Rangkuman Diskusi Natal Nov/Des 2013

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Termin I

Topik I

Subjek: Kristus dalam PL

Pertanyaan: Dalam artikel, penulis mengatakan, "Salah satu ajaran asasi dalam Perjanjian Baru ialah bahwa Yesus Kristus (Sang Mesias) adalah penggenapan Perjanjian Lama." Sebutkan contoh nas dalam PL yang menunjuk kepada Yesus Kristus? Uraikan dan jelaskan!

Janji mengenai Mesias pertama kali Allah janjikan kepada Daud, dengan menyatakan bahwa Kerajaan Daud tetap untuk selama-lamanya, tongkat pemerintah akan senantiasa menjadi milik Yehuda. Ketika kematian Salomo, anak Daud, kerajaan Israel pecah menjadi dua, yakni Israel Utara dengan 10 suku yang dipimpin oleh Yerobeam bin Nebat, dan Israel Selatan dengan 2 suku yang dipimpin oleh Rehabeam, anak Salomo. Janji Allah digenapi karena Kerajaan Selatan adalah Dinasti Daud tetap berdiri, sampai mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun. Janji ini tidak hanya bersifat fisik, tapi rohani, karena Kristus adalah raja yang sesungguhnya. Dia-lah keturunan Daud, taruk yang dijanjikan itu. Jauh sebelum Kristus lahir, nabi-nabi Perjanjian Lama telah menubuatkan bahwa Mesias dari keturunan Daud akan datang. Dan, semua nubuatan tentang Mesias yang dijanjikan telah digenapi dalam kitab-kitab Injil.

Berikut ini nubuatan Kristus dalam Perjanjian Lama yang digenapi dalam Perjanjian Baru:

  1. Lahir di Betlehem (Mikha 5:1)
  2. Kalau kita melihat Mikha 5:1 dengan jelas sekali nabi Mikha yang diilhami oleh Allah menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem tempat kelahiran Daud (1 Samuel 16:1-13). Lebih kurang 700 tahun sebelum Mesias lahir di Betlehem telah dinubuatkan oleh Mikha bahwa Raja yang diurapi itu akan lahir di kota yang kecil itu. Jadi setiap orang yang mengaku dirinya mesias kalau ia tidak lahir di Betlehem Efrata maka ia adalah mesias palsu (Matius 24:24) karena tidak sesuai dengan nubuatan Mikha 5:1

  3. Lahir dari Seorang Perawan (Yesaya 7:14)
  4. Kelahiran Yesus dari seorang perawan telah dinubuatkan oleh Yesaya ± 700 tahun sebelum Yesus lahir. Dan proses bagaimana Maria seorang perawan mengandung dari Rohkudus dapat kita lihat dalam Matius 1:18-25 dan Lukas 2:1-7. Ada banyak orang yang tidak mau menerima peristiwa ini karena ini tidak masuk akal namun mereka lupa bahwa di ayat itu sendiri Tuhan telah berbicara melalui hambanya Yesaya bahwa Tuhan akan memberitakan suatu tanda, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang anak dara mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14 a). Mesias telah lahir dari seorang perawan sesuai nubuatan Yesaya 7:14 dan kegenapannya Matius 1:23. Jadi jika ada orang yang mengatakan dirinya mesias tetapi ia tidak lahir dari seorang perawan, berarti ia adalah mesias palsu (Matius 24:24).

  5. Dipanggil Keluar dari Mesir (Hosea 11:1)
  6. Untuk menyelamatkan bayi Yesus dari tindakan kebrutalan Herodes, Allah menyuruh Yusuf membawa Maria dan Bayinya menyingkir ke Mesir, sehingga ketika Herodes membunuh semua bayi laki-laki yang berumur 2 tahun ke bawah, bayi Yesus terluput karena sudah diselamatkan Tuhan terlebih dahulu ke Mesir. Inilah yang merupakan latar belakang agar kita dapat memahami nubuatan ini. Nubuatan Hosea 11:1 telah digenapi dalam Matius 2:20. Allah telah memanggil Anak-Nya yaitu Mesias dari Mesir. Mesias yang lahir di Betlehem Efrata yang keturunan Daud dan lahir dari seorang perawan harus dipanggil dari Mesir. Maka jika ada orang yang mengaku dirinya mesias tetapi ia tidak pernah dipanggil Allah dari Mesir berarti ia adalah mesias palsu (Matius 24:24).

  7. Seseorang yang ditinggalkan Allah (Mazmur 22:2)

    Daud menubuat-kan bahwa ada saatnya dimana Allah akan meninggalkan Mesias. Hal ini dapat kita lihat ketika Yesus tergantung di atas kayu salib dan semua dosa manusia tertimpa atas diri-Nya. Pada saat itulah Allah meninggalkan Dia sehingga Yesus berseru, ”Eli, Eli, lama sabakhtani?” Yang artinya: “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Perlu kita ketahui bahwa Allah adalah kudus (1 Petrus 1:16), sehingga tidak boleh dicemarkan oleh dosa. Itulah sebabnya Allah harus meninggal- kan Yesus ketika Yesus memikul dosa semua manusia. Inilah wujud kasih Allah kepada manusia sampai mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib dan berpisah dengan Allah Bapa (Yohanes 3:16). Yesus berpisah dengan Allah hanyalah sementara waktu tetapi setelah Yesus membasuh/menyucikan dosa manusia dengan darah-Nya (Wahyu 1:5) Ia kembali bersama dengan Allah untuk selama-lamanya sehingga maut dikalahkan dan Kristus bangkit dari kuasa maut (1 Korintus 15:54-57). Setiap orang yang hidup dalam dosa ia terpisah dari Allah (Yesaya 59:1, 2) tetapi orang yang berjalan dalam terang akan tetap bersekutu dengan Allah (1 Yohanes 1:7). Jadi Mesias yang asli adalah Mesias yang telah menggenapi nubuatan Daud dalam Mazmur 22:2. Dan hanya Yesus Kristuslah yang menggenapi nubuatan ini.

  8. Mesias adalah Nabi
  9. Musa berkata bahwa Tuhan akan memberikan nabi yang baru seperti dia diantara kaum Israel (Ul 18:15-19). Rasul Petrus dan diakon Stefanus mengatakan bahwa Yesus adalah pemenuhan dari Nabi yang Baru seperti yang telah dijanjikan oleh Musa karena Dia memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada hukum Musa (Kis 3:22-23; Kis 7:37). Yesus adalah Musa yang baru, seorang Nabi, perantara antara manusia dan Tuhan, yang memateraikan perjanjian baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Perjanjian Baru ini lebih sempurna daripada Perjanjian Lama yang diadakan di gunung Sinai.

Topik II

Subjek: Kristus Penggenapan PL

Pertanyaan: Mengapa Yesus dilahirkan dalam garis keturunan Daud yang notabene adalah orang berdosa? Dalam pengertian apa Yesus dapat dianggap sebagai keturunan Daud?

Yesus lahir dari garis keturunan Daud, menurut saya paralel dengan pertanyaan mengapa Israel? Allah memang merencanakan Israel menjadi bangsa yang membawa bangsa-bangsa lain menyembah Allah yang disembah Israel.Disitu ada otoritas Allah menyatakan kasih dan janji dengan sumpah pada bangsa itu yang ditepatiNya secara setia (Ul 7:7-8).

Intinya, keterpilihan bangsa itu adalah kasih karunia. Mengapa dari garis keturunan Daud, lagi-lagi kasih karunia. Allah menepati janjiNya dengan setia. Firman yang diucapkan Allah tidak akan kembali dengan sia-sia. Daud menjadi raja Israel karena dipilih Allah (1 Samuel 15:12-13). Daud sangat mengerti bahwa Raja Israel yang sesungguhnya adalah Allah sendiri sehingga Daud bergaul dan sangat menghormati Allah, dan Allah memperhitungkan itu maka Allah menaruh janjiNya bagi keluarga dan kerajaan Daud (2 Samuel 7:1-17). Di sini Allah menunjukkan kesetiaanNya pada janjiNya, Yesus menjadi kurban yang Agung menjelma menjadi manusia melalui garis keturunan Daud. Bahwa Daud adalah orang berdosa, adalah satu hal sebagai fakta,namun fakta lain adalah memang semua manusia sudah jatuh ke dalam dosa sejak ketidaktaatan Adam.Bahwa kekudusan Yesus sebagai orang tidak berdosa adalah karya Allah dengan memilih Maria sebagai perawan suci dan benih itu ada dalam rahim Maria adalah dari Roh Kudus (Mat 1:20). Yesus dipandang sebagai anak Daud harus dilihat dari aspek silsilah mengikuti tradisi Yahudi, agar Yesus memiliki garis keturunan yang jelas, tidak boleh dikaitkan dengan Ke Tuhan-an Yesus Kristus yang seratus persen adalah Tuhan sekaligus seratus persen manusia.Bandingkan dengan Matius 21:41-46.

Termin II

Topik 1

Subjek: Kelahiran Yesus

Pertanyaan: Dalam artikel mengenai kelahiran Yesus dijelaskan demikian, "Hal tersulit untuk dimengerti oleh manusia adalah penyataan firman Allah bahwa Anak Manusia adalah sekaligus Allah yang mahakuasa." Mengapa manusia sulit untuk menerima penyataan Allah bahwa Yesus adalah Anak Allah? Bacalah Yesaya 9:5-6! Dari ayat yang sudah Anda baca, sebutkan empat hal penting mengenai Yesus Kristus yang dituliskan oleh nabi Yesaya!

Manusia adalah makhluk yang terbatas, sedangkan Allah adalah pribadi yang tanpa batas dan akal pikiran manusia sangatlah sukar untuk memahami Allah. Oleh karena itu, sukar bagi manusia untuk menerima bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang mahakuasa. Padahal, Allah sendiri sudah berfirman sejak masa Perjanjian Lama melalui nabi-nabi, bahwa Ia menjanjikan Mesias yang akan membebaskan bangsa Israel. Bahkan, janji itu terus-menerus diulang oleh para nabi bahwa Mesias yang dijanjikan itu akan digenapi oleh Allah.

Secara khusus bangsa Israel meyakini Mesias secara fisik, seorang raja yang akan menghidupkan kembali kerajaan Daud dan membebaskan mereka dari penjajahan. Sementara, Yesus justru datang ke dunia sebagai seorang anak tukang kayu yang tidak akan mungkin menjadi raja atas Israel dan mengusir penjajahan Romawi pada waktu itu. Sejak peristiwa kelahiran Yesus, para penulis Injil Sinoptik sudah menuliskan bahwa Yesus lahir di sebuah kandang dan dibaringkan di dalam sebuah palungan. Kedua orang tua Yesus bukanlah orang kaya, tetapi Yusuf hanyalah seorang tukang kayu. Keadaan-keadaan ini tentu akan membuat manusia untuk meragukan Yesus sebagai Anak Allah yang mahakuasa. Tetapi, inilah wujud penyataan dan kasih Allah yang luar biasa kepada manusia. Ia mengosongkan Diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba, sebagaimana yang dituliskan oleh rasul Paulus.

Memahami dan menerima bahwa Yesus adalah Anak Allah tidak melulu dengan akal pikiran manusia, karena jika hanya menerima dengan akal saja, maka manusia akan mengenal Yesus berdasarkan pemahaman-pemahaman yang bisa diterima dan dipahami oleh manusia. Maka, perlu peran Roh Kudus yang menguatkan iman setiap orang percaya untuk memegang teguh apa yang sudah dinyatakan oleh Kitab Suci dan dengan sepenuh hati percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Roh Kudus akan menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menolong manusia untuk mengenal siapa Yesus Kristus.

Empat hal penting yang dinyatakan oleh nabi Yesaya dalam Yesaya 9:5-6 adalah:

  1. Seorang Juru Selamat telah lahir bagi kita.
  2. Ia akan memerintah atas kita, nama-Nya adalah Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai.
  3. Ia memiliki kuasa dan damai sejahtera yang tidak berkesudahan.
  4. Ia adil dan benar.

Topik 2

Subjek: Nyanyian Pujian atas Kelahiran Yesus

Pertanyaan: Apakah tujuan para malaikat menyanyikan pujian di hadapan para gembala? Apakah signifikansi nyanyian yang dikumandangkan para malaikat untuk para gembala merupakan perwujudan Allah bagi kaum marginal? Berikan contoh praktis perhatian bagi sesama bertepatan dengan momentum Natal?

Lukas 2:13-14 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Kelahiran Yesus merupakan sebuah sukacita besar bagi bumi dan sorga. Kelahiran Yesus tidak ada disambut di bumi, tetapi para malaikat di sorga juga bersukacita atas kelahiran Yesus. Kesukaan besar telah hadir dan keselamatan yang dijanjikan Allah sejak masa purbakala mulai menunjukkan seberkas harapan dalam kelahiran Yesus. Sekalipun, dilahirkan dalam kesederhanaan, setiap orang yang menyaksikan tentu akan bersukacita menyambut sang Bayi lahir ke dunia.

Berikut beberapa tujuan para malaikat menyanyikan pujian di hadapan para gembala:

  1. Para Malaikat hendak menyatakan kemuliaan Allah kepada para gembala, bahwa Juru Selamat dunia telah lahir.
  2. Menyatakan bahwa saat Mesias lahir, di tempat itulah ada kemuliaan dari tempat yang mahatinggi. Sebab, Anak-Nya yang tunggal sudah turun ke dunia dan menjadi manusia.
  3. Inilah sebuah anugerah yang manis bagi para gembala. Gembala adalah kaum marginal, tetapi kesukaan besar dan kemuliaan Allah dinyatakan atas mereka.
  4. Memberikan sebuah petunjuk bahwa para gembala hendaklah ke kota Betlehem dan menyaksikan peristiwa kelahiran Yesus.
  5. Frasa "Kemuliaan bagi Allah di tempat mahatinggi" merupakan sebuah bentuk pujian atau pengagungan bahwa Allah-lah yang layak untuk disembah dan dimuliakan.

Nyanyian pujian ini merupakan wujud cinta dan kasih Allah kepada para kaum marginal, yang dalam konteks ini diwakili oleh para gembala. Sebagaimana kebiasaan dan tradisi di Israel, seorang gembala biasanya hanya seorang upahan, seorang hamba yang bekerja bagi tuannya untuk memelihara domba. Jika memasuki musim semi, gembala akan menghabiskan sepanjang waktunya di padang untuk menjagai kambing domba yang sedang mencari makan. Sementara, saat musim dingin tiba, gembala akan menjaga domba-domba di dalam kandang dan memberi mereka makan. Pada saat itu, gembala menjaga domba-domba di padang. Dalam keadaan lelah, mengantuk bahkan lapar, mereka justru menerima penyataan kemuliaan Allah. Bala tentara surga menyatakannya kepada mereka dengan sebuah pujian yang mengagungkan Allah atas kelahiran Mesias.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita bisa meresponi penyataan Allah seperti halnya para gembala dengan datang dan memuji sang Juru Selamat? Oleh karena itu, marilah kita menggunakan mulut dan lidah kita untuk mengagungkan Tuhan dan bersorak-sorai untuk anugerah besar yang telah Allah berikan kepada kita semua.

Termin III

Topik 1

Subjek: Kelahiran Yesus dan Orang Majus

Pertanyaan: Penulis secara detail menyajikan data secara historis mengenai orang majus. Siapakah orang majus itu? Dari mana mereka berasal? Mengapa mereka jauh-jauh datang dari Timur untuk melihat bayi Yesus? Jelaskan!

Orang Majus adalah orang-orang yang berasal dari Arab, Mesopotamia, Mesir, atau tempat-tempat lain di Timur (bagian timur maupun sebelah utara Palestina). Dengan demikian, Persia dirujuk sebagai negara "Timur" (Yesaya 46:11). Orang Majus menanti-nantikan penggenapan nubuat yang terdapat dalam Bilangan 24:17, "... bintang terbit dari Yakub ..." dan sewaktu sinar berupa bintang menunjuk ke arah Yudea, mereka tahu kalau nubuat itu telah digenapi. Tradisi menegaskan "bintang" itu memandu orang Majus baik siang maupun malam hari. Bayi Juruselamat itu barangkali masih berumur dua bulan ketika dikunjungi oleh orang Majus. Mereka telah menyaksikan fenomena bintang, lama sebelum mereka tiba di Yerusalem, dua bulan setelah Yesus hadir di bait suci, dan beberapa saat setelahnya orang Majus tiba di Yerusalem dan pergi dari sana menuju Betlehem untuk menyembah Dia dan memberikan hadiah.

Kisah kedatangan orang Majus hanya dituliskan dalam Injil Matius. Sedangkan, Injil Markus dan Injil Lukas tidak menceritakan kisah orang Majus. Alkitab tidak menjelaskan secara detail kedatangan mereka, yang jelas Matius menuliskan bahwa orang-orang Majus datang dari Timur. Ada sebuah tradisi lisan yang mengatakan bahwa sesungguhnya ada empat orang Majus, yang 1 lagi berasal dari Cina dengan membawa Kain Sutera, nama orang ini ternyata memutuskan diri untuk tidak mengikuti ketiga rekannya menuju ke Barat, Israel. Beberapa artikel telah menuliskan kisah ini, dan yang diyakini bahwa hanya ada 3 orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di kota Betlehem.

Topik 2

Subjek: Sukacita Natal dan Penginjilan

Pertanyaan: Apakah Natal dapat dijadikan unsur penting sebagai sarana penginjilan bagi orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus? Bagaimana gereja merespons momen ini untuk mewartakan kelahiran Juru Selamat manusia?

Natal dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk menyampaikan kabar baik bagi orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Perayaan Natal biasanya adalah acara yang meriah dan penuh sukacita, sehingga sangat tepat apabila orang-orang yang belum percaya diundang dalam acara ini. Untuk selanjutnya, gereja setempat sebaiknya memberikan tindak lanjut pada jemaatnya dan orang-orang yang baru pertama kali datang pada perayaan Natal, agar motivasi yang ada tidak salah dan agar perayaan tidak bersifat rutinitas semata.

Banyak hal yang bisa dilakukan saat natal, memang natal identik dengan sukacita dan berbagai macam tradisi natal seperti memasang pohon natal, menghias rumah atau gereja dengan ornamen-ornamen natal seperti lampu, gambar sinteklas, dan lain-lain, ada pula mulai menyiapkan lagu-lagu natal untuk diputar setiap hari selama bulan Desember, bisa juga membuat kue-kue natal yang lezat, atau sekadar makan bersama keluarga. Lalu, adakah cara lain untuk mengisi natal? Dapatkah jika menjadikan natal sebagai moments untuk mengadakan penginjilan? Tentu saja Bisa! Kelahiran Yesus merupakan sebuah warta yang bisa kita nyatakan kepada sesama kita bahwa keselamatan dalam Kristus itu bersikap pasti. Kristus datang/lahir ke dunia merupakan wujud nyata bahwa Juruselamat menyelamatkan manusia. Oknum yang berdosa adalah manusia, oleh sebab itu manusia juga lah yang sanggup untuk menyelamatkan. Sebagaimana dalam Perjanjian Lama, bahwa mata ganti mata, gigi ganti gigi, dan nyawa ganti nyawa. Upah dosa adalah maut, oleh sebab itulah Kristus datang ke dunia menjadi manusia, hingga ketika masanya sudah genap, Ia akan disalibkan sebagai korban penebus dosa bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, kita harus bisa menjadikan hari natal sebagai sarana untuk menginjil dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus.

TERMIN IV

Topik 1

Subjek: Dilahirkan untuk Menderita

Pertanyaan: Kekristenan tidak tiba dengan sesuatu yang meriah, mewah, dan hormat; tetapi kekristenan dimulai dari tempat yang hina. Menurut penulis, apa pentingnya memiliki makna Natal sebenarnya bagi seorang Kristen? Pelajaran penting apa yang Anda dapatkan dari pembahasan bagian ini?

Kelahiran Yesus di Betlehem 2000 tahun yang lalu disebut dengan peristiwa natal. Peristiwa ini bukanlah sebuah peristiwa biasa, tetapi merupakan sebuah peristiwa besar bagi seluruh umat manusia, sebab pada hari itu Juruselamat telah lahir ke dunia dan berita keselamatan dinyatakan bahwa Kerajaan Allah sudah datang. Sebagaimana kelahiran seorang bayi, tentu kedua orang tua dan sanak saudara akan menyambut dengan penuh sukacita dengan bayi yang telah lahir tersebut. Ketika juga, saat Yesus lahir. Maria dan Yusuf sangat bersukacita, bahkan para gembala di padang, orang-orang majus dan bala tentara surga juga bersukacita pada waktu kelahiran Yesus.

Satu hal yang berbeda, Yesus lahir bukan di rumah sakit, tidak ada selimut yang indah dan hangat, tidak ada tempat tidur bayi yang indah dan nyaman, juga tidak ada lampu penerang. Melainkan, Yesus lahir di sebuah kandang domba, dan Dia hanya dibaringkan di dalam palungan dan hanya berselimutkan kain lampin. Inilah penyataan kasih Allah bahwa Allah dalam segala kemaha kuasaan-Nya rela meninggalkan semuanya itu dan mengambil tempat yang paling hina. Lalu, bagaimana dengan kita? Dapatkah kita mengambil nilai dari kelahiran Yesus ini? Atau apakah kita hanya memiliki konsep pemikiran bahwa natal memang hari untuk bersukacita?

Natal sebenarnya tidak melulu tentang bersukacita dan gemerlapan yang berbau hedonisme, tetapi kita bisa merefleksikan diri kita dalam kesederhanaan dan pemikiran baru untuk berbagi dengan sesama dan menghayati nilai-nilai natal itu dalam hidup sehari-hari. Sehingga, kita bisa mengaplikasikan kebenaran firman itu dan menyatakan bahwa kasih Allah yang sangat besar itu harus kita bagi dan kita aplikasikan dalam hidup kita.

Topik 2

Subjek: Pengharapan Natal

Pertanyaan: Bagaimana kita dapat menghidupi teladan Kristus itu dalam kehidupan kita? Apa saja harapan Anda di natal tahun ini?

Setiap manusia tentu memiliki tujuan hidup, begitu pula dengan orang Kristen. Sebab, kita tidak mungkin berjalan tanpa tujuan, tetapi masing-masing dari kita tentu memiliki tujuan hidup yang ingin untuk dicapai. Demikian juga bagi setiap orang percaya, kita memiliki tujuan akhir untuk serupa dengan Kristus. Teladan yang sudah Kristus berikan dan dituliskan dalam Alkitab. Lebih-lebih para penulis Injil Sinoptik telah menuliskan bahwa Yesus adalah sosok yang sangat baik dan memberikan teladan. Ia seorang yang lemah lembut, peduli, tegas, dan penuh dengan penuh dengan belas kasihan, kepribadian Kristus layak untuk kita teladani dan kita aplikasikan dalam hidup sehari-hari.

Begitu pula dengan natal, tentu tidak hanya hingar bingar natal yang kita nantikan dan kita harapkan. Namun, lebih daripada kita harus meneladani Kristus dan menjadi sosok pribadi yang lebih baik. Jika kita hanya menantikan sukacita natal saja, maka apa bedanya kita dengan dunia? Kita harus bisa melakukan yang benar dan menyatakan kasih Allah yang besar kita kepada sesama kita, sehingga mereka melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa di sorga. Inilah nilai dan kebenaran yang harus kita refleksikan. Kita lihat lagi ke dalaman hati kita dan kita perbaiki sisi-sisi hidup kita yang kurang baik, kita diubahkan menjadi pribadi yang baru, yang menyatakan cinta kasih Kristus kepada sesama.

Komentar