Rangkuman Diskusi SYK Juli/Agustus 2011

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Termin I

Topik 1

Subjek: Nubuatan Kristus

Nubuatan tentang Tuhan Yesus telah dituliskan dalam kitab Perjanjian Lama dan digenapi dalam Perjanjian Baru. Mengapa sebagai orang yang memegang pengajaran kitab Perjanjian Lama, orang Yahudi tetap tidak percaya bahwa Mesias telah datang? Apa pentingnya nubuatan dan penggenapan tentang Kristus itu bagi kita?

Pengharapan orang Yahudi mengenai kedatangan kerajaan Allah melalui Raja yang dijanjikan melalui Anak Daud sangat dinantikan kedatangannya. Harapan untuk memiliki seorang Raja yang diurapi oleh Tuhan yang akan bangkit menghajar bumi dengan perkataan mulutnya, akan menghancurkan bangsa-bangsa kafir dan membebaskan Yerusalem setelah itu mengumpulkan suku-suku Israel dan akan memerintah sebagai raja selama-lamanya. Itu merupakan janji yang lama yang diimpikan oleh segenap orang Yahudi dalam pergumulan bangsanya. Namun, ternyata mereka tidak seperti yang telah mereka lihat di dalam pribadi Yesus Kristus. Sebagai Mesias Yesus Kristus sangat berbeda dari pengharapan-pengharapan Yahudi kontemporer saat itu. Sehingga melalui kenyataan yang sangat jauh dengan harapan ini orang Yahudi tidak percaya akan kemesiasan Kristus.

Kepentingan nubuatan dan pengenapan Kristus sangat mendasar sekali sebagai dasar pengakuan iman bahwa Yesus Kristus adalah pengenapan dari nubuatan Perjanjian Lama. Ungkapan dan konsep Mesias (Yang diurapi) adalah konsep kristologi yang sangat penting secara historis karena itu menunjukkan pengenapan perjanjian Allah mengenai Yesus Kristus yang adalah keturunan Daud. Istilah Kristus memberi arti satu-satunya yang diutus Allah dengan pengurapan khusus, menjadi satu-satunya pengharapan dunia dan Juru Selamat. Istilah Yesus berarti Juru Selamat, istilah Kristus berarti Yang Diurapi. Dapat disimpulkan yang diurapi oleh Tuhan untuk menyelamatkan dunia yaitu Yesus Kristus.

Topik 2

Subjek: Masa Kecil Tuhan Yesus

Pertanyaan: Alkitab hanya menjelaskan satu bahasan mengenai masa kecil Tuhan Yesus yaitu ketika berumur 12 tahun di Bait Allah. Tetapi kita menemukan catatan lain di luar Alkitab yang menceritakan mengenai kehidupan Tuhan Yesus pada masa anak-anak/remaja. Apakah memang ada kisah di luar Alkitab yang menceritakan tentang masa muda Tuhan Yesus yang bisa dipertangungjawabkan?

Ada beberapa catatan mengenai Yesus di luar injil yang ditulis oleh para penulis kafir pada abad permulaan. Namun, sayangnya rujukan Yesus dalam tulisan tersebut relatif sedikit dibandingkan dengan pengaruh Yesus yang menurut Alkitab sangat besar. Minimnya rujukan mengenai Yesus dalam catatan-catatan non-kanonik dapat dimaklumi seandainya kita memakai cara pandang masyarakat waktu itu. Alkitab tidak memberikan keterangan apapun tentang kehidupan Yesus antara usia 12 -- 30 tahun. Mengingat keterbatasan keterangan Alkitab tentang hal ini, tidak heran muncul berbagai spekulasi sejak abad-abad permulaan sampai zaman modern. Jadi, kenyataan bahwa tidak semua fase hidup Yesus dicatat dalam Alkitab merupakan sesuatu yang bisa dipahami. Secara logika, tidak mungkin sorang penulis menceritakan segala sesuatu yang dikatakan Yesus selama hidup-Nya. Alkitab tidak memberikan catatan khusus tentang kehidupan Yesus di usia 13-30 tahun.

