Rangkuman Diskusi DAS Jan/Feb 2013

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Termin I

Topik 1

Subjek: Keberadaan Allah

Pertanyaan: Bagaimana Alkitab memberi bukti tentang keberadaan Allah? Apakah hanya dengan membaca Alkitab saja kita sudah bisa mengetahui lebih jauh tentang Allah?

Alkitab memberi bukti tentang keberadaan Allah, sehingga melalui-Nya kita dapat mengerti dan mengetahui keberadaan Allah dengan Iman yang tidak buta melainkan dengan Iman yang bertumbuh melalui keintiman kita bersama-Nya sehingga dengan pertolongan Roh Kudus-Nya kita dimampukan-Nya untuk mengenal dan mengerti serta mempercayai-Nya dan hidup kita menjadi baru. Dan terus mengalami-Nya dalam setiap segi kehidupan kita.

Alkitab memberi bukti tentang keberadaan Allah dengan memberitakan Penyataan Allah (Wahyu) di mana Allah menyatakan diri melalui ciptaan, sejarah, hati nurani, Alkitab dan Yesus Kristus. Kita tidak bisa mengetahui/mengenal lebih jauh tentang Allah, hanya dengan membaca Alkitab saja, tetapi kita juga harus percaya melalui Iman kepada Yesus Kristus (kelahiran kembali). Pernyataan-pernyataan yang ada di Alkitab tersebut merupakan dasar dari iman kita tentang keberadaan Allah. Tuhan Yesus merupakan pernyataan Allah yang tertulis di Alkitab dan nyata dalam sejarah. Dengan demikian keberadaan Allah tidak bisa dipungkiri lagi. (Ibr 11:6)

Untuk mengenal lebih dalam, tidak cukup hanya dengan membaca Alkitab saja. Harus ada hubungan pribadi yang nyata dengan Tuhan, dan peka terhadap setiap kejadian di dalam kehidupan sehari-hari, di mana keterlibatan Allah nyata, baik berupa pertolongan, berkat-berkat, maupun teguran-teguran sebagai sarana pembentukan dan pertumbuhan rohani kita. Dengan demikian iman kita akan semakin dikuatkan, semakin mengasihi Tuhan dan semakin percaya bahwa Tuhan mengasihi kita. Bagi orang yang tidak memiliki Alkitab, harus lebih rajin menghadiri ibadah Minggu dan persekutuan-persekutuan lainnya. Terbuka membagi pergumulan dengan saudara seiman yang dipercaya, terutama yang dewasa rohaninya dan rajin membaca Alkitab. Dia akan bisa memberikan masukan-masukan (alternatif jalan keluar) dengan mengutip janji-janji Tuhan yang ada dalam Alkitab.

Topik 2

Subjek: Pengenalan Akan Allah

Pertanyaan: Sejauh mana orang Kristen dapat mengenal Allah, dan apa yang harus dilakukan agar orang Kristen dapat mengenal Allah lebih dekat?

Allah tidak dapat dikenal sepenuhnya, karena kita tidak dapat menyelami Allah sedalam apapun tapi karena iman percaya kita maka kita dapat mengenal Allah secara pribadi dan menjadi Tuhan dan Juru selamat pribadi kita. Kita dapat mengenal Allah sejauh Ia menyatakan diriNya. Karena Allah bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Namun, Sang Firman yang keluar dari dalam Allah sendiri menyatakan Allah bagi kita. Tidak ada yang bisa lebih dekat dari Allah kecuali melalui persekutuan dengan Kristus, Firman yang menjadi manusia. Melalui persekutuan dengan Kristus kita memiliki hidup yang tersembunyi bersama Allah. Bersekutu, membaca Alkitab, berdoa dll, adalah upaya kita untuk tetap tinggal dalam persekutuan dengan Dia.

Yang harus dilakukan oleh kita agar kita lebih mengenal Allah lebih lagi, sesuai I Yohanes 5:20, Yesuslah yang memberi pengertian kepada kita supaya kita mengenal yang Benar dan kita ada di dalam yang benar, dengan demikian kita harus menyambut Yesus Kristus dalam hidup kita, maka pengenalan yang benar akan Dia akan semakin nyata dalam hidup kita. Contoh praktis:

  1. Membaca Alkitab dan merenungkan serta mengimaninya
  2. Memiliki waktu untuk bersaat teduh dan berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa
  3. Mempunyai komunitas sesama orang percaya
  4. Menyembah Tuhan secara pribadi maupun secara kelompok (dalam ibadah bersama)

Dalam Hosea 6:3 mengatakan, "Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." Pengenalan kita akan Allah, akan muncul seperti fajar dan akan datang seperti hujan, bila kita berusaha sungguh-sungguh mengenal Dia. Jadi pengenalan kita akan Tuhan tergantung kesungguhan kita.

Termin II

Topik 1

Subjek: Nama-nama Allah

Pertanyaan: Kenapa Allah memiliki banyak nama? Dan siapa yang memberikan nama-nama tersebut?

Kenapa Allah memiliki banyak nama? yaitu untuk memberikan penyataan akan aspek-aspek sifat Allah. Nama-nama Allah tidak diberikan oleh manusia karena manusia tidak mengenal Allah. Allah sendirilah yang telah rela menyatakan diri kepada manusia supaya mereka mengenal Allah. Nama-nama Allah diberikan oleh Allah sendiri sebagai penyataan Diri Allah. Allah sendiri yang memberikan nama, karena keterbatasan manusia, sehingga Dia yang turun menjadi manusia memakai bahasa manusia, menyatakan diri kepada manusia tentang sifat dan pengertian nama-Nya. Allah adalah Pribadi yang tidak dapat dipahami sepenuhnya, yang ditinggikan secara tidak terbatas di atas segala sesuatu yang terbatas; akan tetapi di dalam nama-nama-Nya Ia turun kepada semua yang terbatas, dan menjadi setara dengan manusia. Keagungan Allah tidak terbatas, karena itu tidak ada Nama yang pantas untuk-Nya, tapi Allah mau menyetarakan Diri dengan manusia dan memberi Diri-Nya dengan banyak Nama. Nama-nama Allah yang banyak adalah Nama-nama Allah yang dikenal manusia ada dalam banyak kata/ungkapan karena pribadi Allah tidak mungkin bisa diungkapkan hanya dengan satu nama/ungkapan saja.

Yang memberikan nama-nama Allah bukanlah manusia karena manusia tidak mengenal Allah. Allah sendirilah yang telah rela menyatakan diri kepada manusia supaya mereka mengenal Allah. Nama-nama Allah diberikan oleh Allah sendiri sebagai penyataan Diri (nomen editum). Dengan demikian berarti bahwa nama-nama Allah tersebut merupakan manifestasi dari Allah sendiri, baik itu sebagai penyataan akan sifat-sifat Allah atau hubungannya dengan manusia. Allah memiliki banyak Nama untuk memberikan penyataan aspek-aspek sifat Allah. Keagungan Allah tidak terbatas, karena itu tidak ada nama yang pantas untuk Dia, tapi Allah mau menyetarakan Diri dengan manusia dan memberi diri-Nya dengan banyak Nama.

Topik 2

Subjek: Penyebutan Nama Allah

Pertanyaan: Ada gereja atau denominasi yang sangat perhatian tentang penyebutan nama Allah, bagaimana pandangan Anda tentang hal ini? Apa yang menjadi landasan utama bagi orang Kristen tentang penyebutan nama Allah?

Memang tidak boleh sembarangan dalam menyebut nama Allah, Allah adalah pemegang otoritas tertinggi dalam hidup kita, hingga kita harus menghormatinya. Jelas Allah mengajarkan dan memerintahkan kepada kita untuk tidak sembarangan menyebut namanya seperti yang diperintahkannya dalam 10 perintah Allah. Itu menyatakan bahwa nama Allah bukan nama yang sembarangan yang bisa kita sebut dengan seenaknya saja. Penyebutan nama Allah haruslah dengan suatu iman yang didasarkan kepada Alkitab. "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan." Kel 20:7. Ketika kita menyebut nama TUHAN, biarlah kita menyebutnya dengan sikap hati yang hormat kepada Allah, sesuai dengan apa yang TUHAN mau Dia disebut. Nama Allah diberikan oleh Allah sendiri, jadi jangan menyimpang dengan apa yang TUHAN mau.

Nama adalah sesuatu yang penting sekali, memancarkan realitas, substansi, mutu yang dia miliki. “Allah” adalah nama dari Pribadi yang paling adil, paling bijak, paling sempurna, paling mutlak, paling suci, paling benar, paling indah, paling tinggi, dan seterusnya. Maka ketika kita menyebut nama Allah, tidak boleh tanpa memiliki rasa tanggung jawab dan motivasi yang tidak memuliakan nama-Nya.

Allah adalah Pribadi yang tak dapat dipahami sepenuhnya, yang ditinggikan secara tidak terbatas di atas segala sesuatu yang terbatas; akan tetapi di dalam nama-nama-Nya Ia turun kepada semua yang terbatas, dan menjadi setara dengan manusia. Keagungan Allah tidak terbatas, karena itu tidak ada Nama yang pantas untuk-Nya, tapi Allah mau menyetarakan Diri dengan manusia dan memberi Diri-Nya dengan banyak Nama. Ia yang tak terbatas tapi untuk masuk memperkenalkan diri-NYa maka harus memakai suatu nama tertentu yang kita sebagai manusia dapat pahami.

Landasan utamanya terdapat dalam perintah ke-3 dalam Sepuluh Hukum. Keluaran 20;7, "Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan."

Termin III

Topik 1

Subjek: Atribut Allah

Pertanyaan: Sebutkan atribut yang menunjuk kepada kedaulatan Allah dari semua atribut yang melekat di dalam Pribadi Allah? Apa pentingnya mengetahui setiap atribut-atribut Allah? Jelaskan dan berikan contoh konkrit serta dukungan ayatnya.

Atribut-atribut yang menunjuk kepada kedaulatan Allah:

  1. Atribut/Sifat-Sifat Unik (incommunicable)
    1. Ketidaktergantungan Allah. (Kisah Para Rasul 17:24-25; Ayub 41:11). Allah tidak membutuhkan ciptaan-Nya untuk alasan apa pun juga, karena Allah Tritunggal di dalam diri-Nya mempunyai kepenuhan kesempurnaan yang mutlak, baik dalam komunikasi, kasih, atau kebutuhan-kebutuhan lain. Ketidaktergantungan juga menyatakan bahwa Allah tidak diciptakan dan tidak ada peristiwa terjadinya keberadaan Allah.
    2. Ketidakberubahan Allah. (Maleakhi 3:6; Ibrani 13:8). Ketidakberubahan Allah adalah Allah adalah sempurna yang tidak akan berubah oleh waktu.
    3. Kekekalan Allah. (Wahyu 1:18). Kekekalan Allah adalah Allah tidak pernah ada akhir dan awal, Allah adalah alfa dan omega.
    4. Kemahahadiran Allah. (Mazmur 139:7 - 10). Kemahahadiran Allah adalah Allah tidak dapat dibatasi kehadirannya dalam hal apapun, Allah selalu hadir disetiap saat, waktu dan tempat.
    5. Kesatuan Allah. (1 Raja-raja 8:60). Kesatuan Allah adalah Allah adalah Allah yang satu yang memiliki tiga pribadi yang memiliki tugas masing-masing tetapi tetap dalam satu kesatuan Allah itu sendiri.
    6. Kesempurnaan Allah. (Mat 5:48). Allah secara mutlak mempunyai semua kualitas kesempurnaan dan tidak ada yang kurang dalam semua aspek kualitas yang baik. Kesempurnaan itu menguraikan hakekat Allah Tritunggal, yakni setiap Pribadi dari Trinitas.
    7. Kemuliaan Allah. (Kel 19:24; Keluaran 24:7). Kemuliaan ilahi hanya dapat dilihat jika seseorang menyembah sujud di hadapan-Nya dengan rasa khidmat dan memuja. Istilah "kemuliaan" sering ditemukan dalam Alkitab dan biasanya berarti manifestasi keberadaan Allah.
    8. Kemahakuasaan Allah. (Lukas 1:37). Kemahakuasaan Allah berarti Allah berkuasa atas semua ciptaan-Nya. Tidak ada satu ciptaan pun yang berdiri di luar penguasaan Allah yang berdaulat. Dia memperlihatkan kuasa-Nya atas kematian pada waktu kebangkitan Tuhan Yesus.

  2. Atribut-Atribut/Sifat-Sifat yang Tidak Unik (communicable)
    1. Keberadaan Allah-Spiritualitas Allah. (Yohanes 4:24). Spiritualitas Allah, seperti yang tertulis dalam Yohanes 4:24, "Allah adalah 'Roh' dan Allah juga tidak kelihatan. Namun demikian, Allah masih memperlihatkan diri-Nya kepada kita melalui hal-hal yang kelihatan dan yang diciptakan.
    2. Atribut-Atribut Mental/Intelektual
      1. Kemahatahuan Allah. (Ibrani 4:13). Allah mengetahui segala sesuatu tentang diri-Nya dan juga segala sesuatu dalam tindakan kekekalan. Allah mengetahui segala sesuatu dan mengenalnya secara sempurna, mencakup masa waktu lampau ataupun masa yang akan datang.
      2. Kebijaksanaan Allah. (Ayub 12:13). Kebijaksanaan Allah dapat dianggap sebagai aspek tertentu dari pengetahuan-Nya. Allah selalu memilih tujuan yang terbaik dan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan, dan memilih alat yang terbaik untuk realisasi dari tujuan-tujuan-Nya.
    3. Atribut-Atribut Moral
    4. Kebaikan Allah. (Roma 8:28). Kebaikan Allah bukan merupakan tindakan yang sembarangan. Allah menaati suatu hukum, tetapi hukum yang Ia taati merupakan hukum yang berdasar pada karakter-Nya. Dia merupakan sumber dari semua kebaikan.

Pentingnya mengetahui atribut Allah adalah untuk mengenal sifat dan karakter Allah yang Unik (incommunicable) dan juga tidak Unik (communicable). Mengetahui atribut Allah juga akan membuat kita dapat memposisikan diri kita sebagai makhluk ciptaan, dan bagaimana kita pun menyadari Allah yang adalah Pencipta yang selayaknya memiliki atribut-atribut yang melengkapi baik yang dapat kita mengerti maupun yang di luar pemikiran kita. Jika kita mengenal Allah dengan baik, maka kita tidak ada keraguan atau bimbang ketika kita menghadapi masalah hidup. Dan kita akan menjadi bangga serta memberitakan perbuatan-Nya yang ajaib. Lebih dari itu, mengetahui atribut-atribut ini penting karena mempengaruhi hubungan pribadi yang kita miliki dengan Allah. Namun, pengenalan kita harus disertai dengan tuntunan Roh Kudus.

Topik 2

Subjek: Pengenalan Melalui Atribut

Pertanyaan: Dapatkah kita memperoleh pengetahuan dan pengenalan akan Allah melalui atribut-atribut yang Ia miliki? Berikan contohnya?

Dapat. Misalnya melalui atribut Allah mengenai kemahahadiran-Nya. Saat kita mengetahui hal ini, kita tahu bahwa Allah ada di manapun kita berada. Oleh karena itu kita sadar ada Tuhan yang mengawasi dan memelihara setiap proses dalam kehidupan kita.

Atribut-atribut Allah adalah salah satu formulasi untuk menjelaskan bagaimana Allah itu, yang kemudian akan mempengaruhi hubungan pribadi kita dengan Allah. Atribut-atribut yang Allah miliki itu memberikan kita pengetahuan dan pengenalan akan Allah dengan lebih mendalam. Akan tetapi, kita hanya dapat mengenal Allah sejauh apa yang Tuhan ijinkan untuk kita mengenal Dia. Selain itu, kedekatan kita dengan Tuhan sangat menentukan dalam atau tidaknya pengenalan kita kepada-Nya.

Dalam pengenalan kita kepada Allah, Roh Kudus juga memiliki peranan yang penting, karena Roh Kuduslah yang memberikan kemampuan kepada kita sehingga kita dapat mengenal Allah dengan lebih dalam. Supaya kita mengenal Allah tidak berdasarkan pikiran kita, melainkan dari Allah. Begitu juga dengan wewenangNya dalam hal kesembuhan dan mukjizat yang dilakukan Allah menambahkan kita Iman kita akan pengenalan Allah dengan lebih mendalam walaupun iman itu melibatkan apa yang tidak nampak juga. Memang terkadang mukjizat tidak membuat orang semakin mengenal Allah, namun kesalahan terletak pada orang tersebut. Bukan pada mukjizatnya atau orang yang dipakai Tuhan untuk menunjukkan mukjizat.

Komentar