Hanya Mengupayakan

Tuesday, June 30, 2009

Petani menanam padi, buah, sayur dsb dengan memberikan pupuk, air, obat dsb
dengan harapan semua yang diupayakan bisa memberikan hasil sesuai dengan harapan.

Orang tua mencari nafkah, mendidik dan membesarkan anak-anaknya,
mengupayakan kesehatan dan pertumbuhan anak mereka terjamin, sesuai dengan harapan mereka masing-masing.

Namun sering dilupakan, bahwa semua itu hanyalah upaya untuk menjadikan kehidupan lebih baik.
Dan ada kuasa lain yang tidak sekedar memelihara, tetapi yang memberi hidup dan pertumbuhan.

Petani mengupayakan segala sesuatu untuk menjadikan tanamannya bertumbuh dengan subur, tetapi dia tidak bisa menumbuhkan tanaman tersebut. Yang dia tahu hanyalah, mengupayakannya supaya bertumbuh subur. Sekali tanaman mati atau tidak bertumbuh, sia-sialah segala macam upaya yang dilakukan.

Demikian juga orang tua mengupayakan segala sesuatunya demi terjaminnya pertumbuhan anak-anaknya.
Tetapi tidak bisa menumbuhkan. Hanya mengupayakan pertumbuhannya.

Manusia sering lupa bahwa Allah lah yang memberi hidup dan pertumbuhan. Manusia sering menyombongkan dirinya bahwa merekalah yang mengupayakan segala sesuatu. Dan lupa bahwa semua itu hanyalah 'upaya' dan bukan hidup yang sesungguhnya.

Demikian pula dengan keselamatan. Manusia, tidak mungkin mengusahakan atau mengupayakan keselamatannya. Allah memberinya.

"Beginilah hal Kerajaan Allah itu:
seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun,
dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi,
~ ~ > bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya ~ ~
mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya,
kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
(Markus 4:26-28)

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah...
Hosea 4:6