Maleakhi 3:3
Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak...
Kita tidak akan mengerti maksud ayat ini bila kita tidak mengetahui bagaimana proses untuk memurnikan perak.
Ada seorang wanita untuk dapat mengerti ayat di atas, mengamati cara kerja atau proses pemurnian perak.
Untuk memurnikan perak, tukang perak akan memanggang sepotong perak di atas api yang membara. Api harus sangat panas untuk menghasilkan perak yang betul-betul murni. Dalam proses pemanggangan, tukang perak tidak boleh meninggalkan tempat dan harus mengawasi. Kalau tidak, perak akan musnah.
"Bagaimana anda tahu kapan perak itu sudah murni sama sekali?" tanya si wanita.
Jawab tukang perak: "Oh, mudah... ketika saya melihat rupa saya di dalamnya!"
Apabila hari ini anda sedang merasakan panasnya bara api kehidupan, ingatlah bahwa Tuhan ada di dekat anda, sedang mengawasi anda dan tidak pernah meninggalkan anda, terus mengawasi anda supaya anda tidak hancur atau kalah, menunggu anda, sampai Dia melihat rupa-Nya di dalam diri anda.
Renungan ini dikutip dari selebaran artikel oleh FAMAJATI SASTRO, 13 Mei 2007 (BRMC Singapore)
TAK PERNAH KU SENDIRI