DAD - Pelajaran 05

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Doktrin Allah Dasar
Nama Pelajaran : Allah Tritunggal
Kode Pelajaran : DAD-P05

Pelajaran 05 -- Allah Tritunggal

Daftar Isi

  1. Pengertian Tritunggal
  2. Bukti-Bukti Alkitab
    1. Perjanjian Lama (PL) Belum Memberikan Penyataan yang Lengkap
      1. Penciptaan
      2. Nama "Elohim"
      3. Kesetaraan Mesias dengan Allah
      4. "TUHAN" dan "Tuanku" Pribadi yang Berbeda
    2. Perjanjian Baru (PB) Memberikan Konsep yang Lengkap tentang Tritunggal
      1. Peristiwa Baptisan Yesus
      2. Paralelisme PL dan PB
      3. Tiga Pribadi yang Disebutkan secara Setara
      4. Bapa sebagai Allah
      5. Yesus Kristus sebagai Allah
      6. Roh Kudus sebagai Allah
      7. Tiga Pribadi Disebutkan Bersama dalam Surat-Surat
  3. Doktrin Tritunggal dalam Sejarah
    1. Allah yang Satu dan Esa
    2. Istilah "Trinity"
    3. Ajaran Sesat Arianisme
    4. Ajaran Sesat Subordinasionisme
    5. "Trinitas" oleh Agustinus
    6. Masa Reformasi dan Sesudahnya
  4. Isi Doktrin Tritunggal
    1. Allah Adalah 3 Pribadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus)
    2. Masing-Masing Pribadi Allah Itu Adalah Allah yang Sempurna
    3. Tiga Pribadi, tetapi Allah yang Esa; Satu Esensi
    4. Tiga Pribadi Tritunggal Memiliki Perbedaan dalam Fungsi Utamanya
  5. Pentingnya Doktrin Tritunggal dalam Iman Kristen
    1. Menjadi Ucapan Syukur
    2. Menjadi Peringatan

Doa

Pelajaran 05 -- Allah Tritunggal

Mempelajari Allah Tritunggal tidaklah mudah. Selain sulit diterima oleh akal manusia, pengertian Allah Tritunggal memang suatu misteri dan unik karena tidak ada pada agama yang lain. Oleh karena itu, mari kita mohon pimpinan Roh Kudus agar kita bisa mempelajarinya dengan benar.

  1. Pengertian Tritunggal
  2. Istilah "Tritunggal" berasal dari bahasa Latin Trinitas. Dalam bahasa Inggris, kata trinity adalah hasil gabungan kata tri (berarti tiga) dan unity (berarti 'kesatuan'). Pengertian "Tritunggal/Trinitas" secara harfiah dipahami sebagai Allah yang esa (satu) yang memiliki tiga Pribadi, yaitu: Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, dan ketiganya memiliki kesetaraan dalam sifat keallahan yang sempurna.

    Mengerti doktrin Allah Tritunggal memang melebihi kemampuan manusia untuk memahaminya (Yes. 55:8-9). Itu sebabnya, John Wesley pernah berkata, "Tunjukkan padaku seekor cacing yang dapat memahami manusia, maka aku akan tunjukkan manusia yang dapat memahami Allah Tritunggal." Puji Tuhan, Allah telah menyatakan Diri-Nya kepada kita melalui Alkitab sehingga kita dapat menyingkapkan misteri ini.

    Kata 'Tritunggal' atau 'Trinitas' digunakan untuk merujuk pada fakta bahwa Alkitab berbicara tentang satu Allah yang memiliki satu esensi dan substansi, tetapi memiliki tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ini tidak berarti ada tiga Allah yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi ada tiga Pribadi yang setara, abadi, tidak terpisahkan, saling tergantung, dan bersatu selamanya dalam satu esensi Allah yang esa.

  3. Bukti-Bukti Alkitab
  4. Istilah "Tritunggal" memang tidak pernah disebutkan secara eksplisit dalam Alkitab, baik PL maupun PB. Namun, konsep Tritunggal dengan jelas diajarkan oleh Alkitab. Jika ada bukti-bukti bahwa Alkitab mengajarkannya, kita pun harus mengakui bahwa ajaran itu benar.

    1. Perjanjian Lama (PL) Belum Memberikan Penyataan yang Lengkap
    2. Beberapa bagian ayat dalam PL memberikan indikasi tentang keberadaan Allah Tritunggal

      1. Penciptaan
      2. Pada peristiwa penciptaan (Kej. 1:1-3), sebenarnya kita telah melihat bagaimana Allah hadir dalam ketritunggalan-Nya: Allah Bapa hadir sebagai Allah yang berfirman; Allah Roh Kudus hadir sebagai Roh Allah yang melayang-layang; dan Allah Anak hadir sebagai Firman, "Jadilah terang" (Yoh. 1:1,14).

      3. Nama "Elohim"
      4. Nama "Elohim" diterjemahkan Allah bentuk jamak dari "El". Memang bentuk jamak ini sering menunjuk pada kuasa dan keagungan Allah, tetapi ini juga menjadi rujukan bagi PB untuk ketritunggalan Allah. Ini didukung dengan contoh-contoh ayat yang di dalamnya Allah menggunakan kata ganti jamak untuk Diri-Nya (Kej. 1:26; 3:22; 11:7; Yes. 6:8).

      5. Kesetaraan Mesias dengan Allah
      6. Ketika mengungkapkan tentang Mesias, Yesaya menunjukkan kesetaraan Mesias dengan Allah sehingga menyebut-Nya -- Allah Yang Perkasa -- dan -- Bapa Yang Kekal- (Yes. 9:6).

        Juga, nubuat mesianik dalam Yes. 7:14 juga menyebutkan bahwa orang yang akan dilahirkan oleh seorang perawan akan dinamakan "Imanuel", artinya Tuhan beserta kita.

      7. "TUHAN" dan "Tuanku" Pribadi yang Berbeda
      8. Dalam Mzm. 110:1, Daud menunjukkan perbedaan Pribadi antara "TUHAN" yang berbicara dan orang yang dipanggil Daud, "Tuanku", dua Pribadi Tuhan yang berbeda.

      Namun demikian, penyataan-penyataan dalam PL belum memberikan penyataan yang lengkap tentang Tritunggal sebagaimana dalam PB.

    3. Perjanjian Baru (PB) Memberikan Konsep yang Lengkap tentang Tritunggal
    4. Ajaran tentang Tritunggal diuraikan dengan lebih jelas dalam PB daripada dalam PL. PB memberi penyataan yang lebih jelas tentang perbedaan-perbedaan dalam tiga Pribadi Allah Tritunggal.

      1. Peristiwa Baptisan Yesus
      2. Pada saat "Yesus" dibaptis, "Roh" turun ke atas-Nya, "suara Allah" terdengar dari surga dan menyatakan bahwa Yesus sebagai Anak yang dikasihi-Nya.

      3. Paralelisme PL dan PB
      4. Jika dalam PL "Yehova" dikatakan sebagai "Pembebas" dan "Penyelamat" umat-Nya (Mzm. 19:14), dalam PB "Yesus" disebut sebagai "Orang yang akan Menyelamatkan" (Mat. 1:21).

        Dalam PL dikatakan bahwa "Yehova" tinggal di antara umat Israel dan dalam hati mereka yang takut akan Dia (Mzm. 74:2). Dalam PB, "Roh Kudus" tinggal dalam hati orang percaya (Kis. 2:3-4).

      5. Tiga Pribadi yang Disebutkan secara Setara
      6. Mat. 28:19 menyebutkan dengan jelas ketiga Pribadi (Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus) secara setara dan menyatukan mereka dalam satu Nama (bentuk tunggal).

      7. Bapa sebagai Allah
      8. Bapa yang dimaksud adalah Allah Bapa (Yoh. 6:27; 1Ptr. 1:2).

      9. Yesus Kristus sebagai Allah
      10. Yesus dinyatakan sebagai Allah karena sifat-sifat keallahan-Nya dan karya-karya-Nya yang hanya dapat dilakukan oleh Allah: Mahahadir (Mat. 28:20), Mahakuasa (Ibr. 1:3), Mahatahu (Mat. 9:4), Pencipta (Kol. 1:16; Yoh. 1:3), Hakim (Yoh. 5:27), dan banyak lagi.

      11. Roh Kudus sebagai Allah
      12. Roh Kudus disebut Allah (Kis. 5:3-4) karena memiliki sifat-sifat yang hanya dapat dimiliki oleh Allah: Mahatahu (1Kor. 2:10), Mahahadir (1Kor. 6:19), melahirbarukan orang-orang ke kehidupan baru (Yoh. 3:5-6, 8; Tit. 3:5).

      13. Tiga Pribadi Disebutkan Bersama dalam Surat-Surat
      14. Doa berkat rasuli menyebutkan Tiga Pribadi Tritunggal (2Kor. 13:13; 1Ptr. 1:2, dll.).

  5. Doktrin Allah Tritunggal dalam Sejarah
  6. Satu hal yang patut disyukuri, Doktrin Allah Tritunggal sudah diterima sejak awal gereja mula-mula dan hanya mengalami sedikit perdebatan, terutama setelah munculnya ajaran-ajaran sesat tentang Doktrin Tritunggal itu sendiri.

    1. Allah yang Satu dan Esa
    2. Konsep ini sudah diterima dengan sangat baik sejak zaman PL.

    3. Istilah "Trinity"
    4. Pada abad ke-2, Tertulianus (165 M - 220 M) memformulasikan doktrin ini, tetapi masih banyak kekurangannya. Istilah "Trinity" lahir dari Tertulianus sebagai usaha untuk menangkal ajaran sesat Monarkianisme, yang mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa yang diadopsi oleh Allah dan diberi kekuatan khusus saat Dia dibaptis.

      Selain itu, muncul juga aliran sesat Modalisme yang mengajarkan bahwa Allah adalah satu, tetapi tampil kepada manusia dalam 3 mode (bentuk), yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.

    5. Ajaran Sesat Arianisme
    6. Arius (250 M - 336 M) dari Aleksandria menentang ajaran Tritunggal, terutama tentang keallahan Anak dan Roh Kudus, berdasarkan Kol. 1:15. Namun, dalam Konsili Nicea (325 M) ajaran Arian ini ditentang habis-habisan oleh Athanasius, demikian juga dalam Konsili Konstantinopel (381 M).

    7. Ajaran Sesat Subordinasionisme
    8. Subordinasionisme mengakui keallahan Anak dan Roh Kudus, tetapi tingkatannya tetap lebih rendah dari Allah Bapa. Athanasius berjuang hampir 17 tahun untuk mengembalikan doktrin ini kepada kebenaran Alkitab bahwa tiga Pribadi Allah Tritunggal memiliki kesetaraan dalam keallahan-Nya. Akhirnya, dalam Konsili Konstantinopel (381 M), Kaisar Konstantin memihak kepada Athanasius. Namun, Athanasius tahu bahwa kemenangannya hanya karena kekuatan kekuasaan Konstantin. Terbukti setelah kaisar Konstantin digantikan, penggantinya lebih memihak kepada kaum Arian.

    9. "Trinitas" oleh Agustinus
    10. Doktrin Tritunggal yang paling tuntas diformulasikan pada masa Agustinus (354 M - 430 M). Dia menulis dalam bukunya De Trinitate. Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus tidak memiliki subordinasi, tetapi kesetaraan. Satu esensi Allah dengan 3 Pribadi seperti yang diajarkan Alkitab.

    11. Masa Reformasi dan Sesudahnya
    12. Para reformator seperti Martin Luther dan John Calvin tidak menolak doktrin Tritunggal versi Athanasius. Martin Luther mengatakan bahwa doktrin Tritunggal harus diterima dengan iman, walaupun tidak bisa dijelaskan secara tuntas karena ada dalam Alkitab. Sementara itu, Calvin menulis penjelasan tentang Tritunggal dalam bukunya Institutio.

    Pandangan modern tentang Tritunggal itu bervariasi, tetapi tidak ada lagi hal yang baru. Semua kesalahan yang dilakukan para teolog modern sudah pernah terjadi sebelumnya.

  7. Isi Doktrin Tritunggal
  8. Memang manusia tidak mungkin memahami sepenuhnya Doktrin Allah Tritunggal. Namun demikian, semua fakta dalam Alkitab perlu menjadi petunjuk akan kebenaran ajaran ini. Inilah tiga pernyataan penting dalam definisi Allah Tritunggal.

    1. Allah Adalah 3 Pribadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus)
    2. Artinya, Allah Bapa bukan Allah Anak, Allah Anak bukan Allah Roh Kudus, dan Allah Roh Kudus bukan Allah Bapa. Hal ini dinyatakan jelas dalam Mat. 28:19 bahwa kita dibaptis dalam (satu) nama, tetapi ada tiga oknum: Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus. Masing-masing Pribadi Allah ini mempunyai kepribadian, kehendak, dan perasaan (termasuk Roh Kudus).

    3. Masing-Masing Pribadi Allah Itu Adalah Allah yang Sempurna
      1. Keallahan Bapa
      2. Keallahan Bapa tidak terlalu sulit untuk diterima karena Alkitab jelas sekali menyebutkannya.

      3. Keallahan Yesus
      4. Memang Yesus adalah manusia (100%), tetapi Dia juga Allah (100%). Perdebatan bahwa Yesus hanya manusia, atau sebaliknya hanya Allah, kadang masih berlangsung hingga saat ini. Akan tetapi, Alkitab mengajarkan dengan jelas bahwa Yesus adalah manusia yang lahir dari perawan Maria (Luk. 2:6-7), tetapi Dia juga Allah karena mengerjakan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, seperti mengampuni dosa, bangkit dari kematian, dll..

      5. Keallahan Roh Kudus
      6. Roh Kudus sering dianggap sekadar pengaruh atau kuasa ilahi. Yang benar, Roh kudus adalah Pribadi (memiliki kepribadian, perasaan, dan kehendak) yang disebut Penolong (Penghibur) dan memiliki kesetaraan sifat keallahan (1Kor. 2:10-11).

    4. Tiga Pribadi, tetapi Allah yang Esa; Satu Esensi
    5. Mereka adalah 3 Pribadi, tetapi hanya satu Allah (esa) dan satu esensi. Seluruh esensi Allah ada dalam tiga Pribadi ini (1Tim. 2:5). Mereka memiliki satu kesatuan yang sempurna dan mengasihi satu dengan yang lain.

    6. Tiga Pribadi Tritunggal Memiliki Perbedaan dalam Fungsi Utamanya
    7. Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus mempunyai kesetaraan dalam keallahan-Nya, tetapi tidak dalam menjalankan fungsinya karena Allah Bapa memegang pimpinan tertinggi (sesuai dengan nama yang diberikan, yaitu "Bapa"). Allah Bapa memberikan ketetapan Allah, Allah Anak menjalankan ketetapan Allah, Allah Roh Kudus menjaga dan memelihara akan pelaksanaan ketetapan Allah.

      Contoh: dalam mengerjakan karya keselamatan manusia
      - Allah Bapa merencanakan dan mengirim Allah Anak ke dunia (Yoh. 3:16).
      - Allah Anak taat kepada Bapa dan melaksanakan penebusan (Yoh. 6:38).
      - Allah Roh Kudus dikirim oleh Allah Bapa dan Anak untuk mengefektifkan penebusan (Yoh. 14:26).

  9. Pentingnya Doktrin Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  10. Mengapa memercayai Doktrin Allah Tritunggal sangat penting?

    1. Menjadi Ucapan Syukur
    2. Doktrin Allah Tritunggal menjadi dasar penegasan bahwa Allah itu kasih adanya. Allah menciptakan manusia bukan karena kesepian. Dalam ketritunggalan-Nya, Allah sudah puas dengan saling mengasihi di antara Pribadi Allah Tritunggal dan tidak memerlukan pihak lain untuk memuaskannya. Namun, karena kemurahan hati-Nya, Allah mengundang manusia untuk juga memiliki hidup dalam kepenuhan. Hal ini menjadi ucapan syukur kita karena memiliki Allah yang mau mengajarkan kasih abadi sehingga kita menemukan tujuan hidup yang sesungguhnya, yaitu hidup dalam Tuhan selamanya.

    3. Menjadi Peringatan
    4. Doktrin Allah Tritunggal merupakan salah satu pilar kepercayaan orang Kristen yang sangat mendasar. Dampak dari tidak memercayai Doktrin Tritunggal berarti kita juga tidak memercayai Doktrin Alkitab yang mengajarkan tentang Tritunggal dan bahkan mungkin pokok iman fundamental lainnya yang diajarkan oleh Alkitab.

Merenungkan Allah dalam ketritunggalan-Nya, Bapa, Anak dan Roh Kudus, yang memiliki keesaan yang sempurna, harmonis, dan kekal, membuat orang melihat sesuatu yang agung, indah, dan menarik. Sepanjang masa, misteri yang mulia itu telah menggerakkan hati orang untuk sampai kepada puncak pemujaan dan pujian kepada Allah yang Esa.

Akhir Pelajaran (DAD-P05)

Doa

"Terima kasih Tuhan atas kasih karunia yang Engkau berikan kepadaku sehingga aku boleh melihat keagungan kasih-Mu yang sempurna dalam tiga Pribadi Allah yang Esa. Kiranya aku boleh memberikan hidupku sepenuhnya untuk menyembah Engkau dengan segenap hati dan segenap jiwa. Amin."

Taxonomy upgrade extras: