khusus bagi orang percaya saja.

    1. Dasar Alkitab
    2. Dalam Perjanjian Baru, dijelaskan bahwa karunia-karunia Roh Kudus akan dimiliki oleh orang-orang yang telah lahir baru (Roma 12:3-8; 1 Korintus 12:7-11; Efesus 4:7,16; 1 Petrus 4:10). Paulus mengajarkan bahwa setiap anggota tubuh Kristus mempunyai tugas untuk melayani anggota tubuh lainnya, dan setiap orang percaya dipanggil untuk melayani satu sama lain dengan perlengkapan rohani, yaitu karunia-karunia Roh Kudus.

    3. Sifat dan Tujuan Karunia Roh Kudus
      1. Pemberian Allah
      2. Karunia Roh Kudus diberikan menurut kehendak Allah sebagai bekal untuk melayani pekerjaan Tuhan (1 Korintus 12:11). Pemberian karunia Roh Kudus berlaku hingga kini, tidak hanya pada zaman para rasul (1 Korintus 3:8).

      3. Tujuan Karunia Allah
      4. Tujuan pemberian karunia Roh Kudus adalah untuk kepentingan bersama, yaitu pertumbuhan dan pembangunan tubuh Kristus dan bukan untuk kebanggaan pribadi (1 Korintus 12:7; 14:5, 12). Semua karunia memiliki kepentingan untuk memuliakan Tuhan walaupun kadang ada yang terlihat lebih menonjol dan ada yang kurang berarti (1 Korintus 12:22-25). Tidak ada orang percaya yang memiliki semua karunia karena setiap orang diberi karunia oleh Tuhan sesuai dengan perannya dalam tubuh Kristus (1 Korintus 12:28-30).

  3. Macam-Macam Karunia Roh Kudus
  4. Dalam Alkitab, terkhusus dalam surat-surat Paulus (1 Korintus 12; Roma 12), dijelaskan adanya banyak karunia Roh Kudus yang diberikan kepada orang-orang yang diinginkan-Nya. Namun, secara terbatas, kita hanya akan membahas 9 karunia Roh Kudus. Dasar dari pembahasan berikut akan diambil dari 1 Korintus 12:8-10:

    "Kepada yang satu diberikan kata-kata hikmat melalui Roh dan kepada yang lain kata-kata pengetahuan oleh Roh yang sama. Kepada yang lain diberikan iman oleh Roh yang sama, kepada yang lain karunia-karunia penyembuhan oleh Roh yang satu itu. Kepada yang lain diberikan pekerjaan-pekerjaan mukjizat, kepada yang lain nubuatan. Kepada yang lain diberikan kemampuan untuk membedakan roh-roh, kepada yang lain berbagai macam bahasa lidah, dan yang lain mengartikan bahasa-bahasa lidah itu."

    1. Karunia Berkata-Kata dengan Hikmat
    2. Karunia berkata-kata dengan hikmat adalah kemampuan rohani untuk berkata-kata dengan hikmat dan otoritas Tuhan. Karunia ini memungkinkan seseorang memahami hikmat Allah dan menyampaikannya kepada jemaat Tuhan dalam situasi atau masalah tertentu (Kisah Para Rasul 6:10; 15:13-22). Contoh-contoh dari karunia ini terlihat pada tokoh, seperti Salomo yang menyelesaikan kasus perebutan bayi, atau Yesus ketika berbicara kepada orang Farisi dan perempuan yang berzina. Karunia ini diberikan oleh Tuhan secara tiba-tiba saat menghadapi kebutuhan khusus. Penting untuk diingat bahwa karunia ini berbeda dengan hikmat Allah yang diperoleh orang percaya melalui ketekunan dalam mempelajari dan merenungkan firman Tuhan (Yakobus 1:5-6).

    3. Karunia Berkata-Kata dengan Pengetahuan
    4. Karunia ini adalah kemampuan rohani untuk menyatakan suatu pengetahuan tentang seseorang, keadaan, atau kebenaran dengan pimpinan dari Roh Kudus. Salah satu contoh dalam Alkitab adalah kisah Petrus menyatakan kesalahan Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1-11). Pada saat itu, Roh Kudus memberikan karunia pengetahuan kepada Petrus sehingga ia mampu menegur Ananias dan Safira atas dusta mereka terhadap Roh Kudus dan jemaat. Roh Kudus sering memberikan karunia ini kepada seseorang dalam pelayanan khotbah maupun pastoral, sebab hanya Roh Kudus yang dapat memampukan seorang pelayan Tuhan berkata-kata dengan pengetahuan tentang keadaan dan kebutuhan umat Tuhan yang tidak diketahui sebelumnya.

    5. Karunia Iman
    6. Karunia iman adalah kemampuan rohani yang diberikan Roh Kudus kepada orang percaya untuk melakukan perkara ajaib. Contoh dalam Alkitab adalah tentang iman yang mampu memindahkan gunung (1 Korintus 13:2). Perlu dipahami, bahwa iman yang dimaksud di sini bukanlah iman keselamatan ketika seseorang menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Bukan pula optimisme seperti yang banyak dianut orang-orang pada umumnya. Karunia ini adalah kemampuan untuk melihat janji dan rencana Allah dalam suatu situasi tertentu.

    7. Karunia Kesembuhan
    8. Karunia kesembuhan adalah kemampuan rohani untuk memulihkan keadaan fisik, jiwa, rohani secara adikodrati. Dalam 1 Korintus 12:9, kata "karunia" (Yunani kharismata) ditulis dalam bentuk jamak yaitu "karunia-karunia" sehingga kata ini bisa diartikan sebagai 'karunia-karunia berbagai jenis penyembuhan' atas berbagai gangguan/penyakit.

      Dalam Alkitab, Tuhan Yesus melakukan beberapa kesembuhan yang berdampak pada beberapa aspek. Salah satu contohnya adalah ketika Ia menyembuhkan orang yang sakit kusta (Matius 8:1-4). Saat itu, Yesus tidak hanya menyembuhkan gangguan fisiknya, tetapi juga mental dan sosialnya, yaitu dengan menyuruh orang tersebut pergi kepada imam untuk meminta peneguhan. Sehubungan dengan karunia penyembuhan, kita tidak boleh menekankan penyembuhan medis dengan meremehkan proses kesembuhan ilahi. Sebaliknya, kita juga tidak boleh meremehkan proses kesembuhan medis dengan menekankan kesembuhan ilahi.

    9. Karunia Kuasa Mukjizat
    10. Karunia mukjizat adalah kemampuan rohani yang diberikan Roh Kudus kepada orang percaya untuk melakukan perbuatan yang bersifat adikodrati. Perbuatan ini sering melampaui hukum alam biasa dan mengubah tatanan normalnya. Dalam 1 Korintus 12:10, istilah "kuasa" atau "mukjizat" dalam bahasa Yunani energemata dan dynameon digunakan bersama-sama untuk menekankan pada kuasa adikodrati yang diperlukan untuk menaklukkan kekuatan-kekuatan besar, seperti mengusir kuasa setan.

    11. Karunia Bernubuat
    12. Adanya karunia rohani ini sesungguhnya untuk melengkapi fungsi pelayanan kenabian dalam gereja yang bertujuan untuk membangun, menasihati, dan menghibur tubuh Kristus (1 Korintus 14:3). Kata "menasihati" dalam bahasa Yunani ditulis paraklesis yang dekat dengan kata parakletos, yang artinya adalah 'menghibur'. Melalui definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa tujuan diberikannya karunia nubuat kepada tubuh Kristus adalah untuk membangun iman dan memberikan pengharapan kepada mereka yang sedang berada dalam tekanan hidup. Karunia nubuat hanya diberikan kepada beberapa orang percaya untuk mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan pesan ilahi kepada umat Tuhan dengan tidak bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan.

    13. Karunia Membedakan Bermacam-Macam Roh
    14. Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh adalah kemampuan rohani yang dianugerahkan Roh Kudus kepada orang percaya untuk mengetahui sumber dari setiap pengajaran yang dimiliki gereja dan hal-hal yang bersifat rohani lainnya, apakah hal itu bersumber dari hikmat Allah atau bukan. Sebab, pada kenyataannya, ada hal-hal rohani ataupun pengajaran yang tidak berasal dari kuasa Tuhan (Yakobus 3:15). Karena itu, karunia ini akan menghindarkan gereja dari berbagai penyesatan sehingga gereja dapat menjaga kemurnian pengajarannya yang bersandar pada kebenaran Alkitab.

    15. Karunia Bahasa Lidah
    16. Karunia bahasa lidah adalah kemampuan khusus yang dimiliki orang percaya untuk berbicara dalam bahasa yang tidak diketahui oleh manusia pada umumnya, tetapi diketahui oleh Allah dan orang yang memiliki karunia menafsirkan bahasa lidah (1 Korintus 14:12). Tujuan dari bahasa lidah diberikan adalah untuk membangun diri sendiri (1 Korintus 14:2-4, 17). Roh Kudus menganugerahkan karunia bahasa lidah hanya kepada orang-orang yang dikehendakinya, bukan kepada semua orang percaya.

    17. Karunia Menafsirkan Bahasa Lidah
    18. Karunia menafsirkan bahasa lidah adalah kemampuan rohani yang diberikan oleh Roh Kudus kepada orang percaya tertentu untuk mengerti dan kemudian menyampaikan arti perkataan yang diucapkan dalam bahasa lidah.

      Karunia menafsirkan bahasa lidah diberikan untuk membangun jemaat (1 Korintus 14:6, 13). Karunia ini dapat diberikan kepada orang yang berkata-kata dalam bahasa lidah atau orang lain yang mendengarnya. Orang yang diberi karunia bahasa lidah, sebaiknya berdoa kepada Tuhan supaya ia diberi juga karunia untuk menafsirkan bahasa lidah (1 Korintus 14:13) supaya berguna bagi jemaat.

    Selain karunia-karunia di atas, Rasul Paulus di Roma 12 juga membagikan karunia-karunia rohani yang lain, seperti karunia melayani, mengajar, menasihati/menghibur, memberi, memimpin, dan karunia kemurahan, belas kasih, dll. yang tidak akan dibahas dalam modul ini. Silakan mempelajarinya sendiri.

  5. Karunia Roh Kudus bagi Orang Percaya
  6. Fakta tentang keberagaman karunia yang dianugerahkan Roh Kudus sering membuat orang percaya bertanya tentang karunia yang dimiliki. Lalu, bagaimanakah cara mengetahui karunia yang dianugerahkan Roh Kudus? Berikut adalah beberapa prinsip yang dapat dipakai:

    1. Berdoa dan Belajar Firman Tuhan
    2. Memohon hikmat Tuhan untuk mengetahui karunia apakah yang Tuhan berikan kepada kita masing-masing. Ada beberapa bagian firman Tuhan yang menjelaskan tentang karunia-karunia Roh Kudus. Dengan berdoa dan mempelajarinya, wawasan dan kerinduan kita akan bertambah untuk melayani Tuhan.

    3. Bertanya dan Mencoba
    4. Bertanya kepada saudara seiman yang lebih dewasa dan lebih paham tentang karunia rohani. Ada juga tes karunia rohani yang dibuat oleh organisasi-organisasi Kristen yang bisa diikuti untuk menolong kita mengetahui karunia rohani apa yang kita miliki. Selain itu, terjunlah dan mencoba berbagai pelayanan. Kadang, karunia itu terpendam karena tidak pernah dipraktikkan.

Dari apa yang sudah kita pelajari tentang karunia-karunia Roh, kiranya kita menyadari bahwa tujuan Tuhan memberikan karunia-karunia tersebut kepada jemaat adalah untuk saling melayani dan menolong. Ditekankan juga bahwa karunia-karunia tersebut bukanlah untuk kepentingan atau kebanggaan pribadi. Tujuan diberikannya karunia-karunia rohani adalah supaya melalui kehidupan tubuh Kristus, nama Tuhan dimuliakan. Ketika kita mulai menyadari karunia yang dimiliki, jagalah karunia yang telah dianugerahkan Roh Kudus itu dengan hidup kudus, rendah hati, dan senantiasa hidup dalam pimpinan Roh. Selamat melayani!

Akhir Pelajaran (DRK-P05)

Doa

"Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau juga hadir dalam kehidupanku, dan memperlengkapiku dengan karunia-karunia Roh Kudus untuk kepentingan kerajaan-Mu. Tuhan, mampukan aku setiap waktu untuk mengerjakan karunia-karunia ini untuk melayani-Mu dan menolong jemaat Tuhan. Amin."

Taxonomy upgrade extras: 

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA