Sharing Berkat Peserta Kelas BS_1Tes 3

1. Anil Dawan

Puji Tuhan, bersyukur bisa mengikuti kembali kelas tema bedah kitab, kali ini BS_1Tes. Keunikan dan kelebihan surat yang singkat dan padat dengan pengajaran yang lengkap mengenai iman, kasih, dan pengharapan, dan mendinamisirnya dengan praktik kehidupan Kristen yang holistik mengenai Hari Tuhan, kekudusan hidup, dan juga pelayanan menguatkan hati secara individu maupun komunitas jemaat.

Kelengkapan pengajaran dan etika praktik hingga kini, cocok dengan kebutuhan konteks, apalagi dengan penerapannya dalam pelayanan berjarak. Meskipun tidak mudah mengaplikasikan dalam penerapan praktis di era digital, tetapi yang saya pahami dari masa ke masa, content dan pesan firman Tuhan yang selalu relevan. Juga mengkaitkan dengan kekinian dalam metode dan sarananya.

Saya mengapresiasi seluruh tim SABDA yang juga menerima masukan dengan mensimplifikasikan pertanyaan per pertemuan menjadi 1 dan menambahkan aplikasinya menjadi pendalaman dan diskusi menjadi terkonek antara pendalaman firman dan juga penerapan dalam tantangan era digital masa kini.

Terima kasih untuk semua teman-teman dan Bapak/Ibu yang menjadi rekan diskusi yang asyik dan menarik, membuka wawasan, bertanya, dan menjawab. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita dengan semangat dan terus belajar berbagi iman, kasih, dan pengharapan.

2. Bambang Lareno

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan terbantu dengan berbagai sudut pandang teman-teman dalam kelas. Walaupun sudah berusaha sekomprehensif mungkin, tetap saja ada beberapa poin yang luput dari perhatian. Bersyukurnya, poin yang terlewat itu di-mention oleh teman-teman. Beberapa membuat saya cukup takjub. Beberapa teman meng-sharing-kan penerapan yang sangat mendorong. Respons yang saya terima juga membuat saya harus melihat ulang dan terbantu dalam mengkristalisasi berbagai pemikiran yang telah saya terima. Terima kasih teman-teman dan juga Mas Rei dan Mbak Mei.

Secara materi penggalian: Pemimpin rohani sejati hendaknya memiliki visi yang jelas, menghidupi panggilan dengan integritas, peduli dan bertanggung jawab terhadap orang-orang yang menerima Injil melalui pelayanannya. Sehingga yang dilayani juga akan mengasihi pemimpin serta dapat belajar dari teladan dan meneladani pemimpinnya. Dengan demikian, mereka juga menjadi teladan bagi orang lain lagi. Tentu dalam menghidupi kehidupan Kristen akan menghadapi kesulitan dan penderitaan, tetapi harus tetap teguh dan saling menguatkan dalam iman. Sukacita yang dibagikan atas kemajuan iman orang lain dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi yang membagikan maupun yang dibagikan. Kasih persaudaraan harus terus dipelihara dan ditumbuhkan karena itu adalah inti dari kehidupan bersama sebagai orang percaya. Di atas semua itu, pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali harus menjadi motivasi diri untuk hidup dalam kekudusan dan kesetiaan, sebagai persiapan untuk menyambut kedatangan Kristus kali kedua.

3. Dina

Saya mengucap syukur kepada Tuhan dan saya mengucapkan terima kasih banyak kepada tim SABDA, atas materi maupun sharing yang diberikan kepada kami. Saya sangat terberkati dalam pelajaran kali ini. Surat 1 Tesalonika adalah salah satu surat Paulus dalam Perjanjian Baru yang ditujukan kepada jemaat di kota Tesalonika. Surat ini mengajarkan beberapa hal penting, surat 1 Tesalonika menekankan pertumbuhan iman, pengharapan akan kedatangan Kristus, dan kekudusan hidup jemaat di tengah penderitaan dan penganiayaan. Sekali lagi, terima kasih kepada tim SABDA. Tuhan Yesus memberkati.

4. Elisa Iswandono

Dengan mengikuti kelas BS_1Tes, membuat saya mengerti mengenai bagaimana harus bersikap menjelang kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya. Saya menjadi mengerti bahwa berita kedatangan Tuhan Yesus itu akan menjadi sesuatu yang menggembirakan dan bukan suatu rahasia apabila hidup dalam kekudusan sesuai dengan standar Alkitab.

Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh seluruh tim SABDA MLC: Kak Rei, Kak May, Kak Rode, Kak Bima, Ibu Yulia, dan semua tim yang belum disebutkan namanya, juga rekan satu grup WA. Tuhan Yesus kiranya memberkati dan menyertai kita pelayanan Tim SABDA MLC. Amin.

5. Fryandi Ramada

Shalom. Puji Tuhan, senang sekali bisa ikut sesi Bedah Surat 1 Tesalonika. Saya perhatikan referensi dari website SABDA.org sangat kaya dengan referensi silang, disertai pembahasan yang bersifat "topik. Ini sangat membantu saya memperkaya dalam pemahaman.

Terima kasih kepada tim SABDA, khususnya Ibu Mei dan Mas Rei di BS_1Tes 3. Juga terima kasih kepada teman-teman yang sama-sama belajar ikut membedah surat 1 Tesalonika, senang juga bisa berdiskusi dengan teman-teman semua.

6. Harry Halim

Baru tahu lewat anggota grup bahwa mereka yang bekerja dalam ladang rohani tidak harus diberi upah untuk makan minum mereka. Pandangan umum yang salah kaprah ini membuka wawasan bahwa ternyata beredar ajaran salah di gereja, dan masih banyak lagi. Kelas yang menarik.

7. Herman Benyamin

Pengalaman baru bagi saya untuk join acara ini, dan mendapat insight-insight baru. Pertama terkait penggunaan situs atau aplikasi SABDA yang sangat kaya untuk menjadi tools dan resources bagi kami. Yang kedua dari isi surat Tesalonika 4:7, "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus." Ayat ini sangat aplikatif di abad 21 ini padahal ditulis dalam abad 1. Mengapa?

1. Kita adalah orang-orang yang telah dipanggil atau dipilih Tuhan untuk menjadi murid-murid-Nya. Masih ada sekitar 70% dari 8 miliar orang yang ada di atas bumi ini masih hidup dalam statusnya sebagai STA (Suku Terabaikan) atau UPG (Unreached People Group).

2. Dalam dunia serba digital ini, kita dituntut untuk bisa hidup "kudus di tengah-tengah dunia yang "cemar", hal ini tidak mudah. Karena seluruh dunia, baik "dunia putih" maupun "dunia hitam" ada dalam genggaman setiap orang, apakah ia orang dewasa atau anak-anak, tinggal di kota besar atau di desa terpencil.

3. Bagaimana melalui "gadenganet" yang ada di tangan kita itu, apakah kita dapat menjadi saluran berkat ilahi bagi seluruh bangsa dan turut menggenapi hati Allah dalam Kejadian 12:2-3, dan Matius 28:19-20, menjadikan semua bangsa murid-murid Yesus? Semoga. Amin.

8. Immanuel

Kelas Bedah Surat 1 Tesalonika ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti kelas pendalaman Alkitab. Di kelas ini, saya sangat bersyukur karena banyak sekali berkat yang saya dapat melalui penggalian pribadi surat 1 Tesalonika maupun ketika membaca penggalian-penggalian yang didapat oleh teman-teman di kelas. Bahkan, melalui sharing-sharing yang ada di kelas ini dapat memberikan lagi pemahaman dan pengertian yang lebih luas lagi. Yang saya dapat pelajari dari surat 1 Tesalonika ini untuk dapat saya aplikasikan dalam hidup saya adalah:

  1. Bagaimana Paulus melayani jemaatnya dengan selalu mengandalkan Tuhan dan dengan kasih sehingga Paulus dapat menjadi teladan dalam pelayanan maupun dalam kepemimpinan saat ini.
  2. Bagaimana Paulus memiliki semangat pelayanan yang luar biasa untuk dapat memberitakan Injil kepada jemaat di Tesalonika meskipun terhalang dengan jarak sehingga orang yang dilayani dapat mengikuti pengajaran, semangat, maupun karakter dari Paulus dengan baik dan dapat menjadi teladan bagi orang-orang sekitarnya yang belum percaya.
  3. Dari Paulus, kita juga bisa belajar bagaimana menguatkan iman sesama dengan cara saling mendoakan dan mengingatkan satu dengan yang lainnya.
  4. Kita bisa belajar bagaimana mempersiapkan diri untuk kedatangan hari Tuhan dengan selalu menjaga untuk hidup dalam kekudusan, serta dengan memperlengkapi diri dengan terus membaca firman Tuhan.

Terima kasih kepada tim SABDA yang sudah mengadakan kelas ini sehingga saya bisa belajar dan terberkati, serta dapat mengerti cara-cara menggali Alkitab. Terima kasih juga kepada admin yang selalu mengingatkan dan memberi semangat dalam menggali surat 1 Tesalonika. Saya juga ucapkan terima kasih kepada teman-teman kelas malam, BS_1Tes 3 dengan diskusi-diskusi yang ada di kelas sehingga dapat saling memberkati satu dengan yang lainnya.

9. Juanita Geertruida Elisabeth Wattimury

Puji Allah Maha Kuasa, memberkati kita semua, juga saya, untuk dapat menyelesaikan bedah surat pertama Rasul Paulus untuk jemaat di Tesalonika. Jika dahulu Paulus ingatkan jemaat Tesalonika di tengah penindasan dan ancaman. Saat ini, Paulus ingatkan jemaat dengan kondisi godaan yang mengarahkan kita menjauhi hidup kudus.

Secara garis besar, Paulus jelas memberikan alarm sangat jelas untuk kita jemaat lebih bersungguh-sungguh dalam pelayanan firman, penginjilan serta menjaga hidup sesuai kehendak Allah, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Amin.

10. Kristin Sabo

Kalau tidak salah, kemarin disuruh buat bagian mana dari ayat ayat-ayat yang kita baca, gali, yang sangat menohok. Saya ambil pasal 4: nasihat untuk hidup kudus agar berkenan kepada Tuhan.

Ini bukan pilihan, tetapi keputusan untuk hidup kudus ya. Hidup kudus bukan berarti saya tidak akan pernah salah, tidak akan pernah berdosa, tetapi bahkan dalam keberdosaan saya, saya diingatkan akan kasih Allah. Masak iya, saya tidak menghargai pengorbanan orang yang peduli dengan saya, apalagi pengorbanan Tuhan. Membangun kesadaran untuk berbicara, berpikir, bertindak sesuai dengan standarnya Tuhan. Dalam realitas lingkungan, komunitas, dunia, ada banyak godaan, pola hidup yang tidak sesuai polanya Tuhan. Karena itu, saya butuh pertolongan Tuhan. Kemauan saya ada, tetapi kemauan tidak cukup. Kekuatan saya ada, tetapi kekuatan saya tidak cukup. Berserah Tuhan menolong untuk belajar mengikuti panduan hidup dari Tuhan dan belajar untuk mengevaluasi diri supaya tidak gampang menghakimi orang lain. Evaluasi diri sendiri dahulu. Dalam proses ini, saya selalu mengingatkan diri saya supaya komitmen, kontinyu, dan konsisten. Roh Kudus kiranya menolong saya. Terima kasih kepada pelayanan SABDA yang telah menjadi berkat: belajar bersama, bertumbuh bersama.

11. Lily Kurniati

Saya sangat bersyukur diizinkan Tuhan untuk mengikuti kelas Bedah Surat 1 Tesalonika ini. Bersyukur juga akhirnya bisa menyelesaikannya hingga selesai di tengah kondisi yang kurang sehat. Saya mendapat banyak sekali berkat dari penggalian teman-teman dan diskusi di kelas BS_ 1 Tes. 3. Saya diingatkan untuk terus menerus berdoa dan follow up untuk firman Tuhan yang telah dan terus saya bagikan.

Terima kasih untuk Kak Rei sebagai moderator dan Kak May sebagai admin. Terima kasih juga kepada seluruh tim SABDA yang menyelenggarakan kelas ini. Soli Deo gloria.

12. Linna Kusuma Wati

Saya bersyukur dapat menyelesaikan bedah kitab saat ini. Semua berkat pertolongan Tuhan. Pelajaran/berkat yang saya dapatkan ada 2 hal. Saya percaya bukan suatu kebetulan bila yang digali menjadi jawaban bagi saya.

  1. Ketika saya gelisah memikirkan karyawan saya yang sakit, Tuhan berbicara untuk jadilah tenang, jangan mencampuri persoalan orang lain. (1 Tes. 4:11).
  2. Teladan dari kasih Paulus dan penggembalaannya untuk memastikan iman jemaat Tesalonika, mendorong saya juga untuk tidak "diam" ketika bertemu dengan mantan anak Sekolah Minggu yang sekarang sudah remaja, untuk menanyakan kerohanian mereka.

Saya minta maaf bila mengirimkan hasil penggaliannya mendekati dengan waktu berakhirnya kelas. Terima kasih untuk Kak Rei yang sudah memperdalam penggalian kami dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengena. Terima kasih untuk Kak Mei yang setia reminder saya. Terima kasih untuk teman-teman kelas BS_1 Tes 3. Bila Tuhan beri kesempatan, kiranya kita dapat bertemu kembali. Tuhan memberkati kita semua.

13. Livia C.R.B.

Saya sangat terberkati dalam mengikuti program ini. Selain mendalaminya sendiri, juga banyak perspektif dari teman-teman lain atau kutipan-kutipan dari sumber-sumber lain yang sangat memperkaya dan bermanfaat. Selain itu, juga banyak ide-ide aplikasi yang bisa dijadikan contoh dan memberikan semangat bagi kami semua.

Terima kasih untuk kakak-kakak staf SABDA yang penuh dedikasi memandu kami tanpa menggurui dan memberkati kami dengan sabar dan penuh tanggung jawab. Bravo SABDA! Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

14. Lukas Widianto

Terima kasih kepada Kak May dan Kak Rei, yang sudah memandu dan memberi semangat sehingga saya bertambah pandai. Juga terima kasih kepada SABDA yang menyediakan sarana dan acara ini. Saya belajar bahwa setelah kita memenangkan jiwa atau sesudah kita menabur benih Injil, maka jangan lupa agar terus dipantau, dibimbing, dan ditambahkan pengetahuannya agar dia bertumbuh. Kalau tidak mengunjungi sendiri, delegasikan pada orang yang bisa mewakili kita, dan menggunakan fasilitas yang ada untuk tetap kontak, misalnya zaman sekarang bisa menggunakan media sosial. Maka, saya melihat fungsi dari medsos akan lebih fokus untuk pembinaan iman.

Sangat indah kalau membahas firman Tuhan dalam kelompok karena semakin banyak sudut pandang. Hanya sayangnya, kali ini, ada beberapa pertanyaan dari rekan yang merupakan "pertanyaan negatif". Saya tahu tujuannya baik, tetapi tidak semua orang dalam kelompok bisa menerima, bahkan membuat jadi malas menanggapi atau karena merasa "diserang".

Tidak banyak penggunaan AI juga membuat lebih cair, dengan bahasa manusia, bukan bahasa mesin. Saya dapat banyak pencerahan, baik dari yang lulusan teologi maupun dari yang "kaum awam". Kalau boleh, jangan terlalu memakai istilah-istilah keren supaya kelihatan lebih akademis karena kita juga belajar esensinya dan aplikasinya. Terima kasih buat semuanya. Tuhan baik, terima kasih dapat kesempatan ini.

15. Mariano Nathanael

Sangat bersyukur sekali bisa ikut kembali di kelas SABDA MLC, yang pasti memberkati saya ketika mengikutinya. Dalam surat ini, saya kembali banyak diingatkan tentang berdoa, tentang kedatangan Tuhan, tentang hati yang melayani, tentang kekudusan hidup, tentang saling menghibur. Hati melayani Paulus bagi jiwa-jiwa yang sudah dia layani dan bagi jiwa-jiwa yang akan dia layani terasa sangat kuat ketika mempelajari kitab ini, dan kesan ini sangat menegur dan menguatkan hati saya dalam meningkatkan motivasi melayani Tuhan.

Terima kasih kepada seluruh anggota kelas, admin Mei, maupun moderator, Rei, dan semua tim dari SABDA. Tuhan Yesus senantiasa memberkati tim SABDA dalam pelayanannya di Indonesia.

16. Mira Sary

Saya pribadi bersyukur dan sangat terbantu untuk pembahasan 1 Tesalonika ini dalam mengatasi pelayanan berjarak. Pelayanan berjarak sudah dialami terlebih dahulu oleh Rasul Paulus. Dari mengingatkan jemaat Tesalonika untuk tetap menjaga kekudusan, hingga menghormati hamba Tuhan yang mengajar setiap jemaat. Ketekunan dan ketaatan Rasul Paulus dalam melayani Tuhan sangat totalitas dan saya pribadi merasa ditegur oleh pembahasan 1 Tesalonika ini.

Terima kasih banyak untuk Kak Mei (yang tidak bosan-bosan mengingatkan saya setiap malam untuk hasil penggaliannya) dan Kak Rei sebagai moderator untuk kelas BS_1Tes 3 malam, sangat baik dan membantu. Kiranya Tuhan Yesus menyertai dan menguatkan pelayanan kita semua. Tuhan memberkati.

17. Sitske Veronica Lisa

Pertama-tama, saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan karena saya bisa mengikuti kelas diskusi hingga selesai. Ini semua berkat dan pertolongan dari Tuhan. Mau mengucapkan terima kasih banyak buat tim SABDA yang sudah menyelenggarakan kelas ini, terutama buat admin, Kak Mei, dan moderator, Kak Rei yang sudah membimbing selama kelas diskusi. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Saya mengikuti kelas ini supaya lebih paham lagi kita-kitab yang ada di Perjanjian Baru. Dari teman-teman diskusi juga memberi pemahaman yang baru dan sudut pandang yang berbeda-beda sehingga lebih memahami lagi maksud dari kitab 1 Tesalonika. Kitab ini akan selalu mengingatkan iman, kasih, dan harapan dalam menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Semoga Tuhan memberkati kita semua.

18. Sri Sugiyanto

Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan tim SABDA yang telah menyelesaikan kelas Bedah Surat 1 Tesalonika sehingga saya bisa mengikutinya sampai selesai. Dalam mengikuti penggalian ini, saya merasakan banyak mendapat berkat. Terima kasih Kak Mei yang selalu mengingatkan saya untuk menyampaikan penggaliannya. Namun, maaf kalau kami selama lima hari tidak bisa banyak berdiskusi dengan teman-teman kelas dan tidak fokus.

Kiranya kasih Tuhan senantiasa ada pada diri kita semua, dan kita dapat melakukan surat dari Paulus ini di sepanjang hidup kita dengan baik dan benar dalam meneladani Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati.

19. Supriyono

Puji dan syukur atas pertolongan Tuhan Yesus Kristus yang sudah menyertai dan menuntun saya dapat mengikuti kursus online Bedah Surat 1 Tesalonika yang diselenggarakan oleh SABDA bahwa:

- Paulus dengan sukacita memuji jemaat Tesalonika atas semangat dan iman mereka yang tabah di tengah segala penderitaan (1Tes. 1:2-10; 1Tes. 2:13-16). Menanggapi kecaman dengan mengingatkan mereka akan kemurnian motivasinya, kesungguhan kasih, dan perhatiannya terhadap mereka, serta kelakuannya yang jujur di tengah mereka (1Tes. 2:1-12,17-20; 1Tes. 3:1-10).

- Paulus menekankan perlunya dan pentingnya kekudusan dan kuasa dalam kehidupan Kristen. Orang percaya harus kudus (1Tes. 3:13; 1Tes. 4:1-8; 1Tes. 5:23-24). Injil harus disertai kuasa dan penyataan Roh Kudus. Mendorong jemaat itu supaya jangan mereka memadamkan api Roh dengan meremehkan penyataan-Nya, khususnya nubuat (1Tes. 1:5; 5:19-20).

- Kedatangan Kristus untuk membebaskan umat-Nya dari murka Allah di atas muka bumi ini (1Tes. 1:10; 1Tes. 4:13-18; 1Tes. 5:1-11). Rencana Allah bagi orang kudus yang sudah dipanggil pulang bila Kristus kembali bagi gereja-Nya (1Tes. 4:13-18) dan menasihatkan mereka yang masih hidup tentang pentingnya kesiagaan ketika Kristus datang (1Tes. 5:1-11). Surat ditutup dengan berdoa untuk kekudusan dan pemeliharaan mereka (1Tes. 5:23-24).

- Panduan pentingnya hidup dalam kegelapan dunia masa digital saat ini adalah untuk tetap waspada dan terjaga agar tidak terkejut atau terperangkap oleh godaan yang muncul dalam dunia digital yang seringkali penuh dengan tantangan dan godaan. Ini bisa berarti menjaga kebersihan pikiran dan hati, mengatur penggunaan teknologi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diberikan oleh Tuhan melalui firman-Nya.

Terima kasih tim SABDA MLC, admin, Kak May, maupun moderator, Kak Rei, yang telah memfasilitasi program ini. Bersama kelompok kelas, sungguh sangat memberkati dalam penggalian Surat 1 Tesalonika. Segi evaluasi sudah cukup baik, admin selalu mengingatkan. Akhir kata Soli Deo gloria. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

20. Suyati

Puji Tuhan, dapat menyelesaikan kelas BS_1Tes ini. Walaupun saya merasa masih belum maksimal dalam penggalian, tetapi tetap bersyukur karena ada banyak pemahaman baru yang saya dapatkan tentang pelayanan berjarak yang Rasul Paulus lakukan bersama dengan kawan-kawan.

Pengalaman berkesan adalah mengetahui betapa hati seorang hamba Tuhan yang juga adalah gembala jemaat yang dipakai Tuhan dan sungguh-sungguh memakai dan membagi hidupnya untuk jemaat yang dipercayakan olehnya, yaitu Rasul Paulus. Gambaran hubungan yang begitu dekat, yaitu sebagai orang tua rohani, dan selalu menyebut mereka saudara, dan juga jemaat yang dipilih oleh Tuhan, jemaat yang nurut dan sangat memperhatikan pengajaran Rasul Paulus (jemaat Tesalonika) sehingga mereka menjadi jemaat teladan yang kuat dalam iman, kasih, dan pengharapan di tengah penganiayaan. Ucapan syukur, nasihat untuk hidup kudus, saling membangun, saling mengasihi, peringatan akan kepastian kedatangan Tuhan yang kedua kali, dan doa Rasul Paulus menjadi teladan bagi saya untuk terus setia, siap, dan waspada dalam menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali.

Terima kasih untuk rekan-rekan di kelas yang sudah berbagi dalam penggalian yang memberkati. Terima kasih untuk moderator, Kak Rei, admin, Kak Mei, dan semua tim SABDA yang sudah mendukung acara ini dapat berjalan dan menjadi berkat bagi saya pribadi dan kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

21. Winarti S.

Puji syukur, akhirnya bisa menyelesaikan kelas ini walau kali ini mohon maaf, tidak sepenuhnya bisa aktif menanggapi diskusi karena bersamaan ada kegiatan lainnya. Surat Tesalonika ini memberkati saya dengan melihat betapa jemaat Tesalonika tetap bertahan dalam penderitaan dengan tetap antusias menerima firman Tuhan yang menjadi kekuatan, bahkan hidup menjaga kekudusan, memelihara iman dan kasih, dalam menantikan kedatangan Kristus.

Karakteristik kepemimpinan Paulus juga menjadi teladan hamba-hamba Tuhan, bagaimana seorang pemimpin/pelayan jemaat yang tidak hanya membagi Injil, tetapi juga membagi hidupnya, mengasihi jemaat seperti seorang ibu dan bapak bagi anak-anak rohaninya. Bagaimana sebagai seorang pemimpin yang totalitas menyuarakan Injil hanya untuk menyukakan hati Tuhan dan tidak ada motivasi pribadi, bahkan tidak mau menjadi beban jemaat. Juga nasihat untuk berjaga-jaga, mengingatkan betapa kita harus siap sedia akan kedatangan Tuhan yang ke-2 kali dengan sungguh-sungguh hidup dalam perkenaan Tuhan.

Terima kasih tim SABDA, yang telah memfasilitasi kelas bedah kitab ini sehingga kami semua digerakkan untuk menggali firman Tuhan dan mendapat banyak hal baru dari diskusi kelas tentang surat Tesalonika ini. Sampai berjumpa di kelas MLC berikutnya.

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA