Suami saya selalu minum obat yang sama, kalau pusing. Untuk sakit perut dia juga mempunyai obat tertentu. Pernah suatu kali dia pusing dan saya menawarkan obat merk lain karena obat yang biasa dia minum tidak ada, dia tidak mau. Dengan alasan tidak cocok. Demikian juga dengan beberapa kerabat dan teman-teman lain. Ternyata mereka mempunyai daftar obat tertantu, sesuai dengan sakit yang dideritanya sendiri-sendiri.
Di dalam kehidupan kekristenan pun saya menjumpai keanehan ini. Banyak orang mencari gereja, pendeta bahkan Firman Tuhan, yang mempunyai kecocokan dengan hati mereka. Demikian hebatnya penyakit dosa, mampu memutar balikkan hati dan pikiran manusia, sehingga kebenaran bisa didasarkan hanya dengan cocok atau tidak.
Kembali ke masalah obat dan masalah kecocokan penggunaannya, selama penyakit yang ringan-ringan seperti pusing, perut mulas atau kembung, sakit mata, gatal. Dapat diobati berdasarkan kecocokan tadi. Tetapi jika penyakitnya sudah mengarah pada penyakit yang serius, maka obat akan di dapat berdasarkan kepercayaan atau kecocokan pada dokter atau Rumah Sakit.
Tetapi jika penyakit yang diderita adalah jenis penyakit yang belum ada obatnya, seperti kanker atau hiv. Tidak ada pilihan lain selain pasrah total kepada perkataan dokter. Semisal dokter menyarankan jalan pengobatan apapun, penderita akan menurut tanpa memikirkan cocok atau tidaknya, tanpa protes.
Ironis juga kalau direnungkan. Penyakit yang menyebabkan kematian ‘duniawi’. Sangat ditakuti dan bisa merubah prilaku ketaatan seseorang 180 derajat. Dari yang tadinya semaunya sendiri, bisa menjadi sedemikian penurut. Dari yang memberati kecocokan hati, menjadi percaya dan pasrah pada orang lain. Tetapi terhadap penyakit dosa yang berakibat sangat fatal, karena tidak hanya mengakibatkan kematian ‘duniawi’. Mereka tidak takut sama sekali. Penyakit dosa yang jelas-jelas membawa kita ke kematian kekal baik duniawi ataupun rohani bahkan ke penyiksaan abadi, sama sekali tidak membuat kita gentar sedikitpun.
Segala cara sudah dilakukan Bapa kita di surga, untuk memberikan obat yang ampuh dan jalan pengobatan bagi penyakit dosa anak-anakNya. Sampai-sampai Dia datang ke Dunia sendiri, demi menyelamatkan kita. Tinggal keputusan kita bagaimana, mau sembuh atau masih mencari-cari kecocokan hati.
Yoh. 6:48 Akulah roti hidup.
Yoh. 10:9 Akulah pintu; barang siapa masuk melalui aku,
ia akan selamat.
Yoh. 14:6 "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.â€