Ciptaan Baru

Dalam sebuah pertunjukan,
seekor babi bisa dilatih sedemikian rupa sehingga bisa mengerti beberapa perintah dari pelatihnya. Babi itu bisa berdiri dan berjalan dengan dua kaki belakang, bisa menyusun huruf menjadi sebuah kata, bisa berjabat tangan, diberi pakaian, dan sangat bersih. Seperti bukan babi saja.

Di luar pertunjukan,
babi itu kembali jorok dan kotor seperti layaknya kehidupan seekor babi. Senang berkubang di lumpur dan berbau.

Sebelum lahir baru,
manusia juga senang berkubang dalam dosa. Meskipun di luarnya dia bisa saja 'menjaga' prilaku dan perbuatannya menjadi baik, penuh kasih, suka menolong dsb. Tetapi ada kalanya di saat dia berada dalam kesulitan atau penderitaan, akan keluarlah sifat-sifat aslinya. Karena memang demikianlah keadaan manusia sebelum lahir baru.

Sesudah lahir baru,
manusia tidak akan bisa berkubang di dalam dosa. Karena ada Roh Kudus di dalam dirinya. Mungkin saja dia akan tersandung dan terjatuh, tetapi itu tidak akan lama, karena pada dasarnya kehidupan roh sangat bertolak belakang dengan kehidupan daging.

Kelahiran baru bukanlah hal yang bisa diusahakan, diperlihatkan, dilatih, supaya nampak baik, sempurna atau kelihatannya saja baik dan kudus. Kelahiran baru adalah moment dimana kehidupan lama kita mengalami kematian dan Allah mengaruniakan kehidupan yang baru dengan roh yang baru.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:
yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
2 Kor 5:17

May 4, 2009