Saya mengenal seseorang yang saya kira agamanya budha. Karena latar belakang keluarganya
adalah Budha, dia sering pergi ke kuil Budha, tempat wisata Budha, bahkan sering ke vihara
Budha sampai ke China dan Thailand. Saya baru tahu kalau dia bukan Budha ketika tanpa
sengaja dia menceritakan kejadian lucu keluarganya, yaitu pada waktu mama mertuanya
mendoakan anaknya yang sedang menghadapi ujian akhir.
Dalam doa si mama mertua (katolik), ternyata salah menyebut nama anaknya, yang disebut-
sebut adalah nama anaknya yang ke dua, dan si anak sendiri karena tidak tega mengoreksi
neneknya yang khusuk berdoa pun hanya diam dan menunggu. Pada waktu si nenek selesai
berdoa, baru si anak berkata kalau nama yang disebut nenek dalam doa keliru. Dan si nenek
dengan khusuknya mengulang kembali doanya. Teman saya tidak dapat menahan tawa ketika
menceritakan hal itu. Waktu saya bertanya percayakah dia pada doa orang Kristen, dia
menjawab tentu saja dia sangat percaya. Setengah terkejut saya bertanya, bukankah agamanya
Budha, kog bisa percaya sama agama lain. Dia mengaku dia memang beragama Budha sejak
lahir, tetapi dia sendiri tidak percaya Budha karena menurutnya tidak masuk akal.
Ternyata selama ini dia bepergian dalam rangka mengantar custumer saja. Kebetulan pekerjaan-
nya yang mendukung untuk melobby para customer dengan cara tersebut. Lantas saya bertanya
lagi apakah dia percaya Yesus. Dia menjawab dia percaya, karena dia pikir agama Kristen adalah
agama yang paling masuk akal, tidak aneh-aneh dan kebanyakan orang-orang Kristen tidak suka
keributan dan suka damai, itu yang dia suka. Saya katakan memang ajaran Yesus adalah kasih.
Teman saya menjelaskan kalau sebenarnya dia belum memutuskan untuk sungguh-sungguh
percaya Yesus dalam artian sebagai seorang Kristen. Tapi katanya lagi di hatinya dia sudah
percaya, hanya menunggu waktu untuk memutuskannya.
Bingung juga saya dengan pendiriannya, tapi saya mengatakan kalau untuk masalah ini, harus
dipikirkan baik-baik dan serius. Dia mengiyakan saja.
Sebenarnya dia sangat keliru kalau merasa Kristen masuk akal. Justru karena tidak masuk akal
itulah mengikut Yesus adalah sangat sukar bagi orang-orang duniawi. Bagaimana masuk akal
kalau kita harus mengasihi meskipun kita, dimusuhi, difitnah, disakiti, bahkan selain mengasihi
kita masih disuruh mengampuni, mendoakan dan semua itu semata-mata hanya karena kasih.
Lebih tidak masuk akal lagi bagaimana Allah yang Maha segalanya mau datang ke dunia dan
menjadi manusia. Sudah tidak terhitung penolakan untuk kasus yang satu ini.
Yang juga tidak masuk akal adalah ternyata pengikut Kristus mampu untuk menanggung semua
itu. Itu karena kita tidak sendirian, Roh Kudus yang dari Allah lah yang menguatkan hati kita,
sehingga kita bisa percaya dan mampu melakukan hal-hal yang tidak masuk akal di dalam
kehidupan ini. Amin.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, ( Ef. 2:8 )
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,
Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu
akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. ( Yoh. 14:26 )
Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya
untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus
juga kepada mereka sama seperti kepada kita, ( Kis. 15:8 )



sabda.org