SHARING

Mengamati, mengikuti, apalagi terlibat di dalam suatu persekutuan adalah sangat indah. Karena selain mendapat Firman Tuhan, persaudaraan akan lebih terjalin erat dengan sesama anggota persekutuan. Saya akan membagikan pengalaman saya, yang saya dapat dari persekutuan juga, yang saya pikir sayang untuk dinikmati sendiri dan berharap bermanfaat untuk dibagikan.

Anggota persekutuan kami, kebanyakan atau 99% adalah TKI atau TKW tepatnya, karena semuanya wanita. Mereka kebanyakan bekerja sebagai Helper dalam rumah tangga. Kalau istilah di Indonesia adalah pembantu rumah tangga.
Sebagai pembantu di negeri orang, jauh dari keluarga dan kerabat, sangatlah menyiksa. Apalagi adapula yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak.

Saya ingin mensharingkan ‘sharing’ dari mereka yang sungguh menyentuh dan bisa dijadikan teladan. Mengapa saya katakan teladan, mengingat pengalaman mereka bersama majikan, yang kebanyakan para majikan itu juga kristen, tetapi saya kira perlakuan mereka tidak ada bedanya dengan yang bukan kristen. Saya bukannya menjelek-jelekkan orang lain, tapi ingin menceritakan kepribadian dari saudara kita ini yang notebone orang awam bilang ‘cuma pembantu’.

Sharing 1 (majikan belum kristen)
Bekerja seharian di rumah non stop sangatlah melelahkan dan membosankan. Makanya tatkala majikan memberi tugas untuk mengantar jemput majikan kecil ke sekolah, adalah hal yang sangat menyegarkan. Tetapi harapan dengan ke luar rumah akan menghilangkan stress karena pekerjaan adalah keliru, karena setiap pulang dari sekolah, sudah menunggu serentetan pertanyaan yang menjurus pada kecurigaan, seperti, tadi bertemu sama pembantu siapa saja, bicara apa saja, mengapa lambat sekali, kemana aja, dll.
Yang di sharingkan: saya sangat bersyukur meskipun hanya pembantu, tetapi saya memiliki Tuhan Yesus sehingga ada damai. Saya kasihan sama majikan saya yang hidupnya penuh dengan prasangka, saya akan berdoa buat majikan saya supaya bisa mengenal Tuhan Yesus juga.

Sharing 2 (majikan kriten)
Bertemu dengan pembantu tetangga yang nampaknya baru pertama kali kerja yang ternyata sangat perlu bantuan karena mengalami kesulitan, selain kesulitan bahasa, kebiasaan dan cara memasak juga.
Yang di sharingkan: sebenarnya saya tidak boleh berkomunikasi dengan orang lain ataupun sesama pembantu. Tetapi saya sangat kasihan dan ingin membantu teman tadi. Akhirnya kita surat-suratan dengan cara menaruh surat kita di bawah tempat sampah. Jadi teman saya bisa bertanya apapun kepada saya, sampai disatu suratnya si teman menulis: kamu pasti orang kristen ya? Jawabnya: kog tahu. Iya saya tahu karena orang kristen pasti baik. Akhirnya si pembantu tetangga tertarik untuk datang ke gereja. Puji Tuhan.

Sharing 3 (baru bekerja)
Meskipun baru bekerja, semangat datang ke persekutuan kami yang tempatnya lumayan jauh adalah sangat mengharukan. Berbekal uang untuk naik bus saja, yang diberikan oleh majikan adalah syukur yang tak terperi. Tapi masalah muncul karena di dalam bus yang ber aircon, dengan jarak yang cukup jauh, membuat badan yang kecapekan dengan mudahnya ketiduran. Bangun2 tidak tahu dimana, yang jelas bukan halte di depan gereja. Dengan bingung, turun dari bus mencoba memanggil taxi dengan pikiran, sesampai di gereja akan pinjam uang pada pendeta. Masalahnya: tidak bisa berkomunikasi karena tidak mengerti bahasanya. Yang dia tahu cuma nama gereja dan tidak tahu nama jalannya. Tapi sangatlah ajaib ternyata sopir taxinya bersedia mengantar dengan bertanya2 pada orang lain. Dan setelah hampir 1 jam, sampai juga di gereja. Sudah pasti ongkosnya sangat besar sehingga menangislah teman saya tadi. Keajaiban berlanjut, si sopir taxi berlalu tanpa meminta ongkos taxi.

Sharing 4 (majikan kristen seorang dokter)
Keluhan pekerjaan tidak ada yang benar. Majikan yang temperamen dan suka berkata kasar sampai berteriak2. Bahkan tidak segan2 tangan akan melayang jika sudah marah meskipun terhadap anak sendiri yang masih di sekolah dasar. Teman saya ini jadi sangat stress, dan sangat takut. Disaat itu ada teman lain yang mengajak ke gereja. Tanpa pikir panjang di iya kan mengingat daripada stress di rumah. Ajaibnya si majikan mengijinkan. Setelah 3 bulan bersekutu dia bersaksi, dia yang dulunya belum mengenal Yesus dan sangat bingung dan ketakutan dengan keadaan dan masa depan, sekarang sudah tidak bingung lagi. Meskipun sampai saat ini masalah belum selesai, teman saya ingin transfer dan majikan tidak mengijinkan, tetapi dia bisa merasakan kedamaian dan yang terpenting tidak ada rasa takut lagi serta selalu rindu untuk datang di persekutuan.

Sharing 5
Meskipun bekerja bertahun2, jatah pulang 2 tahun sekali selalu dinanti-nanti. Rencana kepulangan yang lalu selain bertemu dengan keluarga, kebetulan ada keponakan yang menikah. Hari yang direncanakan akan membawa bahagia jadi berantakan karena di hari pernikahan tersebut, keponakan yang lain ada yang meninggal. Jadi bingung katanya, disatu pihak gembira, di pihak lain bersedih. Kebingungan berlanjut karena pihak keluarga melarang untuk kembali bekerja. Padahal sudah berjanji pada majikan untuk kembali. Melewati dilema, dia berjanji pada keluarga untuk kembali dulu karena dia sudah berjanji pada majikan untuk kembali. Dia tidak ingin majikan mengatakannya berbohong, Apalagi dia orang kristen katanya lagi. Cerita muncul di dalam pesawat, karena hati gundah dan masih bersedih dia banyak tidur. Di sebelah ada kakek2 yang tahu2 menyelimutinya. Setelah terbangun si kakek banyak bertanya tentang kehidupannya dan pada akhirnya memberinya uang dengan memaksa. Dia berkata: Tuhan menghibur saya bukan cuma dengan memberi teman perjalanan yang sangat perhatian dan baik. Tapi juga memberi berkat yang saya tidak pernah meminta. Saya akan memyimpan uang ini sebagai peringatan penyertaan kasih Tuhan kepada saya. Dan tidak akan menggunakannya kalau tidak terpaksa.

Sharing 6
Majikan memberikan tugas untuk menjaga oma. Sudah biasa kalau seorang oma, apalagi yang sudah benar2 lanjut usia, akan sangat sulit melayaninya. Diberi kesempatan ke gereja 2 minggu sekali, sudah sangat bersyukur. Meski si oma sering marah2 katanya, dan sering mengadu kepada majikan. Segala hal salah, dan yang paling menyakitkan si oma membencinya. Katanya: tapi saya tidak pernah membenci oma, karena saya maklum dia orang tua dan belum mengenal Yesus. Saya setiap malam mendoakan oma. Saya juga setiap kali berkata: oma God bless you. Ketika oma berkata apa yang dimaksud dengan GBU teman berkata: saya tidak bisa menerangkan, katanya geli. Yang saya tahu itu adalah kata2 yang baik dan memberkati orang lain. Kesaksiannya: sekarang oma jarang marah2 lagi. Bahkan bisa tersenyum pada saya. Sungguh ajaib dan luar biasa penyertaan Tuhan.

Teladan bisa ditemukan di tiap pribadi tanpa memandang darimana, siapa kita. Kehadiran Tuhan pun dinyatakan pada siapapun yang bersedia membuka hati dan benar2 berserah kepadaNya.