Sudah lima minggu ini laptop saya down. Menurut analisa IT itu disebabkan karena adanya hardware yang rusak. Memang bulan terakhir ini baterai-nya drop dan sudah dipesan ke Service Center-nya di Osaka - tapi belum datang, karena laptop itu dibeli di sana sewaktu development sistem di mother company di Jepang.
Baterai belum datang ditambah lagi kondisi jack AC-nya bermasalah, sehingga kadang-kadang mati jika kabel AC-nya tersenggol. Lama-lama ini menyebabkan laptop saya down. Katanya IT gejala kerusakannya adalah "blue screen" yang ditunjukkan dengan indikator di screen yang tidak bisa masuk ke "window" dan tulisan instruksinya berwarna biru.
Sekarang laptop itu sedang di-recovery oleh IT dan saya diberi PC pengganti. Tapi karena PC ini adalah "supporting PC" jadi saya tidak begitu paham dengan folder-folder di dalamnya. Ada folder sharing maupun folder yang di-hide; untuk keperluan IT. Tapi bagi saya yang penting adalah email tetap bisa aktif dan pekerjaan harian bisa dilakukan - walaupun file-file penting mengenai presentasi perusahaan ada di laptop dan hanya bisa di pick-up secara parsial dari laptop yang lama; karena level security yang berlapis-lapis.
Hari Sabtu lalu, saat perusahaan yang lain cuti nasional, managing director dari kantor pusat (HQ) Jepang datang, dan kita harus presentasi mengenai aktifitas pengontrolan inventory. Seperti biasa saya diminta untuk mempersiapkan materi presentasinya.
Selama dua minggu saya mengumpulkan materi presentasi dari semua departemen dan di-compile dalam satu alur penjelasan. Setiap tahap diselesaikan, meteri tersebut kita diskusikan dengan direktur dan kemudian dilanjutkan dengan melengkapi atau merevisi bagian-bagian yang belum sempurna. Sampai hari Sabtu siang presentasi sudah siap 90% dan tinggal tiga halaman yang memerlukan update data.
Sebelum istrirahat di ketiga halaman tersebut saya tulis "Draft" dan saya email ke direktur. Di perusahaan ini jabatan direktur dipegang oleh orang Jepang yang dikirim dari "mother company".
Setelah istriahat siang, kami diskusi lagi berdasarkan file yang saya kirim. Ada data-data yang ditambahkan maupun penjelasan-penjelasan yang lain. Laporan itu selesai jam 13:15 dan direktur minta langsung disiapkan untuk presentasi. Kembali file itu saya save dan dikirim menggunakan email.
Karena belum di-print out maka saya minta kepada teman saya untuk menyiapkan presentasi di ruang VIP sementara saya print file tersebut. Print out cukup memakan waktu karena saya menggunakan "power point" untuk membuat presentasi tersebut.
Saat hasil print keluar, saya seperti dihajar sebuah palu godam - BANG!!... ternyata file yang saya kirim adalah file yang lama - yang saya kirim sebelum istirahat siang. Ada 3 halaman data inventory yang masih saya tulis besar-besar: "Darft" ... "Komatta na ..." (bahasa jawanya: "matek aku" ...)
Keringat dingin langsung banjir deras... Saya check ke folder dan file yang saya buka, ternyata hanya ada data yang lama saja. "Terus tadi saya save di mana ...?" saya tidak habis pikir - terus terang pikiran saya blank sama sekali. Saya coba buka lewat "recent data", hasilnya sama saja - "sami mawon" ... folder-folder yang lain saya cari hasilnya tetap sama. Ditambah lagi PC ini adalah "supporting PC" dari IT. Saya betul-betul tidak familiar dengan konfigurasinya.
Pada saat saya kebingungan, direktur datang mendekati saya. "Yang barusan dikirim file yang lama ya," katanya. "File-nya hilang," jawab saya. "Sekarang sedang saya cari, tapi mungkin makan waktu. Gomennasai - boku no mondai desu ... Minta maaf - ini salah saya." Dengan wajah cemberut dia buru-buru kembali ke VIP room dengan berkata, "Ya sudah pakai file yang lama. Tapi file yang baru diusahakan ketemu." Akhirnya teman saya yang melakukan presentasi sementara saya berusaha mencari file yang terakhir ... dan tetap tidak ketemu...
"File-nya ada dimana ya Tuhan Yesus ...?" itu kata-kata yang berulang-ulang saya ucapkan selama saya mencari file tersebut. Dan tetap tidak ketemu ... sampai akhirnya saya menyerah. Saya duduk diam, masih "have no idea", sampai akhirnya saya bangun dari kursi dan ke toilet ...
Di toliet saya mencuci muka. Guyuran air di wajah membuat pikiran saya lebih segar karena dari pagi tidak beranjak memandangi si layar datar di meja kerja. Setelah merasa segar, saya berdoa lagi, "Tuhan Yesus tolong bantu saya, file-nya ada di mana ... ?" Setelah itu saya pandang wajah saya di cermin, dan saya lihat sebuah wajah yang segar - walaupun masih belum tahu jawabannya. Saya cuci muka lagi dan berdoa, "Terima kasih Tuhan Yesus untuk semangat barunya ..."
Saya segera kembali ke meja kerja dan mulai lagi searching file yang hilang tersebut.
Pada saat itu ada hikmat yang Tuhan Yesus berikan, yaitu saya diingatkan pada urutan kejadian sebelumnya ...
Sebelum istirahat siang saya kirim data "draft" ke direktur. Setelah istirahat dia datang, dan saya membuka file email yang sudah dikirim. Dari situ saya memperbaiki dan melakukan finalizing dan di-"save". Gotcha! Itu dia! Jadi saya buka file bukan dari folder tapi dari email. Dan jika di-save itu tidak akan masuk ke folder tapi masuk ke temporary file email ! Pantesan dari tadi dicari di semua folder tidak ada... "Terima kasih Tuhan Yesus buat idenya .. " saya berdoa.
Segera saya cari temporary file - tetapi tidak ketemu. "Aduh dimana yah ..." "Coba buka hide-nya," ada lagi ide canggih dari Tuhan Yesus. "Tengkiu yah Tuhan Yesus ..." saya merasa seperti ada aliran yang segar mengalir dengan cepat menggerakkan pikiran dan jari-jari saya untuk mendapatkan file yang saya cari. Ternyata benar - karena PC ini milik IT jadi banyak file temporary network dan yang lainnya di-hide untuk keperluan security.
Setelah un-hide, dengan berdebar-debar saya buka file temporary email untuk ID saya ... dan "Puji Tuhan! Tengkiu banget yah Tuhan Yesus ..." File itu ada di bagian bawah sekali. Saat saya buka memang itu adalah file yang terbaru. Semangat saya bertambah lagi seratus persen karena temuan itu.
Buru-buru saya kirim ulang file tersebut ke direktur dengan email, di-print dan di-copy ke flashdisk. Saya periksa ulang hasil print out dan copy data di flash disk – masih data yang terbaru. Sip lah ...
Dengan membawa kertas print out dan flashdisk saya bergegas ke VIP room, dan perlahan-lahan membuka pintu. Di dalam ruangan duduk managing director sedang mendengarkan penjelasan presentasi halaman terakhir dari teman saya. Perlahan saya hampiri direktur saya yang duduk di seberangnya dan menyampaikan kertas print out serta menunjukkan flash disk di tangan saya sambil berbisik, "Ini file yang baru.." Kertas print out diambilnya - tetapi untuk file-nya dikatakan, "Tidak perlu" - karena penjelasan teman saya sudah pada halaman yang terakhir. Saya keluar VIP room dengan tidak menimbulkan suara ...
Ketika baru beberapa langkah meninggalkan VIP room, nama saya dipanggil dari belakang. Direktur di berdiri membuka pintu, "Tolong file yang baru dibuka. Ada yang ditanyakan .." Saya segera kembali masuk ke VIP room, membuka halaman baru melalui flashdisk dan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh managing director. Kemudian dia meminta juga hard copy, dan print out yang saya bawa tadi diberikan oleh direktur saya.
Akhirnya penjelasan dapat diterima dan persentasi mengenai inventory diakhiri dengan baik. Managing director merasa puas dengan semua penjelasan aktifitas yang sudah diberikan melalui presentasi yang saya siapkan.
Saya meninggalkan VIP room dengan perasaan lega. Saya bertanya sama teman yang berjalan disamping saya, "Bagaimana penjelasan mengenai halaman 'draft' tadi?". Dia jawab, "Waktu itu direktur memberikan penjelasan: 'Bagian ini sedang di-update dan sebentar lagi disampaikan.' Managing director bisa menerima dan presentasi dilanjutkan sampai selesai."
Saya berkata, "Berani betul direktur menjanjikan file yang baru sementara saya sendiri saat itu masih kebingungan mencari file-nya ada dimana.." Teman saya menjawab, "Tapi akhirnya dapat juga khan..."
* * * * * *
Dari kejadian tersebut saya percaya bahwa itu semua adalah rangkaian peristiwa yang diatur oleh seorang Sutradara Agung yaitu Tuhan Yesus sendiri. Masalah besar yang urgent diijinkanNya terjadi. Tapi Dia pun menyelesaikan tepat waktunya dan sempurna. Ini yang membuat saya selalu asyik menjalani pekerjaan saya. Semuanya selalu pas pada waktunya. Seperti iklan koyo Salonpas ...
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16)
Saya merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia karena mempunyai penolong yang canggih dan tidak pernah gagal yaitu Tuhan Yesus. Bahkan teman-teman mengatakan bahwa saya itu adalah orang yang "tidak mengkawatirkan apa pun". Nothing to loose. Itu karena mereka tidak tahu satu rahasia keberhasilan dalam sebuah pekerjaan : Tuhan Yesus yang memberkati dan membuat segala yang kita lakukan berhasil. Sama seperti tokoh dalam Perjanjian Lama yaitu Yusuf dan Uzia: Tuhan membuat semua yang dilakukannya berhasil.
.. TUHAN menyertai dia (Yusuf) dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil. (Kejadian 39:23)
.. Dan selama ia (Uzia) mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil. (2 Tawarikh 26:5)
Saya selalu berkata bahwa: HIKMAT ITU DARI TUHAN. Jadi kalau saya sedang menghadapi masalah atau pekerjaan yang diluar kemampuan saya yang rendah ini, ada satu jawaban yang selalu "tokcer" dan tidak pernah gagal : "Minta hikmat dari Tuhan Yesus ..."
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Amsal 9:10)
--------------
(Indriatmo)