Komentar

Rangkuman Diskusi DPA Mei/Juni 2011

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

TERMIN I

Topik 1

Subjek: Alkitab

Pertanyaan: Mengapa Alkitab harus menjadi landasan utama dalam sistem teologi dan ajaran Kristen?

Karena seluruh sumber doktrin Kristen bersumber dan berdasar pada apa yang tertulis di dalam Alkitab. Selain itu melalui Alkitab kita dapat mengenal Allah dan karya-Nya, pribadi dan karya Kristus, pribadi dan karya Roh Kudus, ajaran tentang manusia, keselamatan, gereja, akhir zaman dsb.. Selain sebagai dasar iman Kristen, Alkitab juga menjadi pedoman tingkah laku kristiani dalam menjalani hidup di dunia, menghadapi tugas sosial serta dalam menghadapi isu-isu yang menjadi tren zaman ini. Peran utamanya adalah menuntun seseorang mengenal Allah di dalam Yesus Kristus serta bertumbuh di dalam-Nya.

Alkitab merupakan firman Allah yang adalah wahyu Allah yang tertulis bagi manusia, tanpa pengetahuan tentang firman Allah seseorang tidak dapat mengetahui bagaimana harus hidup dengan sikap yang menyenangkan Tuhan. Sumber kebenaran dan pola kehidupan seseorang termaktub dalam Alkitab yang merupakan aturan iman kehidupan orang percaya. Jadi Alkitab berperan sebagai landasan dan sarana yang menuntun seseorang kepada pengenalan dan penyembahan kepada Allah di dalam Yesus Kristus.

Topik 2

Subjek: Otoritas Alkitab

Pertanyaan: Mengapa orang Kristen percaya bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah firman Tuhan yang memiliki otoritas mutlak dan satu-satunya bagi iman dan hidup kita?

Landasan utama Alkitab diterima sebagai firman Allah terletak pada sifat dan kesaksian Allah Tritunggal. Kesempurnaan Allah Bapa menjamin bahwa firman-Nya pasti benar dan tidak mengandung kesalahan. Firman Allah secara spesifik dapat kita ketahui melalui pernyataan Yesus bahwa Alkitab adalah firman Allah. Firman Allah yang dimaksudkan Yesus adalah kitab Perjanjian Lama pada zaman-Nya. Selain itu penulisan Perjanjian Baru berdasarkan otoritas Yesus Kristus yang ditulis oleh para rasul yang menjadi saksi langsung kehidupan dan Karya-Nya. Selanjutnya kesaksian Roh Kudus yang berdiam di dalam orang percaya yang memberi keyakinan batiniah bagi orang Kristen untuk percaya bahwa Alkitab merupakan firman Allah yang memiliki otoritas. Dengan demikian Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan firman Allah. Kesaksian Allah Tritunggal merupakan fundamen yang kokoh bagi orang percaya dalam menerima Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai firman Allah yang benar, absah dan satu-satunya.

Kita dapat menerima Alkitab sebagai firman Allah yang tertulis karena pribadi dan kesempurnaan sifat Allah yang menjadi jaminannya. Kesempurnaan disini berarti mancakup keseluruhan sifat Allah sempurna adanya. Kesempurnaan atau keseluruhan tabiat Allah yang sempurna menjamin firman-Nya pasti sempurna, tidak mengandung kesalahan dan dapat dipercaya menjadi dasar iman dan standar kebenaran yang mutlak. Jadi Alkitab adalah wahyu Allah yang tertulis, sempurna dan memiliki otoritas. Sempurna karena dijamin oleh sifat Allah sendiri, memunyai otoritas karena Allah yang berada dibalik penulisannya. Jadi kita menerima Alkitab karena kesempurnaan Allah sendiri. Dengan demikian kita menerima Alkitab yang dapat dipercaya karena kesaksian Allah Tritunggal. Sifat Allah atau kesempurnaan-Nya meyakinkan kita bahwa firman-Nya (Alkitab) benar dan dapat diandalkan. Melalui kesaksian Kristus menjadi jelas bahwa Alkitab adalah firman Allah. Akhirnya, Roh Kudus yang menanamkan keyakinan di dalam diri kita untuk menerima Alkitab sebagai firman Allah yang benar dan memunyai otoritas mutlak.

TERMIN II

Topik 1

Subjek: Yesus Kristus

Pertanyaan: Apakah yang Anda ketahui tentang pribadi Yesus Kristus yang menegaskan sebagai satu pribadi dengan dua hakikat?

Hubungan antara Allah dan kemanusiaan Yesus merupakan suatu rahasia yang tidak dapat kita selami dan pahami dengan akal pikiran kita. Sifat kemanusiaan dan Allah tidak berubah di dalam pribadi-Nya serta keduanya tidak dapat dipisahkan. Setelah melalui perdebatan yang panjang dan sengit, dalam Konsili Chalcedon di Asia Kecil pada 451, Gereja memberi definisi final mengenai Kristologi, yang menegaskan kepercayaan kepada Yesus sebagai Satu Pribadi dengan dua hakikat, yang dipersatukan tanpa dikacaukan. Dalam Perjanjian Baru menegaskan mengenai pribadi Kristus juga terungkap dalam penggunaan serangkaian gelar, atau nama, atau gambaran luar biasa, yang dikenakan kepada Yesus. Di antara gelar-gelar tersebut, yang paling terkenal adalah "Anak Manusia" dan "Anak Allah" yang berturut-turut sering dilihat sebagai petunjuk langsung mengenai kemanusiaan dan keilahian Yesus. Penyebutan Anak Manusia, karena Ia dikandung dan lahir dari manusia, hidup sebagaimana manusia pada umumnya. Di sisi lain Yesus adalah Tuhan, karena terlahir bukan dari benih manusia, tetapi Roh Kudus. Kondisi ini menyatakan bahwa Ia dikenal dalam dua natur, tidak berubah, tidak terbagi, tidak terpisah. Tetapi sifat masing-masing natur tetap dipertahankan dan ada bersama-sama dalam satu pribadi dan substansinya yang menyatakan sebagai manusia 100% dan Allah 100%.

Yesus adalah benar-benar Allah dan benar-benar manusia. Sebagai seorang manusia Ia menjalani dan mengalami proses kehidupan didunia sebagai manusia seperti kita. Lahir lewat rahim wanita (Galatia 4:4), lahir sebagai keturunan manusia (Matius 1:1-17; Lukas 3:23-38), bekerja, mengalami seperti yang dialami oleh setiap kita (bisa lapar, haus, tidur, lelah, (Ibrani 4:15). Dalam keilahian-Nya: Dia adalah Alfa dan Omega (tidak berawal dan berakhir). Yesus ada sebelum manusia ada (Yohanes 1:14). Yesus tidak berasal dari debu tanah (Yohanes 1:14; 1 Korintus 15:47). Yesus sudah berkarya sebelum menjadi manusia (Kolose 1:16). Yesus disejajarkan dengan Bapa dan Roh Kudus (Matius 28:19). Ketuhanan-Nya diakui oleh manusia (Matius 27:54; Yohanes 6:68). Keilahian-Nya dibuktikan melalui kebangkitan (Roma 1:3-4).

Topik 2

Subjek: Roh Kudus

Pertanyaan: Siapakah Roh Kudus itu? Apakah peranannya di dalam kehidupan orang percaya?

Roh Kudus adalah Roh dari Allah sendiri. Sekaligus berdiam dalam kekekalan pada diri Allah (Yohanes 15:26). Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Trinitas. Di utus oleh Bapa dan Anak dan turut bekerja dalam karya penebusan Kristus di dalam hati umat pilihan-Nya. Roh Kudus adalah Ilahi, yang dijanjikan Yesus Kristus bahwa Dia akan memberikan seorang penolong yang lain setelah Dia naik ke sorga, untuk diberikan bagi kita orang yang sudah percaya kepada-Nya, sehingga kita diberi-Nya kuasa untuk menjadi saksi-Nya. Roh Kudus juga yang akan memeteraikan firman Tuhan yang kita dengar, sehingga kita dimampukan untuk mencerna, merenungkan dan melakukan firman Tuhan (Efesus 1:13).

Peran Roh Kudus sangat penting bagi kita, karena Dialah yang akan menolong, menghibur, mengingatkan, bahkan memampukan kita untuk bertahan dalam iman pengharapan kita sampai kedatangan Yesus yang kedua kali. Roma 5:5 mengatakan: "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita". Alkitab menjelaskan bahwa Roh Kudus adalah oknum yang memiliki kepribadian (2 Korintus 3:17-18; 1 Petrus 1:2; Ibrani 9:14). Dia memiliki ciri-ciri pribadi, karena Dia berpikir (Roma 8:27), merasa (Roma 15:30), berkehendak (1 Korintus 12:11). Dia diutus oleh Bapa untuk membawa orang percaya kedalam hadirat dan persekutuan Yesus yang intim (Yohanes 14:16-18). Jadi Roh Kudus merupakan oknum ketiga dari Allah Tritunggal. Hanya dengan mengambil bagian dalam Roh Kudus dan menghormati anugerah-Nya, manusia dapat senantiasa untuk selamanya berada dalam citra baru dan menikmati persekutuan dengan Allah.

TERMIN III

Topik 1

Sujek: Gereja

Pertanyaan: Mengapa ada banyak aliran gereja memunyai doktrin yang berbeda-beda? Apakah tanda-tanda gereja yang alkitabiah?

