Pendidikan Teologi untuk Orang Kristen Awam

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Oleh: Luki F. Hardian

Ada sebuah pertanyaan penting yaitu mengapa ada sebutan orang Kristen Awam? Kemudian pertanyaan selanjutnya, mengapa orang Kristen Awam perlu belajar teologi? Yang kita sebut "Pendidikan Teologi untuk orang Kristen Awam".

Sebelum membahas kata 'Orang Kristen Awam' sebaiknya kita simak dulu arti kata awam menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu berarti:

  1. (sifat) umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa;
  2. (benda) orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara).

Jadi kata 'Orang Kristen Awam' bisa kita artikan orang Kristen kebanyakan, biasa dan bukan ahli atau bukan rohaniwan, dan ini diperkuat dengan banyaknya tulisan kristen seperti ; Di dalam Gereja terdapat pelayan-pelayan rohani yang dalam hukum juga disebut kaum rohaniwan; sedangkan lain-lainnya juga disebut kaum awam.

Melihat pembagian ini maka di sana ada sebuah jebakan yang tersembunyi yaitu sebagai orang Kristen kebanyakan kita lepas dari tanggung jawab tentang teologi Kristen, seolah-olah hal itu merupakan tanggung jawab rohaniwan. Sebagai orang Kristen awam yang kita perlukan hanya percaya kepada Yesus Kristus, tidak lebih karena toh ada Firman yang mengatakan : Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ayat ini merupakan pegangan orang Kristen seluruhnya, dan memang firman itu benar adanya, ini merupakan dasar utama, tetapi sebagai orang Kristen tetap harus bertumbuh agar tidak goyah. ‘Percaya’ adalah betul inti segalanya, tetapi juga ada perintah agar kita bertumbuh (Lukas 8:8).

Di dalam pergaulan sehari-hari kita sering mendengar Kristen KTP, ini lebih menyedihkan dibandingkan dengan Kristen Awam. Akan tetapi, sebelum kita menuduh orang lain yang merupakan orang Kristen KTP, ada baiknya kita memeriksa diri kita sendiri, jangan-jangan kita juga termasuk golongan itu. Sebagai buktinya, berapa banyak dari kita yang mengaku percaya kepada Kristus, dan juga berani menghadapi tamu yang tidak pernah kita undang tetapi tetap mengetuk rumah kita dengan dalih mengajarkan Alkitab dengan benar! Yaitu dari sekte 'Saksi Yehova' atau sekte - sekte lainnya yang intinya tidak mengakui Tritunggal Mahakudus. Tidak mengakui Kristus sebagai Tuhan, tidak percaya kepada Roh Kudus. Karena menurut mereka tidak masuk akal mereka! Belum lagi ketika menghadapi penganiayaan karena iman kita, bagaimana kita mempertanggung jawabkannya.
Perhatikan Firman pada 1 Petrus 3:15, tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, (16) dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

Bagaimana kita dapat siap sedia pada segala waktu? Kala seseorang mengaku beriman kepada Kristus, dan ia juga berkomitmen untuk mengikut Kristus.

Ada tulisan Pdt. RAHMIATI TANUDJAJA di majalah VERITAS 6/2 (Oktober 2005) yang saya kutip di bawah ini:
"Artinya, kosa kata "orang Kristen Awam",harus dihapuskan dari benak setiap orang Kristen. Apa arti dari kata "awam"? Kata awam dapat diartikan "biasa", "bukan profesional", atau "bukan ahli".Jadi, kalau saya katakan bahwa saya awam dalam soal kedokteran, itu berarti saya bukan ahli dalam bidang itu. Konsekuensinya, jangan harapkan informasi medis yang patut dipercayai keabsahannya dari saya, atau bahkan harus dimaklumi kalau saya sama sekali tidak dapat memberikan informasi soal medis kepada siapa pun. Oleh karena saya bukan seorang dokter. Saya awam dalam bidang kedokteran. Sekarang pertanyaannya, apakah orang Kristen, siapapun dia, pendeta/penginjil atau bukan, majelis atau bukan, pengurus komisi atau bukan, boleh mengatakan bahwa ia awam dalam kekristenan?

Saya sangat setuju dengan apa yang ditulis oleh Pdt. Rahmiati Tanudjaya, saya harus menghapus dari pikiran saya kosa kata "orang Kristen awam".
Lalu apa yang harus saya kerjakan selanjutnya, ya tentunya harus mau belajar teologi Kristen, harus berani belajar dan mengerti, dan kita mau dimuridkan oleh Yesus.

Billhull, sebagai pendeta dan penulis, pada buku ‘Complete Book of Discipleship’, yang sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dengan judul ‘Panduan Lengkap Pemuridan’ diterbitkan oleh Yayasan Gloria, menulis bahwa sebagai murid Kristus:

  1. Kita perlu visi yang menggugah.
  2. Kita perlu akuntabilitas untuk menerima didikan. Pelatihan meliputi pengulangan terus-menerus, maka ia memerlukan disiplin.
  3. Kita perlu struktur untuk memberdayakan kita.
  4. Kita perlu banyak relasi untuk mengalami kasih.

Kalau kita perhatikan point-point, sangat jelas kita harus mau menerima didikan. Kita tidak perlu takut menghadapi kata 'teologi' walau kalau melihat kamus besar Bahasa Indonesia kata 'teologi' adalah pengetahuan ketuhanan (mengenai sifat Allah, dasar kepercayaan kpd Allah dan agama, terutama berdasarkan pada kitab suci).

Yang sepintas dapat diartikan kita belajar tentang pengetahuan tentang Tuhan, yang secara salah diartikan belajar tentang siapa Tuhan termasuk sifat Tuhan. Nampaknya kita lebih tinggi dari Tuhan, padahal Tuhan itu tidak terjangkau oleh akal siapapun! Sehingga sering manusia terjebak bahwa segala sesuatu yang tidak masuk akal, mereka menolaknya mentah-mentah.

Beruntung saya menemukan tulisan B.F. Drewes, Julianus Mojau. 2006. Apa itu Teologi?. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm.17. "Dalam gereja Kristen, teologi mula-mula hanya membahas ajaran mengenai Allah, kemudian artinya menjadi lebih luas, yaitu membahas keseluruhan ajaran dan praktik Kristen." Saya merasa tertolong oleh cuplikan di atas, yaitu sebagai orang Kristen, saya harus belajar tentang seluruh ajaran Kristus, dan mempraktikkan ajaran tersebut"

Ketika kita mempraktikkan ajaran Kristus, kita baru layak disebut muridnya, atau pengikutNya. Jadi anda dan saya harus menggali, mengerti dengan benar apa yang Kristus ingini, lalu mempraktikkannya, belajar lagi, praktikkan kembali, demikian terus menerus secara berkesinambungan. Sehingga akhirnya kita layak disebut murid Yesus yang setia.

Persoalannya sekarang di mana saya dapat belajar? Bagaimana cara mengatur waktunya, sedangkan saya mempunyai pekerjaan tetap? Saya ingin belajar, bukan untuk menjadi rohaniwan tetapi saya ingin belajar agar saya dapat mempertanggung jawabkan mengapa saya Kristen! Saya ingin mempunyai dasar yang kuat, seperti yang tertulis pada Matius 7:24-25 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Suatu keuntungan bagi orang yang lahir dan hidup pada zaman sekarang ini, dalam era globalisasi, era informasi dan era internet. Saya menemukan sebuah Pendidikan Teologi untuk Orang Kristen Awam secara online yaitu PESTA. Pertanyaan saya terjawab sudah, karena melalui PESTA saya dapat belajar di rumah sesuai dengan waktu saya. Kurikulum disusun sedemikian rupa, langkah demi langkah. Jika kita tekun dan teguh, maka kata Kristen Awam di benak kita dapat kita hapus, walau dalam gereja saya tetap diakui sebagai kaum awam, hal ini tidak menjadi masalah sama sekali.

Jika Anda yang mengaku Kristen dan percaya bahwa Kristus itu Tuhan, tetapi ketika orang bertanya: Mengapa anda memilih menjadi Kristen, bukankah semua agama baik?, dan anda belum bisa menjawabnya, maka ini suatu pertanda bahwa anda harus belajar untuk dimuridkan.

PESTA mengajarkan kepada kita tentang 'Kebenaran Mutlak' seperti Dasar-dasar Iman Kristen, Doktrin Alkitab, Siapa Yesus Kristus, dan banyak lagi, seluruh materi pelajaran dapat kita lihat di Web: pesta.sabda.org. Sehingga siapa saja dapat belajar tanpa mempertentangkan denominasi, ini sebuah pendidikan Teologi lintas denominasi.

Mari kita belajar bersama, tumbuh bersama dan berjalan dengan mantap bersama Kristus, karena kita dengan mantap pula dapat mempertanggung jawabkan 'mengapa saya Kristen' dan yakin kepada Firman :"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku", dan tetap rendah hati sehingga mau membagikan Anugerah Kasih yang telah kita terima kepada sesama manusia.

Selamat belajar dan sampai jumpa di kelas-kelas PESTA, Tuhan Yesus memberkati.

Bogor, 29 September 2014

Luki F.Hardian

Komentar