PIS - Pelajaran 03

Nama Kelas : Pengantar Injil Sinoptik
Nama Pelajaran : Injil Matius
Kode Pelajaran : PIS-P03

Pelajaran 03 -- Injil Matius

Daftar Isi

  1. Penulis Injil Matius
    1. Nama Penulis
    2. Pekerjaan Penulis
    3. Keraguan bahwa Matius Adalah Penulis Injil Matius
    4. Dukungan bahwa Matius Adalah Penulis Injil Matius
  2. Tahun dan Tempat Penulisan
    1. Tahun Penulisan
    2. Tempat Penulisan
  3. Tujuan Penulisan Injil Matius
    1. Yesus Adalah Mesias yang Dinubuatkan
    2. Jawaban tentang Siapakah Yesus
    3. Meneruskan Pengajaran Yesus
    4. Setiap Orang Harus Melakukan Amanat Agung
  4. Garis Besar Injil Matius
  5. Tema-Tema Utama Injil Matius
    1. Pengajaran Yesus
    2. Kerajaan Surga
    3. Allah Diperkenalkan sebagai Bapa
    4. Misi dan Pemuridan

Doa

Pelajaran 03: Injil Matius

Injil Sinoptik yang pertama adalah Injil Matius. Laporan sejarah dari bapa-bapa gereja menyebutkan bahwa Injil Matius adalah Injil yang lebih banyak dibaca oleh umat Kristen pada masa itu dibandingkan Injil-Injil yang lain.

  1. Penulis Injil Matius
    1. Nama Matius
    2. Injil Matius tidak menuliskan siapa nama penulisnya, tetapi sumber tradisi yang dapat dipercaya menyebutkan Matius adalah penulis Injil Matius. Nama "Matius" adalah nama yang umum dipakai dalam masyarakat Perjanjian Baru (PB). Akan tetapi, Matius yang dikenal sebagai penulis Injil Matius adalah anak Alfeus yang dipanggil Tuhan Yesus menjadi murid-Nya, seperti tertulis dalam Matius 9:9; Markus 2:14; dan Lukas 5:27. Oleh Markus dan Lukas, Matius disebut sebagai seorang Lewi.

    3. Pekerjaan Matius
    4. Matius juga disebut si pemungut cukai karena pekerjaannya adalah mengumpulkan pajak untuk pemerintah Roma yang biasanya dilakukan dengan cara meminta jumlah yang lebih besar dari seharusnya. Dari situlah, pemungut cukai mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karenanya, kebanyakan orang Yahudi tidak menyukai pemungut cukai (Matius 9:9-13; Markus 2:14-17; Lukas 5:27-32). Sebagai pemungut cukai, dapat dipastikan Matius memiliki kemampuan baca tulis yang baik.

    5. Keraguan bahwa Matius Adalah Penulis Injil Matius
    6. Walaupun biasanya ahli kritik Alkitab memercayai dan mengikuti tradisi bapa-bapa Gereja seperti Papias, Ireneus, dan Eusebius yang menyetujui bahwa penulis Injil ini adalah Matius anak Alfeus, tetapi berdasarkan masalah-masalah Injil Sinoptik, ada keraguan, khususnya sehubungan dengan sumber yang dipakai oleh Matius. Jika benar penulisnya adalah Matius anak Alfeus, murid Yesus, mengapa ia mengandalkan sumber dari Markus, yang bukan saksi mata atau murid Yesus.

      Hal lain yang menjadi keraguan adalah profesinya sebagai seorang pemungut cukai. Matius pastilah banyak bergaul dengan orang-orang non-Yahudi, tetapi jelas terlihat dari isinya, Injil Matius justru ditujukan untuk orang-orang Yahudi. Mungkinkah ada Matius yang lain?

    7. Dukungan bahwa Matius Adalah Penulis Injil Matius
    8. Walaupun perdebatan tentang penulis Injil Matius masih ada, tetapi pendapat berikut ini memberikan dukungan yang kuat bahwa Matius, anak Alfeuslah, penulis Injil Matius:

      - Matius telah mengikut Yesus selama 3 tahun sehingga pengalaman dan pengenalannya terhadap Yesus pastilah cukup banyak.
      - Sebagai keturunan Lewi, memungkinkan Matius menuliskan Injilnya dengan cara yang sistematis sebagaimana layaknya tulisan seorang yang berpendidikan dan mengenal isi PL dengan sangat baik.
      - Jika Matius bukan penulis Injil Matius, tetapi ada orang lain yang memakai namanya, hal ini sulit diterima karena Matius bukanlah rasul yang terkenal sehingga tidak ada alasan untuk mencatut namanya.
      - Matius adalah seorang Yahudi yang memiliki keterbukaan dalam mengungkapkan kegagalan Israel dan para pemimpin agamanya (Matius 23:1-36) sehingga pemberitaan kepada bangsa-bangsa lain (Matius 28:16-20) memberikan indikasi bahwa Matius mengenal dunia non-Yahudi dengan cukup baik.

    Latar belakang kehidupan Matius mengajarkan kepada kita bahwa Allah, dalam anugerah-Nya, dapat memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk menjadi murid-Nya dan melakukan misi pekerjaan-Nya.

  2. Tahun dan Tempat Penulisan
  3. Selain dari mengikut dan menjadi murid Yesus, Matius menyusun Injil Matius berdasarkan sumber-sumber tradisi lisan kisah Yesus yang saat itu sudah banyak beredar. Kapan dan di mana dia menuliskan Injilnya?

    1. Tahun Penulisan
    2. Tidak diketahui dengan persis kapan Injil ini ditulis. Akan tetapi, para ahli kitab memperkirakan Injil Matius ditulis antara tahun 50 sampai 65 M. Tahun ini dipilih karena kemungkinan besar Injil ini ditulis sebelum tahun penganiayaan orang Kristen di Yerusalem. Perkiraan tahun ini juga dipilih karena Bapa-bapa gereja menyebutkan bahwa Injil ini ditulis ketika para rasul (seperti Petrus dan Paulus) masih hidup. Bukti yang lain adalah bahwa pada tahun 70 M, pasukan Romawi di bawah pimpinan Jenderal Titus menghancurkan kota Yerusalem dan Bait Allah. Jadi, Injil Matius pastilah ditulis sebelum hancurnya kota Yerusalem pada tahun 70 M.

      Namun, ada pula pendapat yang memperkirakan bahwa Injil Matius ditulis sesudah tahun 70 M. Pendapat ini didapatkan dengan menafsirkan Matius 22:7; 24:3-28 yang mengacu pada peristiwa jatuhnya kota Yerusalem. Namun, pendapat ini kurang populer.

    3. Tempat Penulisan
    4. Tempat penulisan Injil Matius juga tidak diketahui dengan pasti. Pada mulanya, Injil Matius banyak digunakan oleh jemaat-jemaat di Siria-Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:19, 27), yang kebanyakan jemaatnya adalah orang Yahudi, salah satu jemaat tertua dan paling berpengaruh di daerah itu. Oleh karena itu, banyak ahli kitab berpendapat bahwa Matius menuliskan Injilnya di kota Antiokhia.

  4. Tujuan Penulisan Injil Matius
  5. Tujuan penulisan Injil Matius tidak dapat dilepaskan dari konteks kehidupan bangsa Israel pada awal abad pertama, yaitu kondisi politis masyarakat Yahudi pada masa akhir PL hingga masa awal PB. Kendati demikian, Matius memiliki beberapa alasan khusus mengapa ia menulis Injilnya, yakni:

    1. Yesus Adalah Mesias yang Dinubuatkan
    2. Melalui Injilnya, Matius ingin menunjukkan kepada pembacanya, yaitu orang-orang Yahudi, bahwa kisah Yesus adalah lanjutan dari kisah penyelamatan Allah yang sudah dinubuatkan dalam PL. Itu sebabnya, Matius banyak sekali memberikan kutipan-kutipan PL untuk membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, keturunan Daud, yang dijanjikan Allah. Injil Matius memuat 60 kali kutipan yang menyatakan bahwa Yesus adalah penggenapan seluruh nubuat dalam PL.

