Rangkuman Diskusi PKS Februari /Maret 2011

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Termin I.

Topik 1

Subjek: Cinta

Apakah Anda percaya dengan "cinta pada pandangan pertama"? Apakah pernikahan harus diawali dengan adanya perasaan "cinta chemestry"? Bagaimana dengan istilah "tresno jalaran kulino" (cinta karena kebiasaan), dimana cinta baru bertumbuh kemudian (setelah menikah)?

Definisi dari cinta itu sendiri adalah rasa tertarik yang kuat akan seseorang, dan menimbulkan suatu kerinduan untuk selalu bersama, rasa ingin memiliki dan mengasihi (memberikan yang terbaik bagi orang yang dikasihi). Cinta merupakan sebuah seni yang memerlukan pengetahuan dan latihan. Itu adalah arti cinta yang sesungguhnya. Anggapan mengenai cinta pertama tidak semua orang percaya. Karena perasaan ini bergantung pada penilaian seseorang terhadap keadaan dan perasaan orang itu ketika jatuh cinta. Namun, pada dasarnya cinta pada pandangan pertama tidak menjamin bahwa jalinan tersebut akan mencapai tahap pernikahan. Karena kita tahu bahwa cinta itu memerlukan pengetahuan dan latihan (proses). Satu hal yang tidak kalah penting kita ketahui bahwa antara cinta dan suka itu tidak sama. Cinta merujuk kepada memberikan sesuatu kepada seseorang, sedangkan suka mengacu kepada kesenangan pribadi (contoh: karena dia baik, cantik, dll..)

Penikahan merupakan suatu lembaga yang mempersatukan dua pribadi yang berbeda, baik karakter maupun kepribadiannnya. Jelas saja bahwa perbedaan itu sudah ada sebelum hubungan dua insan ini terjalin. Itulah sebabnya suatu pernikahan diperlukan cinta chemestry. Cinta chemestry yang dimaksud disini berkaitan dengan prinsip-prinsip yang benar menurut kehendak Tuhan, contohnya: kepemilikan komitmen di dalam Tuhan. Untuk hal-hal di luar itu akan berjalan dalam proses kehidupan pernikahan dimana keduanya saling melengkapi dalam setiap kelemahan yang membuat mereka berbeda satu dengan yang lain. Selain itu, perlu dipikirkan kembali jika banyak yang tidak cocok daripada yang cocok, khususnya di dalam hal-hal prinsip untuk pengambilan keputusan sebelum pernikahan terjadi.

Istilah "tresno jalaran kulino" itu bisa saja terjadi. Cinta seperti ini bisa terjadi kepada orang yang dijodohkan maupun orang yang akan mulai pacaran. Cinta ini terjalin karena terbiasa bersama dan berkomunikasi, yang akhirnya membawa orang itu ke dalam perasaan untuk lebih dalam mengasihi dan ingin selalu bersama. Dan kembali pada hakekatnya bahwa cinta merupakan suatu proses. Untuk itu cinta perlu senantiasa diusahakan karena cinta harus diterima dan dibagikan. Hal ini akan menghadirkan cinta sejati, meskipun harus melewati tahapan.

Topik 2

Subjek: Kasih Allah

Apakah yang membedakan antara kasih manusia dengan kasih Allah? Dalam hal bagaimana kasih suami dan istri mencerminkan kasih Allah?

Yang menjadi perbedaan antara kasih manusia dengan kasih Allah terletak dalam kemurnian motivasinya. Kasih manusia pada umumnya adalah kasih karena sebab/alasan. Karena dia mengasihi saya, maka saya mengasihi dia juga. Tapi, kasih Allah adalah kasih yang tulus dan murni, kasih yang lahir dari inisiatif, bahkan Allah menunjukkan kasih-Nya saat kita ada dalam dosa. Allah telah mencurahkan kasih-Nya (kasih agape) di dalam hati kita, melalui Roh-Nya (Roma 5:5, "Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita"). Apabila Yesus Kristus bukan Tuhan atas kehidupan kita, apabila Roh-Nya tidak menguasai kehidupan kita, maka kita tidak memiliki "kasih agape". Kasih agape bukanlah sekedar kasih biasa, atau sekedar kasih persahabatan, tetapi kasih yang selalu memberi, yang bersedia berkorban. Kasih agape hanya dapat diperoleh dari Allah, tidak dengan kasih manusia. Kasih manusia adalah kasih yang bersyarat.

Kasih Allah tercermin melalui kasih suami istri, jika kasih itu rela berkorban satu dengan yang lain (1 Kor. 13:4). Perwujudan dari kasih yang rela berkorban adalah bukan apa yang aku ingini yang harus terwujud, tetapi biarlah dalam hubungan suami dan istri kedua belah pihak harus saling mendahului dalam memerhatikan keinginan atau kebahagiaan pasangannya sebagai prioritas utama. Bukan apa yang kuingini tetapi apa yang pasangan kita ingini karena seperti Tuhan Yesus yang mengibaratkan diri-Nya sebagai mempelai laki-laki yang berkorban untuk menyelamatkan dan kita sebagai mempelai wanitanya yang menerima keselamatan itu. Maka masing-masing kita sebagai suami istri harus meneladani dengan saling berkorban dan melayani pasangan kita. Suami sebagai seorang imam dalam kehidupan keluarga hendaknya senantiasa memberikan kasihnya dengan mengayomi istri, sedang isteri sebagai "jemaat" hendaknya sebagai tiang doa dalam kehidupan keluarganya.

Topik 3

Subjek: Tulang rusuk

Menurut Anda, apakah benar anggapan yang mengatakan "menemukan tulang rusuk yang hilang" itu? Darimanakah anggapan ini muncul? Dan apakah Tuhan memang sudah menentukan jodoh bagi kita, sehingga kita harus mencarinya?

Ungkapan itu cenderung dimanfaatkan orang dunia untuk alasan-alasan yang tidak berkenan kepada Allah seperti:

  1. Melarikan diri dari tanggung jawab.
  2. Tidak mau mengakui kesalahan.
  3. Mengelak dari komitmen yang sudah dibuat (for better for worse).

Orang dunia melakukan hal-hal di atas ketika merasa dan mendapati tulang rusuk yang dahulu hilang dan sekarang ditemukan tidak lagi sesuai dengan harapannya. Dan ujung-ujungnya jalan yang ditempuh adalah perceraian. Ini sangat berlawanan dengan firman Tuhan. Tuhan tidak berkenan terhadap perceraian. Oleh karena itu, orang percaya tidak boleh melakukan hal yang demikian. Sebagai orang percaya kita harus yakin bahwa apa yang sudah Tuhan berikan itu adalah yang terbaik bagi diri kita.

Dari Alkitab kita lihat ada orang-orang yang memang pasangan hidupnya Tuhan yang atur, mis. Adam dan Hawa, Maria dan Yusuf, dll. Tapi itu semua dalam rangka rencana keselamatan Allah untuk kelahiran Kristus. Jadi hanya mereka yang diberi jodoh oleh Tuhan. Setelah Adam dan Hawa, manusia diberi kebebasan untuk memilih sendiri suami/istrinya dengan tuntunan Allah melalui para imam dan nabi-Nya. Untuk kita sekarang ini, Allah tetap memberikan kebebasan untuk memilih dengan tuntunan Alkitab. Sehingga, siapapun yang kita pilih harus sesuai dengan firman Tuhan.

Termin II

Topik 1

Subjek: Bertumbuh atau Berkembang

Pertanyaan: Di dalam prinsip iman Kristen, manakah yang Anda pikir lebih benar: Cinta kita kepada pasangan kita bertumbuh atau berkembang?

Bertumbuh dan berkembang memiliki kaitan yang cukup erat dalam menjalani sebuah pernikahan Kristen. Keduanya hampir memiliki arah yang sangat baik dalam menjalin sebuah hubungan yang serius. Dari beberapa partisipasi jawaban yang diberikan oleh peserta diskusi banyak memakai istilah bertumbuh. Alkitab sendiri kerap menggunakan kata bertumbuh yang memiliki makna bertambah besar dan semakin sempurna dan menjadi kuat. Arti dari bertumbuh adalah tidak berhenti pada suatu titik, melainkan selalu ada progres perubahan yang menuju kepada kesempurnaan dan mengarah kepada kedewasaan.

Dengan kata lain, ketika kita berani mengatakan bahwa kita mencintai seseorang, beranilah berkomitmen untuk mengasihinya di dalam kebenaran Allah sekaligus setia. Caranya adalah kita bersama-sama saling mempertumbuhkan iman, kerohanian, dan karakter untuk serupa dengan Kristus. Jangan hanya menuntut orang lain berkorban demi kita, kita yang harus pertama kali siap berkorban demi seseorang yang kita cintai.

Topik 2

Subjek: Memahami Perbedaan

Pertanyaan: Dalam hal apa Anda berbeda dengan pasangan Anda (berikan contoh)? Bagaimana Anda memandang perbedaan tersebut - melengkapi atau membuat masalah? Jelaskan.

Perbedaan merupakan hal wajar dalam menjalin sebuah hubungan bersama pasangan yang menjadi pilihan kita. Tidaklah wajar apabila perbedaan itu menjadi penyebab timbulnya masalah yang kerap kali menjadi pemicu pertengkaran. Sadar atau tidak, kita memang tidak diciptakan sama dan serupa dengan pasangan kita. Setiap kita tentu saja memiliki keunikan, karakter yang sangat jauh berbeda dengan pasangan kita. Sebaliknya, justru setiap perbedaan yang kita miliki dengan pasangan sebaiknya menjadi pelengkap bagian dari hidup kita. Pada prinsipnya perbedaan bukan sebagai penghalang dalam mencapai tujuan Allah di dalam kehidupan rumah tangga. Mungkin dapat disebutkan dalam hal apa kita berbeda dengan pasangan. Hendaknya dalam memandang perbedaan itu sebaiknya kita saling menghargai, melengkapi kelemahan satu sama lain sehingga keluarga kita menjadi lebih sehat dan kuat dalam menghadapi setiap rintangan dan tantangan bersama.

Termin III

Topik 1

Subjek: Pernikahan Kristen dan tradisi

Apakah peranan tradisi keluarga dalam kehidupan pernikahan Kristen? Bagaimana jika tradisi keluarga tersebut bertentangan dengan prinsip iman Kristen?

Pada dasarnya tradisi yang ada di dalam keluarga diberikan oleh orang tua secara turun temurun. Sehingga sedikit banyaknya sebuah tradisi dalam keluarga membentuk karakter dan tingkah laku kehidupann kita. Secara otomatis tradisi keluarga tersebut akan kita bawa dalam kehidupan pernikahan. Dan tentunya dalam kehidupan pernikahan Kristen, suami dan istri masing-masing membawa tradisi yang didapatkan dalam keluarganya. Tradisi yang dibawa suami maupun istri pastinya berbeda satu dengan yang lain. Hal yang sering membuat masalah dalam kehidupan pernikahan, yaaitu apabila antara suami dan istri masing-masing mempertahankan tradisinya. Apalagi jika pernikahan tercipta oleh pribadi yang tidak satu suku. Dan hal yang paling serius lagi, apabila sang suami memegang tradisi secara kuat dan diberlakukan untuk istrinya atau sebaliknya. Hal ini akan membuat masalah besar dalam pernikahan Kristen.

Jalan yang harus ditempuh dalam menyikapi dua tradisi yang berbeda ini, yaitu suami dan istri harus memiliki kerendahan hati. Tradisi yang mereka bawa harus dipertimbangkan lagi, apakah hal itu akan memberikan dampak yang baik dalam kehidupan pernikahan. Perlu diketahui bahwa tidak semua tradisi dalam keluarga itu merugikan, namun sebenarnya tradisi dalam keluarga tersebut memberikan motivasi dan pengalaman bagaimana kehidupan pernikahan. Untuk itu perlu adanya kesepakatan dalam menjalani kehidupan pernikahan. Jika suami dan istri adalah orang yang sudah percaya, hal ini akan memudahkan mereka untuk menyikapi tradisi keluarga mana yang dikehendaki Tuhan dan yang tidak dikehendaki Tuhan. Namun yang menjadi kuncinya, masalah tradisi keluarga ini harus dibicarakan baik-baik antara suami dan istri supaya tidak menimbulkan masalah keluarga.

