DIK-Referensi 08c

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Pelajaran 08 | Pertanyaan 08 | Referensi 08a | Referensi 08b

Nama Kursus : DASAR-DASAR IMAN KRISTEN
Nama Pelajaran : Di Dalam Kristus
Kode Pelajaran : DIK-R08c

Referensi DIK-R08c diambil dari:

Judul Buku : Ikhtisar Dogmatika
Pengarang : DR. R. Soedarmo
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia
Tahun : 1965, 1989, 1993
Halaman : 200-202

REFERENSI PELAJARAN 08c - DI DALAM KRISTUS

PEMBENARAN

Manusia telah jatuh ke dalam dosa, maka dari itu keadaannya tidak lagi "amat baik", tetapi dicemarkan oleh dosa. Dosa berarti kesalahan dan kerusakan (lihatlah: Hal Dosa). Dosa harus dijatuhi hukuman. Tetapi Tuhan Yesus Kristus sudah menyelesaikan pekerjaanNya. Ia adalah sebagai Adam yang kedua, Kepala dari perjanjian yang baru, yaitu perjanjian anugerah.

Sebagai Kepala perjanjian anugerah, Ia telah mencapaikan bagi segala orang yang dimasukkan dalam anugerah, kelepasan dari kesalahan. Ialah yang telah membayar segala hutang orang percaya. Inilah yang disebut pembenaran. Kesalahan, hutang manusia, telah ditiadakan, dihapuskan oleh Tuhan Yesus. Hubungan antara Allah dan manusia menjadi hubungan yang lurus. Di dalam Tuhan Yesus Kristus Allah menjadi Bapa lagi.

Di dalam Tuhan Yesus Kristus artinya: kalau orang yang berdosa tinggal di dalam Tuhan Yesus Kristus, yaitu di dalam daerah pengaruh Kristus, kalau orang berdosa mencari perlindungan di bawah sayapNya. Di dalam Kristus orang berdosa menjadi benar, artinya: bila ia menjadi anggota dari perjanjian anugerah yang dikepalai oleh Kristus.

Bagaimanakah orang yang berdosa bisa datang "di dalam Kristus?" Hal ini telah kita bicarakan di atas, yaitu: oleh karena panggilan, lahir kedua kali, percaya dan bertobat. Inilah jalannya. Dan tatkala kita membicarakan hal-hal itu kita kerapkali menyatakan, bahwa Tuhanlah yang memberikan segala sesuatu itu. Tetapi kita juga menerangkan, bahwa orang diharuskan percaya, tobat. Kalau kita membicarakan pembenaran, kita mengatakan lagi: Tuhan yang membenarkan di dalam rencanaNya yang kekal, Yang berkehendak untuk menyelamatkan manusia yang dosa. Tuhan yang menyuruh PuteraNya untuk melaksanakan rencana tadi. Jadi Tuhan sendiri yang memberi jalan dan pembenaran. Maka kita mengerti bahwa pembenaran berhubungan dengan predestinasi. Pembenaran ialah pelaksanaan dari predestinasi (Rm 8:30).

Maka dari itu barangsiapa memandang manusia sebagai sebab, itu salah.

Luther mengajarkan dengan kuat: "Hanya dari percaya." Ini pun sesuai dengan Kitab Suci (Rm 3:20, 27; 9:11; 11:6). Yang disingkat: Karena dengan melakukan hukum Taurat tiada seorangpun dibenarkan. Manusia telah mati di dalam dosa, seandainya diharuskan mengambil suatu langkahpun tentu ia akan jatuh.

Tetapi ada juga pandangan yang mudah menyesatkan, yaitu: yang memandang kepercayaan selaku perbuatan yang mendatangkan hak atas pembenaran. Orang harus bertindak, yaitu harus percaya. Dengan tindakan ini ia berhak atas pembenaran dan keselamatan. Pandangan ini salah.

  1. Kepercayaan dipandang sebagai perbuatan manusia, sebenarnya kepercayaan adalah karunia dari Allah, meskipun orang tidak pasif saja. Tuhan yang memberikan kepercayaan.

  2. Kepercayaan bukan sebab yang mendatangkan hak. Sebab yang mendatangkan hak ialah hanya pekerjaan Kristus. Dan hak Tuhan Yesus oleh Allah dijadikan hak tiap-tiap orang percaya. Kepercayaan dapat diumpamakan dengan tangan yang menerima. Tetapi Allah juga harus menyembuhkan tangan itu dulu, sebab tangan sudah mati. Sudah terang kepercayaan bukannya sebab yang mendatangkan hak.

Akan tetapi salah juga pandangan yang tidak mengindahkan tindakan manusia sama sekali. Orang tidak harus menunggu saja. "Sebab orang toh tidak dapat membantu di dalam pembenaran, hanya Allah yang dapat mencapai pembenaran. Maka dari itu: kita dapat hidup semau-maunya sendiri, artinya: di dalam dosa." Bahwa pandangan itu salah, hal itu sudah terang. Allah mewajibkan untuk percaya, agar menerima pembenaran. Manusia, bukannya benda yang mati. Manusia dijadikan sebagai manusia, maka kemuliaan Allah menjadi tertinggi kalau ditinggikan atau dipuji oleh manusia sebagai manusia, yaitu dengan budi dan kehendaknya.

Kesimpulan: Tuhanlah yang memberikan pembenaran, tetapi di dalam kepercayaan manusia ternyatalah pembenaran Allah.

Di dalam pembenaran kita dapat membedakan 3 unsur:

  1. Allah Bapa yang membenarkan, yaitu: Ia yang menganggap hak Tuhan Yesus Kristus sebagai hak orang percaya.

  2. Kristus yang membenarkan, artinya: Ia juga mencapai segala sesuatu hingga tak dapat diberikan kepada manusia.

  3. Roh Suci membenarkan, yaitu: Ia yang melanjutkan, mengenakan pembenaran kepada orang percaya, hingga orang yang dibenarkan merasakan kegirangan.

Orang percaya girang, sebab dosanya sudah diampuni. Padahal dosa adalah akar dari segala ketakutan. Orang percaya dapat hidup dengan tenteram dan kata hatinya tidak usah menakut-nakutkan lagi. Ketentraman dirasakan bagi waktu sekarang dan selama-lamanya. Seperti yang tersurat di dalam 1Kor. 15:56: Ketakutan disebabkan karena hukum Taurat. Kristus membebaskan, artinya: membebaskan dari kekuasaan hukum, maka dari itu ketakutan tak ada lagi. Tinggallah kegirangan dan kesejahteraan.

Taxonomy upgrade extras: