Pelajaran 03 | Pertanyaan 03 | Referensi 03b
| Nama Kursus | : | SEPULUH HUKUM ALLAH UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA (SHA) |
| Nama Pelajaran | : | Hukum Ketiga dan Keempat |
| Kode Pelajaran | : | SHA-R03a |
Referensi SHA-03a diambil dari:
| Judul Buku | : | Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 2 M-Z |
| Judul Artikel | : | Sumpah |
| Penyunting | : | J.D Douglas, Penyunting Umum Christianity Today |
| Penerbit | : | Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, Jakarta, 1995 |
| Halaman | : | 425 - 426 |
REFERENSI PELAJARAN 03a - SUMPAH
Ibrani sy vu'a dan 'ala; Yunani horkos. Dari kedua kata Ibrani ini 'ala' paling kuat. Artinya pengutukan atas seseorang yang mengingkari sumpah; sy vu'a berasal dari kata untuk 'tujuh', bilangan keramat, terkait dengan upacara penyumpahan.
Sumpah adalah kutukan atas orang yang melanggar kata-katanya sendiri (1 Sam 19:6), atau apabila dia tidak mengatakan kebenaran (Mrk 14:71). Gagasan memohon kutukan atas diri sendiri, telah mendorong beberapa ahli mengemukakan, bahwa bila seorang Ibrani bersumpah atas nama Allah, maka ia telah memberikan kebebasan kepada Allah untuk bertindak, atau 'mempercayakan kepada Allah tugas bertindak terhadap seseorang yang melakukan sumpah palsu atau kesaksian palsu' (A Lelievre, Vocabulary of the Bible [red. J.-J von Allmen], 1958).
Mengucapkan sumpah bermacam cara (Kej 24:2-3; Ul 32:40) dan rumusan (Kej 31:50; Bil 5:22; Hak 8:19; 2 Raj 2:2; Yer 42:5; Mat 5:34- 36; 23:16). Sering dampak-dampak yg mengerikan dari sumpah yang tidak dipenuhi tidak dikemukakan (2 Sam 3:9; tapi lih. Yer 29:22).
Pentingnya sumpah ditekankan dalam hukum Musa (Kel 20:7; Im 19:12). Orang Israel dilarang mengucapkan sumpah demi dewa-dewa (Yer 12:16; Am 8:14). Yehezkiel bicara tentang orang yg melanggar sumpah dapat dihukum mati (Yer 17:16 dab), tapi dalam hukum Taurat sumpah palsu oleh saksi, dan menyangkal dengan sumpah atas sesuatu yg diterima atau diperoleh (Im 5:1-4; 6:1-3) dapat ditebus dengan korban pengakuan dosa (Im 5:5 dab; 6:4 dab).
Kristus mengajarkan bahwa sumpah mengikat (Mat 5:33). Percakapan sehari-hari orang Kristen haruslah sama sucinya dengan sumpahnya. Dia tidak boleh mempunyai dua ukuran tentang kebenaran, seperti orang Yahudi tertentu yg memakai ukuran licik berkaitan dengan sumpah. Dalam Kerajaan Allah pada akhirnya sumpah tidak diperlukan (Mat 5:34-37). Kristus sendiri diperhadapkan dengan sumpah (Mat 26:63 dab), dan Paulus juga bersumpah (2 Kor 1:23; Gal 1:20).
Alkitab mencatat bahwa Allah mengikat diri-Nya dengan sumpah (Ibr 6:13-18). Tuhan berjanji akan melaksanakan janji-janji-Nya kepada umat perjanjian-Nya, yaitu janji-janji-Nya kepada Bapak-bapak leluhur (Kej 1:24), janji-janji-Nya kepada wangsa Daud (Mzm 89:19-37, 49), janji- janji-Nya kepada Raja-Imam Mesianis (Mzm 110:1-4). Jaminan atas semua janji itu ialah Yesus Kristus, pada siapa mereka mendapat jawaban 'ya' ('amin') (2 Kor 1:19 dab; bnd. Yes 65:16). Dalam kedatangan-Nya, Yesus Kristus memenuhi janji-janji Allah yang lama kepada bapak-bapak leluhur (Luk 1:68-73; 2:6-14), kepada Daud (Kis 2:30), dan kepada Raja-Imam PL (Ibr 7:20 dab, 28).
sabda.org