Berbicara mengenai aliran gereja, kita kembali dibawa untuk menengok sejarah perkembangan gereja pada mulanya. Kita tahu bahwa bapak-bapak gereja memiliki pandangan yang berbeda-beda. Masing-masing mulai mendirikan gereja dengan berbagai aliran gereja. Dari situlah muncul aliran-aliran gereja dengan doktrin yang berbeda-beda. Dan hasilnya ada sampai sekarang ini. Masalah intinya bukan pada gereja, tetapi pada orang-orang yang ada di dalammya. Perbedaan pandangan yang terjadi berkaitan dalam segi pemahaman, penafsiran, interpretasi dan pemikiran yang berbeda. Memang tidak mudah menyatukan format dan pikiran dari banyak orang, apalagi jika mereka orang-orang yang kritis dan memiliki kapabilitas di bidangnya, sehingga mereka saling merasa bahwa pandangannya yang paling benar. Sikap merasa paling benar di sini yang perlu dihindari, supaya gereja tidak terpecah. Namun, kenyataan ini yang sering terjadi hingga sekarang. Semestinya gereja selalu ingat bahwa dirinya adalah kesatuan tubuh Kristus. Untuk mencapai kesempurnaan dalam memahami suatu doktrin merupakan pekerjaan Tuhan melalui gereja-Nya. Untuk itu, perlu pembaharuan senantiasa terhadap orang-orang yang ada di dalamnya dan gereja harus selalu melibatkan Tuhan dalam segala sesuatunya.

Pada dasarnya gereja yang Alkitabiah adalah gereja yang memiliki pondasi pengajaran (doktrin) berdasarkan kebenaran Alkitab. Dan hal yang paling hakiki adalah gereja yang Alkitabiah adalah gereja yang mengakui dan berfokus kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Beberapa tanda gereja yang alkitabiah yang dapat kita pelajari adalah:

  1. Menjadikan Yesus Kristus sebagai kepala jemaat, pusat penyembahan dan pusat pemberitaan Injil.
  2. Menjadikan Alkitab sebagai otoritas kebenaran dalam hubungan kita dengan Tuhan.
  3. Menjadi saksi dengan mengabarkan Injil dan memuliakan Allah.
  4. Sebagai tempat untuk melayani Tuhan dengan karunia-karunia yang Tuhan telah berikan.

Topik 2

Subjek: Baptisan

Pertanyaan: Apakah prinsip-prinsip dasar dalam baptisan menurut Alkitab? Mengapa masing-masing gereja berbeda dalam melaksanakan baptisan? Apakah perbedaan antara baptisan air dan baptisan roh kudus?

Baptisan merupakan sakramen kudus yang dilaksanakan oleh gereja. Komitmen untuk dibaptis merupakan kesadaran dari diri sendiri. Orang yang dibaptis adalah orang yang mengaku dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Baptisan juga merupakan satu titik dimana kita mengambil komitmen melalui sebuah sakramen untuk mati dan bangkit bersama Kristus yang dikiaskan dengan baptisan (Roma 6:3-5, 1 Petrus 3:21). Selain itu, baptisan merupakan perintah Tuhan di dalam Amanat Agung-Nya. Karena perintah maka sudah sewajibnya dilakukan oleh orang percaya. Baptisan melambangkan pembersihan dari dosa-dosa, meninggalkan kehidupan lama dan menjalani kehidupan yang baru di dalam Kristus. Baptisan dilakukan dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus. Ini menandakan bahwa orang yang telah dibaptis merupakan umat milik Allah.

Suatu kenyataan yang boleh kita ketahui bahwa baptisan yang dilakukan oleh gereja berbeda antara satu dengan yang lain, contohnya: dipercik, diselam, dll. Perbedaan itu dikarenakan gereja memiliki pemahaman dan pandangan yang berbeda-beda mengenai baptisan. Hal yang terpenting dalam baptisan bukan terletak pada caranya, namun pada esensinya.

Baptisan air merupakan merupakan tanda pertobatan (Matius 3:11). Baptisan air merupakan baptisan yang dilakukan oleh Yohanes pembaptis. Baptisan air adalah upacara terbuka bagi awal pemasukan ke dalam Kristus. Apakah ada perbedaan istilah baptisan yang berarti "dimasukkan ke dalam" dari pengalaman Yohanes Pembaptis dengan pengalaman baptisan yang dilakukan oleh Yesus Kristus? Jawabannya tidak. Sebab baptisan Yohanes mungkin dimasukkan ke dalam Air atau dicuci dengan air. Namun Baptisan yang dilakukan oleh Yesus adalah dengan memasukan seseorang di dalam Roh bukan air. Jadi, istilah baptisan Yohanes sudah berbeda jauh dengan istilah baptisan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Yohanes membaptis memasukan seseorang ke dalam air sedangkan Yesus membaptis memasukan seseorang ke dalam unsur spiritualitas dan penyucian. Jikalau Yohanes Pembaptis membaptis dengan menggunakan air yang berarti dimasukan ke dalam air sebagai lambang pertobatan, dan Yesus membaptis dengan menggunakan Roh dan Api sebagai lambang penyucian dengan cara memasukan seseorang ke dalam Roh dan dalam penyucian.

TERMIN 4

Topik 1

Subjek: Kedatangan Kedua

Pertanyaan: Menurut Alkitab, apakah yang akan terjadi pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali nanti? Jangan lupa memberikan ayat-ayat yang berhubungan dengan kedatangan Tuhan kedua kalinya?

Alkitab memberikan beberapa pernyataan akan kedatangan Yesus Kristus kedua kali adalah peristiwa yang harfiah/nyata. Kedatangan-Nya kedua kalinya ini adalah untuk menyatakan kepenuhan segala pekerjaan Allah dalam Kristus yaitu suatu kerajaan kasih dan damai, dan kesukaan, di mana "kebenaran ada" berdiam di dalamnya (2 Petrus 3:13). Sesuai dengan janji-Nya, Ia akan kembali dengan cara yang sama sebagaimana para murid-Nya melihat dia pergi (Kisah Para Rasul 1:11). Alkitab mencatat bahwa kedatangan Yesus kedua kali merupakan penghiburan bagi anak-anaknya karena Yesus kembali kedua kali untuk menjemput dan membawa mereka untuk bersama-Nya. Pengharapan ini bukan hanya bagi orang percaya yang masih hidup melainkan bagi mereka yang telah meninggal karena mereka akan dibangkitkan dari kematian dan menerima tubuh baru yang tidak fana (1 Tesalonika 4:13-18).

Kedatangan Kristus ditandai oleh berbagai peristiwa yang menyertai hari Tuhan. Secara kronologis kedatangan Kristus kedua kali pada saat mana sejarah alam semesta akan berakhir dan beralih pada keadaan final yang kekal. Berikut tanda-tanda yang terjadi pada kedatangan kristus yang kedua kali:

  1. Panggilan bagi orang-orang non-Yahudi (Matius 24:14; Markus 13:10; Roma 11:15) di mana semua bangsa akan mendengarkan kabar injil.
  2. Pertobatan Israel Roma 11:26 menyatakan bahwa bukan bangsa Israel melainkan orang-orang Israel pilihan.
  3. Terjadi kemurtadan yang besar (Matius 24:9-12; Markus 13:9-22).
  4. Pernyataan antikristus yang pada akhirnya akan digenapi dalam eskatologi.
  5. Tanda-tanda dan mukjizat akan ada peperangan, nabi-nabi palsu, dan tanda-tanda dari surga.

Topik 2

Subjek: Yerusalem Baru

Pertanyaan: Mengapa surga dilambangkan atau disebut dengan nama "Yerusalem baru" (Wahyu 3:12; 21:2)?

Sebagian besar peserta diskusi berpendapat bahwa Yerusalem baru adalah surga (lihat Wahyu 21-22). Di dalam kitab Wahyu 21 menyatakan sebagai tempat tinggal kekal bagi orang percaya dijabarkan sebagai "bumi yang baru dan langit yang baru" (lihat 21:1). Orang yang percaya telah ditebus dari setiap zaman akan hidup di Yerusalem baru bersama-sama tinggal bersama Allah (Yohanes 14:2). Aspek penting dari surga ialah persekutuan personal orang percaya bersama dengan Allah (Wahyu 20:3-4). Keindahan dari Yerusalem baru mencerminkan kemuliaan Allah yang cemerlang karena kehadiran-Nya.

Secara gamblang dan jelas Yerusalem baru merupakan pengumpamaan mengenai surga. Kitab Wahyu 21:9-27, secara rinci menjelaskan bahwa Yerusalem baru merupakan kota yang turun dari surga, dari Allah yang penuh dengan kemuliaan Allah. Selain itu, dijelaskan pula bahwa kota tersebut memiliki bentuk dan ukuran serta menggunakan berbagai bahan seperti yang disebutkan dalam perikop ini. Sejak mulanya Allah telah menetapkan Yerusalem menjadi kediaman nama-Nya. Maka surga yang merupakan tempat tinggal Allah, disebut Yerusalem baru, karena surga yang akan menjadi tujuan akhir dari anak-anak Allah, yaitu setiap orang yang percaya Yesus Kristus akan menerima perjanjian kekal itu.

Umum: