Beberapa tahun terakhir ini saya sering sekali kehilangan hal-hal yang sangat saya sayangi. Saya kehilangan mama, pernah kehilangan adik selama 6 bulan, kehilangan pekerjaan, kehilangan pelayanan dan kehilangan komunitas. Rasanya seperti terpenjara, tidak bisa memilih untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya ingin ku lakukan. Tetapi, akhirnya saya merasa semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh Tuhan untuk menunjukkan rencana-rencanaNya yang indah buat ku.
Walaupun aku sudah mulai mengerti hal itu, tetapi ternyata hati ini masih luka. Luka yang hampir sembuh oleh waktu kembali berair. Aku terluka lagi untuk masalah yang sama. Aku merasa kehilangan hal-hal yang ku cintai kembali. Aku merasa sendirian dan tidak mengerti harus berbuat apa. Aku sedih dan sangat kesepian tanpa bisa berbuat apa-apa.
Sejak aku pindah ke Makassar, aku mulai belajar berpikir bahwa teman-teman yang dekat yang Tuhan tempatkan di dekat ku adalah keluarga ku. Aku menemukan komunitas yang sangat baik buat ku. Kami belajar firman Tuhan bersama, sering kumpul, makan malam di luar, dan berlibur bersama. Aku merasa kami saling menguatkan, mendoakan dan saling mendukung satu dengan yang lain. Aku mulai menggenggam mereka erat-erat dan aku merasa memiliki mereka. Aku tidak ingin kehilangan mereka sehingga aku menjaga mereka baik-baik.
Tetapi, sekarang semuanya menjadi hambar. Kehangatan itu menjadi samar-samar dan akhirnya hilang. Hati yang tertata rapi karena sudah dijaga baik-baik menjadi sangat berantakan. Aku kehilangan seorang teman ku. Aku sudah mencoba untuk rekonsiliasi dan belajar memahaminya. Tetapi aku tidak sanggup. Sampai sekarang, aku sendiri tidak tahu masalah apa yang menyembabkan semua menjadi berantakan seperti ini. Aku sedih, gak karuan.
Satu hal yang ku pelajari dari semua masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Aku bukanlah milik teman-teman ku, dan mereka bukanlah milikku. Hidupku adalah milik Tuhan, jadi Tuhanlah yang seharusnya berdaulat dalam hidupku. Aku belajar bahwa, “cintaku pada teman-teman dan keluarga ku tidak boleh lebih besar daripada cintaku sama Tuhan.” Memang sulit sekali melakukan ini, tapi ini adalah peringatan yang sangat berharga dari Tuhan untuk aku. Aku mau cinta Yesus selama hidup ku.