Seperti yang telah disebutkan beberapa peserta diantaranya ada beberapa catatan di luar injil (non-kanonik) diantaranya injil Thomas (kitab ini paling banyak menceritakan tentang masa kecil Yesus), Yesus di Himalaya (keberadaan-Nya di India pada usia 12-30 tahun). Namun, pemaparan injil non-kanonik jelas tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan firman Tuhan. Dalam Matius 11:5 dan Lukas 7:21-22 menjelaskan semua mukjizat yang Yesus lakukan bukan sekedar menunjukkan bahwa Ia adalah orang yang istimewa. Apa yang Dia lakukan merupakan tanda bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan Allah (bdk. Lukas 4:17-21; Yesaya 61:1-2; Yohanes 20:30-31). Selain itu Markus 6:3 menyebutkan Yesus tidak disebut sebagai anak tukang kayu (bdk. Mat 13:55). Teks lain yang mendukung hal ini adalah Lukas 4:16 "Nazaret, tempat Ia dibesarkan". Yesus sendiri juga menyebut Nazaret sebagai tempat asal-Nya (Lukas 4:24). Tidak heran, penduduk Nazaret sangat mengenal Dia maupun seluruh saudara-Nya (Matius 13:55; Markus 6:3). Dari teks-teks tersebut dapat disimpulkan bahwa Yesus kemungkinan besar menghabiskan seluruh hidupnya secara normal di Israel (Nazaret) sebagai orang Yahudi biasa.

Termin II

Topik 1

Subjek: Yesus dan Allah

Kita tahu bahwa Allah sudah ada dan akan ada terus, Dia adalah yang awal dan yang akhir. Tapi Tuhan Yesus baru lahir +- 2000 tahun yang lalu. Apakah Tuhan Yesus sudah ada sebelum 2000 tahun yang lalu? Dimana dan bagaimana keberadaannya? Bagaimana mempertanggungjawabkannya secara alkitabiah?

Pembahasan mengenai keberadaan Tuhan Yesus menjadi topik yang sering diperdebatkan. Banyak teori-teori yang bermunculan mengenai keberadaan dan sifat-sifat keAllahan Yesus Kristus. Tuhan Yesus sudah ada sejak dahulu, bahkan sebelum dunia dijadikan. Kejadian 1 : 26 "... "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita..." Kata Kita menunjukkan bahwa Dia adalah Allah Tritunggal. Dan keterangan lebih jelas lagi ada di dalam kitab Injil Yohanes 1:1 "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah" Hal ini menunjukkan pada kekekalan yang lampau, yakni sebelum dimulainya waktu, sebelum penciptaan langit dan bumi. Wahyu 1:8 mengatakan: "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Dan masih ada beberapa ayat lagi yang menunjukkan Yesus Kristus sudah ada, bahkan jauh sebelum dunia dijadikan (Lihat: Mikha 5:1, Kolose 1: 17).

Jadi, sebelum segala sesuatu diciptakan, di dalam kekekalan yang lampau yang ada adalah Firman. Tidak hanya demikian, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Sampai di sini kita bisa mengatakan bahwa Firman adalah permulaan segala sesuatu. Dengan kata lain, tanpa Firman, segala sesuatu tidak memiliki permulaan, sebab segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Yoh. 1:3). Dalam pembahasan di kitab Yohanes 1:1 mengenai kata "pada mulanya" menjelaskan bahwa tidak ada satu titik tertentu sebagai permulaan. Dan tentunya akal manusia tidak mungkin meraih alam itu di kekekalan masa lampau. Manusia yang terbatas tidak mungkin menembus Allah yang tidak terbatas.

Selain itu kata kerja "adalah" dalam Yohanes 1:1 menunjukkan keberadaan di masa lampau tetapi tak berhenti di satu titik. Ini merupakan eksistensi yang kontinyu. Jadi eksistensi Firman itu bukan saja tak ada titik mulanya, tetapi juga tak ada titik akhirnya. Firman itu bersama-sama dengan Allah. Hal ini menunjukkan adanya persatuan antara kedua pribadi itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Yesus Kristus sudah ada sejak dunia belum dijadikan.