    3. Jawaban tentang Siapakah Yesus
    4. Matius ingin memberikan jawaban atas kebutuhan jemaat mula-mula mengenai berbagai pertanyaan yang timbul seperti siapakah Yesus? Mengapa Yesus harus mati disalib? Bagaimana Yesus bisa bangkit? Mengapa Yesus akan datang kembali ke dunia dan mengokohkan Kerajaan Allah? Injil Matius memberikan gambaran tentang kehidupan, pengajaran, terutama kesengsaraan Yesus dengan cukup lengkap karena memang untuk tujuan inilah Matius menuliskan Injilnya.

    5. Meneruskan Pengajaran Yesus
    6. Matius ingin mencatat dan meneruskan pengajaran yang disampaikan oleh Yesus kepada murid-murid yang lain dengan cara yang sistematis dan lengkap. Matius menyadari bahwa semua pengajaran yang telah Yesus sampaikan adalah pengajaran yang berkuasa, yang berlaku dari generasi ke generasi, dan berlaku pula untuk bangsa-bangsa non-Yahudi (Matius 1:5; 2:1-12; 3:9).

    7. Setiap Orang Harus Melakukan Amanat Agung
    8. Matius juga menginginkan setiap orang Yahudi yang sudah mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya turut mengambil bagian dalam memberitakan Injil untuk menjadikan segala bangsa murid Kristus (Matius 28:19-20). Itulah Amanat Agung Yesus yang harus dilaksanakan oleh semua orang percaya.

  6. Garis Besar Injil Matius
    1. Matius 1:1-4:11 Memperkenalkan Yesus sebagai Mesias
    2. Matius 4:12-18:35 Pelayanan Mesianis Yesus di Sekitar Galilea
    3. Matius 19:1-26:46 Puncak Pelayanan Mesianis Yesus di Yudea dan Yerusalem
      1. Matius 19:1-20:34 Perjalanan Yesus ke Yerusalem
      2. Matius 21:1-26:46 Minggu Terakhir Yesus di Yerusalem
    4. Matius 26:47-27:66 Yesus Ditangkap, Diadili, dan Disalibkan
    5. Matius 28:1-20 Yesus Bangkit
      1. Matius 28:1-10 Penemuan Luar Biasa Para Wanita
      2. Matius 28:11-15 Saksi-Saksi Palsu
      3. Matius 28:16-20 Amanat Tuhan Yesus yang Bangkit

  7. Tema-Tema Utama Injil Matius
  8. Injil Matius memiliki beberapa tema utama yang menjadi fokus dalam narasinya.

    1. Pengajaran Yesus
    2. Dalam Injilnya, Matius menekankan bahwa Yesus adalah seorang Guru Agung yang penuh dengan kuasa dan Dia mengajar dengan penuh kuasa (Matius 23:10; 26:18). Dalam Injil Matius sendiri, dicatat ada lima bagian besar pengajaran yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya:

      - Matius pasal 5-7: Khotbah di bukit.
      - Matius pasal 10: Yesus memanggil 12 rasul dan mengutus mereka.
      - Matius pasal 13: Yesus mengajarkan Kerajaan Allah dalam perumpamaan.
      - Matius pasal 18: Pengajaran tentang hidup sebagai warga Kerajaan Allah.
      - Matius pasal 24-25: Khotbah atau pengajaran tentang akhir zaman.

    3. Kerajaan Surga
    4. Kata "Kerajaan Surga" sering digunakan Matius dalam bukunya karena ini adalah inti dari pengajaran dan pekerjaan Yesus. Istilah "Kerajaan Allah" atau "Kerajaan Surga" memiliki arti yang sama. Akan tetapi, Matius, sebagai seorang Yahudi, lebih sering menggunakan istilah "Kerajaan Surga" dibandingkan dengan "Kerajaan Allah".

