PIR - Pelajaran 03

Nama Kelas : Pembinaan Iman Remaja
Nama Pelajaran : Bahan Pembelajaran Pembinaan Iman Remaja
Kode Pelajaran : PIR-P03

Pelajaran 03 -- Bahan Pembelajaran Pembinaan Iman Remaja

Daftar Isi

  1. Merancang Materi Pembelajaran
    1. Berdasar pada Alkitab dan Berpusat pada Kristus
    2. Tujuan Pembelajaran Jelas
    3. Bahan Pembelajaran Harus Sesuai dengan Kebutuhan Remaja
    4. Dilengkapi dengan Materi Pendukung
    5. Melibatkan Remaja dengan Memberikan Umpan Balik
  2. Topik Materi Pembelajaran
    1. Pengantar kepada Alkitab
      1. Tinjauan Alkitab PL dan PB
      2. Membaca dan Mempelajari Alkitab
    2. Memahami Allah Tritunggal: Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus
    3. Pengajaran Iman Kristen
    4. Kehidupan Kristen dan "Worldview" Kristen
    5. Pemuridan dan Penginjilan
  3. Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran
    1. Keuntungan Memakai Alat Teknologi dalam Pembinaan Iman Remaja
      1. Aksesibilitas
      2. Keterlibatan (Engagement) dan Personalisasi
      3. Kolaborasi
      4. Fleksibilitas
    2. Bahaya Pemakaian Teknologi
      1. Menjadi Gangguan (Distraksi)
      2. Kurangnya Interaksi Pribadi
      3. Konten yang Tidak Pantas
      4. Ketergantungan (Kecanduan)
  4. Evaluasi dan Pembaruan Materi Pembelajaran
    1. Pengukuran Efektivitas Materi Pembelajaran
    2. Pembaruan Konten Perubahan Tren Teknologi

Doa

Pelajaran 03: Bahan Pembelajaran Pembinaan Iman Remaja

Gereja harus melihat pembinaan praremaja dan remaja sebagai hal yang penting. Jika masa usia 10 - 18 tahun tidak dimenangkan dan dididik untuk takut akan Tuhan, masa-masa emas ini akan hilang selamanya. Pembinaan iman berperan besar dalam pertumbuhan iman dan pembentukan karakter mereka. Karena itu, pelayanan pembinaan praremaja dan remaja harus digarap dengan serius. Untuk mencapai tujuan tsb., diperlukan bahan pembelajaran yang efektif agar dapat mengarahkan program dan aktivitasnya ke arah dan tujuan pembelajaran secara menyeluruh.

  1. Merancang Materi Pembelajaran
  2. Pokok pikiran penting apa yang harus ada dalam materi pembelajaran?

    1. Berdasar pada Alkitab dan Berpusat pada Kristus
    2. Seluruh materi pembelajaran harus berdasar pada Alkitab karena Alkitab adalah firman Tuhan yang menjadi otoritas utama bagi hidup dan iman orang Kristen. Materi pembelajaran juga harus berpusat pada Kristus karena hanya dalam Dialah, kita mendapatkan hidup baru, makna hidup, dan tujuan hidup. Dua prinsip dasar ini digabungkan dalam praktik rohani yang relevan dengan kemampuan dan kebutuhan remaja (1 Timotius 3:16-17).

    3. Tujuan Pembelajaran Jelas
    4. Seluruh materi pembelajaran harus bertujuan untuk menolong remaja mengetahui prinsip iman Kristen seperti yang diajarkan dalam Alkitab dan hidup sesuai dengan kebenaran itu. Tujuan pembelajaran juga harus spesifik dan ada ada praktik nyata supaya tidak hanya sebatas teori karena apa yang dipelajari dapat diterapkan (Amsal 16:3).

    5. Bahan Pembelajaran Harus Sesuai dengan Kebutuhan Remaja
    6. Para pembina remaja harus melihat apa yang menjadi kebutuhan anak didiknya dalam kelompok atau komunitas tempat mereka tinggal karena itu juga bisa menjadi kebutuhan mereka pribadi. Setiap isi materi pembelajaran juga harus disesuaikan dengan usia, tingkat dan jenjang pendidikan, gaya belajar serta perkembangan yang terjadi pada pribadi dan keluarganya (1 Korintus 12:4-6).

    7. Dilengkapi dengan Materi Pendukung
    8. Pada era teknologi, tersedia banyak bahan pendukung mengajar, terutama alat-alat peraga digital yang dapat dipakai secara efektif (contoh: video, gambar ilustrasi, dsb.), yang sangat menolong memberi visualisasi, penjelasan tambahan, dan ilustrasi yang memperkuat pemahaman remaja terhadap materi yang diajarkan.

    9. Melibatkan Remaja dengan Memberikan Umpan Balik
    10. Umpan balik dari para remaja perlu dimasukkan dalam pengembangan bahan ajar. Mereka harus diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan tentang hal-hal yang telah dipelajari. Tanggapan ini dapat digunakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan bahan ajar agar lebih sesuai dengan tujuan pembelajaran, serta minat dan kebutuhan remaja yang dilayani (Amsal 19:20).

  3. Topik Materi Pembelajaran)
  4. Berikut ini adalah beberapa topik utama materi pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam menyusun bahan ajar bagi pembinaan iman remaja Kristen.

    1. Pengantar kepada Alkitab
    2. Pokok bahasan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada remaja mengenai Alkitab supaya remaja tahu bukan hanya tentang Alkitab, tetapi juga bagaimana mempelajari Alkitab secara sistematis dengan metode yang tepat.

      1. Tinjauan Alkitab PL dan PB
      2. Pembahasan harus meliputi, baik PL maupun PB, dengan meninjau latar belakang sejarah dan penulisan Alkitab, struktur dan susunan Alkitab, isi inti setiap kitab, serta tema sentral Alkitab. Dibahas juga berbagai jenis sastra dalam Alkitab, seperti narasi, perumpamaan, surat, puisi, nubuat, apokaliptik, dll., dan juga pengenalan tentang berbagai versi terjemahan dan bahasa Alkitab. Alat-alat digital sudah tersedia lengkap, termasuk pengantar Alkitab kamus Alkitab, dan peta Alkitab.

      3. Membaca dan Mempelajari Alkitab
      4. Pembahasan meliputi bagaimana membaca, mendengar, dan menonton Alkitab dengan benar, juga mempelajari metode-metode studi Alkitab yang bertanggung jawab dan menyenangkan. Tujuan utama adalah untuk menolong remaja bukan sekadar membaca, tetapi juga mengerti memahami ayat-ayat Alkitab.

    3. Memahami Allah Tritunggal: Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus
    4. Bagian penting yang harus remaja pelajari adalah pengenalan akan Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus sebagaimana yang dijelaskan oleh Alkitab. Pengenalan ini akan menolong remaja dekat dan intim dengan Allah.

      Topik-topik yang dapat diajarkan, antara lain:
      - Siapakah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.
      - Nama-nama, karya, sifat dan atribut Allah.
      - Kehidupan dan ajaran Yesus.
      - Karya penebusan Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
      - Peran Roh Kudus dalam kehidupan gereja dan orang Kristen.
      - Karunia-karunia Roh Kudus.

    5. Pengajaran Iman Kristen
    6. engajaran/doktrin Kristen harus diajarkan dengan cara yang menarik supaya remaja memiliki pola pikir yang benar sesuai kebenaran firman Tuhan (Alkitab). Dengan dasar-dasar pengajaran yang benar, maka iman remaja akan bertumbuh dengan kokoh dan tidak mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran sesat yang banyak beredar melalui dunia media sosial dan internet (Ulangan 4:10).

      Topik-topik yang dapat diajarkan, antara lain:
      - Doktrin Alkitab
      - Doktrin Allah Tritunggal
      - Doktrin Gereja
      - Doktrin Akhir Zaman

    7. Kehidupan Kristen dan "Worldview"" Kristen
    8. Remaja harus melihat kehidupan Kristen sebagai kehidupan yang bertumbuh karena menerapkan kebenaran firman Tuhan (Alkitab), bukan sekadar teori/doktrin. Ini sangat penting untuk menumbuhkan karakter Kristen yang berintegritas. Untuk itu, remaja harus diajarkan tentang "worldview" Kristen dan bagaimana melakukan disiplin rohani, seperti membaca Alkitab dan merenungkannya setiap hari, berdoa, beribadah dan melayani di gereja, dan bagaimana bersaksi (2 Timotius 3:10-15).

      Topik-topik yang dapat diajarkan, antara lain:
      - Bagaimana merenungkan firman Tuhan, berdoa, beribadah, melayani, bersaksi, dll..
      - Panggilan bergereja dalam kehidupan orang Kristen.
      - Bagaimana menjadi saksi Kristus?
      - Apa itu "Worldview" Kristen?
      - Bagaimana mengembangkan karunia rohani untuk melayani Tuhan.
      - Pentingnya mempertahankan iman.

    9. Pemuridan dan Penginjilan
    10. Untuk mendorong remaja Kristen turut ambil bagian dalam Amanat Agung dan misi Allah, remaja harus sedini mungkin dimuridkan dan belajar menjadi murid Kristus yang setia. Dengan menjadi murid Kristus, maka remaja bisa terlibat langsung dalam misi-misi penjangkauan (penginjilan) kepada remaja-remaja lain.

      Topik-topik yang dapat diajarkan, antara lain:
      - Panggilan setiap orang Kristen menjadi murid Kristus.
      - Misi Amanat Agung sebagai perintah bukan opsi.
      - Terlibat dalam misi Allah melalui penginjilan.
      - Penginjilan kepada remaja pada era digital.
      - Menjadi murid yang berbuah.

    Topik-topik materi pembelajaran di atas dapat dipecah menjadi unit-unit pelajaran tersendiri. Untuk menunjang pembelajaran, gunakan bahan-bahan digital Kristen alkitabiah yang sudah disediakan oleh banyak yayasan Kristen yang bertanggung jawab dalam format yang relevan dengan remaja, seperti aplikasi, video, audio, film, animasi, permainan, dll.. Ingatlah usia dan kedewasaan setiap remaja saat mengembangkan materi pembelajaran ini. Pastikan bahan menarik dan relevan dengan kehidupan mereka.

  5. Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran
  6. Remaja adalah generasi digital yang secara natural menggunakan teknologi dalam hidup mereka sehari-hari. Pembina perlu melibatkan teknologi dalam pembinaan remaja. Namun, tetap pertimbangkan keuntungan dan bahayanya ketika melibatkan teknologi dalam melayani mereka.

    1. Keuntungan Memakai Alat Teknologi dalam Pembinaan Iman Remaja
      1. Aksesibilitas
      2. Teknologi memudahkan remaja untuk mengakses sumber-sumber bahan rohani, tetapi perlu dipastikan bahan-bahan tersebut alkitabiah dan bukan ajaran sesat.

      3. Keterlibatan (Engagement) dan Personalisasi
      4. Teknologi menyediakan banyak kemampuan yang melibatkan remaja dalam proses pembelajaran dan personalisasi pengalaman belajar. Aplikasi, video, audio, animasi, film, komik, dan permainan interaktif dapat membuat kegiatan pembinaan menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

      5. Kolaborasi
      6. Teknologi dapat memfasilitasi kolaborasi di antara remaja dan pembinanya. Forum diskusi online dan alat konferensi video membantu remaja senantiasa terhubung dengan pembinanya meskipun tidak berada di lokasi yang sama dan pada saat yang sama.

      7. Fleksibilitas
      8. Teknologi dapat memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan platform pembelajaran online, remaja dapat melakukan studi Alkitab sesuai dengan kecepatan dan jadwal mereka sendiri.

    2. Bahaya Pemakaian Teknologi
    3. Beberapa bahaya ketika menggunakan teknologi dalam pembelajaran:

      1. Menjadi Gangguan (distraksi)
      2. Teknologi dapat menjadi gangguan jika remaja tidak memiliki kecerdasan digital saat menggunakannya. Teknologi harus digunakan dengan bijak dan aturan yang jelas.

      3. Kurangnya Interaksi Pribadi
      4. Teknologi dapat menyebabkan kurangnya interaksi tatap muka antara remaja dan pembinanya. Usahakan untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan interaksi tatap muka untuk mendahulukan relasi.

      5. Konten yang Tidak Pantas
      6. Internet memaparkan banyak konten yang membahayakan remaja. Waspadalah selalu dalam memantau konten yang diakses para remaja dan pastikan remaja memiliki kepekaan dalam menilai kebenaran.

      7. Ketergantungan (Kecanduan)
      8. Ada risiko ketergantungan yang berlebihan pada teknologi yang menyebabkan kurangnya kemampuan berpikir kritis dan mengatur waktu. Tingkatkan kecerdasan digital supaya mereka tahu batas kapan harus berhenti.

    Secara keseluruhan, teknologi dapat menjadi alat pendukung untuk pembinaan iman remaja, tetapi penting untuk menggunakannya dengan cara yang benar, motivasi yang benar, dan tujuan yang benar.

  7. Evaluasi dan Pembaruan Materi Pembelajaran
  8. Evaluasi materi penting dilakukan secara berkala untuk memastikan materi pembelajaran tepat dan mutakhir. Evaluasi bisa mencakup pengukuran efektivitas materi pembelajaran dan pembaruan konten dan perubahan tren teknologi.

    1. Pengukuran Efektivitas Materi Pembelajaran
    2. Pengukuran efektivitas materi pembelajaran adalah proses mengevaluasi sejauh mana materi ajar mampu mencapai tujuan yang ditetapkan. Dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
      - Tes/kuis sebelum dan sesudah pembelajaran.
      - Observasi terhadap partisipasi remaja dalam kelas.
      - Perubahan perilaku remaja setelah mengikuti pembelajaran.
      - Wawancara dengan remaja dan sesama pembina untuk mendapatkan umpan balik.
      - Dll..

    3. Pembaruan Konten Perubahan Tren Teknologi
    4. Sangat penting pembina remaja memperbarui konten materi ajar supaya tetap menjawab kebutuhan dan minat remaja. Demikian juga tren teknologi yang terus berkembang dengan pesat supaya terus relevan.

      - Mengangkat pengajaran Alkitab dalam ilustrasi yang kontekstual dengan kehidupan remaja.
      - Membahas topik-topik aktual yang sedang viral di kalangan remaja dan mengevaluasinya dari kacamata Alkitab.
      - Memperbanyak referensi alkitabiah dan kekinian sesuai dengan bahasa, gaya, dan kebutuhan remaja masa kini.
      - Menambah bahan ajar interaktif dan digital seperti video, kuis Alkitab, dll..
      - Pembina remaja perlu mengikuti tren teknologi dan bagaimana memanfaatkannya.
      - Dll..

    Dengan melakukan pembaruan berkala terhadap materi pembelajaran untuk pembaruan konten dan tren teknologi, pembina remaja dapat terus terhubung dengan situasi remaja dan kebutuhannya agar semakin efektif.

Akhir Pelajaran (PIR-P03)

Doa

"Bapa di surga, ajari aku untuk peka dalam mengenali sifat-sifat remaja supaya aku dapat membimbing mereka dengan baik. Berikan kreativitas dan inovasi sehingga remaja-remaja yang kulayani ini mengerti dan mengenal kasih-Mu yang luar biasa. Amin."

Taxonomy upgrade extras: 

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA