OTK-Pelajaran 03

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Pertanyaan 03 | Referensi 03a | Referensi 03b

Nama Kursus : Orangtua Kristen
Nama Pelajaran : Fase-Fase Perkembangan Manusia
Kode Pelajaran : OTK-P03

Pelajaran 03 - FASE-FASE PERKEMBANGAN MANUSIA

Daftar Isi

  1. Masa Prakelahiran
  2. Masa Bayi
  3. Masa Awal Anak-Anak
  4. Masa Pertengahan dan Akhir Anak-Anak
  5. Masa Remaja
  6. Masa Awal Dewasa
  7. Masa Pertengahan Dewasa
  8. Masa Akhir Dewasa

Doa

FASE-FASE PERKEMBANGAN MANUSIA

Sebagai makhluk hidup, manusia akan mengalami pertumbuhan, baik pertumbuhan secara fisik, psikologis, maupun kerohanian. Selama proses pertumbuhan tersebut, manusia melewati beberapa fase yang diklasifikasikan berdasarkan usia. Biasanya, para ahli membaginya menjadi delapan fase pertumbuhan. Dalam setiap fase yang dialami terjadi ciri-ciri pertumbuhan yang menonjol sehingga bisa dipelajari untuk melihat gejala pertumbuhan secara umum (walaupun dalam kasus-kasus tertentu dapat terjadi pengecualian-pengecualian).

  1. Masa Prakelahiran
  2. Masa prakelahiran atau masa pranatal dimulai ketika sel telur (ovarium) dibuahi oleh sel sperma. Sel telur yang berhasil dibuahi akan terus berkembang hingga masa kelahiran. Pada masa ini, terjadi proses pertumbuhan manusia, mulai dari satu sel tunggal yang membelah menjadi organisme sempurna, yang disebut janin. Masa ini memiliki beberapa ciri khas, yaitu:

    1. Aspek Fisik
  • Dimulai dari masa dibuahinya sel telur oleh sel sperma.
  • Sel sperma yang telah membuahi sel telur akan melebur dalam sel telur hingga kemudian menjadi zigot.
  • Zigot membelah dari 1 sel menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, dan seterusnya.
  • Dari zigot akan terbentuk embrio hingga akhirnya menjadi janin.
  • Janin mengalami perkembangan sel-sel dan organ-organ sehingga berbentuk sempurna.
  • Tubuh janin sudah mampu bergerak, bahkan menendang-nendang, meskipun masih di dalam perut.
  • Pada usia 7 bulan, tubuh bayi sudah sempurna, tetapi ketahanan tubuhnya belum mampu melindungi tubuhnya sendiri dari kondisi yang ada di luar perut ibu.
  • Setelah mencapai puncaknya, yaitu pada usia 9 bulan 10 hari, bayi siap dilahirkan.
  • Aspek Psikologis
    • Kemampuan otak dan kepribadian janin mengalami pembentukan selama 9 bulan di dalam perut.
    • Janin sudah memiliki kemampuan menyerap sinyal dari luar yang kemudian memengaruhi kondisi psikologisnya.
    • Kondisi psikologis janin dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu.
    • Emosi janin juga dapat dipengaruhi oleh pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi ibu dalam proses operasi caesar.
  • Aspek Rohani
  • Pada usia 6 bulan pertama, janin dapat menanggapi segala pesan, termasuk yang bersifat rohani (doa, pujian, musik, penyembahan, firman Tuhan, dsb.), yang dapat memengaruhi kondisi bayi.

  • Masa Bayi
  • Masa bayi atau masa "infancy" dimulai ketika bayi dilahirkan hingga berusia 18 hingga 24 bulan. Pada masa ini, bayi sangat bergantung pada orang dewasa. Berikut ciri-ciri pada masa bayi:

    1. Aspek Fisik
    • Pada 6 bulan pertama, bayi dapat menggerakkan tangan dan kaki dengan baik.
    • Sebelum berusia 6 bulan, bayi belum bisa memegang dengan baik dan belum bisa berjalan.
    • Organ-organ makin berkembang dan berfungsi baik, demikian juga dengan ketahanan tubuhnya.
    • Pada usia 6 bulan, gigi bayi mulai tumbuh. Biasanya diawali dengan tumbuhnya dua gigi susu.
    • Pada usia 1 hingga 2 tahun, bayi mulai berjalan, berbicara, dan dapat mengendalikan fungsi tubuh lainnya dengan lebih baik.
    • Bayi mampu memberikan respons secara refleks. Contohnya, bayi dapat menutup kelopak matanya secara spontan ketika suatu benda yang hendak mendekati matanya.
  • Aspek Psikologis
    • Sel-sel otak bayi bertumbuh baik. Volume otak juga makin membesar seiring dengan bertambahnya usia bayi.
    • Kondisi psikologi anak semakin bertumbuh saat mendapatkan dekapan dan ciuman dari orangtua.
    • Kondisi mental bayi akan dipengaruhi oleh cepat lambatnya kontak orangtua dengannya.
    • Pada masa ini akan terjadi banyak aktivitas psikologi permulaan seperti: bahasa, koordinasi sensorimotor, pemikiran simbolis, dan belajar sosial.
    • Bayi mulai memiliki rasa percaya kepada seseorang yang melindunginya.
    • Untuk mengenal dunia luar, bayi mengandalkan inderanya dan aktivitas motorik.
    • Dalam berkomunikasi, bayi tidak menggunakan bahasa verbal, melainkan dengan senyuman atau tangisan.
    • Secara psikologi, bayi yang baru lahir dapat merasakan reaksi positif maupun negatif dari orangtuanya.
  • Aspek Rohani
  • Bayi sudah bisa merasakan suasana rohani yang kemudian akan memengaruhi kerohaniannya pada masa dewasa. Bayi dapat merasakan suasana seperti: doa, penyembahan, pembacaan firman Tuhan, dan sebagainya.

  • Masa Awal Anak-Anak
  • Masa awal anak-anak atau masa "early childhood" adalah masa bayi hingga usia 6 tahun. Masa ini disebut sebagai masa prasekolah karena anak mulai menjalani pendidikan secara formal di sekolah taman kanak-kanak.

    1. Aspek Fisik
    • Anak mengalami pertumbuhan fisik yang semakin baik.
    • Tinggi dan berat badan meningkat dan koordinasi otot-otot semakin kuat.
    • Kekebalan daya tahan tubuh mulai kuat.
    • Mulai banyak melakukan aktivitas fisik.
  • Aspek Psikologis
    • Aspek psikologi dan kognitif berkembang pesat.
    • Anak semakin banyak memiliki perbendaharaan bahasa sehingga dapat berkomunikasi verbal dengan baik.
    • Mulai mengembangkan keterampilan seperti mengikuti perintah dan mengidentifikasi sesuatu.
    • Mulai tertarik untuk bersosialisasi dengan teman sebaya.
    • Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan suka mengeksplorasi banyak hal.
    • Muncul keinginan mengembangkan ketekunan dan memiliki inisiatif yang tinggi.
    • Kemampuan berkhayalnya semakin besar.
  • Aspek Rohani
  • Sejak usia 3 tahun, anak dapat mendengar dan menerima berita Injil. Pada masa ini, orangtua harus dapat menunjang pertumbuhan rohani anak dengan membacakan firman Tuhan, mengajak anak berdoa, dan menyanyikan pujian.

  • Masa Pertengahan dan Akhir Anak-Anak
  • Masa yang disebut juga masa "middle and late childhood" ini terhitung mulai usia 6 hingga 11 tahun. Masa pertengahan dan akhir anak ini disebut juga "masa usia sekolah dasar" karena anak mulai menginjak jenjang pendidikan dasar.

    1. Aspek Fisik
    • Fisik makin berkembang.
    • Otot-otot dan sistem koordinasi semakin kuat.
    • Ketahanan tubuh semakin meningkat.
    • Tinggi dan berat badan semakin bertambah.
  • Aspek Psikologis
    • Anak mengalami perkembangan keterampilan fundamental, seperti membaca, menulis, dan berhitung.
    • Mereka senang dengan prestasi yang didapat karena pada masa ini prestasi dianggap sangat penting.
    • Gemar bersosialisasi dengan teman sebaya.
    • Sistem pengendalian diri semakin meningkat.
    • Sangat suka dengan aktivitas yang berkaitan dengan fisik.
    • Anak sudah memiliki dorongan mental untuk memasuki dunia konsep, simbol, logika, dan komunikasi yang luas.
    • Cara berpikir mulai berkembang, tetapi masih berorientasi pada hal-hal yang bersifat konkret.
  • Aspek Rohani
  • Anak sudah dapat menangkap pesan-pesan rohani. Mereka dapat menerima setiap pengajaran firman Tuhan dan menerapkannya meskipun belum begitu mengetahui makna yang sebenarnya. Untuk aplikasi praktis, anak-anak sudah dapat mengerti dan melakukannya.

  • Masa Remaja
  • Masa remaja (adolescence) ialah suatu periode transisi dari awal masa anak hingga masa dewasa awal, yang dimulai pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 hingga 20 tahun.

    1. Aspek Fisik
    • Anak mengalami perubahan fisik secara drastis.
    • Tinggi dan berat badan bertambah begitu cepat.
    • Aroma tubuhnya semakin tajam.
    • Pada anak laki-laki mulai mengalami: tumbuh jakun, tumbuh rambut pada bagian tubuh tertentu, suara sedikit besar, dada terlihat bidang, dan mulai mengalami mimpi basah.
    • Pada anak perempuan mulai mengalami: menstruasi, pembesaran payudara dan pinggul, perubahan suara, dan pertumbuhan rambut pada bagian-bagian tertentu.
    • Semua perubahan ini disebabkan oleh kerja hormon estrogen yang dihasilkan ovarium (pada perempuan) dan testosteron yang dihasilkan testis (pada anak laki-laki).
  • Aspek Psikologis
    • Anak mulai mencari jati diri dan merasa dirinya dewasa.
    • Perubahan sikap dan sifat sangat menonjol, baik terhadap teman maupun keluarga. Anak juga masih sering labil.
    • Lingkungan sangat memengaruhi terbentuknya jati diri anak.
    • Sudah mulai mandiri walaupun belum bisa secara penuh.
    • Cenderung mengikuti gaya dan keputusan teman demi penerimaan dalam kelompok. Pada masa ini, penerimaan lingkungan pergaulan sangatlah penting.
    • Mulai berpikir logis, abstrak, dan idealis.
    • Anak terkadang mulai mengalami krisis kepercayaan diri.
    • Sering mengalami kebingungan akan perubahan yang terjadi.
  • Rohani
    1. Remaja Awal (11 -- 14 tahun)
    • Kondisi kerohanian cukup buruk. Pemahaman mereka terhadap iman masih samar-samar karena mereka memiliki pemikiran yang praktis. Meski terkadang imannya terkesan bertumbuh, tetapi pertumbuhannya belum mengakar dalam Kristus dan Firman-Nya.
    • Sulit untuk memahami ajaran Alkitab.
    • Kurang tertarik dengan hal-hal yang bersifat rohani.
    • Sulit mengambil keputusan yang berhubungan dengan kerohanian.
  • Remaja Akhir (15 -- 20 tahun)
    • Memiliki kondisi kerohanian yang lebih baik.
    • Dapat memahami dan mengenali nilai-nilai rohani sehingga setiap nilai rohani yang ditanamkan gereja dapat lebih mudah diterima.
    • Mudah memahami ajaran Alkitab.
    • Mulai tertarik dengan hal-hal yang bersifat rohani.
    • Dapat mengambil keputusan sehubungan dengan pertumbuhan imannya.
  • Masa Awal Dewasa
  • Masa awal dewasa atau "early adulthood" adalah periode yang dimulai ketika seseorang menginjak usia belasan tahun atau awal usia 20 dan berakhir pada usia 30 tahun.

    1. Aspek Fisik
    • Sudah mengalami pertumbuhan fisik secara maksimal.
    • Tinggi badan mereka sudah terhenti pada usia dua puluh tahunan.
    • Daya tahan dan kesehatan mereka prima.
    • Jika melakukan tindakan pelanggaran, dapat dikenai hukum sesuai dengan undang-undang dan peraturan hukum negara.
  • Aspek Psikologis
    • Mulai masuk pada tahap penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan dan harapan yang baru, mulai memainkan peranan sebagai laki-laki (suami, ayah, pencari nafkah, dan sebagainya).
    • Kemandirian sudah terbentuk, baik dalam hal pribadi maupun ekonomi.
    • Mulai berkarier secara mandiri.
    • Mulai menentukan pasangan hidup dan memiliki keinginan untuk mengasuh anak.
    • Emosi semakin stabil.
    • Memiliki potensi untuk terus belajar, mengembangkan diri dalam keterampilan, aktualisasi diri, dan berprestasi.
    • Segala pengalaman baik maupun buruk dianggap sebagai pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih matang, dewasa, dan bertanggung jawab.
    • Dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif.
    • Perasaan kosong dan tak bermakna kadang dapat muncul pada usia ini.
  • Rohani
  • Pada masa ini, pemahaman terhadap hal-hal rohani telah semakin baik. Apabila mendapatkan pembinaan yang tepat, potensi untuk mengalami pertumbuhan rohani juga besar. Pada usia ini, seseorang dapat dilibatkan menjadi mentor bagi mereka yang berusia lebih muda (remaja) dalam persekutuan. Sudah dapat memegang tanggung jawab pelayanan yang diberikan.

  • Masa Pertengahan Dewasa
  • Masa pertengahan dewasa disebut juga dengan "middle adulthood". Periode ini dimulai ketika seseorang menginjak usia 30 hingga 45 tahun dan berakhir pada usia 60 tahun.

    1. Aspek Fisik
    • Pada tahap awal (30 -- 40 tahun), kemampuan fisik makin menurun meski tidak begitu drastis.
    • Pada usia 40 -- 60, kualitas fisik semakin menurun.
  • Aspek Psikologis
    • Mulai memperluas tanggung jawab pribadi dan sosial.
    • Mulai menolong dan membina generasi-generasi berikutnya.
    • Pada usia tua (60 tahunan), biasanya terjadi kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial.
    • Pada usia tua (60 tahunan), penyesuaian pekerjaan dan keluarga disebut dengan tahap mengecilnya daur keluarga.
    • Menganggap kepedulian terhadap orang lain sebagai sesuatu yang bermakna.
    • Pada usia 60 tahunan, tidak jarang muncul rasa penyesalan tentang masa lalunya.
    • Ketidaksiapan menghadapi akhir kehidupan dan sering dihinggapi rasa takut pada kematian.
  • Aspek Rohani
  • Beberapa orang mengalami pertumbuhan rohani yang semakin baik, tetapi beberapa lagi mengalami penurunan rohani. Hal ini dipengaruhi oleh pengajaran yang ia terima dan pengalaman pribadi. Bagi yang kerohaniannya yang baik, mereka akan mampu menjadi pembimbing dan berhikmat sehingga dapat menjadi panutan. Mereka juga tidak takut menghadapi kematian karena imannya semakin teguh. Keinginan mereka untuk terlibat dalam pelayanan rohani juga semakin baik. Hal ini akan menjadi kebalikan bagi orang-orang tertentu yang memiliki kondisi kerohanian yang kurang baik.

  • Masa Akhir Dewasa
  • Masa dewasa akhir disebut pula dengan masa lanjut usia. Periode ini dimulai ketika seseorang berusia 60 tahun dan berakhir pada masa akhir kehidupan seseorang.

    1. Aspek Fisik
    • Gejala penurunan fisik.
    • Semakin lambatnya gerak motorik.
  • Aspek Psikologis
    • Menarik diri dari lingkungan sosial.
    • Rasa takut pada kematian (despair).
    • Integritas ego semakin meningkat.
  • Aspek Rohani
  • Karena mengalami rasa takut pada kematian, orang-orang yang memasuki masa dewasa akhir akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara mengikuti kebaktian, persekutuan lansia dan merasa sangat membutuhkan makanan rohani dari pembina rohani mereka. Seseorang yang memasuki masa dewasa akhir akan bergairah kembali untuk dapat melayani dan dilibatkan dalam persekutuan-persekutuan lansia di gereja.


    Akhir Pelajaran (OTK-P03)


    Doa

    "Aku mengucap syukur kepada-Mu, Tuhan, karena aku bisa belajar mengenai fase-fase perkembangan manusia. Bersyukur, dalam setiap perkembangan kehidupanku, Engkau selalu ada menyertai dan membentukku sehingga membuatku semakin mengenal kehendak-Mu. Biarlah aku senantiasa berjalan dalam kebenaran firman-Mu yang kudus dan mulia." Amin.

    [Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]