Pertanyaan 06 | Referensi 06a | Referensi 06b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Hukum yang Terutama |
| Kode Pelajaran | : | SHA-P06 |
Pelajaran 06 - HUKUM YANG TERUTAMA
DAFTAR ISI
BACAAN ALKITAB
AYAT HAFALAN
- HUKUM YANG TERBESAR
- Kita Harus Mengasihi Allah
- Kita Harus Mengasihi Sesama
- APA YANG KITA MAKSUDKAN DENGAN KASIH?
- MENGAPA KASIH ADALAH HAL YANG UTAMA?
- BAGAIMANA KITA AKAN MEMEGANG PERINTAH INI?
- Percaya Akan Kasih
- Sadarilah Adanya Kasih
- Ungkapkan Kasih
- Terimalah Kasih
DOA
Bacaan Alkitab: Matius 22:34-40.
Ayat Hafalan:
"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Matius 22:37.
Kita sekarang sudah menyelesaikan pelajaran kita tentang Sepuluh Perintah Allah, atau yang sudah kita sebut sebagai Sepuluh Hukum Allah untuk Kehidupan Manusia. Peraturan-peraturan untuk kebahagiaan manusia ini diberikan 1,300 tahun sebelum kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Sekarang marilah alihkan perhatian kita pada Perjanjian Baru dan melihat apa yang Tuhan kita katakan tentang perintah yang terbesar ini.
- HUKUM YANG TERBESAR
- Kita Harus Mengasihi Tuhan Allah
- Kita Harus Mengasihi Sesama
- APA YANG KITA MAKSUDKAN DENGAN KASIH?
- MENGAPA KASIH ADALAH HAL YANG UTAMA?
- BAGAIMANA KITA AKAN MEMEGANG PERINTAH INI?
- Percaya Akan Kasih
- Sadarilah Adanya Kasih
- Ungkapkan Kasih
- Terimalah Kasih
Dari pembacaan kita dalam Matius 22:34-40, ada seorang ahli hukum Taurat atau orang Farisi yang baru saja bertanya kepada Tuhan Yesus dengan sebuah pertanyaan. Pertanyaannya tidak diberikan dengan ketulusan hati. Dia bertanya hanya untuk mengukur pengetahuan Tuhan Yesus dan bukan untuk mencari tahu bagi dirinya sendiri. Orang-orang Yahudi adalah masyarakat yang mempunyai banyak peraturan. Ada ratusan peraturan dalam kehidupan mereka. Di samping Sepuluh Perintah Allah, ada lebih dari 600 peraturan lain yang harus ditaati oleh masyarakat Yahudi. Allah memberikan Sepuluh Perintah, tetapi manusia membuat sebagian besar perintah-perintah yang lain. Ahli Taurat ini menanyakan suatu pertanyaan yang pasti membingungkan setiap orang yang memperhatikan perintah-perintah tersebut dengan sungguh-sungguh. Dia menanyakan perintah mana yang paling penting dan paling mendasar. Untuk pertanyaan yang ditanyakan dengan tidak tulus ini, Tuhan Yesus memberikan jawaban yang tulus. Apakah jawaban-Nya? Kasihlah jawaban- Nya, kasih untuk Allah dan kasih untuk manusia. Kedua perintah ini adalah seperti hubungan mata rantai yang pertama dan yang terakhir. Segala sesuatu diantaranya adalah bergantung pada dua mata rantai ini. Agama yang sejati dimulai dan diakhiri pada kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Kasihilah Tuhan dan sesamamu. Inilah yang dikatakan Tuhan Yesus.
Perintah untuk mengasihi Tuhan Allah dan manusia ini sebenarnya bukanlah dua peraturan melainkan satu. Kasih bagi Tuhan Allah dan kasih bagi sesama manusia adalah dua bagian dari satu keutuhan. Secara "alamiah" kedua perintah tersebut saling berkaitan. Jika kita adalah seorang yang bijaksana, kita akan memberikan penekanan pada kedua perintah tersebut.
Iman dalam Tuhan Allah adalah penting jika kita berharap untuk menghargai sesama kita. Tidak akan ada kasih terhadap Tuhan tanpa kasih terhadap sesama. Menurut Rasul Yohanes "Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya" (1Yohanes 4:20).
Tuhan Yesus memberikan satu ujian yang jelas dalam pemuridan. Dia menunjukkan bahwa pemuridan bukan sekedar mengucapkan syahadat (apa yang kita ucapkan itulah yang kita percayai). Hal ini bukan masalah denominasi atau kehadiran dalam kebaktian di gereja. Hal ini jauh melebihi hal-hal tersebut. Tuhan Yesus menyatakan "Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yohanes 13:35). Tanda yang nyata dari orang-orang Kristen yang mula-mula adalah mereka saling mengasihi. Hal itu masih menjadi tanda bagi orang-orang Kristen.
Karena itu, ada satu perintah yang penting dalam kehidupan manusia. Yaitu mengasihi Tuhan dengan hati yang tidak terbagi-bagi, dan mengasihi sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri.
Apa maksud mengasihi Tuhan Allah? Mengasihi Tuhan Allah berarti mentaati Dia. "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukan-Nya, dialah yang mengasihi Aku." (Yohanes 14:21). Mengasihi Tuhan Allah adalah masuk dalam hubungan sahabat dengan Dia. "Kamu adalah sahabat- Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu" (Yohanes 15:14). Persahabatan memiliki dua sisi. Jika memang Allah adalah sahabat kita, berarti apa yang menarik bagi Dia adalah juga yang menarik bagi kita. Segala sesuatu yang saya lakukan harus memperhatikan dia. Dia tertarik pada semua bagian hidup kita. Ini nyata karena Dia adalah sahabat kita. Jika kita hendak memiliki persahabatan yang sejati, maka Allah dan kita akan memiliki selera yang sama. Dia tertarik pada gereja kita. Karena itu, kita harus tertarik juga pada banyak orang yang di luar gereja (karena milik Allah). Saya mungkin memulai sebagai seorang murid dengan rasa tertarik yang sedikit. Tetapi, jika saya akan menjadi sahabat Allah sepenuhnya, saya seharusnya mempedulikan semua orang di dunia seperti Allah mempedulikan mereka. Tujuan Allah harus menjadi tujuan saya. Mengasihi Allah, adalah berarti mentaati Dia dan setia pada-Nya. Saya akan menjadikan rencana dan maksud-Nya bagi dunia sebagai rencana dan maksud saya juga.
Apakah artinya mengasihi sesama? Mengasihi sesama manusia, dalam pandangan Kristen, bukan berarti kita menikmati rasa persahabatan pada seseorang sama seperti kepada yang lain. Kita harus adil, tidak pilih kasih, dengan mengesampingkan kesukaan dan ketidaksukaan kita. Mengasihi menurut pandangan Kristen adalah memiliki maksud yang baik terhadap sesama manusia. Kasih itu bersifat aktif. Rasul Paulus menggambarkan kasih dengan cara seperti ini, "Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1 Korintus 13:4-7).
Jika Anda tidak melakukan sesuatu dengan kasih, tak satu pun yang Anda lakukan menjadi sesuatu hal yang penting. Kasih memberikan nilai bahkan terhadap hal terkecil yang kita lakukan. Bahkan memberikan secangkir air dingin dapat menjadi sesuatu yang tak ternilai. Berjabatan tangan atau senyuman sering kali menjadi lebih berharga daripada emas. Tuhan Yesus menceritakan tentang seorang janda yang memberikan persembahan sangat sedikit dan bagi orang lain tidak berarti apa-apa. Tetapi, karena dia memberikan persembahan itu dari hatinya yang mengasihi Allah, Tuhan Yesus sangat bersukacita. Dan apa yang dikatakan Tuhan Yesus tentang Janda ini? Ia mengatakan bahwa janda itu telah memberikan lebih banyak jika dibandingkan dengan yang lainnya. Hal yang terkecil sekalipun dapat menjadi bernilai jika dilakukan dengan kasih dan ikhlas.
Kasih penting karena kasih menggenapi hukum. Rasul Paulus mengatakan bahwa kasih tidak melakukan hal yang buruk kepada sesama. Jika kita mengasihi sesama, kita tidak akan memberikan kesaksian yang dusta tentang mereka. Jika kita mengasihi mereka, kita tidak akan mengambil keuntungan dari mereka. Kita tidak akan mencuri dari mereka, baik itu menurut hukum atau tidak. Jika kita mengasihi, kita tidak akan membunuh. Kasih membangun tembok pertahanan di sekeliling setiap manusia. Jika kita mengasihi sesama kita, kita tidak akan dengan sengaja merugikan mereka dengan cara apa pun juga.
Kasih menggenapi hukum dengan cara tidak melakukan hal yang merugikan, tetapi juga menggenapi hukum dengan melakukan segala kemungkinan yang baik. Kasih akan melakukan hal-hal yang besar jika mungkin. Jika tidak mungkin, maka kasih akan melakukan hal-hal yang kecil. Kasih akan menghiasi sebuah istana jika ada kesempatan. Jika tidak, kasih tetap akan mengubah rumah yang kecil menjadi indah.
Kasih penting karena merupakan kekuatan yang paling besar di bumi. Kasih membawa manusia dalam misi yang paling berani dan penuh perjuangan. Kasih membuat seseorang tetap di tempat tugasnya sementara orang lain tidak mau. Kasih bahkan memiliki kuasa mengubah keacuhan menjadi persahabatan. Kasih memiliki kuasa untuk mengatasi kebencian. Inilah kuasa yang paling luar biasa di seluruh dunia.
Bagaimana kita seharusnya memegang perintah Allah yang pertama dan yang terbesar ini? Ada empat hal yang dapat kita lakukan:
Yesus percaya bahwa kuasa kasih akan mengubahkan manusia. Yesus mengetahui bahwa kemenangan akhir adalah dalam kasih dan bukan dalam kebencian.
Ketika seseorang yakin akan kasih dari seorang temannya, kenyataan itu membuat kasihnya sendiri secara spontan muncul. "Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19). Paulus berkata bahwa Yesus Anak Allah, "...yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20).
Kadang-kadang sulit untuk mengungkapkan kasih. Kita memiliki kasih dalam hati, tetapi karena suatu alasan, sulit untuk memberitakannya kepada orang lain. Mungkin kasih kita kecil pada awalnya, tetapi ketika kita mengungkapkannya, kasih itu menjadi semakin bertumbuh. Kita secara alamiah mengasihi mereka yang telah menolong kita, yang menghiburkan kita dalam kesengsaraan kita dan menolong memenuhi kebutuhan kita. Ada sesuatu mengenai kehidupan yang penuh pengorbanan bagi orang lain dan membuat orang tersebut sangat kita sayangi. Hal ini adalah seperti ibu yang biasanya mengasihi anaknya sehingga dia membuat pengorbanan yang besar dan yang terbaik. Hal itu juga merupakan satu alasan mengapa lebih diberkati memberi daripada menerima. Ungkapkan kasih yang Anda miliki dan kasih itu akan bertumbuh.
Jika Anda menerima Kristus sebagai Juruselamat Anda, secara otomatis Anda menerima kasih Allah Bapa. Anda akan menemukan kasih dan ingin membagikan kasih itu kepada mereka yang tidak mengenal Dia.
Jika Anda melakukan apa yang tertulis dalam Hukum yang Terutama, maka akan mudah untuk memegang Sepuluh Perintah Allah yang diberikan kepada kita semua ratusan tahun yang lalu.
DOA
"Bapa berikan aku kemampuan untuk dapat selalu memberikan kasih yang sejati kepada Engkau, dengan selalu taat kepada setiap perintah-Mu, juga kemampuan untuk dapat memberikan kasih yang sejati kepada sesama, sehingga dengan demikian aku dapat menjalankan Sepuluh Perintah yang Engkau berikan untuk kebahagiaan hidup kami sebagai manusia. Amin."
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]
sabda.org