Yang Seharusnya

Setiap orang cenderung berbuat kebaikan karena hal itu adalah baik tentunya, dan yang memang seharusnya dilakukan. Orang tua selalu berharap agar anak-anaknya nanti menjadi orang yang baik dan berhasil, karena memang begitulah yang seharusnya orang tua lakukan demi kebaikan anak-anaknya.

Seorang suami bekerja mencari nafkah, untuk memenuhi kebutuhan anak istri. Seorang istri mensupport suami dan menjadi isteri yang baik dengan menjagai dan mengasuh anak-anak di rumah. Semua mempunyai tugas yang harus dilakukan supaya membawa kebaikan dan memang yang seharusnya demikian.

Seorang suami mengeluh mempunyai isteri yang agak boros dan kurang telaten menjagai dan mengasuh anak mereka. Perselisihan kecil sering terjadi gara-gara masalah ini. Suami mengatakan bahwa dia sudah melakukan semua tugas yang seharusnya suami lakukan. Dimana dia sudah bekerja, dia yang sebagai kepala rumah tangga mencukupi kebutuhan keluarga dan melindungi keluarganya. Dan dia mengeluh karena sang isteri tidak berbuat seperti yang seharusnya seorang isteri kerjakan.

Lain lagi dengan keluhan sang isteri. Si isteri mengeluh mempunyai suami yang gila kerja. Selalu pulang larut malam dan jarang mempunyai waktu untuk keluarganya. Si isteri mengatakan bahwa dia sudah melakukan semua tugas yang seharusnya seorang isteri kerjakan, mulai dari mengurus anak, mengerjakan pekerjaan sehari-hari, mangantar sekolah sampai urusan atap bocor pun dia yang mengerjakan. Dia mengeluh mengapa suami tidak bisa selalu ada di saat dia membutuhkan seperti yang seharusnya demikian.

Seorang teman, kecewa dengan sahabatnya yang menurutnya tidak berbuat selayaknya seorang sahabat. Dia tidak bisa menjadi tempat berbagi lagi, dia lebih mementingkan kesibukannya sendiri dan yang paling teman sesali, dia sudah tidak dapat dipercaya lagi, karena sudah mengkhianati arti persahabatan mereka. Padahal dia sudah melakukan semua yang seharusnya seorang sahabat lakukan.

Berbuat kebaikan kepada orang lain dan bahkan kepada orang terdekat yang kita sayangi bukan berdasarkan kepada 'yang seharusnya'. Berbuat kebaikan harus berdasarkan kasih atau saling mengasihi. Dasar 'yang seharusnya' tadi, membuat hubungan kita menjadi kaku, dibatasi dengan apa yang seharusnya tadi. Sehingga sah-sah saja kita mengeluh dan bahkan complaint atas kekurangan orang lain, karena ada patokan yang kita pegang, yaitu seharusnya begini dan seharusnya begitu.

Menjadi suami ideal, isteri ideal, anak ideal, teman ideal, ortu ideal, dll bukan berdasarkan pada apa-apa yang sudah kita kerjakan atau yang seharusnya kita kerjakan. Perbuatan baik dan yang seharusnya, tidak akan menjadikan kita menjadi orang yang ideal. Karena ideal setiap orang berbeda. Ideal bagimu belum tentu ideal bagiku. Jadi sebaik-baiknya kita jika orang lain tidak suka tetep aja kita bisa disalahkan atau menjadi salah.

Berdasar kasih, kita bisa mengerti dan memaklumi orang lain jika terkadang melakukan kesalahan atau kurang ideal atau tidak sempurna. Karena memang tidak ada manusia yang sempurna, tetapi setidaknya kita berusaha untuk tidak membuat orang lain merasa lebih tidak sempurna lagi dengan banyaknya kekurangan-kekurangan yang sudah kita kemukakan. Biarlah kasih diantara kita menutupi kekurangan dan ketidaksempurnaan orang lain, sehingga hidup terasa lebih indah dan lebih bermakna.

Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.
Ams.10:12