PPL-Pelajaran 03

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Pengantar Perjanjian Lama
Nama Pelajaran : Sejarah Perjanjian Lama
Kode Pelajaran : PPL-P03

Pelajaran 03 - SEJARAH SINGKAT PERJANJIAN LAMA

Daftar Isi

  1. Hal-hal Penting Dalam Mempelajari Sejarah Perjanjian Lama
    1. Sejarah Perjanjian Lama adalah Sejarah Kehidupan Manusia yang Nyata
    2. Sejarah Perjanjian Lama adalah Pekerjaan Allah
    3. Sejarah Perjanjian Lama adalah Sejarah Keselamatan
  2. Kronologis Sejarah Perjanjian Lama
    1. Zaman Adam sampai Abraham (kira-kira 5000 - 4000 sM)
    2. Zaman Patriark-Patriark (kira-kira 2000 - 1400 sM)
    3. Zaman Keluar dari Mesir (kira-kira 2000 - 1400 sM)
    4. Zaman Hakim-Hakim (kira-kira 1400-1050 sM)
    5. Zaman Kerajaan Bersatu (kira-kira 1050 - 931 sM)
    6. Zaman Kerajaan Terpisah (kira-kira 930 - 586 sM)
    7. Zaman pembuangan di Babel dan kembali ke tanah Israel (kira-kira 587 sM)

Doa

SEJARAH SINGKAT PERJANJIAN LAMA

Seperti yang telah disinggung pada pelajaran sebelumnya bahwa sebagian besar Kitab-kitab dalam PL berisi cerita sejarah, khususnya tentang sejarah bangsa Israel. Cerita-cerita tersebut bukanlah cerita yang sekadar kita dengar lalu kita lupakan, karena ada makna teologis yang dapat ditarik kalau kita mempelajari dengan teliti dan dengan tujuan yang benar.

Perjanjian Lama memperlihatkan kepada kita sejarah zaman purba dari sudut pandang ilahi. Sejarah dikemukakan dan bersifat linear - yakni, sebagai permulaan, titik pusat (Yesus Kristus), dan akhir. Diperlihatkannya kepada kita bahwa sejarah berlangsung secara bertahap dengan setiap tahap dibangun di atas tahap yang sebelumnya. Perjanjian Lama harus dilihat sebagai penyajian sifat-sifat Allah dalam perbuatan. Kita dapat mengetahui siapa Allah itu dan seperti apa Dia dengan jalan mendengar apa yang sudah dan yang akan dilakukan-Nya. Sesudah kita mengetahui siapa Dia, dan seperti apa Dia, maka tanggapan yang selayaknya adalah penyembahan, komitmen dan pelayanan.

Alkitab menerangkan bahwa Allah bekerja untuk mengendalikan sejarah sesuai dengan rencana-Nya. Tidak seperti sejarah-sejarah lain yang ditulis dalam dunia zaman purba, Alkitab tidak melakukan penyembahan terhadap tokoh-tokoh yang dianggap sebagai pahlawan. Alkitab memperlihatkan tokoh-tokoh utama dalam sejarah sebagaimana adanya, bahkan ketika hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang serius. Misalnya, bagaimana Daud (sebagai penulis mazmur) dapat melakukan pembunuhan, perzinaan, dan poligami (2 Samuel 11-12). Namun, Alkitab dengan terus terang mengatakan bahwa ia telah melakukan semuanya itu. PL mencatat sejumlah mukjizat yang menampakkan kuasa Allah. Berbagai mukjizat tersebar di seluruh narasi, tetapi secara khusus muncul dalam hubungannya dengan Musa, Yosua, Samuel, Elia dan Elisa (misalnya 1 Raja-raja 17:17-24). Kejadian-kejadian yang ajaib ini tidak diangkat sebagai kejadian yang biasa dalam kehidupan orang-orang ini. Kejadian-kejadian itu menyatakan kuasa Allah.

Mempelajari sejarah PL harus dimulai dengan kerinduan untuk mengerti maksud dan rencana Allah berintervensi (turut campur tangan) dalam sejarah manusia. Hal inilah juga yang mendorong para ahli Alkitab untuk meneliti dan menyusun urutan kejadian-kejadian dalam Alkitab untuk melihat kembali bagaimana Allah berkarya, menyatakan Diri-Nya dan bagaimana Ia bertindak dan berhubungan dengan manusia. Tindakan Allah dalam sejarah ciptaan-Nya ini membuktikan akan penyertaan dan pemeliharaan Allah terhadap ciptaan-Nya. Apa yang Allah kerjakan dan tunjukkan di masa lampau dalam sejarah PL, memberikan dampak dan pengharapan bagi kita yang hidup pada masa kini.

Sejarah PL mempunyai banyak ciri yang menarik. Kejadian-kejadian digambarkan dengan sangat jelas, hidup, dan ringkas, tetapi tidak selalu mengikuti urutan kronologis yang ketat (misalnya Kejadian 2, kitab Hakim-Hakim). Alkitab memusatkan perhatian pada persoalan yang penting dari segi teologis, maka beberapa hal tidak disebutkan sama sekali dan hal-hal lain diuraikan dengan terperinci. Inti sejarah PL adalah cara Allah mengerjakan keselamatan dengan Kristus sebagai perwujudan dan sasarannya. Amanatnya jelas, baik di Kitab Samuel, Raja-Raja maupun di kitab Tawarikh, namun kedua "sejarah" ini berbeda. Yang pertama memperlihatkan sejarah melalui pandangan para nabi, sedangkan yang kedua menggambarkan sejarah dari segi pandangan imam atau hanya menyajikan suatu kejadian. Kedua sejarah ini saling melengkapi dan tidak bertentangan.

Untuk lebih jelasnya di bawah ini adalah hal-hal penting yang perlu diketahui dalam mempelajari sejarah PL ini.

  1. Hal-hal Penting Dalam Mempelajari Sejarah Perjanjian Lama

    1. Sejarah Perjanjian Lama adalah Sejarah Kehidupan Manusia yang Nyata

      Sejarah PL bukanlah cerita-cerita usang belaka dari suatu bangsa yang hanya rekaan manusia. Sejarah PL adalah kisah dari sebuah bangsa yang betul-betul ada di dunia, yang telah dipilih Allah untuk menjadi saluran kasih-Nya. Setiap kejadian yang ada dalam sejarah PL merupakan sebuah mata rantai sejarah Keselamatan Allah yang panjang yang saling menyambung, karena kisah yang ada dalam PL tersebut. satu dengan yang lain memiliki hubungan atau kaitan yang sangat erat, baik hubungan sebagai kelanjutan cerita, tapi juga hubungan akan penggenapan atas nubuat yang telah diberikan sebelumnya.

    2. Sejarah Perjanjian Lama adalah Pekerjaan Allah

      Alkitab PL bukan saja meliputi cerita kronologis bangsa Israel dari permulaan pemilihan sampai zaman Yesus Kristus, tapi adalah sejarah pekerjaan Allah yang terus menerus dinyatakan di dalam kehidupan orang-orang Israel agar mereka mengerti tujuan pekerjaan dan rencana karya Allah untuk keselamatan mereka serta menjadikan mereka rekan kerja Allah.

    3. Sejarah Perjanjian Lama adalah Sejarah Keselamatan

      Dari peristiwa-peristiwa yang disusun secara kronologis maka terlihatlah suatu benang merah dalam seluruh sejarah umat manusia, yaitu Sejarah Keselamatan yang Allah anugerahkan kepada manusia. Manusia yang telah jatuh dalam dosa dan terputus hubungan dengan Allah diberikan pengharapan baru; dan pada setiap generasi, sejarah mencatat, Allah selalu mengulangi panggilan-Nya agar manusia berbalik dan menerima keselamatan yang dari Tuhan.

      Dari tiga hal di atas jelaslah bahwa untuk mempelajari sejarah PL kita harus melihat keseluruhan beritanya dalam konteks yang tepat. Sejarah PL bukan berisi perintah-perintah yang harus kita ikuti atau cerita yang bisa kita ambil dan mengerti secara terpisah-pisah, karena masing-masing peristiwa memiliki latar belakang historis yang menuju ke satu berita utama, yaitu berita Keselamatan. Oleh karena itu mempelajari sejarah PL akan menolong kita secara langsung untuk mempelajari konteks dalam menafsirkan berita PL secara benar.

  2. Kronologis Sejarah Perjanjian Lama

    Sebelum memberikan garis besar sejarah seluruh PL, perlu terlebih dahulu kita mengerti bagaimana para ahli Alkitab dan sejarah menentukan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa secara kronologis.

    Penentuan waktu kronologis sejarah PL (dari masa penciptaan, Adam dan seterusnya) tidak begitu mudah untuk dipastikan, karena Alkitab sendiri tidak ditulis untuk maksud memberikan catatan kronologis yang urut dan lengkap. Tujuan Alkitab mencatat peristiwa-peristiwa penting adalah untuk memberikan gambaran sehubungan dengan bagaimana Allah bertindak terhadap manusia pada tempat dan waktu saat itu. Salah satu cara menentukan waktu kejadian penciptaan Adam adalah dengan teori Ussher (sekalipun sekarang teori ini tidak populer), yaitu dengan cara menjumlahkan ke belakang genealogi (silsilah) dan data-data kronologis lain yang terdapat dalam PL (dengan asumsi bahwa silsilah-silsilah PL semua lengkap dan berurutan). Dengan cara ini ditentukan bahwa waktu penciptaan Adam adalah tahun 4004 sM. Banyak orang masih memakai pedoman tarikh waktu Ussher ini sebagai pedoman pengurutan kronologisnya saja, sedangkan penentuan tahunnya tidak diikuti.

    Berikut ini adalah garis besar pembagian sejarah Perjanjian Lama secara kronologis:

    1. Zaman Adam sampai Abraham (kira-kira 5000 - 4000 sM)

      Zaman ini oleh beberapa sarjana ditempatkan dalam ruang waktu antara 5000-4000 sM, walaupun ada banyak pandangan yang berbeda-beda tentang penetapan waktu ini.

      Dalam zaman ini dicatat dua peristiwa besar:

      1. Air bah (Kejadian 6:13; 9:17) - 3000 sM, tahun ini ditentukan dengan memperhatikan kesamaan antara Air Bah di dalam Alkitab dengan sebuah kisah air bah yang berasal dari Babel.

      2. Menara Babel (Kejadian 11:1-9) - 3000-2000 sM, karena kejadiannya ini tidak lama sesudah air bah, (di mana semua manusia masih tinggal di satu daerah).

    2. Zaman Patriark-Patriark (kira-kira 2000 - 1400 sM)

      Kisah pengembaraan Abraham dalam Kejadian 12-50 dapat diyakinkan dari berbagai keterangan yang cocok sekali dengan lingkungan kebudayaan periode tahun 2000 -1600 sM, di mana cara hidup orang-orang zaman itu adalah mengembara (nomad). Tanah Palestina saat itu masih jarang penduduknya sehingga pengembaraan masih dapat dilakukan dengan bebas di daerah-daerah yang subur, bahkan dari daerah Mesopotamia (tempat asal Abraham) ke Palestina.

    3. Zaman Keluar dari Mesir (kira-kira 2000 - 1400 sM)

      Ada dua periode besar pada zaman ini yang berjalan kira-kira 430 tahun (Keluaran 12:40-41). Pertama adalah masa Abraham dipanggil Tuhan sampai Yakub masuk ke Mesir (Kejadian 12:4; 2:15; 25:26; 47:9). Kedua, adalah masa bangsa Israel di Mesir sampai keluar dari Mesir tahun 1290 sM diperkirakan sebagai tahun keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Saat itu, diperkirakan umur Musa adalah 80 tahun.

    4. Zaman Hakim-Hakim (kira-kira 1400-1050 sM)

      Zaman ini adalah masa sesudah kematian Yosua. Dalam periode ini ada 13 hakim yang ditunjuk Tuhan untuk memimpin bangsa Israel hidup di Tanah Perjanjian.

      *) Daftar Hakim-hakim lihat di bahan Referensi

      Masa Hakim-hakim ini dianggap sebagai masa gelap bangsa Israel, diungkapkan sebagai masa, "Setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri." (Hakim-Hakim 17:6). Pada masa ini sepertinya Tuhan tidak bekerja, baik melalui mukjizat maupun tanda-tanda lain yang menyertai. Kehidupan bangsa Israel sangat mundur bukan hanya secara rohani tapi juga dalam hal keamanan dan kesejahteraan jasMani. Mereka sering dikalahkan, dirampok dan diperlakukan sangat buruk oleh bangsa-bagsa lain yang lebih kuat. Kunci dari masalah ini adalah karena dosa-dosa yang diperbuat oleh bangsa Israel, sehingga Tuhan meninggalkan mereka.

    5. Zaman Kerajaan Bersatu (kira-kira 1050 - 931 sM)

      Dalam rangkaian sejarah bangsa Israel, periode zaman ini dapat dikatakan sebagai zaman yang paling gemilang dan makmur. Israel menjadi bangsa yang memiliki derajat tinggi di antara bangsa-bangsa di sekitarnya. Hal ini ditandai dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam berbagai bidang (ilmu pengetahuan, kesusasteraan, pembangunan dll.)

      Akan tetapi, pada pihak yang lain sistem pemerintahan "Teokrasi", yaitu kepemimpinan langsung oleh Tuhan, mulai ditinggalkan oleh bangsa Israel. Tuhan mengizinkan mereka memiliki raja sendiri untuk memerintah karena kedegilan hati bangsa ini. Tetapi Tuhan memberikan peringatan yang jelas (1 Samuel 8) bahwa mereka akan menyesal di kemudian hari.

      *) Daftar Raja-raja Israel dapat dilihat di bahan Referensi.

    6. Zaman Kerajaan Terpecah (kira-kira 930 - 586 sM)

      Kejayaan kerajaan Israel berakhir setelah pemerintahan raja Salomo, karena kemudian kerajaan ini mulai pecah dan runtuh sedikit demi sedikit dan akhirnya hancur karena kejahatan mereka di mata Tuhan dan penyembahan-penyembahan mereka kepada patung-patung berhala.

      Karena janji dan kesetiaan Tuhan pada bangsa ini maka tak henti-hentinya Tuhan berbicara dengan mengirimkan utusan-utusan-Nya. Pada zaman ini beberapa nabi dibangkitkan Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya kepada raja dan rakyat dari kedua kerajaan yang pecah ini.

      *) Catatan: Daftar nabi-nabi dapat dilihat di bahan Referensi.

    7. Zaman pembuangan di Babel dan kembali ke tanah Israel (kira-kira 587 sM).

      Periode pertama zaman ini adalah masa yang sulit bagi bangsa Israel. Mereka berkali-kali jatuh ke tangan bangsa lain, dijajah dan ditindas, bahkan mereka sempat dibuang ke tanah asing untuk menjadi bangsa tawanan. Hal ini Tuhan izinkan terjadi karena Tuhan sedang menghukum bangsa Israel atas dosa dan kejahatan mereka dengan harapan supaya mereka mengoreksi diri lalu berbalik kepada Tuhan.

      Pada saat yang sama Tuhan juga mengirimkan nabi-nabi-Nya untuk berbicara tentang janji kesetiaan Tuhan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan mereka asal mereka mau berbalik dan mentaati perintah Tuhan.

      *) Catatan: Daftar nabi-nabi dapat dilihat di bahan Referensi.

      Di tanah pembuangan inilah bangsa Yahudi dan Yudaisme dilahirkan. Orang-orang yang Tuhan pakai, seperti Ezra dan Nehemia, berhasil memimpin bangsa ini untuk kembali menegakkan "Monoteisme" dan menghargai firman Tuhan yang diajarkan oleh nenek moyang dari generasi-generasi sebelumnya, termasuk di dalamnya adalah Hukum Taurat sebagai pusat pengajaran mereka.

      Periode kedua dari zaman ini adalah kembalinya bangsa Yahudi ke tanah Palestina yaitu setelah tahun 539 sM, ketika Raja Koresy dari Persia menaklukkan Babel dan bangsa Israel pulang ke tempat asal dan membangun bangsa dan tempat ibadah mereka kembali.

      • Rombongan pertama dipimpin oleh seorang yang bernama Sesbazar (Ezra 1:11; 5:14) 538 sM di mana fondasi Bait Suci diletakkan.

      • Rombongan kedua dipimpin oleh Hagai dan Zakharia 520 sM berjumlah 42.360 orang (Ezra 2:64). Bait Suci selesai dibangun.

      • Tahun 458 sM ada pengutusan dilakukan oleh Ezra beserta serombongan besar orang Yahudi (Ezra 7:1-7) dan tahun 445 sM Nehemia datang ke Yerusalem menyelesaikan pembangunannya.

      Pada akhir sejarah PL kita ketahui bahwa orang-orang Yahudi yang pulang ke tanah air mereka memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi Hukum Taurat dan tempat ibadah Bait Suci karena mereka memiliki keyakinan yang teguh bahwa merekalah umat pilihan Allah. Sampai pada permulaan sejarah PB kita masih melihat bahwa bangsa dan agama Yahudi berkembang terus dengan subur.



Akhir Pelajaran (PPL-P03)

DOA

"Allah yang hidup, kami bersyukur bahwa Engkau selalu setia sekalipun kami sering tidak setia. Kesetiaan-Mu dan janji-Mu adalah jaminan bagi kami untuk tetap hidup dan layak disebut sebagai anak-anak Allah." Amin.

Taxonomy upgrade extras: