Perhatian! Petunjuk pemakaian:
Tulisan ini bukan dasar iman kita. Hanya untuk suplemen.
Bahan-bahan / ingredients:
Salvation (99,99%), tradition (solvent) (0,01%)
Cerita penyelamatan oleh Yesus (99,99%), bahan lainnya (pelarut) (0,01%)
--------------------------------------------------------------------------------------
Pendahuluan
Kekristenan kita banyak mengandung 'misteri ilahi' :). Banyak sekali pertanyaan yang tidak mampu kita jawab. Tapi bagi saya, hanya satu pertanyaan yang penting untuk dijawab. Bila satu pertanyaan ini terjawab, semua pertanyaan lainnya dapat menunggu. Saya dapat menunggu bahkan hingga beribu-ribu tahun untuk mendapatkan bukti dan jawaban 'pertanyaan-pertanyaan' saya, tapi untuk yang satu ini begitu penting hingga seolah-olah pertanyaan ini menjawab semua pertanyaan saya tentang Kekristenan.
Bukankah selalu begitu cara kerjanya? Kebenaran selalu teruji dengan bukti-bukti yang kadang muncul terlambat? Kalau ada pertanyaan atas The Book, buku Kebenaran, Firman Allah, kadang-kadang bukti muncul pada akhirnya.
Mengapa orang-orang mampu bertahan hingga bukti-bukti itu ditemukan? Jawabannya satu. Orang-orang yang mampu bertahan di tengah-tengah kebimbangan itu adalah orang-orang yang di dalam hatinya telah memiliki jawaban atas satu pertanyaan ini: Apakah benar Yesus mati untuk menebus dosa saya?
---------------------------------------------------------------------------------------
Benarkah Yesus mati untuk menebus saya?
Satu jawaban 'benar' yang meyakinkan atas pertanyaan ini dapat membuat semua pertanyaan lainnya tentang ke-Kristen-an seperti pertanyaan dari rasa 'ingin tahu', bukan pencarian kebenaran itu sendiri....
Benarkah Yesus mati untuk menebus saya?
Sederhana, jawabannya. Bagaimana kita membuktikannya? Tidak sulit.
Ibrani 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Kita punya banyak saksi yang mengelilingi kita bagaikan awan. Minimal 12 saksi. Rasul-rasul, The Apostles!
Banyak sumber yang mengumpulkan cerita-cerita tentang kehidupan dan kematian rasul-rasul di luar catatan Alkitab. Mungkin ada yang berupa legenda, ada pula yang tertulis dalam catatan penulis sejarah jaman gereja mula-mula. Tapi pada dasarnya, kehidupan dan kematian kedua belas rasul memang berpotensi besar tercatat/melegenda karena mereka begitu giatnya memberitakan Injil ke berbagai penjuru dunia.
Kematian rasul-rasul adalah 'darah' yang berteriak-teriak memberitakan iman mereka.
Kita ambil kemungkinan seperti ini: Bayangkan Yesus bukan Penebus, berarti Ia tidak mati untuk kita. Ia tidak bangkit, Ia tidak naik ke surga. Bila ada orang yang mengaku melihat Dia mati, bangkit, dan naik, dan dipenuhi Roh Kudus, berarti mereka berbohong. Kenapa berbohong? Katakanlah, karena popularitas; atau kepentingan politis, atau demi sensasi.
Apakah rasul-rasul yang mati demi Injil itu mati demi kebohongan publik? Apakah mereka terlibat dalam sebuah konspirasi terbesar dalam sebuah jaman?
Orang mungkin berani mati demi mempertahankan keyakinan mereka. Tapi orang tidak mungkin mau mati demi mempertahankan sebuah kebohongan.
Rasul-rasul tidak hanya yakin. Berkali-kali mereka mengaku menjadi saksi Kristus. Mereka saksi kehidupan dan kematian dan kebangkitan Kristus. Dan mereka tahu apa yang mereka saksikan itu adalah berita keselamatan. Mereka yakin itu adalah satu-satunya jalan keselamatan, yaitu Yesus, Guru mereka. Akankah mereka menjualnya? Sesuatu yang mereka kenal sebagai sesuatu yang sangat berharga? Mereka bahkan tidak menukarnya dengan nyawa mereka! Begitu berhargakah kesaksian mereka itu?
Bila kita menjadi saksi hidup kematian Kristus, kebangkitanNya, dan kenaikanNya, apakah itu adalah pengalaman kita yang paling berharga? Apakah itu cukup membuat kita rela mati demi kebenaran yang memerdekakan itu? Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya! Tapi sekarang biarlah darah kesaksian para Rasul menyingkirkan keraguan dalam hati kita.
Tidak ada jalan mundur, sekarang saya telah 'tertawan' oleh kebenaran itu. Saya 'takut' sekali menyangkal kebenaran Kristus, karena Kebenaran itu mengikat dalam hati saya. Adakah kebenaran yang sehebat 'Kristus mati untuk saya'?
Yesus benar-benar mati untuk saudara dan saya! Paling tidak Rasul-rasul yang menjadi saksi hidup kebenaran itu terus memegang kesaksian mereka dalam tangan yang perlahan-lahan meregang nyawa.
-------------------------------------------------------------------------------------
Mengenai sejarah kematian rasul-rasul, saya dapatkan dari:
http://www.gotquestions.org/Indonesia/kematian-para-rasul.html
www.mail-archive.com/i-kan-untuk-revival@xc.org/msg03407.html
http://www.gerejakatolik.net/info/pararasul.htm
Rasul Petrus, menjadi martir di Yerusalem di bawah pemerintahan Kaisar Nero yang kejam. Diceritakan bahwa Petrus yang usianya sudah tua diusahakan oleh jemaat untuk meninggalkan Roma. Tetapi ketika Petrus keluar kota Roma, ia berjumpa dengan Tuhan Yesus yang sedang menuju Roma. Petrus bertanya, “Tuhan hendak ke mana?â€. Tuhan menjawab, “Ke Roma untuk disalibkan lagiâ€. Rasul Petrus mengerti, akhirnya ia balik ke Roma untuk tetap mendampingi jemaat dalam masa penganiayaan sulit itu. Dan sesuai nubuat Tuhan Yesus tentang bagaimana ia akan mati, Petrus ditangkap oleh Nero. Ketika akan disalibkan, ia menolak disalibkan dengan cara yang sama dengan Tuhan. Ia merasa sangat tidak layak bahkan dalam matinya, ia memilih disalibkan dengan kepala di bawah.
Rasul Andreas, saudara Rasul Petrus. Ia memberitakan Injil di banyak negara Asia. Saat tiba di Edesa ia ditangkap dan disalibkan pada salib berbentuk X. Ia tidak dipakukan, tetapi diikat. Selama diikat itu ia masih memberitakan Injil kepada orang-orang yang mengelilinginya, sampai ia mati.
Rasul Yakobus, saudara Rasul Yohanes, anak-anak Zabedeus, adalah martir ke-2 setelah Stefanus. Yakobus dihukum pancung 10 tahun setelah kematian Stefanus saat mana Herodes Agripa menjadi Gubernur Yudea yang menggencarkan lagi penganiayaan kepada orang Kristen. Itu terjadi tahun 44 M artinya 15 tahun setelah kenaikan Tuhan. Di tahun yang sama Timon dan Parmenas dua orang dari 7 diaken Kristen pertama ( salah satunya adalah Stefanus yang telah martir lebih dahulu) juga menjadi martir masing-masing di Filipi dan Makedonia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Yakobus
Rasul Yohanes, murid terkasih Tuhan dan saudara Rasul Yakobus (martir ke-2)adalah satu-satunya Rasul Tuhan yang tidak meninggal sebagai martir. Jemaat Smirna, Pergamus, Piladelpia, Laodikia, dan Tiatira didirikan olehnya. Sebenarnya dari Efesus ia sudah ditangkap dan dikirim ke Roma, disana ia dilempar ke dalam tungku minyak yang sangat panas. Tetapi mujizat terjadi ia lolos tanpa terluka. Yohanes kemudian dibuang, diasingkan oleh Domition di Pulau Patmos, ditempat mana kemudian ia menerima Wahyu dan menulis Kitab Wahyu. Nerva, pengganti Domition melepaskannya sampai Rasul Yohanes meninggal dalam usia tua.
Rasul Filipus, kelahiran Betsaida di Galilea telah bekerja dengan giat mengabarkan Injil di Asia. Ia manjadi martir di Heliopolis, Firgia. Ia dilarang memberitakan Injil kemudian dijebloskan ke dalam penjara lalu dihukum mati pada tahun 54 M.
Rasul Bartolomeus memberitakan Injil di beberapa negara, ia menerjemahkan Injil Matius ke dalam bahasa India di negeri mana ia memberitakan Injil. Disana ia dipukuli dengan kejam kemudian disalibkan sampai mati.
Matius, Rasul penulis Injil Matius, seorang kelahiran Nazareth, kampung halaman Tuhan. Ia menulis Injilnya dalam bahasa Ibrani kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh Yakobus saudara Tuhan. Wilayah kerjanya memberitakan Injil adalah Partia dan Ethiopia, disana ia menjadi martir ditombak di kota Nadabah pada tahun 60 M.
Rasul Tomas yang disebut Didimus, murid Tuhan yang sangat terkenal karena ingin mencucukkan jarinya ke bekas paku di telapak tangan Tuhan, untuk memuaskan keingintahuannya. Ia mengabarkan Injil di Partia dan India. Di India ia menjadi martir, tubuhnya ditombak.
Yakobus, saudara Tuhan, ditunjuk sebagai sokoguru jemaat di Yerusalem. Ia adalah penulis Kitab Yakobus. Dalam usia 94 tahun ia dipukuli dan dilempar batu oleh orang Yahudi. Dia menjadi martir, dilempar kebawah dari atap Sinagoga/Bait Allah di Yerusalem dan dibunuh dengan cara dilempari batu atau dihabisi dengan sepotong pemukul. Ahli sejarah pada waktu itu, Eusebius dan Hegesippus menyatakan bahwa Rasul Yakobus menjadi martir iman, dibunuh oleh orang-orang Yahudi pada musim semi tahun 62. Mereka sangat mengagumi sifat perilakunya dan menjulukinya "Yakobus si orang benar".
Rasul Simon orang Zelot memberitakan Injil di Mauritania di Afrika dan Inggris. Di Inggris ia disalibkan pada tahun 74 M.
Yudas disebut juga Tadeus, menyebut dirinya saudara Yakobus, sokoguru di Yerusalem. Satu-satunya pasangan saudara bernama Yudas dan Yakobus adalah saudara-saudara tiri Tuhan (Matius 13:55). Yudas disalibkan di Edesa tahun 72 M.
Matias, rasul yang dipilih untuk menggantikan Yudas Iskariot sang pengkhianat, dirajam dan kemudian dipenggal.
Yudas Iskariot? Mati bunuh diri... Sayang sekali ia tidak bertobat meski tahu benar Yesus memiliki misi penyelamatan... Yang jelas, kematiannya yang tragis juga menjadi 'kesaksian' buat kita, bahwa ia menyesal, dan merasa malu. Ia tahu Gurunya benar-benar tidak pantas mati dihukum.
Saya tidak akan bilang saya 'ingin' menjadi seperti Rasul-rasul. Sungguh suatu anugerah yang besar menjadi martir. Tapi dalam kehidupan saya yang sekarang, saya tidak layak untuk meminum cawan Kristus, seperti rasul-rasul. Mari kita bersedia, bersiap-siap bila suatu saat harus mati untuk Yesus. Tapi untuk saat ini, Tuhan ingin kita hidup untuk Dia.
-------------------------------------------------------------------------------
Kesaksian Penting yang harus kita miliki dan simpan dalam hati:
Kesaksian Firman Tuhan
Kesaksian Roh Kudus
Keduanya membuat kita bertahan menghadapi cobaan apapun dalam hidup. Selamat berjuang!