SIM-Referensi 01a

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kursus : Studi Injil Markus
Nama Pelajaran : Pengantar Injil Markus
Kode Pelajaran : SIM-R01a

Referensi SIM-R01a diambil dari:

Judul Buku : Introduksi Perjanjian Baru
Judul Artikel : Injil Markus
Penulis : Rev. Ola Tulluan, Ph. D.
Penerbit : Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII)
Halaman : 41 -- 48

REFERENSI PELAJARAN 01a - PENGANTAR INJIL MARKUS

INJIL MARKUS

"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kej. 1:1).

  1. Penulis
  2. Nama si penulis tidak disebut dalam Injil Markus, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Namun, tradisi gereja mula-mula menegaskan dengan suara bulat bahwa si penulis adalah Markus yang disebut dalam Kis. 12:12. Dia adalah murid Petrus (1 Ptr. 5:13). Rupa-rupanya, Markus itu dibesarkan dalam keluarga Kristen yang cukup rohani. Dalam Kis. 12:12 dikatakan bahwa banyak orang berkumpul di rumahnya dan berdoa.

    Kesaksian yang penting jelas dari tokoh-tokoh gereja mula-mula terdapat dalam tulisan Papias. Dia menulis: "Markus, juru bahasa Petrus, mencatat dengan teliti walaupun tidak memperhatikan urutan peristiwa-peristiwa itu. Dia menulis sesuai dengan ingatannya karena dia tidak pernah mendengar Yesus atau bertemu dengan Dia. Namun, dia dididik di bawah pimpinan Petrus. Oleh karena itu, semua yang ditulis Markus itu benar. Segala sesuatu ditulis dengan teliti dan dia berusaha untuk tidak melupakan sedikit pun dari apa yang didengarnya."

    Klemens dari Alexandria (mati th. 220) mengatakan bahwa Injil yang kedua itu ditulis oleh Markus atas dorongan dan keinginan para pendengar Petrus di kota Roma. Juga kesaksian-kesaksian yang lain dari tokoh-tokoh gereja mula-mula menegaskan bahwa si penulis adalah Markus, tetapi dia bergantung pada Petrus.

    Kitab Markus sendiri diwarnai oleh latar belakang si penulis. Jelas bahwa dia mengenal adat istiadat orang Yahudi. Juga perlu diperhatikan bahwa dia mencatat dengan teliti dan mendetail dalam peristiwa-peristiwa yang dilaporkannya, antara lain dalam 1:20 "orang-orang upahan Zebedeus" disebut. Hal ini juga tampak dalam istilah "dengan peringatan yang keras" (1:43). Hanya Markuslah yang menyebut "perahu-perahu lain" (4:36), "Yesus tidur ... di sebuah tilam" (4:38), "di atas rumput hijau" (6:39-40), dan seterusnya. Jelas bahwa Markus mengusai semua bahan yang dilaporkannya.

    Walaupun Markus bukan seorang rasul dan walaupun Papias menulis bahwa dia tidak pernah mendengar Yesus, ada kemungkinan besar bahwa paling sedikit satu kali dia bertemu dengan Tuhan Yesus dan rasul-rasul-Nya. Hampir semua penafsir sependapat bahwa "orang muda" dalam Mrk. 14:51-52 adalah Markus sendiri. Salah satu sebabnya ialah bahwa hanya Injil Markus yang mencatat peristiwa itu. Rupanya yang lain tidak tahu bahwa dia ada di taman Getsemani pada waktu Yesus ditangkap. Hanya dia sendiri yang tahu.

    Menurut Kis. 12:12, Markus adalah orang Yerusalem. Di rumahnya, orang-orang percaya sering berkumpul. Ada kemungkinan bahwa Tuhan Yesus makan Paskah dengan murid-murid-Nya di rumah itu (14:12, dst.) Dan, ada kemungkinan bahwa "ruang atas, tempat murid-murid Tuhan Yesus menumpang" (Kis. 1:13-14) setelah Yesus naik ke surga, ialah di rumah itu. Kalau begitu, jelas bahwa Markus mengenal semua pemimpin gereja mula-mula.

    Dalam 1 Ptr. 5:13 dikatakan bahwa Markus adalah "anak Petrus". Ada kemungkinan bahwa Markus bertobat melalui pelayanan Petrus (1 Tim. 1:1-2). Kolose 4:10 menyatakan bahwa Markus adalah keponakan Barnabas. Hal itu merupakan salah satu sebab mengapa Markus diikutsertakan dalam perjalanan misi yang pertama-tama bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas (Kis. 13:5).

    Dia menyertai mereka sebagai pembantu mereka. Namun, setibanya di Perga, Markus meninggalkan mereka, lalu kembali ke Yerusalem (Kis. 13:13). Kita tidak tahu apa sebabnya, tetapi karena masalah yang timbul, maka Paulus tidak mau mengikutsertakan dia lagi dalam perjalanannya. Oleh karena itu, Paulus dan Barnabas berpisah (Kis. 15:37-39). Setelah itu, Markus tidak disebut lagi dalam Kisah Para Rasul. Hal ini menunjukkan bahwa watak Markus cukup keras. Dia mempunyai pikiran-pikiran dan pandangan-pandangan sendiri. Dia tidak mau disuruh orang lain.

    Kemudian, kita bertemu dengan Markus ketika Paulus sudah dipenjarakan di Roma (Kol. 4:10, Flm. 24). Dalam Filemon 24, dia disebut sebagai teman sekerja Paulus. Dalam Kol. 4:10, Paulus minta orang Kolose menerima Markus dengan baik apabila dia datang kepada mereka. Rupa-rupanya hubungan dengan Paulus sudah dipulihkan kembali. Dalam II Tim. 4:11, Paulus minta Timotius membawa Markus ke Roma "karena pelayanannya penting bagiku".

    Kita tidak tahu dengan pasti kapan dan bagaimana dia mati. Ada satu tradisi yang menyatakan bahwa dia mendirikan jemaat-jemaat di Alexandria (Mesir) dan kemudian mati syahid di sana. Tidak ada sesuatu yang membuktikan tradisi itu.

  3. Alamat
  4. Seperti yang dikatakan di atas, Injil Markus ditulis atas dorongan dan keinginan para pendengar Petrus di Roma. Secara tidak langsung, Injil sendiri mendukung pandangan ini. Yang jelas adalah bahwa Injil Markus dialamatkan kepada orang bukan Yahudi yang berbahasa Latin. Ada beberapa sebab, yaitu:

    1. Adat istiadat Yahudi dan pemakaiannya dijelaskan (Mrk. 7:2; 14:12; dst.). Sebabnya adalah para pembaca tidak tahu tentang adat istiadat orang Yahudi.

    2. Kata-kata Ibrani/Arami selalu diterjemahkan (7:34).

    3. Dia sering memakai istilah-istilah Latin, atau menerjemahkan istilah-istilah Yunani ke dalam bahasa Latin. Markus memakai istilah Latin untuk menjelaskan tentang ke mana Tuhan Yesus dibawa setelah Dia ditangkap, yaitu istilah "gedung pengadilan" (Mrk. 15:16).

    4. Satu-satunya kitab Injil yang menyebut tentang Rufus dan Alexander, anak-anak Simon, orang Kirene, adalah Injil Markus. Ini berarti bahwa baik Markus sendiri maupun para pembaca sudah mengenal kedua orang ini. Rufus ini juga disebut dalam Rm. 16:13 sebagai orang Roma.

    Kesimpulan: Injil Markus ditujukan kepada orang Kristen di Roma, dan melalui mereka diteruskan kepada kita semua.

  5. Waktu

  6. Sudah kita singgung bahwa ada hubungan yang erat antara Petrus dan Markus. Walaupun demikian, tidak bisa dipastikan mengenai waktu penulisan Injil yang ke-2 itu. Klemens dan Origenes mengatakan bahwa Injil Markus ditulis pada waktu Petrus masih hidup, yaitu sebelum tahun 65. Namun, Ireneus mengatakan bahwa Injil itu ditulis baru sesudah Petrus mati syahid di Roma.

    Hal ini menunjukkan bahwa semua bahan dikumpulkan dan disusun antara tahun 50 dan 68. Para ahli penafsir sependapat bahwa Injil Markus ditulis lebih dahulu dari Injil Matius. Bahkan, Injil Markus dianggap sebagai Injil yang pertama, dilihat dari segi penulisannya.

  7. Integritas Injil Markus

  8. Dalam kalangan ahli teologi, ada diskusi mengenai Markus 16:9-20. Yang dipersoalkan adalah berikut ini:

    1. Bagian penutupan itu tidak dicantumkan duri permulaan, tetapi kemudian ditambah oleh orang lain. Pandangan ini didukung oleh adanya beberapa naskah tua (antara lain "Vaticanus" dun "Sinaiticus"). Naskah-naskah tersebut diakhiri dengan ayat 8. Ada juga naskah-naskah lain yang mempunyai penutupan yang lain. Menurut pandangan kami, hal ini tidak perlu dipersoalkan. Kami menyinggungnya saja supaya kita tahu bilamana kita dihadapkan dengan masalah ini dalam pelayanan.

    2. Sebenarnya, kita tidak perlu mengambil bagian dalam diskusi ini yang tak ada putus-putusnya. Kita cukup menjawab bahwa bagian terakhir ini juga diakui sebagian firman Tuhan oleh gereja mula-mula. Itu berarti bahwa janji Tuhan dalam Mrk. 16:18 masih tetap berlaku.

    3. Kalau kita terima bahwa Mrk. 16:9-20 tidak dicantumkan oleh Markus sendiri, tetapi ditambah kemudian, timbul persoalan yang lain: adakah Mrk. 16:8 merupakan ayat terakhir, atau adakah penutupan yang lain yang sudah hilang? Dalam hal ini, tidak bisa kita pastikan apa-apa. Namun, perlu diperhatikan hal berikut ini:

      • Dalam terjemahan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) dimasukkan satu bagian kecil antara ayat 8 dengan ayat 9. Bagian ini terdapat dalam beberapa naskah, yang paling tua dari abad kedelapan. Karena naskah-naskah ini tidak begitu tua, maka argumen ini tidak meyakinkan. Dalam terjemahan lama, bagian ini tidak dimasukkan.

      • Memang sedikit aneh bila Injil Markus diakhiri dengan ayat 8, yaitu dengan memberitakan tentang ketakutan murid-murid Yesus. Seolah-olah ciri khas Injil hilang, yaitu berita kesukaan.

      • Kesimpulan: Kita menolak tersangkut dalam diskusi mengenai ini. Kita memegang firman Tuhan sebagaimana firman Tuhan yang diberikan kepada kita.

  9. Rumusan Inti Berita Injil Markus
    1. Maksud Markus dengan menulis Injil ini dinyatakan dalam ayat pertama: "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah" (1:1). Markus ingin menyatakan Yesus sebagai Anak Allah. Istilah "Yesus Kristus, Anak Allah" sering terdapat dalam Injil Markus. Hanya perlu diperhatikan bahwa uraian Markus tentang Yesus Kristus sebagai Anak Allah tidak terjadi secara dogmatis atau teoretis, tetapi secara praktis melalui pemberitaan tentang Yesus yang berkuasa atas segala macam sakit penyakit, dan dengan kuasa ilahi-Nya, Dia mengusir setan-setan dari orang yang kerasukan.

    2. Dialah Tuhan atas alam semesta. Hanya satu kata cukup untuk meredakan angin ribut (4:39). Setelah Tuhan Yesus mati di kayu salib, kepala pasukan Romawi berkata: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah" (15:39). Karena Markus tidak memusingkan uraian teologis, maka ia lebih mengutamakan perbuatan-perbuatan Tuhan Yesus daripada perkataan-perkataan-Nya. Memang Markus juga melaporkan bahwa Tuhan Yesus mengajar murid-murid-Nya (1:21; 8:31; dan seterusnya). Namun, Dia tidak begitu sering menyinggung apa yang diajarkan kepada mereka ataupun kepada orang lain.

      Satu hal lagi yang menggarisbawahi bahwa kitab ini bersifat praktis ialah pemakaian kata "segera". Kata ini terdapat 8 kali dalam pasal pertama; dalam seluruh Markus terdapat 42 kali, padahal dalam Matius terdapat 7 kali, dan Lukas 1 kali saja. Sidlow Baxter berkata: "Kata ini merupakan tanda tangan Markus yang menandai berulang kali perbuatan-perbuatan yang diceritakannya."

    3. Markus tidak bermaksud untuk menulis riwayat hidup Tuhan Yesus. Markus bermaksud untuk memberitakan "Injil tentang Yesus Kristus", atau lebih tepat menurut bahasa aslinya: "Injil Yesus Kristus". Perlu diperhatikan juga bahwa Markus tidak memperkenalkan banyak orang. Seluruh Injil ini dipusatkan kepada yang paling penting untuk jelasnya "Injil Yesus Kristus", yaitu pelayanan Yesus Kristus", yang menuju kepada kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya. Kalau kita perhatikan panjangnya Injil ini, maka menjadi jelas bahwa segi penderitaan Yesus diberi banyak tempat, dibandingkan dengan kitab-kitab Injil yang lain.

    4. Yang diberitakan oleh Markus ialah sesuatu yang baru untuk para pembaca. Oleh karena itu, sangat sederhana bahasa dan susunannya. Injil ini tidak menuntut banyak pengetahuan teologis. Tidak perlu ada pengetahuan yang dalam dengan PL. Juga tidak ada banyak khotbah dan pengajaran. Yang diberi perhatian khusus adalah mukjizat-mukjizat Tuhan Yesus. Kalau kita perhitungkan panjangnya Injil ini, mukjizat-mukjizat-Nya yang diberi tempat terbanyak, dan jauh lebih banyak daripada di dalam Injil-Injil yang lain.

    5. Oleh karena Markus tidak mencatat khotbah-khotbah Tuhan Yesus sebagaimana Matius mencatatnya, maka Injilnya menjadi kitab Injil yang paling pendek. Hanya ada beberapa ayat yang menyangkut Khotbah di Bukit (9:50; 4:21; 11:25-26; 1:22). Perumpamaan-perumpamaan tentang Kerajaan Allah yang panjang lebar diuraikan dalam Matius l3, hanya secara ringkas disebut oleh Markus (4:1-20). Perintah Tuhan Yesus kepada dua belas rasul dalam Matius 10 terdiri dari 42 ayat, dalam Markus hanya 7 ayat. Sedangkan teguran Tuhan Yesus terhadap kota-kota Galilea yang tidak mau bertobat, tidak disebutkan dalam Markus sama sekali. Peringatan Tuhan Yesus kepada para ahli Taurat dan orang Farisi (Mat. 23) juga tidak disebut dalam Markus. Hal "Kerajaan" pokok utama dari pengajaran Yesus, yang dalam Matius disebut lebih dari 50 kali, dalam Markus hanya disebut l4 kali saja. Semuanya ini menggarisbawahi bahwa Markus adalah Injil yang khusus menceritakan perbuatan dan pekerjaan Tuhan Yesus.

Taxonomy upgrade extras: 

Komentar