PPB-Pelajaran 04

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Pengantar Perjanjian Baru
Nama Pelajaran : Kitab-Kitab Injil dan Kehidupan Tuhan Yesus
Kode Pelajaran : PPB-P04

Pelajaran 04. KITAB-KITAB INJIL DAN KEHIDUPAN TUHAN YESUS

DAFTAR ISI

  1. Kitab-kitab Injil
    1. Asal-usul Injil
      1. Pengertian/Definisi
      2. Isi Kitab-kitab Injil
    2. Injil-injil Sinoptik
      1. Injil Matius ditulis lebih dahulu
      2. Injil Markus ditulis lebih dahulu
  2. Kehidupan Tuhan Yesus Kristus
    1. Pendahuluan
    2. Pelayanan Tuhan Yesus
    3. Gelar-gelar Tuhan Yesus
    4. Jabatan-jabatan Tuhan Yesus

DOA

KITAB-KITAB INJIL DAN KEHIDUPAN TUHAN YESUS

Bacaan Alkitab: "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah." (Markus 1:1)

  1. Kitab-kitab Injil

    Kitab-kitab Injil tidak sama dengan riwayat hidup Tuhan Yesus. Maksudnya adalah sebagai berikut: Kitab-kitab Injil itu bercerita tentang penderitaan dan kebangkitan Yesus Kristus ditambah dengan kata pendahuluan. Ada kalanya kata pendahuluan itu agak pendek seperti dalam Injil Markus (Markus 1:1-13). Tetapi dalam Injil Matius kata pendahuluan itu lebih panjang (Matius 1:1-4:11).

    Tidak dapat dilupakan bahwa kitab-kitab itu ditulis "untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus" (Matius 28:18-20). Lukas melengkapi hal ini dengan berkata bahwa maksudnya adalah "supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar" (Lukas 1:4).

    Jadi, kesimpulannya adalah walaupun ada perbedaan-perbedaan antara ke-4 Kitab Injil itu, namun semuanya bertujuan "Supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namanya" (Yohanes 20:31).

    1. Asal-usul Injil

      1. Pengertian/Definisi: Kata Injil dalam bahasa Yunani adalah 'euanggelion', artinya Kabar Baik. Kabar Baik tentang Yesus Kristus telah ditulis oleh keempat penulis Injil dan mereka mengakui bahwa Yesuslah Tuhan, Anak Allah dan Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama dan yang telah mengubah hidup mereka menjadi ciptaan baru.

      2. Isi Kitab-kitab Injil

        Dari maksud yang disebutkan oleh masing-masing penulis kitab-kitab Injil, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa kitab-kitab Injil mempunyai implikasi, yaitu:

        1. Kitab-kitab Injil bukanlah kitab-kitab yang ditulis oleh Tuhan Yesus sendiri, tetapi oleh murid dan pengikut-Nya.
        2. Kitab-kitab Injil bukanlah kitab-kitab yang berisikan "biografi" lengkap Tuhan Yesus, tetapi kisah selektif tentang kehidupan dan pengajaran Yesus Kristus selama kira-kira 3 tahun saja.

        3. Isi pemberitaan kitab-kitab Injil berhubungan erat dengan teologia sang penulis, yang secara khusus sangat berguna untuk jemaat Gereja Mula-mula, karena memberikan penyataan-penyataan besar dan definitif tentang diri Tuhan Yesus dan hubungannya dengan Allah.

        4. Isi kitab-kitab Injil itu sesuai dengan tujuan masing-masing penulisnya. Oleh karena itu sangat penting untuk mempelajari secara saksama latar belakang penulisnya untuk dapat mengerti isi Injil dengan tepat.

    2. Injil-injil Sinoptik

      Istilah "Sinoptik" berarti "melihat dari sudut pandang yang sama". Dalam hal ini Kitab-kitab Injil yang dimaksud adalah Injil Matius, Markus, dan Lukas. Sedangkan yang disebut sebagai "masalah sinoptik" adalah masalah yang muncul sehubungan dengan sumber apa yang dipakai oleh ketiga Injil; apakah sumber yang dipakai sama? Kalau betul sama, mengapa mereka membuat 3 kesaksian yang berbeda? Jawaban terhadap "masalah sinoptik" ini adalah:

      1. Injil Matius ditulis lebih dahulu: Agustinus, pada abad ke-4, berpendapat bahwa Matius menulis lebih dahulu, lalu Markus membuat ringkasannya dan Lukas menulis berdasarkan Matius dan Markus. Masalah yang timbul dengan pendapat ini:
        1. Markus tidak menuliskan inti pemberitaan dengan proporsional yang baik.

