Rangkuman Diskusi GSM Maret/April 2015

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

TERMIN I

Topik 1

Subjek: Pengalaman Bersekolah Minggu


Pertanyaan: Kebanyakan kita yang bersekolah minggu mendapatkan semua cerita-cerita Alkitab waktu kita di Sekolah Minggu, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda belajar semua cerita-cerita Alkitab itu sendiri (baca sendiri dari Alkitab)?

Kebanyakan anak-anak mendapatkan cerita-cerita Alkitab dalam Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama sewaktu di Sekolah Minggu. Namun, terbatas pula cerita yang di dapatkan. Ada Sekolah Minggu yang menyampaikan cerita Alkitab tetapi lebih berfokus langsung kepada penerapannya, ada Sekolah Minggu yang lebih berfokus kepada memuji Tuhan dan menghafal lagu baru, ada Sekolah Minggu yang memang sudah memiliki kurikulum yang dibuat sesuai dengan kelas dan umur Anak Sekolah Minggu.

Meskipun anak-anak sudah mendapatkan cerita-cerita Alkitab dari Sekolah Minggu. Namun, perlu juga anak-anak belajar Alkitab secara pribadi. Ada anak yang tidak hanya belajar Alkitab dari Sekolah Minggu, mereka juga mendapatkannya dari orang tua di rumah, ataupun dari sekolah. Namun, ada beberapa anak yang memang hanya mendapatkan cerita-cerita Alkitab dari Sekolah Minggu. Maka dari itu, Guru Sekolah Minggu perlu menanamkan dan mengajarkan agar anak-anak mempunyai semangat dalam belajar Alkitab sendiri.

Penting belajar Alkitab bagi anak bukan hanya bergantung pada Guru Sekolah Minggu ataupun Guru di sekolah. Karena, anak mengikuti Sekolah Minggu yang hanya satu minggu sekali selama satu jam. Sedang anak masih mempunyai banyak waktu di rumah. Yang paling penting anak-anak perlu belajar fiman Tuhan sejak kecil. Meskipun dalam membaca Alkitab mereka tidak langsung mengerti. Biarkan dan tetap tuntun mereka untuk membaca Alkitab, karena firman Tuhan itu hidup. Arahkan mereka untuk berimajinasi dan mengenal Tuhan dengan membaca Alkitab, izinkan Firman Tuhan bekerja di dalam jiwa seorang anak kecil. Membiasakan anak membaca Alkitab sejak dini akan membuat anak terbiasa membaca Alkitab hingga dewasa. Bagi anak-anak yang belum bisa membaca, peran orang tua sangat diperlukan. Mungkin anak-anak dapat dituntun untuk mendengarkan orang tua membaca Alkitab, atau dengan memberikan cerita Alkitab bergambar.

Oleh sebab itu, selain anak perlu mendapatkan cerita-cerita Alkitab dari sekolah minggu, orang tua berperan penting pula untuk menuntun anak untuk belajar Alkitab sendiri. Supaya mereka mempunyai kebiasaan untuk belajar Alkitab sejak kecil.

Topik 2

Subyek: Gereja dan Sekolah Minggu


Pertanyaan: Apa dampak/kepentingan pelayanan Sekolah Minggu terhadap Gereja? Mengapa kadang gereja/pengurus gereja tidak memberikan perhatian penuh pada pelayanan Sekolah Minggu?

Dampak/kepentingan pelayanan sekolah minggu terhadap gereja adalah dengan melayani, membimbing anak-anak Sekolah Minggu dengan baik, sehingga mereka mempunyai kerohanian yang baik akan sangat menentukan generasi penerus gereja. Melalui anak-anak yang mempunyai kerohanian yang baik. Anak-anak dapat mengenal Tuhan sang Pencipta (Khalik) sejak usia kecil, sehingga rasa rindu untuk bersekutu dengan Tuhan semakin besar dan dapat membawa anak untuk mengenal Tuhan Yesus secara pribadi. Bila kita mengambil contoh dalam Kitab Ulangan 11:19-21, Musa mewajibkan kepada setiap orang Israel untuk mengajarkan Hukum Taurat secara turun temurun kepada anak cucunya dan berlaku hingga sekarang. Mereka dapat dipakai oleh Tuhan untuk bersaksi tentang Tuhan yang mereka kenal kepada orang lain, bahkan mungkin ada di antara keluarga mereka yang belum mengenal keselamatan. Dengan demikian, keselamatan sudah dikenalkan kepada anak-anak saat mereka mengikuti Sekolah Minggu.

Akan tetapi, sangat disayangkan banyak gereja/pengurus gereja kurang memberikan perhatian penuh pada pelayanan Sekolah Minggu, karena gereja lebih mementingkan pelayanan dewasa yang lebih nyata hasilnya dalam waktu dekat. Justru kadang anak-anak dianggap mengganggu ibadah ataupun aktifitas gereja lainnya. Dan selain itu pada umumnya permasalahannya adalah dana, banyak gereja mengeluhkan karena pelayanan Sekolah Minggu memberikan pemasukan yang sedikit tetapi harus memerlukan dana yang lebih banyak dari pelayanan orang-orang dewasa. Seharusnya setiap gereja harus mengerti bahwa keselamatan harus disampaikan pula kepada anak-anak. Pelayanan Sekolah Minggu bukan hanya agar anak-anak mempunyai aktifitas sendiri sehingga tidak mengganggu ibadah orang dewasa, atau melengkapi pelayanan dalam gereja. Tetapi yang terpenting adalah mengenalkan keselamatan yang dari Tuhan Yesus sejak kecil kepada Anak-anak, sehingga mereka bertumbuh dewasa dengan dasar iman yang kuat di dalam Yesus.

TERMIN II

Topik 1

Subjek: Materi Mengajar


Pertanyaan: Materi mengajar yang bagaimanakah yang ideal untuk mengajarkan pengajaran iman Kristen yang alkitabiah di Sekolah Minggu, karena seringkali gereja tidak membuatnya sendiri/tidak disediakan gereja? Apakah memakai bahan-bahan mengajar yang biasa dijual di toko-toko buku Kristen itu cukup baik?

Materi mengajar yang bersumber pada Alkitab sebagai sumber kebenaran firman Tuhan. Keterbatasan Sumber Daya Manusia di dalam gereja untuk menyediakan buku-buku rohani untuk anak Sekolah Minggu memang kendala terbesar saat ini dalam menyediakan materi mengajar Sekolah Minggu. Namun dengan Alkitab sebagai sumber bahan pengajaran (misalnya cerita-cerita dalam Alkitab) dapat dijadikan sebagai penuntun materi. Yang menjadi persoalan bagi gereja saat ini adalah gereja tidak memiliki SDM yang terampil dalam membuat kurikulum. Untuk saat ini jarang sekali ada gereja yang menyediakan kurikulum dan materi untuk anak-anak Sekolah Minggu.

Materi mengajar yang ideal jelas harus disesuaikan dengan umur anak dan perkembangan daya tangkap anak. Jika gereja tidak menyediakan materi SM, maka guru SM harus bisa kreatif membuat kurikulumnya dengan berlandaskan alkitab dan mungkin meminta review dari gereja agar tidak keluar dari visi misi gereja tersebut. Perlu diperhatikan pula bahwa materi ajar harus disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak yang sedang kita layani. Sehingga anak-anak dapat terpenuhi kebutuhannya dan lebih dari itu, anak dapat mengaplikasikan pembelajaran yang sudah diterima saat mengikuti Sekolah Minggu.

Bahan ajar dari toko buku sangat membantu, bahan-bahan mengajar yang dijual di toko buku kristen bisa menjadi acuan. Karena buku yang dijual sudah melewati proses yang panjang dan sudah diterapkan. Namun, tetap harus dievaluasi dengan cara adopsi dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan doktrin gereja. Guru Sekolah Minggu seharusnya juga selektif dalam memilih bahan ajar yang diambil dari buku. Fokus pertama pengajaran untuk anak dalam Firman Allah. Jangan menggeser eksistensi Firman Allah dalam materi ajar.

Perlu juga diadakan pembekalan setiap bulan untuk membahas materi dalam satu bulan ke depan yang didampingi oleh Pendeta. Membagikan jadwal mengajar, mendapat penjelasan akan makna Alkitab yang akan jadi bahan pengajaran, berdiskusi cara penyampaian, lagu-lagu yang akan dinyanyikan dan kreatifitas yang mungkin diberiakan untuk anak-anak SM.

Topik 2

Subjek: Disiplin Guru Sekolah Minggu


Pertanyaan: Bagaimana cara mendisiplin Guru Sekolah Minggu jika mereka tidak datang tepat waktu atau jika mereka tidak melakukan tugas-tugas yang seharusnya mereka lakukan?

Kedisiplinan para GSM harus datang dari diri sendiri terlebih dahulu. Peraturan-peraturan yang diterapkan dan tindakan disiplin yang dikenakan kepada setiap GSM merupakan tuntunan atau alat untuk mengarahkan para GSM untuk lebih berkomitmen dan sungguh-sungguh lagi dalam melayani.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh gereja untuk mendisiplin Guru Sekolah Minggu, antara lain:

  1. Terus memberikan pengarahan kepada GSM, dimana kedisiplinan lahir dari hati yang rela memberikan yang terbaik bagi Tuhan
  2. Menerapkan keteladan. Banyak pelanggaran disiplin yang dilakukan GSM tidak lain adalah karena kurangnya keteladanan yang dapat mereka jadikan contoh. Sebagai pengurus SM hendaknya juga memberikan contoh keteladanan dalam hal disiplin, sehingga guru- guru yang lain pun dapat memiliki kesadaran itu dalam dirinya sendiri, dan melihat bagaimana keberhasilan pelayanan menjadi para panutan mereka.

  3. Pengurus gereja perlu menghimbau orang tua agar mendukung GSM. Jika semua mau saling mendukung, pastinya masing-masing akan melaksanakan tugas-tugasnya dengan lebih bertanggung jawab lagi.

  4. Menjaga komunikasi dalam kelompok. Komunikasi sangat penting dalam memperlancar pelaksanaan tugas setiap GSM. Bisa saja ada GSM yang tidak melaksanakan tanggung jawabnya atau tidak menepati jadwal karena kurangnya informasi atau kurangnya komunikasi para pengurus SM terhadap mereka, terlebih kepada guru-guru yang masih baru.

Kedisiplinan adalah persoalan klasik yang selalu muncul dalam setiap pelayanan, khusus untuk GSM kedisiplinan serta komitmen dalam melayani sangat penting. Jika GSM melakukan persiapan bersama di gereja sebelum melayani yang dipimpin oleh koordinator GSM akan berdampak positif terhadap kedisiplinan waktu dan pelaksanaan tugas. Kalau GSM yang tidak mengikuti persiapan sebaiknya tidak melayani.

Memiliki hati yang disiplin (Roma 12:11; 2 Korintus 4:8). Guru SM harus bergumul untuk memiliki hati yang disiplin dan tidak tergoyahkan karena kesulitan. Guru juga harus berani memaksa diri untuk tidak hanyut dalam kejenuhan karena rutinitas belajar dan mengajar. Hati yang disiplin akan menolong kita untuk senantiasa melayani secara konsisten, berapi-api, dan terus memberikan kemajuan.

Termin III

Topik 1

Subjek: Mengenal Anak


Pertanyaan: Mengenal Anak Sangat penting untuk guru memiliki pengetahuan tentang perkembangan anak sesuai dengan usianya. Mengapa? Bagaimana mengatasi masalah untuk Guru Sekolah Minggu yang menangani kelas dimana terdapat anak-anak dengan usia yang sangat beragam?

Sangat penting untuk guru memiliki pengetahuan tentang perkembangan anak sesuai dengan usianya, Karena dengan guru memiliki pengetahuan perkembangan anak sesuai usianya GSM dapat berkomunikasi lebih baik dengan anak anak, GSM dapat menyampaikan cerita sesuai dengan daya pikir, bahasa, pergaulan anak sesuai dengan usia anak yang diajarnya. Selain itu GSM dapat membantu anak dalam perkembangan psikologi anak tersebut menghadapi perubahan yang terjadi seiring dengan pertumbuhan anak tersebut

Untuk GSM yang menangani kelas dengan usia beragam, lebih baik GSM menggunakan bahan cerita untuk usia anak di tengah-tengah, supaya untuk usia dibawahnya, anak tidak terlalu sulit mengerti dan untuk anak, usia di atas nya masih dapat relevan buat anak anak tersebut. Melibatkan anak usia lebih besar dari anak lainnya akan lebih baik, sehingga masing masing anak merasa menjadi bagian dari kelas itu.

Bagaimana mengatasi masalah untuk Guru Sekolah Minggu yang menangani kelas dimana terdapat anak-anak dengan usia yang sangat beragam?

Apabila memungkinkan dapat dilakukan pengelompokan menurut usia atau kelas ASM. Misalnya:


  1. Pengelompokan ini bisa dilakukan apabila jumlah ASM tidak terlalu banyak dan GSM yang cukup

    1. Anak Pratama (Umur 6-8 Tahun)

    2. Madya (Umur 9-11 Tahun)

    3. Mengenal Anak Pra-Remaja (Umur 12-14 Tahun)

  2. Pengelompokan ini bisa dilakukan apabila memiliki jumlah ASM yang banyak dan GSM yang cukup

    1. Belum Sekolah - TK

    2. Kelas 1 SD

    3. Kelas 2 SD

    4. Kelas 3 SD

    5. Kelas 4 SD

    6. Kelas 5 SD

    7. Kelas 6 SD keatas

  3. Pengelompokan ini bisa dilakukan apabila memiliki jumlah ASM sedikit dan memungkinkan untuk dibagi menjadi 2 kelompok saja.

    1. ASM Usia 0-8 Thn

    2. ASM Usia 9 Keatas

  4. Apabila jumlah ASM tidak memungkinkan untuk dibagi kelompok.

  5. Menghadapi sekelompok anak yang berbeda usia tidaklah mudah dibutuhkan sebuah kesabaran. Hal yang perlu diperhatikan adalah:


    1. Kurikulum: Memakai kurikulum yang dapat digunakan oleh semua umur.

    2. Bahasa: Menggunakan bahasa yang sederhana sehingga dapat dimengerti oleh semua anak

    3. Alat peraga: Menggunakan alat peraga yang berukuran besar agar dapat dilihat oleh semua anak atau pakai alat bantu LCD.

    4. Waktu: GSM harus bijak menggunakan waktu dengan baik agar anak tidak merasa terlalu lama atau terlalu sebentar namun anak dapat mendapat inti FT hari itu.

    5. Perlu pembagian kerja dengan guru pendamping agar guru dapat membimbing anak selama SM berlangsung. Terutama anak usia balita perlu dipegang oleh guru agar anak tertib selama ibadah.

Topik 2

Subjek: Metode mengajar


Pertanyaan: Metode Mengajar Guru Sekolah Minggu sering dikeluhkan kurang kreatif dalam mengajar sehingga anak menjadi cepat bosan. Bagaimana cara menolong Guru Sekolah Minggu agar bisa lebih kreatif dalam memilih metode mengajar yang cocok untuk anak?

Untuk bisa menjadi kreatif dalam memilih metode mengajar yang cocok untuk anak,


  1. Kita harus memahami benar materi yang akan diajarkan, agar tidak keluar dari kurikulum yang sudah direncanakan.

  2. Mengenal kondisi kelas, umur, juga karakter anak-anak di kelas yang diajar.

  3. Mencari info tambahan untuk variasi cara penyampaian materi, bisa melalui membaca buku-buku sekolah minggu ataupun buku-buku lain yang berkaitan dengan aktifitas atau game (permainan berkelompok atau perseorangan) yang saat ini sudah banyak diterbitkan, bisa juga belajar dari seminar, berdiskusi dengan sesama GSM (GSM yang punya latar belakang guru SD terkadang punya metode yang bisa membantu untuk membuat kelas lebih menarik dan tenang), mencari contoh-contoh alat peraga atau aktifitas dari internet.

Ada banyak metode mengajar yang bisa membantu Guru SM:


  1. Metode alat peraga/audiovisual. Metode ini menggunakan alat bantu mengajar yang dapat didengar maupun dilihat. Misalnya dengan menggunakan gambar, kain flanel, boneka, kaset, musik, menonton film/VCD, dan lain-lain.
  2. Dengan bercerita menggunakan perumpamaan. Tuturkanlah firman Tuhan dalam bahasa Anda sendiri dengan menggunakan perumpamaan dari kehidupan sehari-hari anak-anak layan Anda. Yesus juga menggunakan perumpamaan sebagai salah satu metode mengajar-Nya selama melakukan tugas-Nya di dunia ini.
  3. Variasi tempat ibadah. Selain dilakukan di dalam ruangan kelas, sewaktu-waktu ibadah juga dapat dilaksanakan di luar ruangan kelas, dengan kreasi kegiatan yang dapat dilakukan dengan lelusa di alam terbuka. Bisa melakukan beberapa permainan jika melaksanakan kegiatan di alam terbuka.
  4. Metode diskusi. Metode ini dapat diterapkan kepada anak usia sekolah dasar. Berikan pertanyaan-pertanyaan yang memancing interaksi dan menantang keingintahuan anak. Biarkan pertanyaan- pertanyaan tersebut hidup dan berkembang dalam pikiran anak-anak sehingga mereka akan menggali jawaban-jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Dengan memberikan pertanyaan yang merangsang daya pikir mereka, maka anak tidak akan cepat bosan selama pelajaran disampaikan oleh guru.
  5. Membawa murid melihat realitas di luar kehidupan mereka sehari- hari. Bisa dengan mengajak mereka mengunjungi panti asuhan, rumah sakit, panti jompo, dan sebagainya.
  6. Variasi intonasi suara, ekespresi muka, dan bahasa tubuh. Selain alat peraga, GSM juga perlu memerhatikan intonasi dan ekspresi dalam mengajar. GSM harus dapat menghidupkan apa yang diajarkan. Tuhan sebenarnya sudah melengkapi kita semua dengan berbagai potensi untuk mengajar (sayangnya sering tidak kita gunakan dengan maksimal). Dengan mulut dan suaranya, GSM dapat membuat bunyi-bunyian atau nada suara bervariasi. Misalnya menirukan suara peluit, suara binatang, suara gemuruh ombak, suara orang marah-marah, suara orang tertawa, dan sebagainya.

GSM harus kreatif dalam memvariasikan metode mengajar jangan monoton pada satu metode. GSM juga kreatif membuat alat peraga sebagai pemicu perhatian ASM supaya selalu fokus memperhatikan apa yang disampaikan GSMnya. GSM juga harus melibatkan anak dalam menyampaikan cerita, misalnya menyiapkan alat peraga, atau menempatkan alat peraga/ menempel di papan atau di dinding, atau anak digunakan sebagai alat peraga dalam menyampaikan beberapa tokoh alkitab. GSM dalam menyampaikan cerita tidak harus langsung disampaikan dengan ceramah, bisa dengan menyiapkan gambar, lalu dibagi anak untuk beberapa ayat alkitab, lalu anak menyesuaikan gambar dengan ayat alkitab yang mereka baca. Intinya kalau anak terlibat dalam pengajaran, anak pasti tidak bosan. Hari-hari tertentu ada kejutan untuk anak, membawa sesuatu pulang ke rumah, pasti mereka sangan berkesan. GSM harus punya waktu khusus untuk persiapan mengajar, tanpa persiapan pasti ASM tidak tertarik. Jangan lupa satu hal yang sangat penting doakan pelayanan anda dan doakan anak SM anda juga orang tuanya.

TERMIN IV

Topik 1

Subjek: Persiapan Mengajar


Pertanyaan: Guru Sekolah Minggu sangat dianjurkan untuk melakukan persiapan yang baik supaya pada waktu mengajar guru bisa memberikan yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan. Bagaimana membuat persiapan mengajar ini menarik, karena seringkali guru malas melakukannya?

Persiapan mengajar merupakan hal yang penting dalam keberlangsungan sekolah minggu, karena tanpa persiapan maka pertemuan sekolah minggu kemungkinan akan terasa membosankan baik bagi gurunya maupun anak-anak. Untuk mengetahui persiapan mengajar yang menarik diperlukan pengetahuan dan pengenalan dalam tiap kelompok usia anak. Jika di kelas kecil, anak-anak lebih suka menyanyi dengan gerakan-gerakan, maka yang menarik bagi mereka adalah hal tersebut. Jika di kelas besar, anak-anak lebih suka ilustrasi atau cerita tokoh alkitab atau drama, maka yang menarik bagi mereka adalah melakukan hal tersebut. Persiapan mulai dari cerita atau alat peraga atau alat-alat lain untuk menunjang pertemuan sekolah minggu akan lebih baik jika dilakukan seminggu sebelumnya, untuk menghindari adanya kekurangan bahan/materi dan lebih mematangkan persiapan tersebut di saat menjelang pertemuan sekolah minggu.

Persiapan mengajar selain dapat dilakukan secara pribadi, sehubungan dengan tugas masing-masing Guru, dapat pula dilakukan secara berkelompok. Seluruh guru Sekolah Minggu sekaligus dengan pembekalan. Dalam pertemuan kelompok GSM dapat saling bertukar ide dalam mempersiapkan masing-masing materi, maka akan semakin kaya kreatifitas dalam menyampaikan materi Sekolah Minggu. Dalam pertemuan ini juga bisa menentukan/menyiapkan kapan materi bisa digunakan sebagai ibadah gabungan. Dan persiapan selanjutnya dilakukan oleh masing-masing GSM, mulai dari memahami betul materi, mencari metode cara penyampaian materi ataupun alat peraga. Persiapan mengajar di pembekalan ini akan lebih menarik apabila masing-masing GSM yang hadir telah memiliki persiapan ide-ide yang akan di berikan. Ide-ide ini bisa diperoleh dari membaca buku-buku tentang kreatifitas SM dan browsing di internet.

Topik 2

Subjek: Membangun Tim Guru Sekolah Minggu


Pertanyaan: Keberhasilan sekolah minggu sering terjadi bukan karena satu orang, tapi karena sebuah tim yang kompak. Bagaimana mengusahakan/memulai tim Guru Sekolah Minggu kompak dan dapat memberi pengaruh pada kemajuan sekolah minggu?

Dalam sebuah tim apalagi yang bersifat pelayanan, potensi konflik pasti akan terjadi, salah paham, bahkan kepahitan sesama guru, anak, dan ortu anak Sekolah Minggu. Hal yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan mengadakan gathering bersama-sama dari gereja sebagai apresiasi kepada GSM. Pemimpin juga menjadi faktor penting untuk dapat menciptakan kekompakan dan solid dalam tim. Adanya komunikasi yang intens sesama guru, dapat membantu kesehatian antar GSM.

Perlu dilakukan pertemuan rutin untuk GSM, supaya:


  1. Memiliki Visi pelayanan yang sama.

  2. Membangun tim GSM yang kompak, perlu ada persepsi yang sama, meliputi visi dan misi dalam melayani sekolah minggu. Jika ada visi dan misi yang jelas, maka para GSM dapat dibangun kekompakannya karena ada kesadaran bahwa mereka melakukan pekerjaan ini untuk mencapai tujuan dan rencana-Nya dalam sekolah minggu.

  3. Jangan menonjolkan status sosial hendaklah saling rendah hati.

  4. Ingatlah kasih Tuhan, maka kita pun dapat belajar dan dimampukan untuk mengasihi rekan-rekan kita. Mesikipun terkadang sulit untuk memahami satu sama lain, namun kasih yang ada dalam diri kita dapat membuat kita mengerti/memahami setiap guru dalam tim. Dengan tim GSM yang berlandaskan kasih dapat mewujudkan visi Bapa dalam sekolah minggu kita.

  5. Teladan dari pimpinan/ketua sekolah minggu.

  6. Pimpinan/ketua sekolah minggu memegang peranan penting untuk membangun tim GSM. Memberikan teladan dalam hal kasih, kerendahan hati, keterbukaan, hidup dalam doa dan firman Tuhan, mengembangkan komunikasi yang baik, dan unsur-unsur lain dalam usaha membangun tim GSM yang kompak perlu dilakukan terlebih dahulu oleh GSM.

  7. Saling mendukung dalam bentuk saling bertukar pengalaman pengetahuan dan lain-lain (Amsal 27:17 "Besi menajamkan besi orang menajamkan sesamanya.")
  8. Setiap manusia adalah unik dan ada potensi untuk konflik. Namun Jika terdadi konflik salah paham atau beda pendapat segera diselesaikan dengan hati terbuka.

Menjalin komunikasi yang baik, secara rutin mungkin melalui pembekalan GSM, pertemuan tidak rutin bisa dilakukan melalui kunjungan antar GSM. Kunjungan yang dilakukan di rumah sangat berbeda dengan pertemuan rutin saat pembekalan, karena menjadi lebih akrab dan lebih dekat. Kedekatan ini menjadikan GSM bisa bekerja sama dalam membagi pekerjaan ataupun jadwal di Sekolah Minggu.

Komentar