HADIAH

Di dalam kehidupan ini, banyak perkara terjadi di sekeliling kita. Kita melihat kesedihan, kebahagiaan, kejahatan dan hal-hal yang terkadang nampaknya aneh, tidak normal, tidak masuk akal, tapi hal itu terjadi, dan masih terjadi secara terus menerus. Sering kita bertanya sampai kapan hal ini akan berlangsung, tapi sering hati kita terlanjur menyimpulkan, bahwa kematian akan menyelesaikannya. Yang berarti selama kita hidup, kita bakal menghadapi kenyataan-kenyataan di atas.

Sebagai orang kristen, kita akan mengatakan YA bulat-bulat dan mengakui jika kita ini percaya Kristus, kita percaya kepada Allah Bapa yang telah datang ke dunia sebagai manusia, yang namaNya Yesus, Firman Allah yang hidup, Anak Manusia. Kita juga percaya bahwa kita mempunyai hak untuk disebut sebagai Anak Allah, yang mewarisi kerajaan Allah. Yah… kita percaya dan yakin akan hal itu. Tetapi kenyataan yang sering terjadi, kepercayaan dan keyakinan itu hanya dimulut saja, seperti pernyataan saja.

Seorang anak-anak, akan sangat bahagia jika mendapatkan hadiah. Tetapi ia tidak akan puas sebelum membukanya. Ia tidak akan puas jika hanya memandangi luarnya, biasanya dia dengan tidak sabar akan cepat-cepat membuka untuk mengetahui apa isinya dan langsung akan memakainya. Demikian halnya seharusnya dengan kita.
Allah sudah memberikan hadiah yaitu Anugerah Keselamatan kepada kita, bukan untuk di-iya-kan saja, diterima saja, dilihat saja, sudah cukup. Tetapi Allah ingin agar kita membuka dan melihat isinya, untuk kita gunakan, kita pakai di dalam kehidupan ini.

Hadiah ini juga bukan suatu senjata yang akan kita pakai nanti jika pada saatnya kita akan mati, sebagai tanda supaya kita bisa masuk ke dalam kerajaanNya.
Hadiah Allah juga bukanlah suatu mantera, jimat atau kunci wasiat untuk masuk ke Surga. Sehingga kita menyimpannya rapat-rapat. Hadiah dari Allah ini adalah suatu kehidupan rohani yang baru, dimana kita dapat berkomunikasi dengan Allah langsung melalui Roh Kudus yang membimbing kita dalam menjalani kehidupan ini. Mengapa Allah memberi hidup baru, karena Allah ingin kita dapat bersamanya nanti di Surga. Kehidupan rohani kita sebelumnya sudah rusak karena dosa Adam & Hawa. Dan kita tidak dapat memperbaharuinya sama sekali. Hanya Allah yang bisa. Semua ini adalah inisiatif Allah, dan bukan usaha-usaha kita.

Allah kita bukanlah Allah yang akan menerima kita, atau memberi kita pujian atau hadiah ‘jika’ kita berbuat yang baik-baik saja. Tetapi Allah yang menerima kita ‘apa adanya’ termasuk juga kelemahan-kelemahan kita, kekurangan-kekurangan kita, keadaan kita. Karena Dia hanya memandang HATI kita saja, tanpa embel-embel lainnya. Allah bukanlah pelengkap dalam kehidupan kita, tetapi Dia yang punya kehidupan kita. Tetapi yang sering terjadi adalah kita menghadirkan Allah sesuka hati kita, sesuai dengan mood kita, sesuai kebutuhan kita, sebagai pelengkap saja.

Jika kita percaya Allah yang mempunyai kehidupan ini, sudah seharusnya kita selalu membuka hati kita untuk campur tanganNya, mempersilahkan Allah bekerja di dalam kehidupan kita, baik susah atau senang dan selalu bersyukur akan hadiahNya, anugerahNya yaitu kesetiaan-Nya, kasih-Nya, Firman-Nya, janji-Nya dan pengampunan-Nya.

Sudahkah kita membuka dan menggunakan hadiah kita?

Yer 29:11; Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Roma 3:23; Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah

Efesus 6:11 & 12; Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis,
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.