Darimanakah Asalmu?

Manusia mudah untuk berubah-ubah, sebentar gembira, sebentar pendiam, sebentar lagi
penuh belas kasihan, sebentar lagi sangat cerewet, sebentar marah, sebentar murung dan
masih banyak ekspresi yang nampak dari tubuhnya, yang semua tadi disadari atau tidak,
merupakan ungkapan dari apa yang ada di hatinya.

Orang yang tergolong 'sadar' akan keadaan dirinya, cenderung menutupinya, sehingga sulit
bagi orang lain untuk membaca atau mengerti apa yang sedang dialaminya. Dikatakan
'menutupi' berarti ada sesuatu yang dia tidak ingin orang lain melihatnya dan mudah diduga
sesuatu yang ditutupi itu adalah tidak baik.

Contohnya ada seseorang yang mempunyai kebiasaan mengumpat. Dia tidak akan melakukan
kebiasaan tersebut jika dia sedang berada di gereja. Atau berada di depan orang banyak. Dia
menekan kebiasaan itu karena dia 'sadar' bahwa hal itu tidak pantas dilakukan di gereja atau
di hadapan bos nya misalnya. Karena apa? Karena dia 'sadar' itu akan mengurangi citranya
di depan orang.
Ada lagi seseorang yang terbiasa melarikan diri dari kesulitan dengan makan, minuman keras,
tidur, mendengarkan musik dengan keras, mudah marah, membanting barang, yang semuanya
itu mengarah kepada hal yang tidak baik.

Melakukan perbuatan tidak baik, meskipun tidak ada yang melihat, tidak ada yang dirugikan,
tidak terang-terangan melukai orang lain, adalah dosa. Mengapa berdosa? Karena dia lupa bahwa
Tuhan melihat. Tuhan berkuasa atas tubuhnya. Atau mungkin saja dia belum mengenal Tuhan.

Firman Tuhan mengatakan: ...ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada
akhir zaman (Mat 28:20)
Tuhan berjanji menyertai kita senantiasa, bukan hanya dikala ingat saja, atau dikala senang saja.
Dimanapun kita berada, Tuhan berada. Tuhan juga menekankan kita untuk melakukan 'segala
sesuatu' seperti yang diperintahkan-Nya. Bukan sesuatu yang menguntungkanku atau
menguntungkan orang lain, tetapi 'segala sesuatu' perintah-Nya.

Firman Tuhan lagi: Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik.
Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah
melihat Allah. (3 yoh 1:11) Ayat ini sangat jelas. Kalau kita merasa menjadi milik Allah, berasal
dari Allah, pastikan kita tidak akan pernah melakukan perbuatan yang tidak baik. Kalaupun
karena kelemahan tubuh, kita cenderung berdosa, namun Allah memampukan kita untuk melawannya,
sehingga kita tidak akan melakukan sesuatu apapun atau cepat-cepat membuang semua hal
yang dapat membuat kita berdosa.

Tuhan sudah mempersiapkan segalanya bagi kita. Jika kita dalam kesulitanpun Tuhan ingin
kita datang kepadaNya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku
akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Matius 6:34)
Orang akan melihat melalui perbuatan kita, darimanakah asal kita.

-naOmi-