        2. Bahasa yang dipakai Markus memiliki kualitas lebih rendah dari pada Matius dan Lukas.

      2. Injil Markus ditulis lebih dahulu: Lebih banyak ahli kritik sastra Alkitab yang menerima pendapat bahwa Markus telah ditulis terlebih dahulu dan menjadi sumber bagi Matius dan Lukas. Hal ini terlihat dari:

        1. Pemakaian kata-kata: Setengah kosakata yang dipakai Markus terdapat dalam Matius dan Lukas; tetapi ada bagian yang sama yang hanya ada di Matius dan Lukas.

        2. Urutan: Matius, Markus dan Lukas memakai urutan peristiwa dan garis besar yang sama dalam penyusunan tulisannya.

        3. Isi: 606 ayat dari 661 ayat dalam Markus ada di Matius (1060); dan 350 ayat dari Markus ada di Lukas (1150). Kalau Matius dan Lukas dibandingkan maka ada 250 ayat yang sama, tapi tidak ada dalam Markus.

        4. Gaya bahasa: Markus memakai bahasa Yunani yang lebih rendah kualitasnya daripada Matius dan Lukas. Juga Markus memakai beberapa bahasa Aram di tulisannya.

  2. Kehidupan Tuhan Yesus Kristus

    Dari keterangan yang didapatkan dalam kitab-kitab Injil, dan juga tulisan sejarahwan Yahudi, F. Yosefus, dan cerita-cerita tradisi yang beredar pada zaman itu, maka kehidupan Tuhan Yesus bisa diringkas sbb:

    1. Pendahuluan

      1. Silsilah Tuhan Yesus

        Injil Matius (Matius 1:1-17) memberikan urutan kronologis silsilah Tuhan Yesus, dengan jelas terlihat bahwa secara biologis Tuhan Yesus adalah keturunan raja Daud, tepat seperti apa yang dinubuatkan dalam Yesaya 11:1; Yeremia 23:5.

      2. Tahun Kelahiran Tuhan Yesus

        Tahun kelahiran Tuhan Yesus dapat diketahui dengan berbagai cara, yaitu baik dari data-data eksternal atau juga dengan melihat data dari Alkitab sendiri:

        1. Data Matius 2:1: Karena Herodes Agung mati pada tahun 4 SM, maka dapat dipastikan bahwa Yesus lahir sebelum 4 SM.

        2. Data Lukas 2:1-2: Data di luar Alkitab (Yosefus) membenarkan bahwa memang pernah ada sensus yang diselenggarakan pada permulaan tarikh Masehi. Dan ada seorang yang bernama Kirenius yang dikirim ke Siria dan Yudea untuk tugas itu. Tetapi kalau itu benar, maka tahun kelahiran Yesus adalah sekitar tahun 6-7 M.

        3. Data Lukas 3:1: Tiberius menjadi penguasa kekaisaran Roma pada tahun 14 M, tahun ke-15 adalah tahun 28 M. Tetapi menurut data diketahui bahwa Tiberius sudah memegang kekuasaan tiga tahun sebelumnya. Sehingga bisa disimpulkan pada tahun 25-26 M, Tuhan Yesus berumur 30 tahun. Jadi kelahirannya antara 5-4 SM, yaitu sebelum Herodes meninggal.

      3. Masa Muda Tuhan Yesus

        Tidak banyak data yang bisa dikumpulkan tentang masa kanak-kanak Yesus. Tapi dari Injil Lukas dan latar belakang tradisi Yahudi, dapat disimpulkan bahwa:

        1. Keluarga Yesus mengikuti tradisi Yahudi, Yesus disunat pada hari yang ke delapan (Lukas 2:21). Untuk itu Ia dibawa ke Bait Suci untuk mengesahkan sunat-Nya. Ia juga "ditebus" dengan membayar persembahan sebanyak 5 syikal (sepasang burung tekukur dan 2 anak burung merpati). Dan untuk pentahiran-Nya, Maria memberikan kurban untuk orang miskin (Lukas 2:24).

        2. Karena ancaman kekejaman raja Herodes Agung yang ketakutan karena berita yang di bawa orang Majus, bahwa telah lahir "Raja orang Yahudi", maka oleh mimpi, Yusuf dituntun untuk membawa keluarganya meninggalkan Bethlehem dan mengungsi ke Mesir (Matius 2:14). Setelah Herodes mati, barulah mereka kembali. Tetapi karena anak raja Herodes (Arkhelaus) masih memerintah di Yudea, dan karena tuntunan mimpi, maka akhirnya mereka menetap di Nazaret (Matius 2:19-23).