      Pengajaran mengenai Kerajaan Allah dalam Injil Matius memberikan pengertian yang baru bagi setiap orang yang membaca Injil Matius. Kerajaan Allah bukan hanya "sudah dekat" atau "sedang datang", tetapi Kerajaan itu juga "sudah datang" dalam pribadi Yesus (Matius 12:28). Kerajaan Allah disediakan bagi orang-orang yang percaya dan Matius juga menjelaskan bagaimana kita harus hidup sebagai warga Kerajaan-Nya (Matius 18). Bagi orang yang percaya, Kerajaan Allah haruslah menjadi prioritas utama, "Akan tetapi, carilah dahulu Kerajaan dan kebenaran-Nya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

    5. Memperkenalkan Allah sebagai Bapa
    6. Dalam Injilnya, Matius memperkenalkan kepada para pembaca tentang Allah sebagai Bapa dari Yesus Kristus. Dalam kehidupan dan pekerjaan Yesus, Matius selalu mengaitkannya dengan rencana Allah Bapa. Tidak hanya itu, semua orang yang percaya kepada Kristus juga adalah anak-anak Bapa, karena Dia adalah Bapa semua orang percaya.

      Sifat dan karakter Allah yang kebapaan juga ditunjukkan oleh Matius dalam Injilnya. Allah adalah Bapa yang murah hati. Ia memberikan yang terbaik bagi mereka yang meminta kepada-Nya (Matius 7:11). Allah Bapa juga mengetahui dengan benar setiap kebutuhan anak-anak-Nya. Karena itulah, orang-orang yang percaya disebut sebagai anak Allah dari Bapa yang di surga (Matius 5:16, 45; 7:11, 21; 10:32-33).

    7. Misi dan Pemuridan
    8. Misi yang dituliskan Matius dalam Injilnya menekankan bahwa orang Yahudi membutuhkan pembaruan secara rohani. Mereka perlu mengenal Yesus, Sang Mesias yang dijanjikan dalam PL. Lebih dari itu, Matius juga mencoba membawa orang Yahudi untuk memahami misi Allah pada masa PB, yaitu membawa keselamatan kepada semua orang dari segala bangsa. Visi dan misi penulisan Injil Matius sangatlah jelas bahwa keselamatan dan pembaruan iman itu disediakan bagi orang-orang Yahudi dan juga bangsa-bangsa lain. Matius 28:18-20 berisi "Amanat Agung Yesus Kristus" untuk semua murid-Nya.

      Demikian pula dengan pemuridan. Matius menekankan bahwa tugas seorang murid tidak hanya mendengar apa yang dikatakan oleh gurunya. Seorang murid juga memiliki tugas untuk melakukan dan mengaplikasikan pengajaran yang didapatkan dari Sang Guru Agung dalam kehidupan nyata (Matius 7:24-27). Murid yang belum mengenal sosok gurunya bukanlah seorang murid sejati. Demikian pula dengan para murid yang saat itu belum mengenal Yesus. Mereka baru mengenal Yesus setelah melihat apa yang dikerjakan oleh Yesus, baru pada saat itulah, mereka mengenal Gurunya, yaitu sang Mesias, Anak Allah (Matius 16).

Matius semula adalah seorang pemungut cukai yang dibenci oleh banyak orang, tetapi justru dipakai Allah untuk menyatakan Injil-Nya kepada seluruh dunia. Mari kita belajar dari Matius yang telah menyerahkan hidupnya bagi Allah. Jadilah terang yang bercahaya sehingga semua orang mengenal Kristus melalui terang Allah yang ada dalam kita.

Akhir Pelajaran (PIS-P03)

Doa

"Terima kasih Tuhan, hari ini aku dapat mempelajari Injil Matius dan penulis Matius. Aku bersyukur, melaluinya, aku semakin mengenal Mesias dan diajar bagaimana hidup menjadi warga Kerajaan Allah. Kiranya Engkau pakai aku seperti Engkau memakai Matius untuk menjadi alat-Mu yang berguna. Amin."

Taxonomy upgrade extras: 

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA