Mudah untuk memahami Hukum Allah di dalam Perjanjian Lama. Mudah dalam artian Hukum tersebut sangat jelas, kepada siapa ditujukan, oleh siapa dan untuk siapa. Tetapi hal itu menjadi sangat sulit setelah adanya Perjanjian Baru. Dimana di dalamNya, ada kehidupan Kristus sebagai penggenapan Hukum Allah dan pembawa Perjanjian yang baru. Iman saja belumlah cukup untuk mengerti makna di balik kedatangan Kristus, sehubungan dengan pembaharuan perjanjian dan Hukum Allah yang telah ada.
Kristus datang sebagai Juruselamat, adalah benar.
Kristus datang sebagai penggenapan nubuatan kedatangan Mesias
adalah benar dan memang Kristuslah Sang Mesias.
Tetapi bagaimana hubungan kedatangan Kristus dengan Hukum Allah inilah yang masih sangat membingungkan.
Ada beberapa ayat yang jika dibandingkan, akan sangat membingungkan. Disatu sisi, Yesus sendiri mengatakan bahwa Hukum Taurat sangatlah berkuasa.
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat
atau kitab para nabi.
Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini,
satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
(Mat 5:17-19)
Tetapi di sisi lain dikatakan demikian:
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya
berebut memasukinya. (Luk 16:16)
Bagaimana ini? Bisakah kita memahami bahwa kita sudah tidak terikat kepada Hukum Taurat tetapi Hukum Taurat sendiri masih ada?
Atau, mungkinkah kita melangkah dengan pasti dengan pemahaman yang mengambang.
Ataukah kita akan menutup mata terhadap semua itu dengan topeng iman?
Iman kepada Yesus Kristus bukanlah iman yang membabi buta. Iman kepada Yesus adalah suatu kebenaran yang diperoleh dengan cuma-cuma sebagai Anugerah Allah. Kebenaran iman pasti tidak akan membingungkan! Dan jika ada kebingungan berarti ada sesuatu yang harus disingkapkan.
Di dalam Roma 3:20 dikatakan …karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
Apa makna dibalik ayat ini? Yaitu ada di kalimat sebelumnya: Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat.
Sebelum kedatangan Kristus, iblis dengan bebasnya mendakwa manusia di hadapan Allah.
Tidak ada hal yang luput dari dakwaannya. Inilah kebohongan itu.
Allah memberikan hukum-Nya untuk mempersiapkan kedatangan Kristus. Hukum diberikan untuk mengatur kehidupan manusia. Hukum diberikan untuk kebaikan manusia, sampai keselamatan itu tiba. Tetapi iblis mendompleng atas nama Hukum Allah untuk mendakwa manusia sehingga tidak satupun manusia yang bisa melakukan Hukum Allah tersebut tanpa dosa.
… "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. (Wahyu 12:10)
Allah sangat mengerti bahwa manusia tidak akan bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Untuk itu dia menjanjikan kedatangan Juruselamat atau Mesias untuk menyelesaikan masalah ini. Janji Allah kepada Abraham dikatakan:
Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus. (Gal 3:16)
Hanya Yesus yang dapat melakukan Hukum Allah tanpa dosa. Dan dengan kematian-Nya di kayu salib, Dia telah memakukan Hukum Taurat itu di kayu salib. Kuasa dosa adalah hukum Taurat (1 kor 15:56)
Yesus telah mengalahkan Iblis. Dengan kematian-Nya iblis sudah tidak mempunyai kuasa apapun untuk mendakwa manusia. Di dalam Kristus kita umat-Nya memiliki perjanjian yang sama sekali baru.
…tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran. Rom 4:15.
Yesus sudah meniadakan dasar dari penuduhan. Kita umat-Nya merdeka di dalam Dia.
Dalam 2 Kor 3:14 dikatakan Taurat adalah selubung yang menutupi mata bagi mereka yang ada di bawah perjanjian itu. Jika selubung itu diambil maka kita bisa melihat Allah yang sebenarnya dan diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan.
Menerima Yesus sebagai kebenaran akan membawa hukum Taurat ke dalam perspektif. Kita melihatnya sebagai kebijaksanaan Allah, namun kita bebas dari usaha kita yang sia-sia untuk mendapatkan kebenaran di dalam perintah-perintah-Nya. Kita menjumpai kebenaran kita di dalam Yesus. Iblis tidak bisa lagi menggunakan kegagalan untuk menjatuhkan kita.
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang
oleh Yesus Kristus. (Yoh 1:17)
Perjanjian Baru adalah janji yang lebih baik.
Ibrani 8:6; Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung,
karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas
janji yang lebih tinggi.
Ketidakpercayaan dan kesalahpahaman tentang Perjanjian Baru membuat kita terus melihat kembali pada Perjanjian Lama. Ketika Yesus bangkit Dia berkata:
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Mat 28:18)
Di dalam Perjanjian Baru, Allah melengkapi kita untuk melangkah di dalam kebenaran,
di dalam Yesus Kristus, dengan merdeka dalam Kasih Karunia Allah.