Referensi SHA Pillar - Hukum Kedelapan Bagian 2

Hukum Kedelapan (Part 2)

Hukum kedelapan harus kita mengerti secara luas, tidak sekadar mengambil barang atau uang milik orang lain. Dasar dari mencuri adalah tamak, dasar dari tamak adalah egois, dan dasar dari egois adalah hidup yang berpusat pada diri, menganggap diri sendiri yang paling penting. Akibatnya, ia tidak mau menjalankan kehendak Allah, memerhatikan orang lain, atau merasa puas dengan apa yang ia sudah miliki. Mencuri adalah pelanggaran hak asasi orang lain. Hak kepemilikan dilindungi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena secara mendasar setiap orang berhak untuk memiliki sesuatu. Hak kepemilikan pribadi dilindungi oleh PBB dan dasar hukum PBB adalah Kitab Suci sekalipun tidak disebutkan secara eksplisit.

Di seluruh dunia di sepanjang sejarah, prasasti-prasasti hukum seperti Hammurabi Stone, Rosetta Stone, dan lainnya tidak sesempurna Sepuluh Hukum, karena Sepuluh Hukum adalah pemberian Tuhan. Sepuluh Hukum bukan sekadar membahas kelakuan manusia, melainkan adalah dasar dari seluruh kelakuan manusia, yaitu sikap kita terhadap Allah Pencipta. Itu sebabnya Sepuluh Hukum tidak mungkin musnah dari kebudayaan manusia.

Mencuri disebut melanggar hukum karena melanggar hak kepemilikan orang lain yang dilindungi hukum. Inilah bedanya firman Tuhan dan komunisme. Komunisme memperbolehkan tindakan merampas hak milik orang lain demi mencapai kesamarataan dalam masyarakat. Ini adalah pikiran manusia belaka. Memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak benar atau merampas milik orang lain juga dapat disebut mencuri. Menurut John Calvin, pemerintah mungkin saja menjadi perampok yang berlindung di balik hukum, karena mereka bisa menggunakan hukum untuk membenarkan tindakannya yang tidak benar. Di sini kita harus mengingat bahwa kuasa Tuhan lebih tinggi daripada kuasa pemerintah. Takhta Tuhan adalah takhta di atas segala takhta, pemerintah di atas semua pemerintah. Jika pemerintah melegalisasi secara hukum tindakan yang merampok dan merampas milik orang lain maka di hadapan Tuhan dia tetap pencuri. Oleh karena itu, setiap pejabat tidak boleh menggunakan kekuasaannya dan setiap orang kaya tidak boleh menggunakan uangnya untuk melanggar hak asasi orang lain. Jika suatu negara merampas sumber daya alam negara lain demi keuntungan dirinya, dia juga adalah perampok dan pencuri. Untuk itu, kita perlu menilik beberapa contoh mencuri yang tertulis di Alkitab:

Orang Israel bersandar pada Tuhan maka mereka berhasil mengalahkan Yerikho yang begitu kuat. Tetapi kemudian mereka kalah ketika memerangi kota Ai yang jauh lebih kecil dan lebih lemah. Orang Israel menangis di hadapan Tuhan karena Tuhan tidak menyertai mereka. Tuhan mengatakan bahwa ada pencuri di antara mereka. Setelah dikalahkan, mereka sadar bahwa mereka bukan siapa-siapa. Mereka tidak berhak untuk bangga dan sombong karena berhadapan dengan kota kecil saja tidak bisa menang. Yang kuat bukan mereka, tetapi Tuhan. Itu membuat mereka belajar untuk bersandar kepada Tuhan. Roy Haisen membagi kehidupan