IDK - Pelajaran 01

Nama Kelas : Identitasku Dalam Kristus
Nama Pelajaran : Pengertian Identitas
Kode Pelajaran : IDK-P01

Pelajaran 01 -- Pengertian Identitas

Daftar Isi

  1. Definisi Identitas
    1. Definisi dari Kamus
      1. KBBI: https://kbbi.web.id/identitas
      2. Dictionary.com: https://www.dictionary.com/browse/identity
    2. "Siapakah Saya? Apa Identitas Saya?"
  2. Pandangan yang Salah tentang Identitas
    1. Identitas Adalah Penampilan Diri
    2. Identitas Adalah Kemampuan Diri
    3. Identitas Adalah Status Sosial
    4. Identitas Adalah Tubuh yang Sempurna
  3. Pembentukan Identitas
    1. Faktor Pembentukan Identitas
      1. Faktor Internal
      2. Faktor Eksternal
      3. Faktor Media dan Teknologi
    2. Identitas Pribadi vs Identitas Sosial
      1. Identitas Pribadi
      2. Identitas Sosial
    3. Yang Dipengaruhi oleh Identitas
      1. Self-Worth
      2. Self-Esteem
      3. Self-Confidence
  4. Perbedaan Pandangan Identitas Sekuler vs Kristen
    1. Pandangan Sekuler
    2. Pandangan Kristen

Doa

Pelajaran 01 -- Pengertian Identitas

Banyak orang yang percaya bahwa menemukan identitas diri sangat penting untuk mencapai kesuksesan hidup karena memiliki identitas yang kuat akan membuat kita lebih percaya diri dan lebih berkarakter sehingga mampu memimpin dan memengaruhi orang lain. Namun, pencarian identitas diri ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan dan sering kandas dengan fakta bahwa yang ada dalam diri adalah sesuatu yang misterius. Bahkan, sains atau ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskannya. Mari melihat beberapa pengertian identitas terlebih dahulu.

  1. Definisi Identitas
    1. Definisi dari Kamus
      1. KBBI: https://kbbi.web.id/identitas
      2. Identitas /iden·ti·tas/ /idéntitas/ adalah kata benda dan diartikan sebagai "ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri".

      3. Dictionary.com: https://www.dictionary.com/browse/identity
      4. - Keadaan atau fakta yang tetap sama dalam berbagai aspek atau kondisi.
        - Kondisi menjadi diri sendiri atau dirinya sendiri, dan bukan yang lain.
        - Kondisi atau karakter tentang siapa seseorang atau apa itu; kualitas, kepercayaan, dll., yang membedakan atau mengidentifikasi seseorang atau sesuatu:

      Jadi, identitas diartikan sebagai keadaan atau fakta atau karakter yang melekat pada diri individu atau kelompok atau sesuatu yang cukup menetap, yang membedakannya dengan yang lain.

    2. "Siapakah Saya? Apa Identitas Saya?"
    3. "Siapakah saya?" pertanyaan ini terdengar sangat sederhana, tetapi sebenarnya tidaklah gampang untuk menjawabnya. Jika saya menjawab, "Saya adalah Yulia," itu hanyalah nama saya. Kalau saya menjawab, "Saya adalah seorang guru," itu bukan saya, melainkan profesi saya. Kalau saya berkata, "Saya adalah orang Solo," itu adalah kota asal saya. "Saya orang Kristen," itu pun bukan saya, melainkan agama saya. Lalu, "Siapakah saya?" Pertanyaan eksistensial yang akan semakin rumit dijawab karena pada dasarnya, tidak mudah menjelaskan siapakah diri kita yang sebenarnya.

  2. Pandangan yang Salah tentang Identitas
  3. Ketika bergumul untuk menunjukkan identitasnya, orang cenderung mencari pembuktian diri melalui apa yang ada di luar dirinya, bukan apa yang melekat dalam dirinya. Berikut adalah beberapa pandangan umum yang salah tentang identitas.

