Apakah kebahagiaan? Apakah Bahagia itu? Mengapa semua orang mencari kebahagiaan? Tidakkah mereka berbahagia? Seandainya aku hidup miskin, tetapi aku bisa menerima keadaanku dan bisa tersenyum, tanpa khawatir akan hari esok. Tidakkah ini suatu kebahagiaan? Sebaliknya...
Seandainya aku hidup serba berkecukupan, akankah aku bahagia? Hanya inikah bahagia?
Lain lagi dengan kebahagiaan yang satu ini, seorang anak umur 10 th mengatakan dirinya tidak berbahagia. Dengan keadaan orang tuanya yang berada, segala mainan dapat dibeli, kasih sayang ortu dia dapat, berlibur kemana saja bisa, pokoknya apa yang diminta akan bisa di dapat, tapi masih aja ada yang kurang. Mengapa dia bilang tidak bahagia?
Ternyata, kebahagiaan bagi seorang anak tadi cuma sederhana. Dia bilang akan merasa sangat berbahagia, jika dapat bermain dengan temannya tanpa segala mainan, tanpa bepergian, hanya dirumah saja, dan tanpa meminta apa pun. Mengapa dia bisa berbahagia? Karena dia hanya ingin seorang teman. Sangat sederhana.
Bisakah disimpulkan kalau kebahagiaan sebenarnya adalah hal yang sangat sederhana? Apakah kebahagiaan hanya terkait dengan suasana hati. (hati yang gembira membuat orang bahagia). Di dalam kemiskinan, orang dapat merasakan kebahagiaannya... (kadang2 hilang kalau kekhawatiran datang), pun di dalam kekayaannya orang juga bisa merasakan kebahagiaannya (kadang2 juga). Kebahagiaan akan datang dan pergi tergantung hati orang yang merasakannya. Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan materi atau standar apapun. Siapa yang menjamin kalau sudah kaya pasti berbahagia??? Atau, Siapa yang dapat menjamin kalau miskin pasti tidak bahagia???
Selama kebahagiaan tidak ada ukurannya, dan semua dapat menciptakan kebahagiaan bagi dirinya sendiri, mengapa tidak dari sekarang kita menciptakannya dalam hati kita masing2??
Alkitab merumuskan suatu perintah untuk mendapatkan kebahagiaan dan ini pasti dijamin sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus, Allah Yang Hidup.
I Timotius 6:11-15 dikatakan: "...kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. ...Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya... yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang PENUH BAHAGIA"
Ams. 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang