PRINSIP

Prinsip adalah baik. Karena prinsip diperlukan untuk mengatur langkah-langkah, cara-cara atau strategi di dalam hidup kita. Orang yang berprinsip biasanya mempunyai suatu target dalam hidupnya. Misalnya bagi mereka yang masih sekolah, prinsip untuk giat belajar dan meminimumkan kegiatan yang kurang perlu adalah bagus demi tercapainya tujuan dalam sekolahnya, yaitu selesai pada waktunya atau juga karena tujuan mendapat nilai yang nemuaskan.

Setiap individu akan mempunyai prinsip yang berbeda. Perbedaan bisa disebabkan oleh usia, kebutuhan, waktu, tempat masing-masing, dll. Misalnya prinsip orang yang sudah bekerja akan berbeda dengan prinsip orang yang masih sekolah. Sejauh prinsip tersebut tidak merugikan orang lain, kita menganggap bahwa prinsip tersebut adalah benar atau bagus. Orang yang berprinsip, biasanya akan mati-matian membela prinsipnya.

Adakah prinsip yang merugikan orang lain? Tentu saja ada.
Prinsip dalam berbisnis, adalah contoh prinsip yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Ini berarti akan merugikan pihak lain.

Prinsip biasanya akan terfokus pada diri sendiri. Mengenai itu akan merugikan atau tidak, itu tergolong pada dampak daripada prinsip itu sendiri. Sedangkan kebenaran dari prinsip itu sendiri, tergantung pada pemahaman kebenaran dari si pembuat atau si pelaku prinsip.

Sebagai orang percaya, pernahkah kita memperhatikan prinsip-prinsip yang selama ini kita bangun atau kita kerjakan dan kita yakini? Apakah prinsip itu sudah membawa pada kebaikan kita sendiri, atau syukur-syukur berdampak positif pada orang lain. Ada hal yang lebih penting dari semua itu, yaitu sudah benarkah prinsip yang kita punyai?

Jika prinsip kita hanya berdasar pada pertimbangan-pertimbangan duniawi, perlu bagi kita untuk mengkaji ulang bahkan merombak prinsip-prinsip yang ada. Tetapi masalahnya tidak semudah itu, karena yang namanya prinsip, pasti sangat sulit dirombak, sebagaimana dengan kepribadian yang terlanjur melekat dalam hidup kita.

Hanya satu pertimbangan yang harus kita pikirkan yaitu, bahwa Tuhan telah memberikan prinsip-prinsip yang benar. Masalahnya: bukanlah mau atau tidak kita memgambilnya sebagai pengganti dari prinsip kita, tetapi maukah kita diselamatkan??

Bagaimana prinsip yang benar menurut Alkitab:

Mat 22:37, 39; Mrk 12:30, 31; Luk 10:27
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Itu adalah kebenaran utama yang diberikan oleh Allah, dan satu-satunya prinsip yang harus kita pejuangkan.
Manusia boleh mempunyai semua rencana kebaikan untuk diri mereka sendiri ataupun orang lain, tetapi Allah menuntut kebenaran yang mutlak. Sudahkah prinsip kita sesuai dengan kebenaran Allah kita?

Amsal 16:9
Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

Amsal 19:21
Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.

Yer 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

naOmi