Akar Pahit

Ibrani 12:15
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan
tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Mengapa ada akar pahit?

Akar pahit atau kepahitan bisa diartikan dengan kejadian hidup yang tidak enak.
Makanya disebut pahit. Tidak enak disini akan berhubungan dengan banyak hal seperti:
kejadian yang menyakitkan diriku, memalukan diriku, merugikan diriku, membohongi diriku,
mencelakan diriku, dan semua hal yang membuat diriku merasa tidak enak.

Mengapa ada akar pahit? Tentu saja melibatkan dua pihak, yaitu yang menyebabkan
dan yang merasakan. Lukisan tidak akan terjadi jika tidak ada yang mau melukis dan
yang mau dilukis. Dalam hal ini yang mau melukis adalah pelukis dan yang mau dilukis
adalah sarananya. Jadi akar pahit timbul karena kesalahan penyebab akar pahit juga
yang merasakan akar pahit. Mengapa disebut kesalahan? Karena, akar pahit berasal
dari dosa, sehingga pembuat dan penerimanya akan berdosa.

1 Yoh 3:8; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis,
sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya.

Galatia 5:22-23; Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,
kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Jelas sekali kalau akar pahit berasal dari iblis, karena itu bukan kebaikan.
Sehingga hendaknya kita membersihkan hati kita darinya.

Mengapa sulit untuk menghilangkan akar pahit.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sulitnya menghilangkan akar pahit.

1. Penerimaan diri.

Allah menciptakan manusia dengan tujuan. Kita ada di dalam rencana Allah.
Dengan mengetahui hal ini, kita seharusnya bisa menerima diri kita,
bahwa kita ini berharga di mata Allah.
Banyak kesalahan yang terjadi karena kita tidak menerima diri kita apa adanya.
Sehingga menimbulkan ketidak puasan di dalam hati yang akan menghalangi kita
untuk dapat mencintai Allah dan sesama dengan tulus.

Bisakah kita mencintai orang lain jika orang tersebut mentertawai kekurangan kita?
Dan juga, Bisakah kita mencintai Allah kalau di dalam hati kita merasa kurang
sempurna dengan keberadaan diri kita?

Kurangnya penerimaan diri akan berlanjut pada harga diri yang berlebihan, kesombongan,
perasaan sensitive, kepercayaan diri, dll. Ingatlah bahwa Allah sudah meninggalkan
ke-Allah-anNya dengan datang ke dunia menjadi Anak Manusia, hidup sebagai manusia,
di tengah-tengah manusia berdosa.

Jika kita merasa ada yang kurang, berarti kita sudah menyimpan akar pahit di dalam hati kita.

2. Pengenalan Allah

Seluruh isi Alkitab menggambarkan Kasih Allah kepada manusia dan keinginan Allah
supaya manusia mengasihi manusia.
Mengapa kita harus memikirkan akar pahit kalau kita mengetahui hal itu bukanlah
dari Allah? Hendaknya kita memikirkan hal yang baik-baik saja, yang dari Allah saja.

3. Pengenalan manusia

Tidak ada manusia yang tidak berdosa, Untuk itulah Allah datang. Dengan demikian kita
harus menyadari bahwa kita tidak bisa menghindar dari kemungkinan adanya akar pahit
yang ditimbulkan orang lain kepada kita. Kemungkinan itu akan selalu ada selama kita
masih hidup di dunia bersama dengan manusia-manusia lain dibawah pengaruh iblis.

Yang perlu kita pikirkan adalah menjaga hati kita agar tidak menyimpan akar pahit
yang timbul. Dan Tuhan juga sudah memberikan cara-caranya, antara lain dengan:
mengampuni, berdoa, penyertaan Roh Kudus, sehingga kita bisa mengatasinya.

Mzm 43:5; Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah
di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah!

4. Pengenalan iblis

Iblis memang masih ada dan akan terus menyerang manusia supaya menjauh dari
Tuhannya. Yang perlu kita ketahui bahwa Iblis memang masih ada, tetapi sudah
tidak berkuasa. Yesus sudah menaklukkannya.

Kolose 2:15; Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan
menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Banyak pencobaan akan terjadi di dalam kehidupan kita, tetapi kita tidak perlu takut,
karena kita bisa memenanginya jika kita di dalam Yesus. Menerima pencobaan
bukanlah dosa, tetapi jika kita kalah, kita akan berdosa.

Yakobus 1:14,15; Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,
karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila
dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Yakobus 1:13; Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata:
"Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat,
dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

Kalau kita memahami bahwa akar pahit itu berasal dari iblis,
pastilah kita tidak akan menyimpannya.

5. Iman kepada Allah

1 Yoh 4:4; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh
yang ada di dalam dunia.

1 Kor 2:5; supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia,
tetapi pada kekuatan Allah.

Efesus 6:16; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,
sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

1 Yohanes 5:4; sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.
Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Wahyu 14:12; Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus,
yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

Berlindunglah di dalam hikmah Allah saja, dengan mengerti firman-Nya,
penyertaan-Nya, janji-Nya, rencana-Nya, kekuatan-Nya, kesetiaan-Nya, dan
mendekatlah kepada-Nya dan berdoalah senantiasa sehingga kita boleh
dikuatkan untuk memenangi akar pahit dalam kehidupan ini.

naOmi, oct 10, 2007