Topik 2

Subjek: Keilahian dan Kemanusiaan Tuhan Yesus

Bagaimanakah kita dapat menjelaskan tentang keilahian dan kemanusiaan Tuhan Yesus? Apakah bukti-bukti keilahian dan kemanusian Tuhan Yesus? Apakah pentingnya keilahian dan kemanusiaan Tuhan Yesus bagi kita?

Yesus Kristus adalah Allah sejati (100%) dan manusia sejati (100%). Yesus Kristus sungguh-sungguh manusia dan Allah, tetapi Ia hanya memiliki satu pribadi, yaitu pribadi Allah. Yesus Kristus sebelum inkarnasi memiliki hakekat ilahi dan pribadi ilahi. Pada saat inkarnasi ia mengambil hakekat manusia saja, bukan pribadi manusia. Proses ini harus dilihat dalam suatu persatuan, bukan percampuran. Hakekat manusia tidak pernah terpisah dari pribadi anak Allah. Kemanusiaan dan keilahian berpadu di dalam diri-Nya. Perlu diketahui juga bahwa dua natur di dalam Yesus Kristus, selain tanpa percampuran, juga tanpa perubahan, tanpa perpecahan, tanpa perpisahan, karakteristik dan setiap natur tetap ada dan bersama-sama dalam satu pribadi. Meskipun natur Yesus Kristus tanpa perpecahan, namun dua hakekat tersebut dapat dibedakan. Keberadaan Yesus Kristus sebagai manusia sejati memiliki status tidak berdosa. Keilahian dan kemanusiaan Yesus Kristus tidak dapat dipahami berdasarkan rasio manusia.

Bukti-bukti keilahian Yesus Kristus dinyatakan dalam sifat-sifatnya, yaitu:

  1. Kekekalan-Nya, keberadaan Yesus Kristus adalah kekal.
  2. Mahakuasa, Yesus Kristus berkuasa untuk mengampuni dosa, menyembuhkan dan mengadakan banyak mukjizat.
  3. Mahatahu, Yesus Kristus mengetahui isi hati manusia dan penuh hikmat Allah.
  4. Mahahadir, dinyatakan dalam janji penyertaan-Nya kepada orang-orang percaya.
  5. Tidak berubah, Yesus Kristus tetap sama dari kekal sampai kekal

Sedangkan bukti-bukti kemanusiaan Yesus Kristus, yaitu:

  1. Ia lahir dari anak dara.
  2. Ia memiliki tubuh daging yang sesungguhnya dan darah.
  3. Ia memiliki perkembangan yang normal.
  4. Ia memiliki jiwa dan roh manusia.
  5. Ia memiliki karakteristik keberadaan manusia (lapar, haus, sedih)
  6. Ia memiliki nama manusia.

Karena semua orang telah berbuat dosa dan upah dosa adalah maut, maka semua manusia harus binasa. Sehingga dalam kasih, Allah berkehendak untuk menyelamatkan manusia berdosa dari kebinasaan. Allah tidak mau satu orang pun binasa, maka Dia sendiri yang berinisiatif menjadikan diri-Nya manusia dan memberikan diri-Nya menebus penghukuman maut di kayu salib. Dan hal ini digenapi dalam pribadi Yesus Kristus. Melalui pribadi Yesus Kristus kehendak Allah ini terlaksana karena dalam Yesus Kristus adalah pribadi yang taat sempurna kepada Bapa. Selain itu, nilai kematian-Nya memiliki nilai yang tidak terbatas. Sedangkan kepentingan dalam kemanusiaan Yesus Kristus adalah karena yang berdosa adalah manusia, maka yang harus menebus haruslah manusia yang bisa mati, supaya menjadi pengantara antara Allah dan manusia, dan Yesus Kristus menjadi teladan bagi manusia.

Termin III

Topik 1

Subjek: Kematian Tuhan Yesus

Apakah pengurbanan Yesus Kristus di atas kayu salib untuk menebus semua orang di dunia ini, atau hanya untuk orang-orang yang ditentukan dan dipilih oleh Allah?

Karya pengurbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib merupakan perwujudan kasih Allah kepada manusia yang berdosa. Allah menghendaki supaya manusia yang berdosa itu tidak binasa. Allah tahu bahwa untuk menjalani kehidupannya, manusia membutuhkan anugerah. Sehingga oleh inisiatif-Nya sendiri, Allah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal untuk menebus manusia dari dosa. Jadi, keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Barangsiapa yang percaya dan menerima Yesus Kristus, ia akan diselamatkan. Hal ini sesuai dengan ayat Alkitab di dalam Injil Yohanes 3:16, yang mengatakan: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Oleh karena itu, dari ayat tersebut kita dapat mengatakan bahwa pengorbanan Tuhan Yesus Kristus untuk menebus semua orang yang percaya dan menerima Dia sebagai Juru Selamat-Nya secara pribadi. Kenapa? Sebab banyak orang di luar Kristen yang juga percaya bahwa Kristus itu Tuhan, tetapi tidak mau menerima Dia secara pribadi.

Mengenai ajaran predestinasi, tidak hanya diajarkan oleh John Calvin melainkan juga oleh Agustinus, Wycliffe, Luther, Zwingli, Zanchius, Owen, Whitefield, Toplady, Bullinger, Bucer dan hampir semua tokoh dalam Reformasi. Selain ahli-ahli ahli teologi besar dalam sejarah tersebut, ajaran predestinasi ini juga diajarkan oleh tokoh-tokoh teologi modern seperti Hodge, Dabney, Cunningham, Smith, Shedd, Warfield, dan Kuyper. Di dalam Pengakuan Iman Westminster Bab 3 butir 1 disebutkan tentang predestinasi bahwa "Allah pada mulanya, melalui kehendak-Nya yang bijaksana dan suci, dengan bebas (tanpa dipengaruhi apapun) dan pasti (tidak bisa berubah) telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi; sedemikian rupa sehingga Dia bukanlah pencipta dosa, dan tidak memaksakan kehendak mahluk ciptaan-Nya, serta tidak menghilangkan kebebasan dan keterlibatan pengaruh-pengaruh luar, melainkan memastikannya." Lebih jauh lagi dikatakan pada butir 2 bahwa "Meskipun Allah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi dalam segala kondisi; Dia tidak menentukannya karena Dia sudah melihat (mengetahui) hal-hal tersebut terlebih dahulu, atau karena Dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang apabila kondisi yang ditetapkan terlaksana."

Dalam memahami predistinasi ini tidak dapat digunakan rasio manusia. Karena rasio manusia sangat terbatas untuk memahami hal ini. Tidak ada tumbal dalam Alkitab, baik pada PL maupun PB. Sebab kebenaran yang Tuhan nilai bukan tindakan apalagi sekedar pengetahuan melainkan pertobatan yang benar Mzm 51:18,19. Penebusan sejati bukanlah Kristus menjadi tumbal, melainkan mati bersama Kristus, supaya kita juga turut dalam kebangkitan-Nya Roma 6:4,5, Kolose 3:1, 2 Korintus 4:10, Filipi 3:10,11, Lukas 9:23,24. Anugerah Allah tidak bekerja dengan menurunkan harga Sorga tapi membuat kita mampu dan layak hidup benar sebagai warga Sorga. Sampai sekarang, di masa anugerah, di mana Rasul Paulus dan kita hidup, manusia butuh keselamatan dan hal itu hanya dapat diperoleh melalui percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang sudah datang dalam rupa manusia dan mati bagi dosa manusia. Inilah salah satu pokok dalam pemberitaan Injil anugerah, yakni manusia butuh keselamatan dan keselamatan itu adalah anugerah Allah semata-mata dan hanya dapat diterima melalui percaya saja bukan dengan hasil pekerjaan perbuatan baik (Efesus 2:8-9).

Topik 2

Subjek: Yesus Sang Pengantara

Apakah tujuan Allah mengutus anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus untuk menjadi pengantara bagi kita? Sebagai pengantara, mengapa Yesus Kristus lebih tinggi standarnya dari semua pengantara?

Allah sangat mengasihi semua ciptaan-Nya, khususnya manusia. Sedangkan pada kenyataan-Nya manusia telah melanggar ketetapan Allah. Namun, kasih Allah terhadap manusia tidak terhalang oleh apa pun. Oleh karena kasih-Nya, Allah ingin hubungan-Nya dengan manusia diperdamaikan kembali. Dalam membina kembali perdamaian itu, Allah memerlukan seorang pengantara. Pengantara itu adalah anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Sehingga melalui Kristus hubungan manusia dengan Allah bisa dipulihkan. Karena Allah itu Kudus, maka sebagai pengantara antara Allah dan manusia juga harus kudus. Oleh sebab itu hanya Kristuslah yang memenuhi standar kekudusan tersebut di hadapan Allah karena Dia adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia tapi tak berdosa, sehingga layak sebagai pengantara antara Allah dan manusia. Tugas sebagai pengantara adalah membayar hutang dosa, sehingga tidak mungkin manusia yang telah rusak membayar hutang dosa kepada Allah.

Yesus adalah pengantara sejati Allah kepada manusia, sebagai pengantara Yesus membawa pesan Allah kepada manusia. Tapi Yesus lebih dari seorang nabi biasa yang menyatakan Allah. Yesus dapat menyampaikan Firman yang lebih tepat karena dalam hakekat kekekalan-Nya, Yesus sendirilah Sang Firman itu. Sebagai Firman Yesus juga adalah gambar wujud Allah, cahaya kemuliaan Allah, kuasa Allah yang menopang segenap ciptaan. Selain itu, sebagai seorang pengantara Yesus mendamaikan manusia kepada Allah dan membawakan syafaat. Yesus Kristus juga menyucikan dosa manusia dengan darah-Nya sendiri dan menjadi pembela. Dalam kitab 1 Timotius 2:5 mengatakan: "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus," Dari ayat ini dapat diketahui bahwa Yesus Kristus adalah Allah sendiri. Oleh sebab itu, Yesus Kristus dapat menjalankan tugas sebagai pengantara secara sempurna. Inilah yang menjadi alasan mengapa Yesus Kristus sebagai pengantara lebih tinggi standarnya dari semua pengantara. Yesus Kristus adalah seorang pengantara yang sempurna dan memenuhi standar Allah.

Termin IV

Topik 1

Subjek: Serupa dengan Kristus

Pertanyaan: Kristus menjadi model manusia kedua yang sempurna. Melalui Dialah kita semua nanti akan diubahkan, yaitu menjadi serupa dengan Dia. Apakah artinya menjadi "serupa dengan Kristus" itu?

Menjadi serupa dengan Kristus artinya adalah kehidupan kita mencerminkan kemuliaan Tuhan. Dengan adanya Roh Kudus dalam kehidupan kita, maka Roh Kudus akan memimpin kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dan dapat membawa perubahan dalam diri kita yang menjadikan kita semakin serupa dengan Kristus. Seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada Nikodemus, yaitu harus mengalami kelahiran kembali oleh Roh Kudus, sehingga segala sifat kita diubahkan menjadi sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Serupa dengan Kristus bukan dalam arti literal atau secara jasmani, tapi berkaitan dengan sifat, karakter dan tingkah laku. Oleh karena itu, kehidupan orang percaya harus dipimpin oleh roh dan menghasilkan buah-buah Roh. Dengan begitu maka kita akan semakin serupa dengan Kristus. Selain itu, orang percaya harus hidup penuh ketaatan akan Firman Tuhan dan melakukan apa yang menjadi perintah Tuhan, bukan hanya memikirkan hal-hal duniawi, melainkan mulai memikirkan sesuatu yang memunyai nilai kekekalan dan berpusat pada Kristus. Cara dan keteladanan hidup yang Yesus tunjukkan kepada umat-Nya adalah keteladanan hidup yang sempurna dan berbeda dengan cara hidup orang-orang yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri, yaitu orang-orang yang hidupnya memiliki orientasi pola hidup orang duniawi.

