Hajaran Tuhan

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading

"Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya." (Ibrani 12:5-10)

Ayat yang baru kita baca di atas memberikan suatu contoh yang mudah untuk mengerti apa artinya dihajar Tuhan. Saudara, nasihat di atas mengatakan, Tuhan menghajar orang-orang yang dikasihi-Nya sebagaimana seorang ayah menghajar anaknya. Seorang ayah menghajar anaknya menurut apa yang dia anggap baik, demikian kata Alkitab, tetapi Ayah kita di surga mengajar kita supaya kita menjadi baik, dan beroleh bagian di dalam kekudusan-Nya. Di sini, kita melihat suatu tujuan akhir yang sangat tinggi nilainya.

Saudara, kita dihajar oleh Tuhan supaya kita beroleh bagian di dalam kekudusan Allah. Tujuan ini memberi pengharapan yang sangat menghibur kita masing-masing. Alkitab berkata, "Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan" (Ibrani 12:14). Dengan segala kesedihan dan penyesalan, saya harus mengatakan dengan jujur bahwa kegagalan pelayanan Kristen sering kali disebabkan oleh hidup yang tidak suci. Maksudnya, orang yang tidak suci yang melayani Tuhan mengakibatkan kerugian pekerjaan Tuhan. Gereja dicela, orang Kristen dicaci maki, dan kekristenan dihina di dalam dunia karena banyak pelayan Tuhan yang tidak mementingkan sifat kesucian sebagai hal yang pokok dan sebagai dasar yang penting untuk melayani Tuhan.

Di seluruh dunia, di berbagai tempat yang pernah saya kunjungi, pemuda-pemudi ingin sekali saya menandatangani Alkitab mereka. Saya selalu melihat dulu berapa kira-kira umur mereka. Kalau mereka masih muda, saya suka memberikan ayat 2 Timotius 2:21, "Jika seseorang menyucikan dirinya dari hal-hal jahat, ... ia dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia." Saudara, dipakai oleh Tuhan adalah suatu kemuliaan yang luar biasa yang bisa diperoleh oleh seorang Kristen. Namun, Allah memberikan ayat yang penting ini, yaitu supaya kita menjadi suci sehingga layak dipakai oleh Tuhan. Kesucian merupakan sifat Allah sendiri. Bukankah kita ingin melayani Tuhan, ingin giat bekerja dalam ladang Tuhan? Bagaimana kita dapat memakai tangan yang kotor untuk melakukan pekerjaan Tuhan yang suci? Bagaimana kita dapat memiliki pikiran-pikiran yang najis saat kita memikirkan hal-hal yang surgawi? Sebab itu, kalau tanganmu kotor, bersihkan dirimu. Kalau pikiranmu bercabang, konsentrasikan hatimu. Jika hati belum dibersihkan, sucikan dirimu di dalam rencana dan cara yang Tuhan tetapkan sehingga kita boleh melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh!

Gereja harus selalu menekankan dan selalu memperingatkan orang Kristen bagaimana hidup dalam kesucian. Hal ini penting sekali supaya kita dilayakkan untuk melayani Tuhan. Jika gereja bertobat, orang Kristen bertobat, setiap pelayan Tuhan bertobat, meninggalkan hal-hal yang najis, hal-hal yang rendah, tidak mungkin kebangunan tidak tiba kepada setiap pelayan Tuhan secara pribadi, dan dia akan mendapatkan berkat besar.

Saudara, salah satu ajaran ibu saya sejak saya kecil ialah, "Hati-hati, jangan engkau dipakai oleh setan. Berbuat dosa gampang sekali, beberapa menit cukup engkau berzina, beberapa menit cukup engkau berbuat dosa, tetapi berpuluh-puluh tahun tidak cukup untuk engkau menyesali apa yang sudah kau perbuat." Kalimat itu datang dari ibu yang setia. Sejak saya berumur tiga tahun, dia sudah menjadi janda. Dia sering berkata kepada kami, "Kalau engkau besar, engkau mau melayani Tuhan, engkau menjadi hamba Tuhan, jangan lupa hidup suci, hati yang suci, motivasi yang suci. Dengan jiwa yang suci, engkau bisa dipakai oleh Tuhan."

Saudara, saya khusus membicarakan kesucian digabungkan dengan pengajaran. Allah menghajar anak-anak-Nya. Dia mencambuk. Ini perlu sekali untuk kita semua. Dalam Amsal, Salomo mengatakan agar para ayah jangan takut memukul anaknya, agar dia tidak pergi kepada kebinasaan (Amsal 23:13-14). Kalau anak kecil, anak remaja, tidak diajar dengan disiplin ketat, ke mana hari depannya? Dalam kebebasan yang tak terkendalikan, mencari kebuasan dalam banyak kebudayaan, secara pribadi atau secara kolektif orang telah memilih kebinasaan bagi diri sendiri. Allah tidak mau orang Kristen bersantai-santai dan hidup sembarangan, dan tidak menerima pengajaran dan disiplin.

Saudara, mendisiplin anak merupakan tugas seorang ayah atau orangtua. Mendisiplinkan anak juga dikerjakan oleh Bapa segala roh. Oleh sebab itu, jangan dengan enteng memandang pengajaran Tuhan. Hal ini harus ditanggapi dengan serius sebagai suatu hal yang bermakna, suatu hal yang bersangkut paut dengan kemajuan rohani dan kesuksesan pelayanan kita masing-masing.

BP_101_Artikel_Hajaran_TuhanPada waktu Tuhan menghajar, kadang-kadang kita tidak bisa menerimanya karena seolah-olah terlalu berat. Kita protes, mengapa orang lain berdosa sama seperti saya, tetapi tidak dihajar sekeras ini? Saudara, bersyukurlah kepada Tuhan jika tangan Tuhan berat atas dirimu. Bersyukurlah kepada Tuhan jika sedikit pun Tuhan tidak ingin engkau menoleransi dosa. Semakin keras, semakin ketat disiplin atas dirimu, semakin menyatakan kemungkinan engkau akan dipakai Tuhan lebih daripada orang lain. Calvin berkata, "Seorang yang suci bukan seorang yang tidak berbuat dosa. Seorang yang suci adalah seorang yang mempunyai kepekaan yang besar terhadap dosa." Jika engkau tidak lagi peka terhadap dosa karena engkau memandang enteng hajaran Tuhan berkali-kali, akhirnya Tuhan akan membiarkan engkau. Orang yang paling celaka adalah orang yang dengan bebas dan lancar berbuat dosa sehingga tidak ada lagi suara hatinya yang menegur dia. Namun, berbahagialah jika tangan Tuhan masih mencampuri hidupmu, jika engkau masih dihajar oleh-Nya, jika Roh Kudus masih menegur hatimu, dan jika hati nuranimu masih digerakkan oleh terang firman Tuhan melalui Roh-Nya. Saudara, jangan pandang enteng, jangan meringankan, jangan anggap sepi pengajaran Tuhan Allah!

"Saat engkau bertemu dengan orang yang menjengkelkan dalam pelayanan, itulah saatnya motivasi pelayananmu diuji." (Stephen Tong)


Diambil dan disunting dari:
Judul buletin : Sekilas Konferensi Injil Nasional
Edisi buletin : Agustus 2014
Penulis : Stephen Tong
Penerbit : Momentum, Surabaya 2014
Halaman : 3

 

Kategori: 

Komentar