Rangkuman Diskusi PPB September/Oktober 2015

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Termin I

Topik 1

Subjek: Pengantar Perjanjian Baru


Pertanyaan: Mengapa terdapat kata "Perjanjian" dalam kanon Alkitab kita? Apa yang membedakan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?

Secara harfiah, perjanjian berarti kesepakatan antara dua pihak yang seimbang, yang membuat kesepakatan dalam kurun waktu tertentu. Akan tetapi, dalam teologi Kristen kedudukan Allah dengan manusia sangatlah tidak seimbang. Allah kudus dan kekal, sedangkan manusia berdosa dan sementara. Perjanjian dalam konteks teologia, Allah sendiri yang mengikatkan diri-Nya dalam satu perjanjian yang kekal. Manusia hanyalah pihak yang menerima perjanjian.

Perbedaan dan Persamaan Antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

  1. Perbedaan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

  2. Apakah ada perbedaan antara PL dan PB? Ya ada, tetapi ketika kita membicarakan tentang perbedaan PL dan PB, perlu dimengerti bahwa perbedaan di sini bukan berarti adanya pertentangan. Kita melihat ada perbedaan dalam hal jangkauan dan keluasan pembahasan antara PL dan PB, namun demikian hal-hal tersebut tidak saling bertentangan.

    Misalnya:

    • Perjanjian Lama bercerita tentang hubungan Allah dengan bangsa Israel, tetapi PB lebih banyak bercerita tentang hubungan Allah (melalui Yesus dan Para Rasul) dengan jemaat-Nya (gereja-Nya).

    • Perjanjian Lama menolong kita mengerti sifat-sifat Allah yang suci, adil dan benar, tetapi PB lebih menekankan kepada sifat-sifat Allah yang kasih, sabar dan pemurah.

    • Perjanjian Lama memberikan panggilan keselamatan dari satu orang (Abraham) kepada satu bangsa (Israel). Tetapi, PB memberikan panggilan keselamatan dari satu bangsa (Israel) kepada bangsa-bangsa lain.

  3. Persamaan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

  4. Persamaan antara PL dan PB tidak dimaksudkan untuk menyejajarkan kedudukan dan nilai antara PL dan PB, namun persamaan di sini untuk menyatakan bahwa tidak ada pertentangan antara PL dan PB. Sebaliknya kita melihat bahwa PL dan PB adalah dua perjanjian yang kebenarannya saling menguatkan satu dengan yang lain.

    Misalnya:

    • Perjanjian Lama percaya pada Allah sebagai Pencipta alam semesta dan isinya demikian juga PB.

    • Perjanjian Lama menceritakan tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa, PB menegaskan bahwa dosa telah menguasai manusia.

    • Perjanjian Lama mencatat bagaimana Allah menyatakan Diri-Nya dan kehendak-Nya dan PB secara konsisten melihat penyataan Diri Allah itu secara lebih luas dan lengkap.

    • Perjanjian Lama melihat bayang-bayang janji keselamatan, PB melihat fakta janji keselamatan itu dengan jelas.

    • Perjanjian Lama membicarakan nubuat Mesias yang akan datang sedangkan PB menggenapkan nubuat datangnya Mesias di dalam Yesus Kristus.

Topik 2

Subjek: Intertestamentum


Pertanyaan: Apa yang Anda ketahui dengan masa Intertestamentum? Berapa lamakah periode masa ini? Buatlah daftar keadaan bangsa Israel/Yahudi pada masa Intertestamentum!

Masa antara Maleakhi hingga lahirnya Yesus disebut masa Intertestamentum. Masa berlangsung sekitar 400 tahun. Ciri-ciri dari masa intertestamentum:

• Tidak ada suara kenabian


• Masa penulisan kitab-kitab apokrifa dan pseudefigrapha


• Pergolakan kepemimpinan dunia (Dimulai dari wafatnya Alexander Agung, hingga wangsa Makabeus di Palestina)


• Hellenisme menyebar dengan cepat dan mencapai puncaknya.

Pada waktu itu bangsa Israel yang telah dipulihkan mengalami berbagai gangguan politik yang sangat serius untuk sementara waktu. Setelah Aleksander Agung menaklukkan Imperium Persia, para pangeran dan jenderal Yunani berjuang untuk merebut hak untuk memerintah Timur Dekat. Raja Antiokhus III dari wangsa Seleukus merebut Palestina dari Mesir pada tahun 198 SM dan berusaha menjadikannya sebuah pangkalan untuk membangun suatu imperium baru di Timur. Akan tetapi, Antiokhus III bukanlah tandingan bagi legiun-legiun Roma. Mereka mengalahkan bala tentaranya pada tahun 190 SM dan menjadikannya penguasa boneka dalam rangkaian kepemimpinan Roma.

Keluarga Makabeus memulai perang saudara melawan para penguasa Seleukus dan merebut Yerusalem pada tahun 164 SM. Akan tetapi, baru pada tahun 134 SM mereka mampu menghalau sama sekali orang-orang Seleukus dari urusan mereka. Pada tahun itu, Yohanes Hirkanus I dari keluarga Makabeus mendirikan wangsanya sendiri yang dikenal sebagai wangsa Hasmoneus atau Hasmonia. Mereka berkuasa sampai tahun 37 SM, ketika Roma menetapkan keluarga Herodes sebagai pemerintah boneka yang baru di Palestina.

Termin II

TOPIK 1

Subjek: Yudaisme dan Hellenistic


Pertanyaan: Apakah Yudaisme adalah agama yang dianut Tuhan Yesus ketika Ia hidup di dunia? Apa perbedaan mendasar antara ajaran Yudaisme dan Hellenistic?

Yesus dibesarkan dalam sebuah keluarga yang taat beragama Yahudi/Yudaisme. Namun, dalam peran masa dewasa Yesus sebagai nabi, Ia membawa ajaran yang jelas-jelas memiliki perbedaan prinsip dengan Yudaisme ôtradisional/konservatifö. Lalu, apakah perbedaan ajaran Yudaisme dengan Hellenistic?

Yudaisme:


  • Monotheis

  • Tuhan Allah Israel satu-satunya yang disembah

  • Ajaran terdapat dalam Taurat

  • Tokoh yang dikenal adalah Musa

  • Dalam sisi budaya Yudaisme dikenal kaku dan sangat melekat erat dengan Taurat.
  • Hellenistic:


  • Polytheisme

  • Banyak dewa yang disembah (Zeus, Apollo, Hermes, dll)

  • Tidak ada kitab, hanya oral traditions (ajaran lisan)

  • Tokoh yang dikenal adalah Alexander Agung (Penyebar Hellenisme)

  • Dalam sisi budaya, Hellenistic mengembang budaya Yunani dan Spartan.
  • Dalam pelayanan di bumi, Yesus mengajarkan mengenai berita Keselamatan dan Injil Kerajaan Allah. Yesus menyatakan bahwa Ia tidak mengubah satu iota-pun dari Hukum Taurat, tetapi Ia datang sebagai pemenuh seluruh nubuatan dalam Taurat dan Kitab Nabi-nabi. Hal ini menjelaskan bahwa apa yang diajarkan Yesus tidak melupakan ajaran Taurat, tetapi Yesus menjelaskan makna hukum dan menjadi pemenuh semua hukum.

    Topik 2

    Subjek: Kanon PB


    Pertanyaan: Pada tahun berapakah Kitab-kitab dalam PB diterima resmi sebagai kanon? Adakah kriteria khusus bagi tulisan yang bisa masuk dalam kanonisasi PB?

    Kata kanon digunakan sebagai istilah teknis untuk merujuk pada koleksi kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Meskipun pembentukan kanon Perjanjian Baru sudah dimulai sejak zaman apostolik, tetapi pengakuan pada seluruh Perjanjian Baru baru tercapai setelah beberapa abad kemudian. Kanon Perjanjian Baru dimulai dengan beredarnya kisah kehidupan Yesus secara lisan. Salah satu bukti dari hal ini adalah saat Paulus berbicara kepada para penatua di Efesus bahwa ada orang-orang yang menggunakan kisah kehidupan Yesus yang muncul di mana-mana. Yustinus Martyr, sekitar tahun 150 M, menggunakan istilah ta euaggelia sebagai sebutan pada catatan-catatan tentang kehidupan Yesus ini.

    Akhirnya pada tahun 397 M, konsili gereja di Carthago mengesahkan 27 kitab PB. Gereja sebagai persekutuan orang-orang yang ditebus, yang beriman sungguh-sungguh di dalam Kristus bukan menentukan atau menciptakan kanon, tetapi gereja hanya mengesahkan kitab-kitab yang memiliki tanda kanonitas dan karena itu kitab-kitab tersebut memiliki otoritas dalam gereja.

    Syarat-syarat tulisan yang dapat masuk kanon PB:


  • Daftar-daftar yang dibuat para tokoh Gereja pada zaman dulu bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada kita paling tidak itulah kitab-kitab yang dipakai di gereja lokal tempat mereka melayani. Walaupun demikian daftar-daftar ini tidak seragam satu sama lain dan tidak lengkap, sehingga juga tidak bersifat mutlak. Di sini bisa disebutkan nama-nama sebagai berikut: Muratori, Origenes, Eusebius, Cyril dari Yerusalem, dua kanon Latin, Athanasius, Agustinus, konsili-konsili dari Hippo dan Kartago III.

  • Kriteria kerasulan berarti bahwa semua tulisan PB berkaitan, langsung atau tidak, dengan rasul atau berasal dari zaman rasul pada abad pertama. Maka, ini tidak berarti bahwa pengarang kitab PB harus salah satu dari rasul-rasul. Pengarang PB yang tergolong rasul adalah Matius, Yohanes, Petrus, dan Paulus yang dipandang sebagai rasul. Pengarang PB yang bukan rasul namun berhubungan erat dengan rasul adalah Markus (dikaitkan dengan Petrus), Lukas (dikaitkan dengan Paulus), penulis surat Ibrani (kalau bukan Paulus minimal dari salah seorang yang dekat dengannya). Ke dalam kelompok ini termasuk juga mereka yang berkaitan erat dengan Yesus seperti saudara-Nya (Yakobus, Yudas).
  • Ortodoksi kanon berarti bahwa teologi dan etika dari kitab-kitab PB secara keseluruhan terpadu. Sekalipun ada perbedaan tekanan dari kitab yang satu dengan kitab yang lain, namun tidak ada kontradiksi secara esensial.
  • Kekatolikan kanon berarti kitab-kitab PB terpelihara, karena terbukti bermanfaat untuk mayoritas jemaat sejak awal sampaii sekarang. Ambillah contoh, seandainya surat Paulus kepada jemaat Korintus sebelum 1 Korintus ditemukan (lihat 1 Korintus 5:9), surat itu bisa dinilai tidak memenuhi kriteria kekatolikan. Pada masa lampau, surat itu terbukti tidak relevan dengan jemaat-jemaat di luar Korintus. Selama hampir dua ribu tahun surat itu tidak pernah memiliki otoritas atas jemaat, jadi itu tidak layak untuk sebuah status kanon.
  • Termin III

    Topik 1

    Subjek: Kitab Injil

    Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan Injil? Tema apa saja yang diangkat keempat Injil? Mengapa dalam pengkategorian Injil terdapat Injil Sinoptik dan Injil Yohanes yang berdiri sendiri?

    Kata Injil secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata "Euanggelion" yang secara umum kata ini berarti kabar baik atau berita baik. Kata "Euanggelion" kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris yaitu "Gospel". Kata "Gospel" sendiri terdiri dari dua kata yaitu kata "God" dan "Spell" yang artinya adalah "God - Story". Kata "Gospel" sendiri diartikan sebagai kabar baik. Kabar baik tentang Tuhan Yesus telah dituliskan oleh keempat penulis Injil. Keempat penulis Injil telah mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, Anak Allah, dan Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama yang telah mengubah hidup mereka menjadi ciptaan baru.

    Tema yang diangkat oleh Keempat Injil adalah:


  • Injil Matius : Yesus sebagai Raja

  • Injil Markus : Yesus adalah Hamba Allah yang menderita

  • Injil Lukas : Yesus adalah Anak Manusia

  • Injil Yohanes : Yesus adalah Anak Allah
  • Injil Yohanes dianggap sebagai sebuah Injil yang memiliki kekhasan pribadi yang tidak dimiliki oleh Injil Matius, Markus dan Lukas. John Drane mengemukakan bahwa, "Yohanes menuliskan Injilnya berdasarkan penafsiran teologis tentang cerita faktual dari Injil-injil Sinoptik. Sementara itu, dapat disimpulkan bahwa sumber Injil Yohanes adalah sebuah sumber yang sahih tersendiri dan dapat berdiri sendiri." (John Drane: 2008, 221) Oleh karena itu, dalam pengkategoriannya Injil Yohanes dipisahkan dari Injil Sinoptik.

    Topik 2

    Subjek: Gereja Mula-Mula

    Pertanyaan: Apakah ada catatan historis mengenai tahun kelahiran Gereja? Temukan konsep ibadah dan permasalahan yang terjadi dalam gereja mula-mula.

    Secara organisatoris dan catatan dari Bapa-bapa gereja, gereja lahir adalah setelah masa Pentakosta. Di mana para rasul mulai menginjil dan membawa Injil hingga ke luar Yerusalem. Di setiap daerah mulailah berdirilah kumpulan para pengikut Kristus yang disebut "Christianos" dan hidup dalam ajaran para rasul. Hasil usaha pemberitaan Injil menjadikan pengikut Kristus semakin bertambah, sehingga di mana bumi di pijak di situ terdapat para pengikut Kristus.

    Gereja dalam bahasa yunani adalah ekklesia artinya secara umum adalah dipanggil keluar, secara khusus artinya, pertemuan orang orang kristen sebagai jemaat untuk menyembah kepada Kristus. Gereja lahir dari hasil amanat agung yang diberikan Kristus sebelum naik ke surga. Sesudah kenaikan Tuhan Yesus gereja mula mula atau disebut gereja abad pertama atau gereja zaman rasul rasul, lahir kira kira tahun 30 - 100 Masehi, pertama tama ada di daerah Palestina, dan secara bertahap meluas ke daerah Syria, Asia kecil, Yunani, Italy, dengan, pusat gereja berada di kota Yerusalem, Antiokhia, and Roma. Perkembangan gereja ini merupakan hasil perjuangan para rasul.

    Konsep ibadah gereja mula mula adalah:

    1. Bertekun dalam pengajaran, jemaat mula mula adalah jemaat yang mengalami pembaharuan dari Roh Kudus dan mereka rindu dan haus untuk tekunnbelajar Firman Tuhan.
    2. Gereja yang bersekutu.
      Selain memiliki semangat untuk tekun belajar Firman Tuhan, mereka bersemangat untuk berkumpul dan bersekutu dengan saudara seiman untuk saling menguatkan, saling menghibur, saling mengingatkan, saling memberi.
    3. Gereja yang memecahkan roti bersama.
      Selain bersekutu dengan sesama jemaat mereka bersekutu dengan Kristus dalam perjamuan Kudus yang mengingatkan mereka akan penderitaan Kristus yang membuat mereka kuat ketika menghadapi penganiayaan dan kesulitan dalam hidup mereka sebagai orang Kristen.
    4. Gereja yang berdoa, berdoa pada gereja mula mula mengacu kepada persekutuan doa.

    Masalah masalah yang terjadi di gereja mula mula adalah:

    1. Perpecahan didalam gereja.

    2. Adanya ajaran ajaran sesat yang menyusup ke dalam gereja seperti ada ajaran yang mencampuradukkan injil Yesus Kristus dengan tradisi Yahudi.

    3. Ada penolakan dari agama agama lain yang ada zaman itu seperti Yudaism.

    4. Ada tekanan dan penganiayaan. Martir pertama adalah stefanus.

    Termin IV

    Topik 1

    Subjek: Apokaliptik dalam PB


    Pertanyaan: Kitab Wahyu adalah satu-satunya Kitab Apokaliptik dalam Kanon PB. Sebagai kitab apokaliptik, apakah tema utama dan pokok-pokok penting dalam Kitab Wahyu? Selain Kitab Wahyu, apakah ada bagian apokaliptik dalam Injil dan surat yang lain dalam Kanon PB?

    Kata "apokaliptik" berasal dari bahasa Yunani yang artinya "menyingkapkan" atau " membukakan" dan merujuk pada sesuatu yang sebelumnya tersembunyi dan sekarang telah disingkapkan sekarang. Kata "apokaliptik" sebetulnya merupakan suatu ungkapan dari gereja Kristen abad ke-2 untuk jenis sastra yang dipakai dalam surat Wahyu kepada Yohanes di Perjanjian Baru. Dari sinilah kata "apokaliptik" kemudian menjadi sebutan untuk gaya penulisan yang banyak menggunakan simbol, seperti di dalam Kitab Wahyu.

    Ciri-ciri tulisan apokaliptik:

    1. Penggunaan Nama Penulis Samaran

    2. Ciri sastra Apokaliptik adalah memakai nama penulis samaran. Tulisan yang penulisnya menggunakan nama samaran dikenal dengan istilah pseudonymous. Pemakaian nama samaran merupakan hal yang lazim dan tidak hanya terjadi di lingkungan penulis Yahudi saja, tetapi juga di dunia Yunani dan Romawi. Dengan menggunakan nama samaran, biasanya nama figur-figur dari masa lampau yang dihormati, maka tulisan-tulisan apokaliptik mendapatkan otoritas dan dihadirkan sebagai tulisan-tulisan yang memprediksikan masa depan yang sedang digenapi.

    3. Penggunaan Bahasa Simbolis
    4. Ciri lain dari sastra apokaliptik yang membuatnya mudah dikenali adalah banyak menggunakan bahasa simbolis. Kadang bahasa simbolis yang digunakan mudah dimengerti namun kadang sulit dipahami. Simbol-simbol yang sering dipakai adalah binatang-binatang, manusia dan bintang-bintang, makhluk-makhluk mitologi, dan angka-angka. Ini dapat kita temukan dalam surat Wahyu kepada Yohanes yang menyebut Roma sebagai Babel atau Kitab Daniel yang memakai nama-nama binatang untuk menyebutkan nama empat negara.

    5. Sosok Malaikat Berperan Penting
    6. Sastra apokaliptik sangat menekankan sifat supranatural dari wahyu yang diberikan. Aspek supranatural ini diperlihatkan melalui sosok malaekat yang mewarnai tulisan-tulisan apokaliptik. Sosok malaikat dalam tulisan apokaliptik memiliki peran penting yang membuat mereka menonjol. Misalnya, dalam kitab Daniel kita dapat menemukan dua tokoh malaikat yaitu Gabriel (Daniel 8:16) dan Mikhael (Daniel 12:1). Para penulis sastra apokaliptik banyak memberikan perhatian kepada sosok-sosok malaikat dan setan karena memang masyarakat Israel kuno sangat akrab dengan bayangan tentang suatu pengadilan ilahi yang menunjukkan adanya sisa-sisa politeisme kuno dalam kepercayaan mereka yang monoteis.


    7. Kedatangan Zaman Keselamatan

    8. Bila membaca sastra apokaliptik, kita dapat menemukan pembedaan yang tegas antara dunia yang sekarang dengan dunia yang akan datang. Sastra Apokaliptik berbicara tentang eskatologi, yaitu akhir dunia yang semakin memburuk hingga betul-betul kiamat, lalu tiba-tiba muncul dunia baru yang serba indah. Saat dunia yang baru itu datang, segala kejahatan dan kuasanya akan dimusnahkan oleh Allah, orang-orang yang telah mati akan dibangkitkan, dan akan ada penghakiman bagi semua orang. Dalam pandangan apokaliptik, bumi dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya terbatas pada umat Israel. Tulisan apokaliptik juga tidak hanya melampaui batas sejarah sampai ke eskatologi (keadaan sesudah sejarah berakhir) tetapi juga protologi yaitu keadaan sebelum dunia diciptakan. Sasaran akhir tulisan ini adalah berakhirnya segala kejahatan, kekuasaan yang dimiliki negara-negara besar di dunia tidak akan bertahan lama, dan zaman keselamatan pun tiba.


    Selain Kitab Wahyu yang ada kitab apokaliptik, ada pula beberapa pelajaran mengenai apokaliptik dan eskatologi yang terdapat dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, antara lain:

    1. Kitab Injil. Dalam Injil Matius pasal 24-25 terdapat mengenai khotbah Yesus tentang akhir zaman. Dalam Injil Markus pasal 13 terdapat pula khotbah tentang akhir zaman.
    2. Dalam Surat-surat Paulus. 1 Tesalonika pasal 4-5, Paulus menuliskan mengenai nasihat supaya hidup kudus, kedatangan Tuhan dan berjaga-jaga. Tiga topik ini adalah tulisan mengenai hal yang akan datang. Lalu dalam 2 Tesalonika pasal 2, Paulus menulis mengenai kedurhakaan yang akan datang menjelang kedatangan Tuhan. Tentu hal ini adalah sebuah pengajaran akan hal yang akan datang.
    3. Dalam surat kepada Timotius, Paulus juga menuliskan mengenai keadaan manusia pada akhir zaman, ada tanda-tanda secara moral yang Paulus menyatakan kepada Timotius mengenai keadaan manusia yaitu mereka tidak mempedulikan satu dengan yang lain, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah, dsb. (Lihat 2 Timotius 3:1-9)

    4. Dalam Surat Ibrani. Ibrani 4:1-13, penulis kitab Ibrani menuliskan mengenai sebuah hari perhentian yang sudah disediakan oleh Allah. Hari ini merujuk kepada Hari Tuhan, di mana Allah akan bertahta dan berdaulat penuh atas segala ciptaan. Satu hari seperti hari ketujuh dalam penciptaan, di mana Allah berhenti menciptakan, Ia menguduskan dan memberkati ciptaan-Nya.
    5. Dalam Surat Petrus. Di dalam 2 Petrus 3, kita dapat melihat uraian rasul Petrus mengenai Hari Tuhan. Hari ini dinyatakan adalah hari saat Tuhan datang dan hari yang sangat suci.
    6. Dalam Kitab Wahyu. Kitab Wahyu adalah sebuah kitab yang pada awal pembukaannya hingga akhir menuliskan mengenai masa-masa yang akan datang (eskatologi) dan sifatnya apokaliptik (rahasia).

    Topik 2

    Subjek: Misi ke Segala Bangsa

    Pertanyaan: Salah satu fokus ajaran dalam Perjanjian Baru adalah memberitakan Injil ke segala bangsa. Sejak kapan Injil mulai diberitakan keluar dari Yerusalem? Apa saja tantangan misi masa kini?

