OTK-Pelajaran 04

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Pertanyaan 04 | Referensi 04a | Referensi 04b

Nama Kursus : Orangtua Kristen
Nama Pelajaran : Tugas dan Tanggung Jawab Orangtua
Kode Pelajaran : OTK-P04

Pelajaran 04 - TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ORANGTUA

Daftar Isi

  1. Arti Tugas dan Tanggung Jawab
  2. Tugas dan Tanggung Jawab Orangtua
    1. Mengenalkan Anak akan Tuhan
    2. Mendidik dan Mengajar Anak
    3. Memelihara Anak
    4. Mengasihi Anak
  3. Pentingnya Tugas dan Tanggung Jawab Orangtua
    1. Tanggung Jawab Orangtua pada Tuhan
    2. Mencapai Tujuan dan Sasaran Pendidikan Kristen

Doa

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ORANGTUA

Anak adalah milik Tuhan yang dikaruniakan kepada orangtua untuk mengenal Tuhan dan diajar hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, orangtua harus menyadari tanggung jawabnya untuk membesarkan anak-anak dengan benar sesuai kebenaran firman Tuhan. Zaman sekarang, terlalu banyak pasangan yang mau menjadi orangtua, tetapi tidak mau menerima tanggung jawab sebagai orangtua. Tugas membesarkan dan mendidik anak-anak diserahkan kepada pemerintah, sekolah, gereja, pengasuh bayi, kerabat dekat, dsb.. Sementara itu, orangtua mengejar kepentingan lain. Dalam pelajaran ini, kita akan belajar mengenai tugas dan tanggung jawab orangtua. Apakah selama ini kita sudah menjalankan tugas dan tanggung jawab itu dengan benar?

  1. Arti Tugas dan Tanggung Jawab
  2. Definisi tugas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang wajib dikerjakan atau suatu pekerjaan yang sudah ditentukan untuk dilakukan. Dalam pengertian lain, tugas adalah pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seseorang. Sementara itu, tanggung jawab dapat diartikan sebagai suatu beban, kewajiban, tanggungan, ataupun tugas. Jadi, tanggung jawab adalah keadaan yang mewajibkan seseorang menanggung segala sesuatunya. Jika sesuatu terjadi sehubungan dengan hal yang ditanggungkan tersebut, orang tersebut boleh dituntut, dipersalahkan, dan diperkarakan.

    Orangtua adalah pihak yang mendapatkan anak sebagai karunia dari Tuhan. Jadi, orangtualah yang dituntut Tuhan untuk bertanggung jawab atas karunia tersebut. Sementara itu, anak adalah karunia sekaligus "beban" yang menjadi tanggungan bagi orangtua.

    Setelah kita memahami beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa orangtua adalah pribadi yang telah mendapatkan karunia sekaligus beban atau tugas pekerjaan untuk merawat anak-anaknya. Jika orangtua tidak melakukan kewajibannya tersebut, Tuhan memiliki hak meminta pertanggungjawaban mengenai baik atau tidaknya hasil pekerjaan orangtua ketika mendidik anak-anaknya. Alkitab dengan jelas memberikan petunjuk bahwa Allah menuntut tanggung jawab orangtua untuk membesarkan anak-anaknya.

    Titus 2:4 - Perempuan muda harus diajar untuk mencintai anak-anaknya. Cinta menuntut pemeliharaan terhadap mereka. Hal ini adalah sesuatu yang dapat dan harus dipelajari. Wanita yang tidak belajar tentang hal itu akan membuat firman Tuhan tidak dihormati (ayat 5).

    Efesus 6:4 - Ayah diperintahkan untuk membawa anak-anak mereka bertumbuh di bawah pemeliharaan dan perintah Tuhan. Ayah bertanggung jawab dan tidak punya hak untuk tidak melaksanakan tugas ini atau mencoba untuk mengalihkannya kepada orang lain.

    Kejadian 18:19 - Allah berkenan kepada Abraham karena ia memerintahkan anak-anaknya untuk tetap di jalan Tuhan. Dia tidak meninggalkan tugas ini kepada orang lain.

    1 Samuel 3:12-14 - Di sisi lain, ketika anak-anak Eli menjadi koruptor, Allah menuntut tanggung jawab Eli. Tuhan menegur Eli, bukan sekolah, atau pemerintah, atau bahkan istri Eli.

  3. Tugas dan Tanggung Jawab Orangtua
    1. Mengenalkan Allah kepada Anak
    2. Tugas utama orangtua Kristen adalah mengenalkan Allah kepada anak. Hidup seorang Kristen harus Teosentris dan Kristosentris yang artinya adalah harus berpusat kepada Allah dan kepada Kristus, dan itu harus diterapkan orangtua Kristen dalam membesarkan anak-anaknya. G. Reimer dalam bukunya yang berjudul "Ajarlah Mereka" mengemukakan bahwa orangtua adalah pihak pertama yang harus mengenalkan anak-anak kepada Tuhan melalui pembacaan Alkitab, mengajarkan kredo (pengakuan iman), dan mengajak anak untuk beribadah.

      Kita sudah mempelajari bahwa orangtua adalah wakil Tuhan di dunia. Orangtua memiliki tanggung jawab untuk membawa anak-anaknya datang kepada Tuhan. Hal itu berarti, kita harus mengenalkan Alkitab kepada anak. Alkitab merupakan pusat kebenaran bagi anak untuk mengenal Allah yang benar, mengetahui besarnya kasih Allah, belajar bagaimana mengasihi Allah, dan bagaimana anak-anak harus taat kepada-Nya. Tujuan utama mengenalkan Allah kepada anak adalah agar mereka menyembah, memuliakan Allah, dan menikmati keberadaan Allah di sepanjang hidupnya. Orangtua Kristen bertanggung jawab untuk menolong anak-anaknya memiliki hidup yang berkenan kepada Allah. Amsal 22:6 merupakan pernyataan umum dari kebenaran, di mana semua orangtua harus mendidik anak-anak mereka menurut jalan yang sesuai dengan ketetapan Tuhan, sehingga ketika anak-anak sudah menjadi orangtua, mereka tidak akan menyimpang dari jalan itu. Jika orangtua menaati firman Allah, kita dapat membesarkan anak-anak untuk melayani Tuhan dan anak-anak kita akan diselamatkan!

    3. Mendidik dan Mengajar Anak
    4. Orangtua bertanggung jawab penuh untuk mendidik dan mengajar setiap anak yang lahir dalam pernikahan mereka. Jangan berharap pemerintah yang akan mendidik anak-anak kita. Demikian juga dengan gereja, sekolah, tempat penitipan anak, orangtua kita, atau kerabat kita. Anak-anak lahir dari orangtua, dan orangtualah yang harus mendidik dan mengajar anaknya dengan benar!

      Pendidikan utama yang harus diberikan orangtua kepada anak adalah pendidikan rohani. Selanjutnya, orangtua perlu memberikan pendidikan umum untuk anak. Pendidikan rohani dalam keluarga Kristen berpusat pada Alkitab, yang adalah dasar pengajaran. Alkitab adalah firman Tuhan yang membawa manusia mengenal Allah yang benar, memahami keselamatan, mengetahui nilai-nilai kehidupan manusia yang telah diberikan kepada manusia, dan mengenal peraturan-peraturan yang harus ditaati dan larangan-larangan yang harus dihindari oleh manusia yang menyembah Allah.

      Keluarga Kristen pada masa kini juga harus menjalankan amanat Allah, seperti yang dilakukan oleh umat Allah dan keluarga dalam PL dan PB. Di era modern ini, orangtua Kristen harus memerhatikan pengajaran-pengajaran moral yang berasal dari luar kebenaran firman Tuhan. Di dunia ini, banyak ajaran yang berbeda karena banyaknya kepercayaan. Di Indonesia sendiri, kita mengenal enam agama yang sudah dilegalkan oleh pemerintah. Sementara itu, beberapa keyakinan lain di luar agama resmi masih berjalan. Dengan adanya fakta ini, orangtua harus mampu menanamkan keyakinan dalam diri anak-anaknya bahwa Allah yang benar adalah Allah yang mereka kenal dalam Alkitab.

      Selain pendidikan rohani, orangtua juga perlu memberikan didikan secara umum. Pendidikan secara umum adalah pendidikan tentang norma-norma dan nilai-nilai serta pengetahuan yang berlaku dalam masyarakat. Beberapa contoh didikan yang penting diberikan kepada anak-anak adalah hukum pemerintahan, hukum adat istiadat, hukum etika, dan sebagainya. Hal ini dilakukan supaya anak dapat diterima oleh masyarakat secara luas oleh karena tindakan dan pengetahuan mereka sesuai dengan hukum-hukum sosial masyarakat.

      Pendidikan yang diberikan orangtua kepada anak harus didasarkan dengan klasifikasi umur, mengingat bahwa daya tangkap anak berdasarkan usia berbeda-beda. Pada usia-usia tertentu, ketika anak sudah mulai belajar mandiri dan dewasa, orangtua hanya cukup memberikan bimbingan dengan mengontrol segala aktivitas belajar anak. Dalam keluarga Kristen, ayah adalah pemegang tonggak pendidikan. Artinya, ayah bertanggung jawab atas ada dan tidaknya ataupun berhasil tidaknya suatu pendidikan yang diberikan kepada anak dalam keluarganya.

    5. Memelihara Anak
    6. Memelihara berarti menjaga dan merawat dengan baik. Orangtua memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memelihara anak. Memelihara bukan sebatas kebutuhan jasmani anak, tetapi juga kebutuhan rohani dan psikologis anak. Anak adalah pribadi yang harus dipelihara dengan baik sehingga ada keseimbangan antara jasmani, psikologis, dan rohaninya.

      Pada masa postmodern seperti sekarang ini, kendalanya adalah orangtua lebih menekankan kebutuhan jasmani anak, sehingga orangtua akan sibuk bekerja. Apa keuntungannya bagi anak-anak jika kita memberikan seluruh kekayaan dunia kepada mereka, tetapi mereka terhilang selamanya? Banyak orangtua menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja supaya bisa memberikan hal-hal fisik/materi bagi anak-anaknya. Namun, orangtua begitu sibuk bekerja dan lalai untuk memberikan waktu serta perhatian kepada anak-anaknya. Di sisi lain, banyak orangtua yang menghabiskan berjam-jam dengan anak-anak mereka dalam kegiatan fisik atau materi: olahraga, klub, kegiatan sekolah, musik, dll., tetapi tetap saja penekanannya adalah materi, fisik, dan sosial. Kita perlu menyadari bahwa tugas memelihara anak termasuk di dalamnya adalah memelihara iman anak kita untuk terus terpaut pada Tuhan. Jangan biarkan filsafat dunia memengaruhi iman anak-anak kita. Mohonlah hikmat dari Tuhan agar kita dapat memelihara anak-anak kita dengan prinsip kebenaran yang sejati.

    7. Mengasihi Anak
    8. Kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada seseorang. Orangtua yang telah disentuh oleh kasih Tuhan akan memiliki ikatan kasih ilahi dengan anak yang dilahirkannya. Anak juga dapat merasakan ikatan kasih ilahi tersebut sehingga ia dapat mengasihi orangtuanya.

      Orangtua harus berlaku bijak ketika menerapkan kasih kepada anak. Jangan sampai kita menerapkan kasih sayang yang berbeda terhadap setiap anak, misalnya anak sulung diberikan kasih sayang yang lebih besar daripada anak bungsu, anak kandung lebih disayang daripada anak tiri, atau mengucilkan anak yang cacat fisik/mental dan menonjol-nonjolkan anak yang sempurna secara fisik/mental. Memang, setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda dan mungkin tidak bisa dididik dengan pendekatan yang sama. Namun, kasih yang kita berikan kepada anak harus bersumber dari kasih yang sama, yaitu kasih Allah. Kasih adalah dasar dalam membentuk keluarga yang harmonis. Jika dalam keluarga kasih bertumbuh dengan baik, kecil kemungkinan keluarga tersebut akan terpecah karena dasar utamanya, yaitu kasih Allah, telah diterapkan.

      Kita dapat mengungkapkan kasih kepada anak-anak dengan berbagai cara. Kasih bisa diungkapkan melalui perkataan yang penuh kasih, sentuhan fisik sebagai bentuk perhatian kepada anak, pemberian barang-barang tertentu yang bermanfaat untuk membangun anak, dan sebagainya. Satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengungkapkan kasih kepada anak adalah dengan mengenal karakter anak. Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam menerima kasih yang diberikan oleh orangtua. Anak juga punya cara tersendiri untuk mengekspresikan bahasa kasihnya kepada orangtua.

  4. Pentingnya Tugas dan Tanggung Jawab Orangtua
  5. Setelah mempelajari tugas dan tanggung jawab orangtua, kita perlu mengetahui bahwa orangtua menjalankan tugas dan tanggung jawabnya bukan sekadar karena kita adalah orangtua, tetapi ada makna khusus mengapa orangtua perlu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, yaitu:

    1. Tanggung Jawab Orangtua pada Tuhan
    2. Sebagai wakil Allah, orangtua bertanggung jawab kepada Tuhan atas anak-anak yang sudah diberikan dan dikaruniakan kepada orangtua. Karena itu, orangtua harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai orangtua dengan melakukan tugasnya sebaik mungkin. Allah menuntut pertanggungjawaban orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak. Dalam Efesus 6:4 dituliskan, "... didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."

      Menjadi orangtua berarti kita harus mendidik anak seturut dengan ajaran dan nasihat Tuhan. Dalam Kitab Amsal dituliskan bahwa tongkat pendidikan ada di tangan orangtua. Oleh karena itu, orangtua harus membawa anak-anak untuk mengenal Tuhan. Itulah pertanggungjawaban orangtua kepada Tuhan untuk mendidik anak-anak dalam jalan dan ketetapan Tuhan.

    3. Mencapai Tujuan dan Sasaran Pendidikan Kristen
    4. Tujuan dan sasaran pendidikan Kristen adalah anak-anak menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan. Untuk dapat mencapai hasil itu, orangtua sebagai guru bagi anak harus terlebih dahulu mengenal dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Orangtua harus mempunyai kepekaan akan pimpinan Tuhan, terbuka dengan pimpinan Tuhan sehingga kita dapat dipakai oleh Tuhan untuk mendidik anak-anak kita. Untuk menjadikan anak-anak kita menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan, kita perlu menjalankan tugas yang diberikan oleh Tuhan untuk menjadi orangtua sekaligus guru bagi anak-anak kita. Cinta akan Tuhan akan menjadikan kita sebagai orangtua yang baik.


Akhir Pelajaran (OTK-P04)


Doa

"Tuhan, aku bersyukur untuk setiap pelajaran yang sudah aku baca dan aku pelajari. Ajari aku untuk terus belajar kebenaran firman-Mu, menghormati kedua orangtuaku dan menjadi anak-anak atau orangtua yang senantiasa takut akan Tuhan. Terima kasih Tuhan. Amin."

[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]

Komentar