Ibrani 11: 17-19
Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu." Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Ada salah satu golongan dalam Alkitab yang cenderung selalu menggunakan rasio, yang hanya menerima hal-hal yang dapat dijelaskan oleh akal dan tidak percaya pada hal-hal yang tidak dapat diterangkan oleh pengetahuan manusia dan yang tidak dapat dimengerti, yaitu golongan orang Saduki. Mereka tidak percaya akan kebangkitan, malaikat-malaikat dan roh-roh, serta kuasa kegelapan (Kisah 23:8)
Rasio tidak bisa berjalan seimbang dengan iman. Rasio berbicara tentang hal-hal yang nampak atau kelihatan, tetapi iman berbicara tentang hal-hal yang supranatural.
Sesuatu yang sesuai atau sejalan dengan rasio adalah sesuatu yang dapat dinalar dengan pikiran, artinya sesuatu yang masuk akal dapat diterima oleh pikiran atau yang dapat kita pikirkan.
Ayat 19 dalam Ibrani 11 berkata, Abraham “berpikirâ€, artinya imannya sejalan dengan rasionya.