    1. Identitas Adalah Penampilan Diri
    2. Banyak orang menganggap identitas diri adalah ciri yang melekat dalam dirinya yang bisa dilihat secara kasat mata, yaitu bagaimana dia menampilkan dirinya dan tingkah lakunya di hadapan orang lain. Itu sebabnya, banyak orang bekerja keras untuk memoles wajahnya, mendandani tubuhnya, dan meniru gaya hidup orang-orang yang dikagumi dengan harapan orang akan mengenal dirinya seperti apa yang ditampilkannya.

    3. Identitas Adalah Kemampuan Diri
    4. Kemampuan diri sering diidentikkan dengan identitas diri. Itu sebabnya, banyak orang menempa diri mati-matian untuk menunjukkan siapa dirinya melalui apa yang dia mampu kerjakan. Tidak jarang, orang rela mengurbankan apa saja demi mencapai gelar setinggi-tingginya dan sebanyak-banyaknya agar dikenal sebagai orang yang hebat dan dihargai.

    5. Identitas Adalah Status Sosial
    6. Kecenderungan alami orang mencari pembuktian identitas diri adalah melalui berapa banyak kekayaan materi yang didapatkan karena kekayaan adalah simbol dari status sosial yang dilihat dalam masyarakat. Ketika masyarakat mengenal kedudukannya yang terhormat dalam masyarakat, di situlah identitas dirinya diletakkan.

    7. Identitas Adalah Tubuh yang Sempurna
    8. Kemolekan wajah dan tubuh menjadi cara pembuktian identitas diri yang banyak dipercaya orang. Dengan wajah yang cantik/ganteng dan tubuh yang indah/atletis, dia akan dikenal sebagai orang yang berbahagia dan berhasil. Jika tidak memiliki ukuran fisik seperti yang diidamkan, orang-orang dengan pandangan ini akan rela melakukan hal-hal di luar akal manusia demi menjaga identitasnya, seperti operasi plastik dll..

      Pandangan-pandangan di atas hanyalah contoh (masih ada pandangan salah yang lain) untuk melihat betapa salahnya dunia mendidik masyarakat tentang identitas diri. Ini sangat menjerumuskan karena ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan mereka akan kehilangan makna dan kebahagiaan. Lebih buruk lagi mereka akan menganggap diri gagal dan tidak berguna untuk hidup.

  4. Pembentukan Identitas
  5. Dari mana identitas kita dibentuk? Bagaimana kita memiliki pandangan yang salah tentang identitas? Bagaimana mendapatkan pandangan identitas yang benar? Mari kita mencoba mengerti beberapa hal yang berhubungan dengan pembentukan identitas.

    1. Faktor Pembentukan Identitas
    2. Dari pandangan psikologi umum, kita belajar bahwa setiap stimulus yang kita alami dan terima sepanjang hidup kita, baik secara sadar maupun tidak sadar, berdampak pada cara kita dan masyarakat melabeli identitas kita. Pembentukan identitas dipengaruhi oleh berbagai faktor:

      1. Faktor Internal
      2. Konsep diri, nilai-nilai, tujuan hidup, keyakinan, bakat/minat, ekspresi diri, dan pengalaman hidup.

      3. Faktor Eksternal
      4. Masyarakat, keluarga, orang yang dicintai, etnis, ras, budaya, lokasi, peluang, dan latar belakang.

      5. Faktor Media dan Teknologi
      6. Secara khusus, kita pisahkan faktor teknologi karena pada era digital ini, media dan teknologi telah menjadi faktor yang tidak terelakkan, yang memberi pengaruh yang besar bagi generasi muda. Dengan gadget di tangan dan berlimpahnya informasi di internet, generasi muda menerima banyak sekali masukan, yang mau tidak mau, ikut berperan dalam pembentukan konsep diri dan nilai-nilai yang dipercaya.

        Juga, faktor media dan teknologi saat ini telah mengubah gaya hidup dan cara hidup bagi sebagian besar anak muda lebih dari generasi-generasi sebelumnya. Misalnya, ekspresi diri di media sosial, bakat/minat di dunia visual, pengalaman hidup di dunia maya, budaya gadget, dll..

    3. Identitas Pribadi vs Identitas Sosial
    4. Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa ada perbedaan antara identitas pribadi dan identitas sosial.

      1. Identitas Pribadi
      2. "Siapakah saya?" adalah salah satu pertanyaan terpenting yang ditanyakan kepada diri sendiri oleh semua manusia yang hidup di dunia ini. Identitas pribadi adalah konsep bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Ini melibatkan faktor-faktor yang dapat kita kendalikan (misalnya, keputusan atau minat pribadi) dan yang tidak dapat kita kendalikan (misalnya, keluarga dan ras).

      3. Identitas Sosial
      4. Identitas sosial adalah bagaimana orang lain memandang kita. Kita dikenal melalui karakteristik kota, sekolah, pekerjaan, atau komunitas di sekitar kita. Masyarakat akan mengidentifikasi kita dari karakteristik tersebut, dan kita sebagai individu ditempatkan secara kolektif dalam kelompok yang memiliki karakteristik tersebut. Identitas sosial juga bisa didapat dari status perkawinan, keuangan, pekerjaan, agama, atau perilaku.

    5. Yang Dipengaruhi oleh Identitas
    6. Ada 3 istilah bahasa Inggris yang mirip-mirip, yang terkait dengan identitas yang perlu kita pahami agar kita memiliki pengertian yang tepat, yaitu self-worth, self-esteem, dan self-confidence. Dalam bahasa Indonesia, hampir diartikan sama, yaitu percaya diri atau harga diri. Istilah-istilah ini terkait dengan identitas karena dipakai untuk menggambarkan bagaimana perasaan, pikiran, dan tindakan kita terhadap diri kita sendiri.

      1. Self-Worth
      2. Self-Worth adalah perasaan bahwa kita layak dicintai yang timbul dari rasa hormat, penghargaan, dan pengertian tentang identitas diri.

      3. Self-Esteem
      4. Self-Esteem adalah perasaan terhadap nilai dan arti diri secara pribadi yang timbul dari rasa menyukai dan mencintai diri sendiri.

      5. Self-Confidence
      6. Self-Confidence adalah perasaan keyakinan diri bahwa kita mampu, khususnya jika kita menguasai ketrampilan tertentu.

      Ketiga istilah di atas tidak selalu sama artinya, tetapi saling memengaruhi. Pada saat kita merasa menjadi manusia yang berharga dan layak dicintai, otomatis kita akan merasa lebih percaya diri. Percaya diri yang baik akan membantu meningkatkan kemampuan diri sendiri untuk menghadapi masalah dan tantangan. Saat kita memiliki ketiganya dengan baik, kita akan merasa secure dan berharga sehingga berakibat pada hubungan yang positif terhadap orang lain dan bergairah untuk terus belajar keterampilan baru. Ketidakberesan antara ke-3 Self ini akan berdampak pada kesehatan mental dan fisik, misalnya gejala depresi, kecemasan, sakit kepala, asam lambung naik, dll..

  6. Pandangan Identitas Sekuler vs Kristen
  7. Semua penjelasan di atas adalah penjelasan yang diberikan oleh pandangan sekuler. Perbedaan pandangan sekuler dan kekristenan seperti langit dan bumi walaupun ada juga persamaannya. Mari kita lihat perbedaannya.

    1. Pandangan Sekuler
    2. Pandangan Kristen
    3.   Pandangan sekuler Pandangan Kristen
      Berawal : Dari manusia (antropologis) Dari Allah (teologis)
      Tujuan : Kejayaan manusia Kemuliaan Allah
      Sumber : Hikmat manusia Hikmat Allah (Alkitab)
      Masalah : Kelemahan manusia Dosa
      Pendekatan : Psikologis Teologis

Referensi=
Judul Buku: Victory Over The Darkness (Kemenangan Atas Kegelapan)
Penulis: Neil T. Anderson
Penerbit: Light Publishing
Tahun Terbit: 2020

Akhir Pelajaran (IDK-P01)

Doa

"Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk pelajaran ini karena memberikan pengertian yang lengkap tentang identitas diri. Terlalu banyak pandangan yang kudapatkan dan menjadi perenunganku. Mampukan aku untuk memilah dan memilih yang sesuai dengan kebenaran-Mu, ya Tuhan. Amin."

Taxonomy upgrade extras: 

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA