Menyanyi bukan suatu hal yang luar biasa bagi kita anak-anak Tuhan.
Menyanyi bahkan sudah menjadi suatu "ritual" yang dilakukan pada waktu
kita datang kepada Tuhan, terutama pada waktu kita memuji dan
menyembah Tuhan.
Entah berapa banyak lagu pujian yang ada di dunia ini. Jumlah lagu
pujian yang saya tahu saja ada sekitar 200 judul, itu sudah termasuk
lagu Sekolah Minggu, lagu pujian dan penyembahan yang biasa saya
nyanyikan di gereja, di persekutuan, juga lagu-lagu bertemakan natal.
Anehnya, pada saat saya sedih, saya kecewa, marah, tidak satupun lagu
pujian yang banyak jumlahnya itu ada dalam pikiran saya. Di dalam
pikiran saya yang ada hanya pertanyaan-pertanyaan seperti, mengapa
saya mengalami ini? Mengapa mengalami itu? Kenapa tidak ada yang
mengerti saya? Kenapa ini? Kenapa itu?
Di dalam kepenatan, masalah yang menumpuk, tidak ada satupun kata
pujian yang bisa keluar dari mulut seorang yang mengaku anak Tuhan
ini, apalagi kata syukur.
Puji Tuhan! Tuhanlah yang sangat mengerti. Lewat lagu-lagu pujian yang
Dia ijinkan untuk tercipya melalui anak-anak-Nya yang diberikan
karunia untuk membuat lagu, Dia mengingatkan saya betapa hanya dia
yang layak di puji.