It's a Boy! (2)

Sore ini saya menjenguk seorang jemaat yang melahirkan anaknya di RS dekat rumah. Anaknya laki-laki dilahirkan dengan proses operasi sectio caesaria dengan berat 3,2 kilogram, berbadan sehat dan diberi nama Yosua Abednego.

Ada sebuah kesaksian yang indah berkaitan dengan kelahiran Yosua Abednego ini. Dia adalah anak dari sebuah keluarga dari Sumatra Utara, yang masih menjunjung adat di mana seorang anak laki-laki adalah bagian yang cukup penting karena akan menjadi penerus nama keluarga sehingga tarombo (silsilah) tidak terputus.

Keluarga ini adalah keluarga yang berada dan telah memiliki 4 orang anak yang sudah besar - satu sekolah di SMU, satu di SMP dan dua di bangku SD. Akan tetapi ada satu yang kurang yaitu keempat anaknya adalah anak perempuan. Mungkin bagi keluarga dari Jawa hal itu tidak menjadi masalah, tetapi karena keluarga tersebut yang berasal dari Sumatra Utara, mereka merasa belum sempurna karena tidak memiliki anak laki-laki sebagai penerus nama keluarga ayahnya.

Walaupun begitu, karena sudah memiliki empat anak perempuan yang sudah besar maka pergumulan itu hanya disimpan dalam hati. Sampai satu hari, si ibu dalam persekutan komsel (kelompok sel) mendengar kesaksian tentang Yere (Lihat kesaksian di bawah: It's a boy !). Si ibu merasa dikuatkan dengan kesaksian Yere, dan dia bertekad mengambil sebuah langkah iman dalam hidupnya.

Si ibu menetapkan hatinya dan mulai mengutarakan maksudnya kepada suaminya untuk menambah seorang anak lagi. Dia berkata bahwa dia percaya kalau Tuhan Yesus kali ini akan memberkati mereka seorang anak laki-laki. Akan tetapi suaminya menentang pendapatnya, karena keempat anaknya sudah besar dan semuanya perempuan. Sangat beresiko bagi si ibu yang sudah berumur untuk hamil, apalagi kalau yang lahir anak perempuan lagi.

Rencana itu bukan saja ditentang oleh suaminya sendiri tetapi simatua boru (ibu mertua) juga tidak setuju. Rupanya si ibu ini adalah parumaen (menantu) yang disayang oleh simatua boru.

Namun si ibu tetap teguh dalam imannya untuk memiliki seorang anak laki-laki, sehingga suaminya meluluskan permintaanya walaupun tanpa didukung oleh simatua.

Mulailah si ibu membangun menara doa bersama keempat anak perempuannya, berdoa supaya Tuhan Yesus memberkati mereka seorang anak laki-laki. Mereka bersama-sama bergumul, dan sepakat untuk memberi nama adik-nya: Yosua Abednego - sebuah nama untuk anak laki-laki yang masih ada dalam hati dan iman mereka. Mereka mengklaim kebenaran Firman Tuhan dalam Markus 11:24 "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."

Dimulai dari kehamilan bulan pertama, dan kedua seluruh keluarga berdoa dengan tekun untuk Yosua Abednego. Di bulan ke dua, mereka membeli bantal, guling dan perlengkapan untuk bayi laki-laki yang bernuansa biru. Dalam doa mereka selalu menyebut nama Yosua Abednego, sekali pun secara medis belum bisa mengetahui jenis kelamin janin yang dikandung.

Secara rutin si ibu memeriksakan kandungannya ke RS yang memiliki peralatan medis yang lengkap. Pada usia lima bulan, dokter mulai mencoba melihat jenis kelamin si bayi, dan memberitahukannya kepada si ibu. Dokter kandungan berkata bayinya adalah bayi perempuan!

Si ibu menjadi shock karena dia beriman dalam doa bahwa anak yang sedang dikandungnya adalah laki-laki. Walaupun terguncang, dia tetap bertahan dalam imannya, dan mengatakan "Bayi saya laki-laki, namanya Yosua Abednego!" Dokter kandungan saat itu merasa sedang berhadapan dengan seorang pasien yang konyol karena tidak mau melihat kenyataan hasil pemeriksaan USG yang canggih itu.

Sampai di rumah, informasi dari dokter disampaikan kepada keempat anak perempuannya, dan mereka membawanya ke dalam doa. Mereka lebih bersungguh-sungguh lagi berdoa, mengimani adiknya adalah laki-laki.

Bulan berikutnya si ibu periksa lagi dan berharap dokter mengatakan bahwa bayinya adalah laki-laki. Tetapi ternyata dokter tetap menunjuk ke monitor USG mengatakan bahwa bayinya adalah perempuan! Si ibu dan keempat anaknya tidak putus asa dan mereka tetap berdoa dengan tekun. Bahkan sampai bulan ke tujuh, dokter kandungan semakin pasti menyatakan bahwa bayi yang dikandung si ibu adalah perempuan.

Saya dan istri yang juga mengikuti perkembangan yang dihadapi si ibu, terus mendukung dalam doa agar si ibu dan keempat anaknya agar bisa menuai keyakinan imannya di dalam Tuhan Yesus. Kita sendiri telah melewati hal seperti ini dan kita juga menguatkan bahwa di dalam Tuhan Yesus tidak ada yang mustahil sekalipun analisa dokter dibuat berdasarkan pembacaan alat medis yang canggih.

Sampai bulan ke tujuh, keluarga si ibu benar-benar menyerahkan jawaban doanya dan imannya kepada Tuhan Yesus saja. Setiap hari mereka mengklaim kebenaran janji firman Tuhan untuk bayi yang sedang dikandung.

Saat itu ada dua pihak yang berhadapan; pihak pertama adalah analisa dokter berdasarkan alat medis yang canggih yang selalu menyatakan hal sama selama beberapa bulan; dan pihak yang lain adalah iman si ibu dan keempat anaknya yang menurut logika pikiran manusia sangat tidak masuk akal!

Pada penghujung tri semester ketiga, si ibu beserta keempat anaknya semakin teguh berdoa dan beriman setiap hari kepada Tuhan Yesus, sebelum periksa ke dokter kandungan di bulan berikutnya.

Dokter kandungan hafal dengan si ibu karena dia adalah satu-satunya pasien yang selalu menolak hasil analisanya mengenai jenis kelamin bayi dan saat itu dokter sudah siap memberikan vonis yang tidak bisa dibantah, karena bentuk fisik bayi sudah sempurna di usia delapan bulan.

Pada saat dokter siap menyampaikan hasil analisa bahwa bayi itu adalah perempuan, dia heran karena melihat "monas" di kelamin bayi. Beberapa kali diulangi ternyata "monas" itu tetap ada, dan akhirnya dengan penuh keheranan dia berkata, "Bayi ibu laki-laki ..." Bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37)

Si Ibu dan seluruh keluarga bersukacita atas mujizat Tuhan Yesus yang begitu nyata dalam kehidupan mereka. Mereka mendapat sebuah jawaban yang ajaib atas pergumulan selama hampir setahun, dimulai saat si ibu dan keempat anak perempuannya yang meletakkan iman kepada kebenaran Firman Tuhan bahwa mereka sudah menerima berkat Tuhan seorang adik laki-laki yang bernama Yosua Abednego. Seorang anak laki-laki yang sudah diterima dalam iman jauh hari sebelum dia dilahirkan.

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:24)

GBU
Indriatmo

* * * * *

IT'S A BOY ! (1)

Kelahiran Yere (Yeremia Timotius) dimulai dari sebuah peristiwa yang menarik. Tahun lalu, Yezki (Yehezkiel Titus) anak saya yang berusia 6 tahun berkata bahwa dia ingin adik cowok. Saat itu dia sudah punya adik cewek berumur 1 tahun.

Kita bilang pada Yezki, jika memang begitu minta saja kepada Tuhan Yesus dengan berdoa. Itu yang selalu kita ajarkan padanya, dan Yezki pun mulai berdoa minta Tuhan memberi seorang adik cowok...

Sebetulnya yang kita hadapi tidak semudah itu. Kandungan istri saya bermasalah, dan sampai waktu itu sudah enam kali dikuret karena kehamilan yang gagal dengan usia kehamilan antara 3-5 bulan. Bahkan pada kehamilan yang terakhir, terjadi pendarahan hebat di perut sehingga harus dilakukan operasi cesar, dan saluran telur sebelah kiri harus diangkat. Pada kejadian itu istri dirawat beberapa hari di ruang ICU karena kondisinya kritis. Jadi kemudian istri hanya punya satu saluran telur dengan kemungkinan bisa hamil sangat kecil.

Mengingat latar belakang yang panjang tersebut, maka terhadap permintaan Yezki yang ingin punya adik cowok, itu kita pikir sebagai sebuah permintaan anak berusia 6 tahun yang tidak perlu ditanggapi dengan serius.

Tetapi ternyata bagi Yezki itu adalah sebuah keinginan yang serius dan dia berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, meminta adik cowok. Permintaannya jelas sekali : berdoa minta supaya Tuhan memberikan seorang adik cowok!

Waktu berlalu dan sekitar dua bulan kemudian, istri bilang kalau dia sudah positif. Kita benar-benar kaget dan was-was. Kemudian kita cek ke dokter kandungan dan dilihat pakai USG - ternyata memang sudah ada bakal janin. Luar biasa sekali jawaban Tuhan terhadap permintaan Yezki ini, seorang anak usia 6 tahun.

Saat pulang sekolah, kita beritahu Yezki bahwa mamanya sudah hamil, dia senang sekali. Kemudian dia mengambil Alkitab dan mencari nama untuk adiknya. Dia buka kitab Perjanjian Lama, dan memberi nama adiknya : YEREMIA. Yezki bilang nama panggilan adiknya adalah "Yere", supaya sama dengan panggilan kakaknya cowok: "Yezki" (Yehezkiel Titus) dan kakaknya cewek: "Yema" (Yemia Apfia). Itu luar biasa sekali: Yezki memberi nama cowok kepada adiknya di awal kehamilan!

Waktu kita mendengar Yezki memberi nama itu, kita hanya menyimpannya dalam hati - karena yang pertama kita tidak tahu apakah nanti anak itu laki-laki atau perempuan, dan yang kedua apakah kehamilan ini akan bisa berhasil atau tidak mengingat kandungan istri bermasalah. Walaupun begitu, untuk mendukung semangatnya, kita memberi tambahan nama Timotius sehingga nama lengkapnya menjadi : Yeremia Timotius.

Dalam kehamilan ini, kita sepenuhnya menyerahkan pada Tuhan. Istri tidak menjalani terapi-terapi khusus seperti kehamilan sebelumnya. Yang kita lakukan adalah setiap pagi dan malam Yezki mempimpin doa keluarga, mendoakan Yere diberkati Tuhan Yesus supaya "Yere sehat dan kuat". Itu doa yang selalu diucapkan setiap hari.

Kehamilan diperiksakan secara teratur, dan ternyata pertumbuhan janinnya berkembang dengan baik, persis seperti doa Yezki supaya adiknya sehat dan kuat. Bahkan berikutnya janin Yere selalu bergerak aktif, sampai mamanya kuwalahan.

Yere di dalam perut selalu berputar aktif, sehingga dokter kandungan kesulitan untuk melihat jenis kelaminnya melalui USG. Ketika dokter melihat bahwa istri terlihat lebih cantik saat hamil, dia bilang kalau anak ini kelihatannya cewek. Sesampai di rumah, saat Yezki diberitahu bahwa menurut bu dokter mungkin adiknya cewek karena mamanya kelihatan lebih cantik, dia langsung berkata, "Dokternya ora genah. adikku itu cowok masak dibilang cewek..."

Bahkan sampai bulan ke enam, dokter kandungan masih belum bisa memastikan jenis kelamin Yere, karena selalu aktif bergerak. Dia tetap berpikir anak ini cewek, dan waktu kita memberitahunya apa yang dikatakan Yezki - bu dokter tertawa lebar.

Pada bulan yang ketujuh, Yezki minta diajak waktu mamanya periksa ke dokter. Sebelum berangkat dia berdoa supaya USGnya bisa melihat adiknya. Di RS, kita bersama-sama melihat dokter kandungan mengoperasikan USG - dan yang pertama kali muncul di layar komputer adalah "burung" si bayi. Bu dokter kandungan langsung berkata, "Doanya mas Yezki dikabulkan Tuhan, ini adiknya cowok ..." Baru pada bulan ke tujuh itulah terlihat dengan jelas bahwa Yezki akan punya adik cowok seperti yang diminta dan selalu dioakannya.

Ketika menginjak kontrol di bulan-bulan terakhir, dokter kandungan berkata kalau si bayi genap "tua" pada tanggal 17 Juni. Kemudian dia menawarkan kapan akan melahirkan - karena akan dilakukan operasi sectio caesaria berkaitan dengan posisi Yere yang melintang. Kita memutuskan agar kelahiran Yere dilakukan hari Sabtu tanggal 20 Juni.

* * * *

Hari ini Sabtu, 20 Juni 2009, saya mengantar istri ke rumah sakit jam 05:30 pagi. Setelah periksa darah, istri masuk ke ruang persiapan, dipasang infus dan menunggu dokter anastesi tiba. Dari ruang persiapan, bed istri didorong ke ruang operasi.

Setelah menunggu beberapa waktu, seorang suster bergegas keluar dari ruang operasi menuju ke ruang perawatan bayi. Dia memanggil saya untuk mengikutinya - ada seorang bayi mungil di tangannya. Itu Yere !

Yeremia Timotius, lahir pada hari Sabtu, jam 08:27 dengan berat 3150 gram dan panjang 49 sentimeter. Yere lahir setelah 15 tahun pernikahan. Wajahnya kemerah-merahan begitu juga warna seluruh tubuhnya, dengan pipi yang gembil dan rambut lebat. Very cute. Kata suster dia lebih ganteng dari ayahnya. Puji Tuhan.

Bagi kita, Yere adalah anugerah yang luar biasa dari Tuhan. Jawaban kasih Tuhan Yesus atas doa seorang anak berumur 6 tahun yang meminta adik cowok. Dia adalah anak laki-laki yang namanya sudah disebutkan dengan pasti di awal kehamilan : YEREMIA TIMOTIUS !

"Sebelum AKU membentuk engkau dalam rahim ibumu, AKU telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, AKU telah menguduskan engkau ... " Yeremia 1:5

GBU
Indriatmo