Telah dijelaskan bahwa tradisi dalam keluarga tidak semuanya baik dan buruk. Apabila tradisi keluarga bertentangan dengan prinsip iman Kristen, maka harus disikapi dengan hati-hati dan serius. Suami dan istri harus mengambil kesepakatan dengan penuh kesadaran bahwa tradisi tersebut tidak boleh dijalankan. Hal yang tidak boleh dilupakan bahwa suami dan isri harus saling memberikan pengertian supaya hubungan dalam keluarga tetap harmonis. Karena segala sesuatu yang bertentangan denga iman Kristen, itu sama halnya dengan bertentangan dengan Tuhan. Dan kita harus tetap menghormati dan mengakui otoritas Tuhan sebagai kepala rumah tangga. Sehingga, kita akan mematuhi apa yang Tuhan katakan dalam menjalani kehidupan pernikahan Kristen.

Topik 2

Subjek: Tunduk pada Suami

Dalam hal apa istri harus tunduk pada suami? Bagaimana mengatasi masalah suami yang merasa tidak mendapat hormat dari istri?

Dasar kehidupan suami istri terdapat di kitab Efesus 5:22-33. Dalam kitab ini hal ketundukan seorang istri dibahas pada bagian ayat pertama dari perikop itu. Alkitab menjelaskan bahwa seorang istri tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Hal ketundukan ini, bukan berarti seorang istri tidak boleh berpendapat. Dalam menjalani rumah tangga seorang istri harus menghormati dan menghargai suami sebagai kepala keluarga. Peran istri sebagai penolong suami harus dinyatakan. Dalam membuat keputusan seorang suami membutuhkan peran istri. Dan seorang istri harus tunduk terhadap keputusan suami dalam hal-hal positif. Apabila keputusan yang dibuat oleh suami bersifat negatif, maka istri mengingatkan dengan baik-baik dan tetap megnhormati suami. Intinya istri tunduk kepada suami dalam hal melakukan kehendak Tuhan. Diluar kehendak-Nya, apalagi yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan haruslah istri bersikap tegas namun bijaksana sebagai anak Tuhan. Agar nama Tuhan tetap dimuliakan.

Suatu kenyataan yang lain apabila sang istri diketahui lebih berkelas daripada suami, misalnya, lebih berpendidikan, lebih besar penghasilnnya, lebih dewasa dalam bersikap, lebih luwes dalam bersosialisasi, bahkan lebih cantik dll. Meskipun demikian, istri harus tetap menghargai suami sebagai imam dalam keluarga. Jadi, seorang istri harus tunduk kepada suami menurut kehendak Tuhan.

Dan jika terjadi hal yang membuat suami merasa tidak dihormati oleh istri, maka masalah ini harus dikomunikasikan antara suami dan istri. Sehingga, istri akan mengetahui apa penyebab suami mengalami perasaan seperti itu. Selain itu, suami diberi pengertian akan firman Tuhan dalam Yesaya 43:4 " ... engkau berharga dimata-Ku, dan mulia ......." Kalau Tuhan saja menganggap dia berharga apa lagi isteri yang dijadikan Tuhan untuk menjadi penolong suami, tentu saja dia sangat berharga dihadapan istri dan keluarganya. Hal lain yang dapat dilakukan istri adalah mengembalikan citra diri/kepercayaan suami sebagai kepala keluarga dengan tidak mengesampingkannya dan menyampaikan segala sesuatu kepada suami, supaya ia tidak merasa disepelekan. Dan hal yang paling penting untuk dipahami oleh suami dan istri adalah konsep kepemimpinan dalam kekristenan adalah kepemimpinan yang melayani, bukan yang minta dilayani.

Termin IV

Topik 1

Subjek: Orang tua/mertua lanjut usia

Bagaimana menghadapi orangtua/mertua yang sudah mulai lanjut usia dan mereka menuntut Anda dan pasangan Anda untuk memelihara mereka di rumah Anda?

Menghormati orang tua merupakan perintah Tuhan yang terdapat di dalam keluaran 20:12. Konsekuensi dari melakukan perintah ini adalah kita akan diberkati dan panjang umur. Berdasarkan ayat ini, menghormati orang tua bukan hanya dilakukan pada saat mereka masih bisa mengerjakan sesuatu dengan mandiri, melainkan juga pada saat mereka lanjut usia, kita harus tetap menghormati mereka. Hal merawat orang tua yang sudah lanjut usia bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Suami dan istri harus membuat kesepakatan untuk merawat orang tua dengan senang hati. Jika tidak ada kesepakatan di kedua belah pihak, maka yang ada hanyalah keterpaksaan, tentunya hal ini tidaklah baik.

Orang tua yang sudah lanjut usia, sering kali menampakkan hal-hal yang membuat kita susah untuk menghadapi sikapnya. Oleh karena itu, sebelum suami dan istri mengambil keputusan, paling tidak mereka harus membuat rambu-rambu untuk beberapa hal yang menyangkut pemeliharaan, seperti sejauh mana mereka harus memelihara dan memperkirakan masalah-masalah apa saja yang kemungkinan akan terjadi serta bagaimana solusinya. Tujuan dari hal ini adalah jangan sampai perkara ini menambah beban masalah dalam keluarga. Untuk itu, masalah merawat orang tua harus disikapi dengan serius. Merawat dan memelihara orang tua bukan harus di rumah kita. Kita bisa mendukung dalam biaya yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup mereka. Ini merupakan alternatif yang lain, jika kita benar-benar tidak bisa merawatnya di rumah. Satu hal yang paling inti, yaitu harus tetap ada pembicaraan dari hati ke hati antara suami, istri, dan orang tua/mertua yang telah lanjut usia. Sehingga, apapun yang akan diambil merupakan keputusan yang terbaik tanpa harus melanggar perintah Tuhan untuk menghormati orang tua. Dengan demikian keutuhan dan keharmonisan keluarga tetap terjaga.

Topik 2

Subjek: Anak takut akan Tuhan

Orangtua diberi Allah tanggung jawab yang besar untuk mendidik anak- anaknya takut akan Tuhan. Bagaimana seharusnya orangtua melaksanakan tugas ini? Apakah Anda merasa sudah menjadi orangtua yang bertanggung jawab?

Keluarga adalah fundamen pertama dan utama dimana anak-anak dapat belajar apa saja, terutama belajar tentang kehidupan. Disini orang tua memiliki tugas yang besar untuk mendidik anak-anaknya sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam memberikan didikan kepada anak-anaknya orang tua harus menempatkan diri sebagai teladan dalam segala sesuatu, khususnya dalam takut akan Tuhan. Tugas ini sesuai dengan Amsal 22:6, orang tua harus mendidik anaknya untuk menyukai hal-hal rohani. Keteladanan orang tua itu sangat penting karena anak yang takut akan Tuhan bisa diperoleh dengan keteladanan orang tuanya. Untuk itu perlu diadakan mezbah dalam keluarga. Dengan mengadakan mezbah dalam keluarga anak- anak akan terbiasa beribadah dan mempraktekkan takut akan Tuhan.

Anak adalah peniru ulung. Mereka cenderung lebih mudah meniru ha-hal yang buruk di sekitarnya. Oleh karena itu dalam mendidik anak, orang tua harus mampu dan berhasil untuk menanamkan firman Tuhan dalam kehidupan anak. Orang tua harus berupaya untuk mendidik anak secara benar, apalagi di dalam memberikann nasehat ketika anak berbuat kesalahan. Orang tua harus membantu anak untuk mengakui dan menyadari kesalahan dan menuntunnya kembali ke jalan yang benar. Hal ini harus senatiasa dilakukan orang tua terhadap anak. Disamping merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anak, juga merupakan wujud dari orang tua sebagai penanggung jawab penuh terhadap anugerah Tuhan.

Banyak metode yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anaknya, yaitu: pergi ke gereja, membaca firman Tuhan, berdoa, berbuat baik, dll. Semua hal-hal yang dapat orang tua berikan berdasarkan firman Tuhan, pasti akan memampukan anaknya untuk memiliki hati yang takut akan Tuhan. Sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakar di dalam Tuhan. Usaha mendidik anak ini berjalan sepanjang masa. Oleh karena itu, orang tua harus tetap berusaha untuk mendidik anaknya dengan baik dan tidak perlu berkecil hati terhadap hasilnya. Karena ukuran yang dipakai untuk mengukur keberhasilan dalam mendidik anak adalah Alkitab. Dan benih yang telah ditabur suatu ketika akan bertumbuh dan Tuhanlah yang penuainya.

Umum: 

Komentar