Jangan menyuruh saya menunggu

“JANGAN MENYURUH SAYA MENUNGGU”

Yakobus 5:7, ANT
Jadi bersabarlah, saudara-saudara, [selagi kamu menanti] sampai kedatangan Tuhan. Lihatlah betapa berharapnya petani itu akan panen yang berharga dari tanahnya. [Lihatlah betapa] dia memelihara kesabarannya sampai turun hujan awal dan hujan akhir.

Ketidaksabaran adalah buah dari kesombongan. Seorang yang sombong tidak dapat menantikan apa pun dengan sikap yang wajar.

Kesabaran: Kuasa Untuk Bertahan

Kesabaran bukanlah kesanggupan untuk menanti, melainkan kesanggupan untuk menjaga sikap yang baik selagi menanti.

Ayat Alkitab ini tidak berbunyi “bersabarlah jika kamu menanti,” tetapi “bersabarlah selagi kamu menanti.”

Menanti adalah bagian dari kehidupan. Banyak orang tidak menanti dengan baik, padahal kita sebenarnya menghabiskan lebih banyak waktu kita dalam kehidupan untuk menanti daripada untuk menerima hal yang kita nantikan.

Maksudnya : kita meminta sesuatu kpd Tuhan dalam doa dengan percaya, lalu kita menanti dan menanti untuk kenyataannya. Bila saat itu tiba, kita bersukacita karena kita akhirnya menerima yang telah kita tunggu-tunggu.
Namun karena kita adalah orang yg cenderung ke tujuan yg selalu mempunyai suatu sasaran yg dikejar-sesuatu yg diharapkan-kita kembali lagi pada proses meminta dan mempercayai Tuhan untuk sesuatu yg lain, lalu menanti lagi sampai terobosan berikut datang.
Memikirkan situasi demikian menyadarkan kita bahwa kita akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu dalam hidup kita untuk menanti daripada untuk menerima.
Jadi kita memutuskan untuk belajar menikmati waktu penantian, dan bukan waktu penerimaan.

Kita perlu belajar menikmati keberadaan kita sekarang sambil berjalan ke tempat tujuan kita!

Kesombongan Mencegah Penantian DenganSabar

Roma 12:3
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Kesombongan mencegah penantian dengan sabar karena orang sombong berpikir terlalu tinggi tentang dirinya sendiri sehingga dia percaya bahwa seharusnya dia tak pernah disusahkan dengan cara apa pun.
Kita tidak boleh berpikir terlalu tinggi tentang diri kita sendiri. Berbahaya untuk mengangkat diri kita pada tingkat yg menyebabkan kita memandang rendah orang lain.
Seseorang yg rendah hati takkan memperlihatkan sikap tidak sabar.

Yohanes 16:33, ANT
...Di dunia kamu mengalami aniaya dan pencobaan dan kesedihan dan kekecewaan; tetapi kuatkanlah hatimu [bersemangatlah; yakinlah, bersikalah pasti, jangan takut]! Karena Aku telah mengalahkan dunia. [Aku telah membuang kuasanya untuk menyakitimu dan telah menaklukkannya untukmu].

Cara lain dari iblis menggunakan pikiran kita untuk menuntun kita ke dalam perilaku tidak sabar ialah melalui pemikiran yg idealis dan bukannya pemikiran yg wajar.Kita harus menyadari bahwa hanya sedikit sekali hal-hal yg sempurna dalam kehidupan nyata.
Ingatlah Yesus berkata bahwa di dunia ini kita akan menghadapi aniaya, pencobaan, kesedihan dan kekecewaan. Hal-hal ini merupakan bagian kehidupan di bumi ini – baik untuk orang percaya maupun yg tidak percaya. Tetapi semua kecelakaan di dunia tak dapat menyakiti kita jika kita tetap di dalam kasih Tuhan, sambil memperlihatkan buah dari Roh.

Kesabaran Dihasilkan Oleh Pencobaan

Yakobus 1:2-4, ANT
Anggaplah itu seluruhnya sukacita, saudara-saudaraku, apabila kamu diselubungi atau menemui pencobaan dari jenis apa pun atau jatuh ke dalam berbagai godaan.
Yakinlah dan pahamilah bahwa pencobaan dan pembuktian dari imanmu menghasilkan ketahanan dan ketabahan dan kesabaran.
Tetapi biarlah ketahanan dan ketabahan dan kesabaran berperan penuh dan melakukan tugas dengan cermat, supaya kamu dapat menjadi orang yg sempurna dan berkembang sepenuhnya [tanpa cacat], tak kurang apa pun.

Kolose 3:12
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Kesabaran adalah buah Roh (Galatia 5:22) dan disimpan di dalam roh dari setiap orang yg lahir baru. Manifestasi kesabaran umat Tuhan sangat penting bagi Tuhan. Dia ingin orang lain melihat sifat-Nya melalui anak-anakNya.
Yakobus Pasal 1 mengajarkan bahwa bila kita menjadi sempurna, kita takkan kekurangan apa pun. Iblis tak dapat mengendalikan seorang yg sabar.
Juga mengajarkan kepada kita bahwa kita harus bersukacita bila kita mendapati diri kita terlibat dalam situasi sulit, karena mengetahui bahwa metode yg digunakan Allah untuk menghasilkan kesabaran di dalam kita ialah melalui berbagai pencobaan.

Pentingnya Kesabaran dan Ketahanan

Ibrani 10:36, ANT
Karena kamu memerlukan kesabaran yang tabah dan ketahanan, supaya kamu dapat melaksanakan dan menyempurnakan kehendak Allah, dan dengan demikian menerima dan membawa pergi [dan menikmati sepenuhnya] hal yang dijanjikan.

Ayat ini memberi tahu kita bahwa tanpa kesabaran kita takkan menerima janji-janji Tuhan. Dan Ibrani 6:12 memberi tahu kita bahwa hanya melalui iman dan kesabaran maka kita mewarisi janji-janji itu.
Kesombongan berkata, ”Aku siap sekarang!”, kerendahan hati berkata, ”Allah tahu yang terbaik, dan Dia takkan terlambat!”

Garis Lurus Tak Selalu Merupakan Jarak Terpendek Menuju Sasaran

Amsal 16:25, AOT
Ada sebuah jalan yang agaknya benar bagi seseorang dan tampaknya lurus di hadapannya, tetapi ujungnya merupakan jalan maut.

Kita harus belajar bahwa dalam hal rohani terkadang sebuah garis lurus tidak merupakan jarak terpendek antara kita dan tujuan yang akan kita capai. Itu mungkin merupakan jarak terpendek menuju kehancuran!
Kita harus belajar bersabar dan menantikan Tuhan, walaupun agaknya Dia sedang mengantar kita berjalan keliling untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.
Banyak di antara kita yg tak bergembira dan tak puas di dunia semata-mata karena kita sibuk berusaha mewujudkan terjadinya sesuatu, dan bukannya menantikan dengan sabar untuk Tuhan mewujudkan segala sesuatu menurut waktu dan caraNya sendiri.
Seperti yg telah kita lihat ketidaksabaran ialah tanda dari kesombongan, satu-satunya jawaban terhadap kesombongan ialah kerendahan hati.

1 Petrus 5:6, ANT
Karena itu rendahkanlah dirimu [turunkan, rendahkan dirimu dalam penilaianmu sendiri] di bawah tangan Allah yang perkasa, supaya pada waktunya Dia dapat meninggikan kamu.

Frase rendahkan dirimu dalam penilaianmu sendiri tidak berarti berpikir buruk tentang diri kita sendiri. Ini berarti Jangan menyangka kamu dapat memecahkan semua masalahmu dengan kemampuanmu sendiri.

Bila saat ini kita mulai tergoda untuk menjadi kecewa dan tidak sabar, saya menganjurkan kita mulai berkata, “Tuhan, aku menginginkan kehendakMu sesuai penentuan waktuMu. Aku tak ingin mendahului Engkau, dan juga tak ingin jauh ketinggalan di belakangMu.
Tolonglah aku, Bapa, untuk menantikan Engkau dengan sabar!”