Komentar

YAA - Pelajaran 03

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Yesus Anak Allah
Nama Pelajaran : Yesus Adalah Manusia Sejati
Kode Pelajaran : YAA-P03

Pelajaran 03 -- Yesus Adalah Manusia Sejati

Daftar Isi

  1. Yesus Adalah Manusia Sejati
    1. Yesus Lahir sebagai Bayi yang Tidak Berdaya
    2. Yesus Bertumbuh Menjadi Manusia Dewasa
      1. Memiliki Pikiran
      2. Memiliki Perasaan dan Emosi
      3. Memiliki Kelemahan sebagai Manusia
    3. Pentingnya Kemanusiaan Yesus
      1. Untuk Mewakili Ketaatan Manusia
      2. Untuk Menjadi Kurban Substitusi
      3. Untuk Menjadi Mediator antara Allah dan Manusia
      4. Untuk Menjadi Teladan Hidup
  2. Yesus Adalah Manusia, tetapi Tidak Berdosa
    1. Layaknya Seorang Manusia Yesus Dicobai sebagaimana Kita Dicobai
    2. Yesus Hidup dalam Kehidupan yang Tanpa Dosa
    3. Pentingnya Yesus Menjadi Manusia Tanpa Dosa

Doa

Pelajaran 03: Yesus Adalah Manusia Sejati

Dalam pelajaran sebelumnya, kita telah melihat dengan jelas bagaimana nubuat-nubuat membuktikan bahwa kelahiran Yesus ke dunia bukanlah hal yang kebetulan. Allah telah merancangkan kedatangan Anak Allah ke dunia sejak sebelum dunia dijadikan, yaitu untuk menjalankan misi penyelamatan bagi umat manusia. Untuk itu, Yesus harus menjadi manusia dan membuktikan bahwa Dia betul-betul manusia sejati.

  1. Yesus Adalah Manusia Sejati
  2. Kelahiran Yesus terjadi dalam sejarah, ini bukan dongeng atau fantasi. Yesus benar-benar lahir di dunia, baik tempat atau waktu kelahiran dapat dibuktikan dalam sejarah. Mari kita mempelajari bukti-bukti berikut ini:

    1. Yesus Lahir sebagai Bayi yang Tidak Berdaya
    2. Sekarang, mari kita pikirkan hal-hal yang Alkitab terangkan kepada kita tentang Yesus yang menyebabkan kita mengetahui bahwa Dia adalah betul-betul manusia. Dia lahir sebagai bayi yang tidak berdaya. Dia dilahirkan dari seorang wanita biasa sebagaimana kita juga lahir demikian.

      Meskipun Allah adalah Bapa-Nya, Dia dikandung dalam rahim Maria dengan kuasa Roh Kudus. Dia bertumbuh dan dilahirkan seperti bayi-bayi lainnya. Namun, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat (Gal. 4:4).

    3. Yesus Bertumbuh Menjadi Manusia Dewasa
    4. Sebagai manusia sejati, Yesus juga memiliki perasaan, kehendak, pikiran, emosi, kelemahan sama seperti manusia lainnya. Dia bertumbuh dari masa muda ke dewasa seperti semua manusia lainnya (Luk. 2:52).

      1. Memiliki Pikiran
      2. Salah satu ciri manusia adalah memiliki akal budi/pikiran. Demikian juga dengan Yesus. Dia memiliki pikiran yang bertolak belakang dengan hikmat manusia dan selalu melibatkan hikmat dari Allah (Mat. 13:54).

      3. Memiliki Perasaan dan Emosi
      4. Dia merasa amat berdukacita atas kematian seorang sahabat sehingga Dia menangis. "Yesus bertanya, 'Di mana Lazarus kamu kuburkan?' Mereka menjawab Dia, 'Tuhan, mari ikut dan lihatlah.' Yesus pun menangis. Karena itu, orang-orang Yahudi berkata, 'Lihatlah! Betapa Dia sangat mengasihi Lazarus!'" (Yoh. 11:34-36

        Selain itu, Dia pernah merasa sedih dan marah karena kebejatan moral manusia. "Yesus melihat ke sekeliling dengan marah, Dia sedih karena kekerasan hati mereka. "Lalu, kata-Nya kepada laki-laki itu, 'Ulurkan tanganmu.' Laki-laki itu mengulurkan tangannya, dan tangannya disembuhkan." (Mrk. 3:5)

        Yesus juga merasa kasihan karena penderitaan orang lain. Dalam Mat. 9:35-36 dicatat: "Dan, Yesus pergi mengelilingi semua kota dan desa sambil mengajar di sinagoge-sinagoge mereka, dan memberitakan Injil Kerajaan, serta menyembuhkan segala penyakit dan kesakitan. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, Dia merasa kasihan kepada mereka karena mereka lelah dan terlantar seperti domba-domba tanpa gembala." Jadi, ini adalah ungkapan perasaan Yesus yang sangat mengasihi jiwa-jiwa.

      5. Memiliki Kelemahan sebagai Manusia
      6. Sebagai manusia, Dia juga merasa lapar dan haus seperti manusia lainnya. Dapat dilihat dalam Mat. 4:2. Injil Yohanes juga menjelaskan, "Setelah itu, Yesus, yang mengetahui bahwa semuanya sudah terlaksana, untuk menggenapi Kitab Suci, Dia berkata, 'Aku haus!'" (Yoh. 19:28) Dia juga pernah menjadi lelah seperti manusia lainnya (Yoh. 4:6).

        Bukti paling nyata adalah ketika Yesus menderita di atas kayu salib. Ia merasakan kesakitan dan penderitaan luar biasa seperti manusia yang lain. Bahkan, Yesus juga mengalami kematian tubuh akibat penganiayaan di atas kayu salib.

    5. Apa Pentingnya Kemanusiaan Yesus?
    6. Kejatuhan manusia ke dalam dosa mendatangkan penghukuman Allah, bahwa maut akan menimpa manusia. Namun, janji Allah dalam Kej. 3:15 memberi jalan keluar bagi manusia untuk diselamatkan dari penghukuman. Cara Allah menyelamatkan manusia adalah dengan mengirim Yesus ke dunia, berinkarnasi menjadi manusia.

      "Akan tetapi, ketika hari penggenapan tiba, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan lahir di bawah Hukum Taurat, untuk menebus mereka yang ada di bawah Hukum Taurat supaya kita dapat menerima pengangkatan sebagai anak-anak-Nya." (Gal. 4:4-5)

      Jadi, mengapa Yesus harus menjadi manusia? Marilah kita pelajari bersama-sama tentang hal ini.

      1. Untuk Mewakili Ketaatan Manusia
      2. Pada dasarnya, ketidaktaatan terhadap Allahlah yang membuat manusia pertama jatuh ke dalam dosa. Namun, Yesus akhirnya harus datang ke dunia sebagai Manusia, merendahkan diri-Nya untuk mengerjakan pekerjaan Bapa-Nya dengan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib agar manusia beroleh jalan kepada Allah (Flp. 2:8).

      3. Untuk Menjadi Kurban Substitusi
      4. Dari kemanusiaan Kristus, hal penting lainnya yang harus kita ketahui adalah Dia menjadi kurban substitusi/pengganti agar hubungan manusia dengan Allah dapat diperbaiki. Jadi, Yesus datang dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan (atau pembayaran) untuk menggantikan mereka yang akan Dia selamatkan. Manusia sepatutnya mati, tetapi Yesus datang sebagai manusia untuk menggantikan manusia agar manusia dapat mencapai Allah dan mengenal kebenaran (2 Kor. 5:21). Yesus datang untuk menderita, menyelamatkan, dan menjadi pengganti kita. Inilah inti Injil.

      5. Untuk Menjadi Mediator antara Allah dan Manusia
      6. Karena pengurbanan Yesus, dosa yang memisahkan kita dengan Allah dihapuskan jika kita percaya kepada Yesus, dan kita bisa berdamai dengan Allah (1 Yoh. 4:10). Hal ini berarti kita dapat menjalin hubungan baik lagi dengan-Nya.

      7. Untuk Menjadi Teladan Hidup
      8. Seperti kehidupan Yesus yang melayani (Mrk. 10:45), Yesus juga ingin kita melayani orang lain. Keteladanan Yesus menjadi contoh yang sempurna bagi manusia dapat memberikan hidupnya dalam melayani Allah.

  3. Yesus Adalah Manusia, tetapi Tidak Berdosa
  4. Keberadaan Yesus sebagai manusia sejati tidak membuat Dia berdosa, meskipun Dia dicobai oleh setan dan hidup di tengah-tengah manusia yang berdosa. Mari kita lihat lebih detail tentang pribadi-Nya yang pernah dicobai, tetapi tidak berdosa.

    1. Layaknya Seorang Manusia, Yesus Dicobai sebagaimana Kita Dicobai
    2. Dalam Ibr. 4:14-15, Yesus disebut Imam Besar Agung kita. Selanjutnya, dikatakan bahwa Dia dicobai dalam segala hal seperti kita dicobai. Kita jangan berpikir bahwa satu-satunya saat Yesus dicobai adalah ketika setan datang kepada-Nya setelah Dia tidak makan selama 40 hari dan 40 malam. Yesus dicobai dalam banyak waktu yang berbeda dan dengan cara yang berbeda.

      Suatu kali, setan bahkan mencobai Yesus melalui Simon Petrus, salah seorang murid-Nya. Ketika Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya bagaimana Dia harus segera menderita dan mati, Petrus berbicara dengan kata-kata yang bersemangat kepada-Nya. Petrus mengatakan kepada Yesus bahwa hal seperti itu tidak akan pernah terjadi kepada-Nya. Setan telah memakai Petrus untuk menggoda Yesus, untuk menghindari kematian di atas kayu salib. Jika setan bisa membujuk Yesus melepaskan diri dari kematian di atas kayu salib, tidak ada keselamatan bagi umat manusia. Yesus mengerti benar apa yang sedang setan coba lakukan melalui Petrus. Itulah sebabnya, Yesus berbicara kepada Petrus seperti yang Dia katakan dalam Mat. 16:23, baca juga Mat. 16:21-23. Kita semua harus mengerti ini. Ada saat-saat setan akan mencobai kita lewat teman-teman kita.

      Ada hal lain yang seharusnya kita mengerti tentang cobaan terhadap Yesus. Dia menolak mempergunakan kuasa untuk membuat pencobaan lebih ringan. Ketika Dia merasa lapar, setan mencobai-Nya untuk mengubah batu-batu menjadi roti. Yesus mempunyai kuasa untuk melakukan itu. Yesus menolak mempergunakan kuasa untuk meringankan cobaan-cobaan yang dibebankan setan kepada-Nya, kenapa? Karena jika demikian, Dia tidak akan pernah dicobai seperti kita dicobai, dia tidak bisa betul-betul seperti kita.

      Contohnya, seorang yang lapar, yang merampok atau mencuri, mungkin mencoba memaafkan dirinya sendiri dengan berkata, "Ya, ketika Yesus lapar Dia mengubah batu menjadi roti. Saya tidak bisa melakukan ini, tetapi saya akan menghilangkan rasa lapar saya dengan mencuri." Karena itulah, Yesus dengan berani menderita, dan hasilnya Dia memperoleh kekuatan penuh dari pencobaan-pencobaan, Dia bisa mengerti secara penuh dan berbagi perasaan akan pencobaan-pencobaan kita. Dia juga akan memberikan kuasa kepada kita atas setan, sebagaimana Dia lakukan jika kita memutuskan bergantung kepada-Nya.

    3. Yesus Hidup dalam Kehidupan yang Tanpa Dosa
    4. Bacalah ayat-ayat berikut ini: Ibr. 4:15, 2 Kor. 5:21, 1 Pet. 2:22. Ayat-ayat tersebut adalah bukti bahwa Yesus, sebagai manusia, berbeda dari semua umat manusia. Semua manusia telah berdosa, tetapi Yesus tanpa dosa.

      Banyak orang tidak mengerti bahwa ada dua perbedaan cara-cara manusia berdosa. Cara pertama adalah dengan melakukan hal-hal yang kita ketahui adalah jahat. Alkitab menerangkan kepada kita beberapa hal yang Allah tidak ingin kita lakukan. Bila orang menolak kehendak Allah dan melakukan hal-hal ini, dia melawan Allah. Kita tahu bahwa itu adalah dosa bila melakukan sesuatu yang salah.

      Cara kedua dari perbuatan dosa adalah gagal melakukan hal yang kita ketahui benar. Allah menerangkan kepada kita bahwa ada beberapa hal yang seharusnya kita lakukan. Bila kita lalai melakukan hal-hal ini, kita berdosa terhadap Allah (Yak. 4:17).

      Bila kita mengatakan bahwa Yesus adalah tanpa dosa, kita menunjukkan bahwa Dia tidak pernah melakukan apa pun yang jahat di mata Allah. Kita juga menunjukkan bahwa Dia selalu melakukan apa pun yang baik di mata Allah. Dia tidak pernah melakukan yang jahat. Dia tidak pernah gagal melakukan yang baik.

    5. Pentingnya Yesus Menjadi Manusia Tanpa Dosa
    6. Dalam 2 Kor. 5:21, kita belajar bahwa Yesus yang tidak berdosa, menjadi berdosa untuk kita sehingga kita dibuat menjadi benar di hadapan Allah melalui Yesus. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita supaya kita dibenarkan Allah di dalam Dia." Seandainya Yesus berdosa, Dia tidak bisa menggantikan tempat orang-orang berdosa. Akibatnya, mereka pun akan menerima hukuman atas dosa-dosanya sendiri.

      Andaikata, ada dua orang membunuh seorang pria, lalu mereka diadili dan kedapatan bersalah. Kemudian, seorang dari mereka berkata kepada hakim, "Tuan, biarkan saya mati menggantikan teman saya." Hakim akan segera menjawab, "Tidak, kamu bersalah dua-duanya. Dia harus mati untuk kesalahan yang dia lakukan dan kamu mati untuk kesalahanmu sendiri." Orang yang bersalah harus menderita karena kesalahannya sendiri. Tidak demikian dengan Yesus, karena Dia tidak berdosa, Dia dapat menggantikan seluruh umat manusia untuk menanggung semua dosa mereka.

Puji Tuhan, Yesus rela datang ke dunia untuk menjadi manusia sejati, yang dapat merasakan yang manusia biasa rasakan. Namun, bedanya adalah Dia manusia yang tidak berdosa dan tidak pernah melakukan dosa. Itulah sebabnya, Dia dapat menggantikan hukuman yang seharusnya kita tanggung atas dosa-dosa kita.

Akhir Pelajaran (YAA-P03)

Doa

"Yesus, aku sungguh bersyukur karena Engkau rela merendahkan diri datang ke dunia menjadi Manusia hanya untuk satu tujuan, yaitu untuk menggantikan aku menanggung penghukuman atas dosa-dosaku. Kiranya aku akan terus diingatkan akan jasa pengorbanan-Mu. Amin."

Taxonomy upgrade extras: