Jangan pura-pura
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Roma 12:9a
Pura-pura adalah salah satu sifat manusia munafik. Pura-pura berarti membuat keadaan yang seolah-olah baik bagi orang lain tetapi pada hakekatnya tidak.
Sifat pura-pura, juga melanda didalam dunia pelayanan (Gereja), hal ini diketahui oleh Paulus, dan Paulus dengan tegas memerintahkan tidak berpura-pura di dalam melayani Tuhan dan hidup sebagai orang percaya kepada Tuhan. Karena sifat ini sangat bertentangan dengan Firman Tuhan.
Bagaimana agar kita dapat mengalahkan sifat kepura-puraan ini ? Untuk itu kita ( sebagai orang percaya dan pelayan Tuhan) harus punya sifat sbb:
1. Menghormati Pemimpin
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. (Ibrani 13:7)
Kita wajib menghormati pemimpin kita, tidak hanya diingat tetapi kita mencontoh iman percayanya kepada Yesus Kristus. Sebelum kita dapat menghormati Tuhan, kita harus belajar untuk menghormati pemimpin kita. Dengan menghormati pemimpin kita,berarti kita sudah mengalahkan roh kepura-puraan dalam hidup kita.
1 Tes 5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu.
2. Memelihara Persatuan
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (1 Korintus 1:10)
Ketika kita mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat secara pribadi, saat itulah kita menjadi bagian dari TubuhNya.Kita menjadi satu dengan orang-orang percaya di muka bumi ini.Hal kedua yang harus kita pegang dalam hidup ini adalah hidup dalam persatuan dengan anggota tubuh Kristus yang lain. Perkataan kita adalah perkataan yang membangun, jika ya katakan ya jika tidak katakan tidak ( Matius 5:37), seia sekata. jika kita pegang prinsip kedua ini maka kita tidak hidup dalam kepura-puraan.
3. Mentaati Peraturan
Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. (Kisah 16:4-5)
Yang ketiga adalah hidup taat pada peraturan. Firman ini disampaikan kepada kita saat ini agar kita hidup taat pada peraturan Gereja. Akhir zaman akan banyak orang yang hidup menurut maunya sendiri, tidak mau hidup teratur tetapi suka mengatur.
Ketika kita hidup dalam kataatan setiap peraturan maka firmanNya berkata kita akan diteguhkan dalam iman dan banyak jiwa akan datang kepada Tuhan melalui kesaksian hidup kita.
Ketiga hal inilah yang membuat kita hidup tidak pura-pura. Ingat tidak ada orang yang munafik (pura-pura) mendapat bagian dalam kerajaan sorga. Maka itu jangan hidup pura-pura.
Tuhan berkati.
Tan Djuniaidi Pramono.