Untuk mewujudkan keserupaan dengan Kristus kita harus mengambil posisi sebagai anak. Seorang anak memiliki hubungan dengan bapanya, sehingga ia bertumbuh akan pengenalan akan bapanya dan mengerti kehendak bapa. Dengan tinggal di dalam Firman-Nya, maka Kristus akan hidup di dalam kita. Dengan Kristus tinggal di dalam kita, maka segala sifat, karakter, dan tingkah laku kita akan mencerminkan bahwa Kristuslah yang berkuasa atas hidup kita seutuhnya. Dengan begitu semestinya segala yang kita perbuat mencerminkan pribadi Kristus yang terpancar dari diri kita. Ini adalah sebuah proses panjang dengan anugerah pertolongan Roh Kudus yang tidak akan selesai seumur hidup. Namun kita harus berperan aktif di dalam proses tersebut. Karena kita tidak akan pernah dapat menjadi serupa dengan Kristus kalau kita tidak mengijinkan Roh Kudus untuk menguasai seluruh hidup kita dan memberikan tuntunan dan kesempurnaan di dalam hidup.

Kesimpulannya bahwa untuk menjadi serupa dengan Kristus kita harus hidup seturut dengan teladan Kristus, yaitu dengan cara kita harus memberi diri agar Roh Kudus tinggal dan memimpin hidup kita sepenuhnya. Dengan begitu Roh Kudus akan mengontrol setiap perbuatan kita, agar semuanya berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Dan Roh Kudus juga akan senantiasa memberikan pembaharuan dalam hidup hingga akan tiba waktunya kita akan menjadi serupa dengan Kristus.

Topik 2

Subjek: Pekerjaan Kristus

Pertanyaan: Jelaskan pekerjaan Kristus setelah kenaikan-Nya ke Sorga dan kedatangan-Nya kedua kali? Apakah kepentingan dari kenaikan dan kedatangan-Nya bagi orang percaya?

Pekerjaan Kristus setelah kenaikan-Nya ke Sorga adalah mempersiapkan tempat bagi orang percaya dan mengutus Roh Kudus yang dijanjikan untuk memberikan penghiburan, kekuatan dan pembaharuan bagi kita dalam menjalani hidup dan melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Maka dari itu, kita sebagai orang-orang percaya wajib bersyukur karena Kristus bangkit dan naik ke Sorga untuk mempersiapkan tempat bagi kita, dengan begitu kita sebagai orang-orang percaya memiliki pengharapan yang pasti akan hidup yang kekal karena kita memiliki Allah yang telah bangkit dari kematian, mengalahkan maut dan naik ke Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita.

Tujuan kedatangan Kristus yang kedua kalinya adalah untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Dan kepada orang-orang percaya untuk memberikan mahkota sesuai dengan pekerjaannya masing-masing. Kemudian juga akan memerintah bersama-sama dengan orang-orang percaya dalam kerajaan 1000 tahun, berperang bersama dengan orang percaya dalam perang Armagedon, menghukum iblis dan pengikutnya. Yesus akan memerintah sebagai Raja diatas segala Raja. Kedatangan-Nya adalah bukti pengharapan yang tidak sia-sia.

Kepentingan dari kenaikan dan kedatangan-Nya bagi orang percaya adalah Tuhan mengirimkan Roh Kudus sebagai penolong, penghibur bagi orang percaya. Kita menjadi yakin bahwa Kristus adalah Allah yang sudah berinkarnasi dan yang berjanji setia serta sempurna sebagai wujud kasih yang kekal. Karena Kristus adalah hakim yang adil, sehingga kita yakin sebab Kristus telah menghapus kesalahan kita maka kita beriman bahwa kita memiliki kepastian hukum di hadapan Allah.

Jadi kesimpulannya adalah bahwa Kristus sangat mengasihi umat-Nya, sehingga dengan segala yang telah Ia perbuat, semata-mata oleh karena kasih Bapa kepada umat-Nya. Setidaknya dengan ada fakta ini kita semakin dikuatkan bahwa Kristus ada untuk kita. Yang menjadi pertanyaan apakah kita juga telah siap untuk menerima anugerah keselamatan yang telah Tuhan sediakan bagi kita?

Umum: 

Komentar