Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Pikiran Allah bukanlah pikiran manusia. Roma 11:33, 34, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Allah? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
Rancangan Allah bukanlah rancangan manusia. Amsal 19:21. Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
Yesaya 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Manusia memiliki banyak sekali pikiran dan rancangan tetapi Allah yang menentukan segalanya.
Dalam Pengkhotbah 3:11 berbicara tentang waktu. Waktunya Allah bukanlah waktunya manusia. Waktunya Allah berbeda dengan waktunya manusia. Waktunya manusia terbatas. Waktunya manusia dibatasi dengan kematian, karena tidak ada manusia yang kekal. Sedangkan waktunya Allah adalah dari kekal sampai kekal. Sebenarnya artinya adalah Allah tidak dibatasi oleh waktu. Allah yang menguasai waktu. Allah yang punya waktu. Buktinya Dia dapat menghentikan waktu, ketika Allah berperang bersama-sama dengan bangsa Israel dan Allah menyerahkan orang Amori ketangan bangsa Israel dibawa pimpinan Yosua, dan karena begitu banyaknya musuh untuk ditumpas, Allah menghentikan matahari dan bulan (Yosua 10), artinya Allah bisa menghentikan waktu. Allah yang kita sembah tidak dibatasi oleh waktu, karena itu Allah kita mengetahui segala sesuatu. Bahkan ada hal yang luar bisa yang Allah janjikan mengenai waktu, yaitu Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya.
Kematian adalah misteri bagi manusia. Karena manusia tidak tahu apa yang akan jadi esok. Kematian merupakan salah satu bagian dari waktunya Allah, rencananya Allah. Dan bagi kita orang percaya harus kita imani bahwa kematian adalah bagian dari rencana Allah yang indah. Karena Firman Allah berkata, Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Kita sadar ataupun tidak, kita terima ataupun kita coba untuk menolaknya karena sakit yang kita alami, kita harus imani bahwa Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya.
Seringkali kita berpikir bahwa kematian adalah akhir dari semuanya. Tetapi sebenarnya bagi semua orang, siapapun dia, orang percaya ataupun bukan orang percaya, orang Kristen ataupun bukan orang Kristen, siapapun dia? Sebenarnya kematian adalah awal dari kekekalan. Kematian adalah awal bagi kita untuk terlepas dari batasan waktu. Kematian menjadikan kita ada dalam suatu keadaan yang tidak dapat dibatasi oleh waktu. Kita masuk dalam dimensi kekekalan, dimana waktu tidak lagi menjadi ukuran.
Tetapi kekekalan yang nanti akan kita masuki terbagi dalam 2 kelompok:
1. Kekekalan yang didalamnya penuh dengan sukacita untuk selama-lamanya, atau
2. Kekekalan yang didalamnya penuh dengan penderitaan dan siksaan abadi.
Sebelum kematian menjemput kita, sebenarnya pilihannya ada pada kita sekarang ini. Sekarang ini kita masih bisa menentukan pilihan. Apakah kita mau masuk dalam kekekalan yang didalamnya penuh dengan sukacita untuk selama-lamanya tanpa batasan waktu, atau kita masuk dalam kekekalan yang didalamnya penuh dengan penderitaan dan siksaan abadi tanpa batasan waktu. Pilihan tetap ada pada kita sekarang ini, sebelum kematian menjemput kita, karena Firman Allah juga berkata bahwa kita hanya selangkah dengan maut. Mau atau tidak mau, kita tetap diperhadapkan dengan kedua pilihan ini, dan benar-benar kita tidak bisa mengambil jalan tengah dengan tidak melakukan pilihan. Mau tidak mau, kita harus memilih. Suka ataupun tidak suka, tetap kita harus memilih. Dan jelas, pilihan ada ditangan kita.
Firman Tuhan dalam Mazmur 116:15 berkata, Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Ketika kita diciptakan sebagai manusia, terlahir sebagai manusia, Firman Tuhan mencatat siapapun dia, orang percaya kepada Tuhan ataupun bukan, dia berharga di mata Tuhan. Karena kita semuanya artinya siapapun dia, diciptakan menurut rupa dan gambar Allah (Kejadian 1:26). Jadi sadar ataupun tidak sadar, sebenarnya kita itu berharga di mata Tuhan. Sehingga Yohanes 3:16 berkata, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Tetapi dengan berjalannya waktu, akhirnya kita berada dalam dua kelompok yaitu percaya kepada Tuhan dan yang tidak percaya kepada Tuhan. Dan ketika kita berada dalam kelompok percaya kepada Tuhan, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang kemudian dimeteraikan dengan baptisan, ada sukacita di sorga Firman Tuhan mencatat, artinya kita menjadi milik Allah yang bukan saja berharga, tetapi menjadi milik yang dikasihiNya, “berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nyaâ€. Sehingga lanjutan dari Yohanes 3:16 berkata, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Cocok dengan Mazmur 116:15, berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Karena kematian orang yang dikasihi Allah tidak membinasakan dia, tetapi membawa dia pada hidup yang kekal sesuai dengan Yohanes 3:16. Dan hidup yang kekal disini maksudnya adalah kekekalan yang didalamnya penuh dengan sukacita untuk selama-lamanya tanpa ada batasan waktu. Maukah kita masuk dalam kekekalan yang demikian? Keputusan tetap ada ditangan kita.