    Injil mulai diberitakan keluar Yerusalem adalah setelah hari raya Pentakosta. Jawaban dari pertanyaan ini dapat diperoleh berdasarkan penjelasan yang diuraikan oleh Lukas dalam bukunya yang kedua yaitu Kisah Para Rasul. Setelah Pentakosta, para rasul dikuasai oleh Roh Kudus dan mereka bersemangat dalam memberitakan Yesus Kristus. Dalam Kisah Para Rasul pasal 2 dan 3 dimulai dengan Petrus yang berkhotbah dan banyak orang mendengar tentang Yesus, hingga mereka memberikan diri untuk dibaptis. Setelah dituliskan mengenai semangat para rasul dalam menginjil, sampailah kondisi penganiayaan kepada jemaat Kristus di Yerusalem. Dengan demikian, para rasul harus lari dari Yerusalem, tetapi kesempatan melarikan diri dan mencari tempat perlindungan itu, mereka tetap menginjil. Demikian catatan yang sangat detail dari Kisah Para Rasul:

    1. Filipus di Samaria (Kisah Para Rasul 8:4-25)
      Injil diberitakan di Samaria. Secara geografis dan historis, Samaria pada masa Israel Kuno adalah Ibukota dari Kerajaan Israel Utara. Akan tetapi, orang Yahudi (Israel Selatan dengan ibukotanya Yerusalem) menolak untuk berhubungan baik dengan penduduk Samaria karena mereka tidak menjaga kemurnian Taurat dan hidup menyembah baal dan mendirikan bukit-bukit pengorbanan. Di Samaria, Filipus memberitakan tentang Yesus kepada penduduk di sana. Kemudian disusul oleh Petrus dan Yohanes yang datang ke Samaria dan berdoa supaya mereka menerima Roh Kudus.
    2. Filipus bertemu Sida-Sida dari Ethiopia (Kisah Para Rasul 8:26-40)
      Setelah dari Samaria, dalam perjalanan menuju ke Gaza, Filipus memberitakan Injil kepada Sida-Sida dari Ethopia. Dengan demikian, seorang asing (non Yahudi) menjadi percaya kepada Kristus dan dibaptis.

    3. Petrus di Lida, Saron dan Yope (Kisah Para Rasul 9:32-43)
      Petrus membawa Injil dan mengadakan tanda-tanda mukjizat kepada penduduk yang bertempat tinggal di Lida, Saron dan Yope. Pertobatan di kota-kota ini terjadi karena tanda-tanda mukjizat yang terjadi. Dalam Kisah Para Rasul 9:42, "Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan." Tanda-tanda dan mukjizat menyertai pemberitaan Injil, sehingga dari hal ini semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan.

    4. Petrus di Kaisarea (Kisah Para Rasul 10)
      Injil diberitakan hingga ke Kaisarea, bagian utara tanah Palestina. Tercatat bahwa Kornelius dan keluarganya menjadi percaya kepada Kristus. Semua orang yang mendengar khotbah Petrus menerima Roh Kudus dan mereka memberi diri untuk dibaptis.

    5. Paulus dan rekan pelayanan melakukan Penginjilan
      Babak baru dalam pemberitaan Injil dimulai seorang Sanhedrin yang bertobat dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Ia adalah Saulus yang namanya kemudian menjadi Paulus. Bersama-sama dengan rekan pelayanannya seperti Barnabas, Silas, Lukas dan lain-lain, mereka memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa hingga ke Asia Kecil.

    Tantangan misi masa kini adalah:


  • Umat Kristen yang enggan untuk menginjil.

  • Kurangnya dana untuk menjangkau daerah terpencil dan suku terabaikan.

  • Dominasi aliran kepercayaan.

  • Gaya hidup postmodern (Egoisme, kenyaman hidup, dll).

  • Pengaruh filsafat post modern.

  • Kurang strategi bermisi dengan media teknologi dan informasi.
  • Komentar