Rangkuman Diskusi DIK Mei/Juni 2013

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Termin I

Topik 1

Subjek: Terang

Pertanyaan: Salah satu topik tentang penciptaan berhubungan dengan terang di Kejadian 1:3. Menurut Anda, dari manakah asal terang di hari pertama berasal (baca Kejadian 1:3)? Sedangkan matahari dan benda-benda penerang lainnya baru diciptakan pada hari ke-4 (Kejadian 1:14-18)!

Dari sisi ilmu pengetahuan, terang itu dihasilkan karena adanya cahaya, dan khususnya adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda padat. Cahaya itu adalah gelombang electromaknit dengan panjang gelombang diantara 380­750nm. Diatas dan dibawah panjang gelombang itu, gelombang elektromaknit tidak akan tampak oleh MATA MANUSIA. Tetapi bisa ditangkap oleh berbagai mata electronic yang lain. Cahaya di cosmis pada umunya dihasilkan oleh benda cosmis yang aktif. Salah satu hipotesa yang cukup terkenal, tentang asal mulanya alam semesta ini, adalah "Big bang". Yang dikemukakan oleh Stephen Hawking dalam novel Science Fiction yang berjudul "History of time". Karena adanya ledakan, timbul jarak. maka ada waktu tempuh untuk mencapai jarak. Sebelum ada ledakan, semua ada didalam titik noktah (Noktah artinya gelap karena tidak ada cahaya -- energi yang bisa keluar dari titik ini. Jadi alam semesta gelap).

Sebelum kita melihat terang dalam kitab Kejadian dari sudut pandang Alkitab, kita akan melihat beberapa penjelasan berikut. Kata Ibrani untuk "terang" ialah "or" yang menunjuk kepada gelombang-gelombang energi terang yang mula-mula mendatangi bumi. Sesudah itu, Allah kemudian menempatkan "benda-benda penerang" (Ibrani "ma'or: sexara harafiah, pembawa terang, ayat 14) di cakrawala sebagai pembangkit dan pemantul cahaya secara tetap dari gelombang-gelombang cahaya. Maksud utama dari benda-benda penerang itu ialah menjadi tanda-tanda musim, hari, dan tahun. Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa benda-benda penerang yang diciptakan tersebut adalah matahari dan bintang yan gmana akan berguna untuk menandai pergantian musim. Dalam Kejadian 1:3, kita melihat bahwa Allah menciptakan terang pada hari pertama, dimana terang tersebut diciptakan secara permanen untuk menyinari bumi. Sementara itu, bumi tetap berputar pada porosnya. Sehingga dalam Alkitab dijelaskan bahwa pada waktu itu bumi mengalami siklus siang dan malam.

Kemunculan terang tersebut juga dapat dikatakan sebagai salah satu ciri yang menandai kehadiran Allah. Terang diciptakan pada hari pertama penciptaan, karena Allah sudah ada sebelum bumi diciptakan dan kehadiran-Nya sering dikaitkan dengan terang. Terang itu merupakan ciptaan Allah sendiri. Terang yang muncul itu bukan berasal dari benda-benda terang, melainkan dari buatan Allah sendiri tanpa ada benda-benda fisik.

Topik 2

Subjek: Alkitab dan Penciptaan

Pertanyaan: Mengapa kadang informasi dari ilmu pengetahuan tidak sama dengan Alkitab? Contohnya, pandangan tentang asal usul manusia menurut teori Evolusi (Darwin). Sebagai orang Kristen yang percaya pada Alkitab, bagaimana kita menyikapi hal ini?

  1. Pandangan terhadap Ilmu Pengatahuan dan Alkitab
  2. Seringkali pandangan informasi dari ilmu pengetahuan tidak sama dengan Alkitab. Karena pandangan ilmu pengetahuan itu adalah buatan manusia dan seringkali manusia menyatakan pandangan yang secara nyata bisa memuaskan pemikiran manusia. Contohnya adalah teori Evolusi. Jelas sekali bahwa apa yang Darwin sampaikan bertentangan dengan Alkitab. Dia mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet padahal Alkitab menjelaskan bahwa Tuhanlah yang menciptakan manusia yang segambar dan serupa dengan Allah. Teori Darwin sangat bertentangan dengan Alkitab dan teorinya tidak bisa membuktikan asal usul segala sesuatu yang ada beserta mahluk ciptaan termasuk manusia. Darwin tidak tahu bahwa manusia mempunyai nature tubuh, jiwa dan roh berbeda dengan nature binatang. Darwin juga tidak bisa menjelaskan tujuan manusia diciptakan.

    Teori Darwin tentang evolusi menyatakan bahwa semua species berhubungan satu sama lain dan mempunyai "common ancestor" (berasal dari satu garis keturunan) dan melalui mutasi species baru muncul. Sementara itu, Alkitab menjelaskan dengan benar bahwa manusia diciptakan oleh Allah. Dalam Kejadian 1:26 ditulis dengan begitu jelas bahwa Allahlah yang menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Dalam Kejadian 1:27, dijelaskan pula bahwa Allah juga memberikan kepercayaan kepada manusia untuk mengatur segala ciptaan-Nya, dimana manusia diciptakan pada hari yang keenam.

    Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, berarti adanya unsur-unsur tertentu yang Allah ciptakan di dalam diri manusia, yang menyebabkan manusia itu menjadi makhluk seperti Allah. Unsur-unsur tersebut misalnya adalah pikiran, spiritualitas, dan lain-lain, yang menyebabkan manusia bisa berpikir, memiliki hikmat, mengasihi, bersekutu seperti Tuhan. Namun demikian, walaupun manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, tapi terdapat perbedaan kualitas antara ciptaan dan Penciptanya.

  3. Cara mensikapi perbedaan toeri Darwin dengan Alkitab.
  4. Sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk bisa menelaah informasi yang bisa diterima Alkitab maupun yang tidak. Tidak semua fakta sains harus diterima dengan bulat-bulat, kita harus bereferensi pada Alkitab.

    Kita harus meyakini kebenaran isi Alkitab, yang menyatakan bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Keberadaan manusia diatas bumi adalah karena penciptaan oleh Allah bukan seperti yang dikatakan dalam teori evolusi. Allah menciptakan binatang laut, burung-burung dan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang-binatang pada hari ke lima dan kemudian Allah menciptakan manusia pada hari keenam. Artinya kita sejak diciptakan sudah seperti saat ini, baik adanya. Tidak mungkin Allah menciptakan nenek moyang kita seperti teori Darwin yang istilahnya dari 'jelek' menjadi saat ini. Sikap kita sebagai orang kristen seharusnya tetap memandang alkitab sebagai kebenaran mutlak, karena kita percaya bahwa Alkitab ini adalah suara Allah. Demikianlah Ilmu Pengetahuan tidak menjangkau kebenaran Alkitab karena "Jalan dan pikiran Allah berbeda dengan jalan dan pikiran manusia. (Yesaya 55:8-9)

    Alkitab adalah kebenaran

    Umat Kristen haruslah menerima kebenaran Alkitab karena Alkitab memberi kesaksian tentang kehidupan, kematian , kebangkitan dan pengajaran Kristus yang penuh kuasa serta sejarah pendirian gereja- Nya. Kita harus percaya bahwa Firman Allah lebih tinggi dari pada ilmu pengetahuan manusia dan dari segala kepandaian manusia. Ilmu pengetahuan manusia akan terus semakin maju, tetapi ilmu pengetahuan manusia tidak bisa mengejar kuasa Firman Allah. Beberapa fakta yang kita lihat di sekitar kita, bahwa banyak mujizat kesembuhan dan hal-hal lain dalam diri orang percaya. Hal tersebut tetu tidak dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Ini membuktikan bahwa kuasa Firman Allah (Alkitab) tidak bisa dikejar oleh ilmu pengetahuan. Ironisnya, pada zaman modern dengan ilmu pengetahuan yang begitu maju, banyak orang yang mulai meragukan Tuhan. Bahkan kekristenan sendiri hanya menjadi agama secara formal.

Termin II

Topik 1

Subjek: Kejatuhan Manusia

Pertanyaan: Mengapa Tuhan membiarkan setan menggoda manusia sehingga jatuh dalam dosa? Apakah ada perbedaan antara kejatuhan setan dan kejatuhan manusia? Jelaskan!

Dalam Yakobus 1:13-15 menyatakan, "Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Pencobaan tidak berasal dari Allah, sebab yang terkandung di dalam hati Allah semata-mata Kekudusan, Kasih dan segala sesuatu yang baik. Sebaliknya yang menjadi ciri khas setan hanyalah kejahatan belaka. Setan menelusup ke dalam taman Firdaus dan membujuk manusia untuk berontak terhadap perintah Allah.

Setan membujuk manusia, tetapi perlu diingat bahwa setan tidak pernah dan tidak dapat memaksa manusia untuk berbuat dosa. Allah pasti akan bertindak melindungi manusia seandainya setan menggunakan kekerasan supaya Adam dan Hawa makan buah pohon itu. Karena itu sebenarnya manusia tidak boleh menyalahkan setan bila dia jatuh dalam dosa. Begitu pula rangkaian tindakan dan keputusan yang diambil Daud hingga dia berbuat dosa. Setan hanya mengajak Daud berjalan-jalan di atas sotoh istana hingga Daud menyaksikan pemandangan yang menggelorakan hasratnya. Tindakan Daud untuk berlama-lama menikmati moleknya tubuh Batsyeba dari kejauhan, lalu memanggil dan mengajaknya tidur bersama merupakan keputusan Daud sepenuhnya.

Setan hanya dapat berkata, "Bujukan setan begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda." Tetapi hanya sebatas itu. Kita tidak dapat dipaksa oleh setan untuk berbuat dosa. Namun bagaimana kita dapat menolak bujukan setan? Kita telah dilingkupi oleh Roh Kudus pada saat kita percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Dengan menjaga tetap berada di dalam lingkaran kuasa Roh Kudus, maka kita tidak akan jatuh dalam dosa. Yesaya 14:12-14 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Ambisi malaikat Lucifer membuatnya ingin memiliki kedudukan yang sejajar dengan Allah yang Mahatinggi, atau dengan kata lain tidak mau tunduk kepada Allah. Ambisi telah menghempaskannya; sekarang namanya berganti menjadi iblis. Namun dia tidak mau terhempas sendirian. Dibujuknya manusia untuk memiliki kehendak yang bertentangan dengan Allah. Sebelum jatuh dalam dosa, manusia di taman Firdaus memiliki kehendak yang sama dengan kehendak Allah. Selama kita seiring sejalan bersama Allah, kita berada pada jalur yang benar. Namun bila kita sudah menuruti kehendak kita sendiri, maka kita sudah berontak kepada Allah. Pemberontakan kepada Allah itu disebut dosa, disebut juga dengan istilah "missing of the mark" atau kehilangan jejak, tersesat.

Topik 2

Subjek: Kehendak Bebas

Pertanyaan: Jika kehendak bebas menjadi penyebab manusia jatuh dalam dosa, mengapa Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia? Apakah kehendak bebas yang dimiliki Adam sama dengan kehendak bebas yang kita miliki sekarang?

Allah menciptakan manusia dan kehendak bebas yang sempurna. Seringkali orang bertanya. "Jika manusia adalah ciptaan Allah yang sempurna? Kenapa Adam dan Hawa bisa jatuh ke dalam dosa? Berarti manusia tidak sempurna?" Analogi di atas tidak tepat. Justru karena Allah menciptakan manusia dengan kehendak bebas yang sempurna. Sehingga manusia bisa memilih untuk taat atau tidak.

"Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2:16-17)

Allah menempatkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat dalam taman Eden, menunjukan bahwa Allah memberikan kehendak bebas untuk memilih. Seandainya Allah menciptakan manusia yang tidak bisa memilih untuk tidak taat pada Allah, bukankah artinya kehendak bebas manusia tidak sempurna? Bukankah itu yang dinamakan Robot? Apakah dengan menciptakan manusia yang bisa berbuat dosa artinya Allah menciptakan dosa? Tidak! Dosa dimulai pada saat manusia dengan kehendak bebasnya memilih untuk tidak taat pada perintah Tuhan. Ketidaktaatan pada perintah Tuhan (Kej 2:17) sama dengan dosa. Berarti dosa sebenarnya salah satu konsekuensi dari kehendak bebas yang sempurna yang bisa memilih untuk taat atau tidak. Kesempurnaan kehendak bebas itulah yang memungkinkan terjadinya dosa. Sebuah ilustrasi yang pernah saya dengar mengenai terang dan gelap cukup menolong. Apakah gelap itu ada? Gelap hanyalah kondisi ketiadaan terang. Orang bisa menciptakan sumber terang, tapi tidak mungkin menciptakan sumber gelap. Demikian juga dosa. Dosa adalah kondisi ketidaktaatan kepada Allah. Bukan berarti Allah menjadi sumber dosa. Dosa adalah ketiadaan ketaatan.

Allah mau menciptakan manusia dengan kehendak bebas yang sempurna. Namun Allah dalam kemahatahuan-Nya juga tahu bahwa ketika Dia memberikan kehendak bebas yang sempurna itu, suatu saat manusia akan memilih untuk tidak taat. Tapi Dia tetap menetapkan untuk menciptakan manusia. Kemahatahuan Allah tidak bisa kita pisahkan dari Ketetapan Allah. Karena manusia suatu saat akan jatuh, dan Allah tahu betapa mengerikannya konsekuensi dari kejatuhan itu, Allah dalam kasih-Nya yang besar juga telah mempersiapkan penebusan di dalam Kristus. Luar biasa bukan Allah kita? Hayati baik-baik paragraf di atas karena ini bisa sangat menolong kita untuk menyadari bagaimana Allah begitu mengasihi kita.

Apakah kehendak bebas yang dimiliki Adam sama dengan kehendak bebas yang kita miliki sekarang?

Allah menciptakan manusia Kej. 1:26-27 dan memberikan kehendak bebas, sebab itu manusia ditempatkan di taman Eden dimana mereka diperhadapkan dengan pilihan, apakah mau taat kepada Allah atau tidak. Tetapi sayang sekali, Hawa diperdaya oleh ular (setan) karena keinginannya dia jatuh dalam dosa. Hawa memilih lebih percaya kepada setan dari pada Allah dan Adam jatuh dalam dosa karena dia memilih mengikuti ajakan Hawa dari pada taat kepada Allah. 2 Kor.11:3; "Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya." Begitu juga kehendak bebas yang dimiliki manusia saat ini, setiap manusia sekarang diberi dua pilihan yaitu untuk mengikut dan percaya kepada Tuhan Yesus atau mengikut setan. Jika percaya Tuhan Yesus, akan diselamatkan. Dimana Allah senantiasa bekerja memelihara rancangan-Nya dalam kehidupan setiap orang yang percaya diberikan jaminan hidup kekal dan pemeliharaan orang-orang kudus didasarkan pada janji-janji Allah (1 Pet. 1:3-5; Ibr. 10:14; Yoh. 10:27-29; Rom. 8:33-39).

Komentar