        3. Yusuf adalah seorang tukang kayu. Profesi pekerjaan masyarakat biasa yang dapat ditemui di kota kecil Nazaret. Jadi dapat dipastikan Yesus juga mempunyai keterampilan seperti ayah-Nya. Tapi yang jelas kita ketahui bahwa keluarga Yusuf tidaklah tergolong kaya, malah dapat dikatakan miskin.

        4. Walaupun Yesus tidak berasal dari keluarga kaya, tapi terlihat bahwa Yesus mempunyai pendidikan yang cukup baik. Bahkan ia dapat membaca bahasa Ibrani (Lukas 4:16-20).

        5. Karena dibesarkan di daerah Galilea, dimana banyak tinggal orang-orang bukan Yahudi, Yesus kemungkinan besar dapat berbicara 3 bahasa (Aram, Yunani, Ibrani).

        6. Satu-satunya data tentang masa muda Yesus adalah ditemukan dalam Lukas 2:40-52, yaitu pada waktu Yesus berusia 12 tahun, ketika Ia mengunjungi Bait Allah. Pengetahuan-Nya tentang Perjanjian Lama sangat mencengangkan para ahli Taurat.

    2. Tuhan Yesus Dibaptis

      Pada umur 30 tahun, Tuhan Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis. Yohanes pertama menolak, karena baptisan Yohanes adalah baptisan untuk pertobatan dosa. Namun Yesus mau merendahkan diri untuk sama seperti manusia berdosa (meskipun Ia tidak berdosa) dan mau memikul dosa umat manusia, karena itulah yang dikehendaki Allah Bapa (Matius 3:15). Kalau dibandingkan dengan Markus 11:38, maka baptisan Yesus ini juga merupakan permulaan jalan salib yang akan dilalui-Nya.

      Kata-kata yang diserukan oleh Bapa pada waktu pembaptisan (Markus 1:11) merupakan pendobrakkan terhadap konsep eskatologi Yudaisme tentang Mesias. Setelah peristiwa baptisan yang sangat menguatkan ini, Yesus dibawa oleh Roh untuk dicobai oleh iblis.

  3. Pelayanan Tuhan Yesus

    1. Pelayanan di Yudea

      Pelayanan awal Tuhan Yesus dilakukan pertama di daerah Yudea. Hanya Injil Yohanes saja yang memberikan kesaksian tentang pelayanan Tuhan yang pertama-tama, khususnya tentang hubungan-Nya dengan Yohanes Pembaptis. Di Betani Tuhan Yesus memilih 5 murid-murid-Nya yang pertama. Lalu Yesus ke Kana (daerah Galilea) dan membuat mukjizat-Nya yang pertama. Lalu ke Kapernaum dan Yerusalem untuk perayaan Paskah. Di sini Yesus mulai menunjukkan kewibawaan-Nya dengan membersihkan Bait Suci. Untuk beberapa saat Yesus melayani di Yerusalem. Percakapan dengan Nikodemus juga terjadi pada saat itu. Pemenjaraan Yohanes Pembaptis, mendorong Yesus pergi ke daerah Galilea. Dalam perjalanan ke sana Yesus sempat berbicara kepada perempuan di Samaria.

    2. Pelayanan di Galilea

      Kapernaum sering disebut sebagai markas pelayanan-Nya. Selain mengajar di sinagoge-sinagoge pada hari Sabat, Tuhan Yesus sering dijumpai membuat mukjizat dan menyembuhkan orang sakit, sehingga membuat-Nya sangat populer, khususnya dikalangan rakyat jelata. Namun demikian, sikap permusuhan orang Farisi dan ahli Taurat terhadap diri-Nya juga semakin kelihatan jelas. Pemilihan ke-12 murid memulai babak baru pelayanan misi Yesus. Pelayanan Yesus menjadi semakin luas dan banyak orang mengikut Yesus, baik untuk motivasi yang benar maupun salah, karena mereka melihat kuasa yang luar biasa melalui mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus dan juga pengajaran-Nya.

      Pada akhir pelayanan-Nya di Galilea Yesus mulai banyak mengkonsentrasikan diri kepada 12 murid-murid-Nya. Dan karena semakin keras para ahli Taurat dan Farisi melawan pelayanan Yesus (termasuk usaha untuk menangkap Dia), maka mulailah Yesus mengundurkan diri dari penampilan secara umum. Mereka tidak berhasil mencelakai Yesus karena waktu-Nya belum sampai.

    3. Pelayanan di Daerah Perea

      70 orang diutus oleh Yesus untuk pergi ke seluruh kota Israel memberitakan tentang "Kerajaan Allah". Yesus masih tetap mengajar dan membuat banyak mukjizat meskipun banyak tantangan. Yesus semakin melihat bahwa waktu kesengsaraan akan segera datang sehingga Ia banyak berbicara tentang kesengsaraan dan kematian-Nya kepada murid-murid-Nya.

    4. Minggu terakhir dan Kematian Yesus

      Persiapan kematian-Nya didahului dengan peristiwa-peristiwa berikut ini: pengurapan dengan minyak Narwastu oleh Maria, Yesus ke Yerusalem dan disambut dengan sorakan "Hosana", perjamuan malam dan mencuci kaki murid-murid-Nya. Sebelum peristiwa perjamuan makan malam terakhir, (pada hari Paskah) Yudas telah terlebih dahulu mengkhianati Yesus dengan menjual-Nya kepada pihak Sanhedrin seharga 30 keping perak (harga seorang budak pada zaman itu). Pada saat Yesus ada di taman Getsemani, berdoa, para prajurit menangkap Yesus dengan bantuan Yudas.

      Proses pengadilan Yesus dilaksanakan dengan sangat tidak adil, karena walaupun tidak ditemukan satu kesalahan pun Yesus tetap dijatuhi hukuman mati. Yesus disalib pada pukul 9 pagi, hari Jumat. Menjelang petang Yesus mati. Tubuh-Nya diambil dan dikuburkan oleh Yusuf Arimatea dan Nikodemus.

    5. Kebangkitan Yesus

      Pada hari yang "ketiga" (Minggu), Yesus bangkit dari kematian. Para wanita yang akan memberi rempah-rempah menemukan kubur kosong. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus masih melayani murid-murid-Nya, yaitu dengan menguatkan dan menghibur mereka serta memberikan perintah-Nya yang terakhir, yang dikenal sebagai Amanat Agung Yesus Kristus.

  4. Gelar-Gelar Tuhan Yesus

      Anak Manusia

      Gelar yang hanya diberikan kepada Tuhan Yesus. Gelar yang memberikan konsep baru yang tidak sama dengan konsep Mesias Yudaisme (Matius 9:6; 10:23; 11:19).

  5. Mesias

    Gelar yang mempunyai makna yang sama dengan Kristus, yang dalam bahasa Ibraninya berarti "Yang diurapi" (Kisah Para Rasul 4:27; 10:38; Markus 9:41:14:61-62).

  6. Anak Allah

    Gelar yang menunjukkan ke Allahan-Nya, sebagai Oknum kedua dari Allah Tritunggal (Matius 4:3, 6; 16:16; Lukas 22:70; Yohanes 1:49).

  7. Tuhan

    Gelar yang biasa dipakai untuk menunjukkan pemilikan ("Tuan"), tetapi kadang juga dipakai untuk menunjukkan ke-Allahan (Markus 12:36- 37; Lukas 2:11; Matius 7:22)

  • Jabatan-Jabatan Tuhan Yesus

    1. Sebagai Nabi

      Perjanjian Lama memberikan nubuatan, bahwa Allah akan memberikan Nabi besar yang akan membawa Firman Allah secara utuh kepada umat-Nya (Ulangan 18:15), Yesuslah Nabi yang dinubuatkan itu (Kisah Para Rasul 3:22).

    2. Sebagai Imam

      Imam adalah seorang yang dipilih Allah untuk mewakili manusia bertemu dengan Allah, khususnya untuk mempersembahkan korban sebagai "pendamaian". Yesus sendirilah yang telah menjadi Kurban Pendamaian antara manusia dengan Allah (Ibrani 7:25; 9:24).

    3. Sebagai Raja

      Yesus telah memerintah dan berkuasa atas segala sesuatu atas nama jemaat-Nya karena Ia adalah "kepala" jemaat (Efesus 1:22), Ia juga telah menang melawan kuasa si Jahat (1 Korintus 15:24-28) sehingga Ia berkuasa atasnya selama-lamanya.

      Tidak mungkin kita dapat melihat seluruh kehidupan, pelayanan dan pengajaran Tuhan Yesus secara lengkap dalam salah satu Injil saja. Hal ini jelas terlihat dari pengakuan dari penulis Injil sendiri bahwa ada banyak hal yang belum/tidak mereka catat dalam Injil mereka (Yohanes 20:30). Namun demikian pengajaran penting yang Yesus ajarkan selama di dunia telah secara lengkap dicatat oleh keempat Injil. Oleh karena itu untuk melihat secara lengkap sangat penting jika kita melihat keempat Injil secara bersamaan.



  • Akhir Pelajaran (PPB-P04)

    DOA

    "Engkaulah Allah yang Mahabesar, kepada-Mu tiap mulut mengagungkan nama-Mu yang kudus.... Ya Anak Allah. Aku hendak berterimakasih karena Kau rela mati untuk menebus dosa-dosaku. Terpujilah Engkau, Allah yang berdaulat sekarang dan selama-lamanya." Amin

    [Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]

    Taxonomy upgrade extras: